Tips Menghadapi dan Merawat Pasien Penyakit Kanker

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Jika anggota keluarga atau teman Anda memperoleh diagnosis kanker, maka Anda mungkin akan ikut merasa sedih, takut, dan cemas. Saat ini terjadi, Anda harus tahu bagaimana baiknya menghadapi mereka. Apalagi, jika Anda punya kewajiban untuk merawatnya. Tidak perlu bingung, lihat tips dan panduannya menghadapi dan merawat pasien kanker berikut ini.

Tips menghadapi pasien kanker

kanker payudara stadium 4

Penyakit kanker dapat menyerang siapa pun tanpa pandang bulu, termasuk orang-orang yang Anda sayangi. Orang yang terkena penyakit ini tidak hanya merasakan gejala kanker secara fisik, tapi juga rentan terganggu kesehatan mentalnya. Entah mengalami stres berat, tidak dapat mengendalikan emosi, atau lebih sensitif.

Ini biasanya terjadi karena mereka merasa penyakitnya tidak dapat disembuhkan, terisolasi di rumah sakit, tidak bebas melakukan aktivitas normal, atau mengalami masalah seks akibat pengobatan kanker.

Semua hal ini membuat pasien kanker, sangat membutuhkan dukungan agar pengobatan yang dijalani dapat berjalan efektif dan kualitas hidupnya jadi lebih baik.

Jika Anda memiliki keluarga atau teman yang menderita penyakit kanker, berikut cara tepat menghadapi dan menyemangatinya.

1. Ketahui seberapa serius stadium kanker yang dialami

Penyakit kanker memiliki beberapa tahapan, mulai dari stadium 1 yang menandakan munculnya sel kanker hingga stadium 4 pertanda bahwa sel kanker telah menyerang jaringan atau organ sehat.

Sebagai keluarga atau teman, mengetahui seberapa serius kondisi pasien adalah hal yang penting. Dengan hal ini, Anda akan memahami kondisi pasien lebih baik lagi dan tidak kaget jika melihat keadaannya ketika sakit. Kebanyakan penderita kanker mengalami kebotakan rambut karena kemoterapi dan bertubuh kurus.

2. Luangkan waktu untuk berkunjung

Waktu adalah hal yang paling berharga bagi pasien kanker, terutama bagi mereka yang memiliki kanker stadium akhir. Oleh karena itu, mengunjunginya beberapa kali di rumah sakit bisa membuat hatinya jadi lebih baik. Ini juga bisa membantunya mengurangi rasa kesepian karena terisolasi dengan pengobatan kanker yang harus dijalankan.

Namun sebelum berkunjung, Anda harus lebih dahulu bertanya pada pasien mengenai rencana ini. Apalagi jika Anda ingin mengajak orang lain, misal teman-temannya di sekolah maupun rekan kerja.

3. Bantu ia merasa lebih nyaman dan bahagia

Guna membuat waktu Anda dan pasien menjadi lebih berkualitas, sempatkan diri untuk membawa benda-benda yang disukainya, contohnya majalah, musik, DVD, buku puzzle, dan lain-lain. Benda tersebut bisa membantu pasien mengurangi rasa bosan pasien selama perawatan di rumah sakit.

Bila perlu, Anda juga bisa membelikannya hadiah yang bisa pasien kanker gunakan. Beberapa pilihan hadiahnya adalah selimut dan kaus kaki lembut untuk membantu tetap hangat atau topi kupluk untuk membantu menutupi kebotakan pada rambutnya.

4. Perhatikan cara komunikasi dengan pasien

Anda dapat berinteraksi dengan teman Anda tersebut dengan berbagai cara, entah itu bertemu langsung, melalui telepon, ataupun dengan pesan singkat. Hal yang terpenting adalah menjaga hubungan dengan tetap berkomunikasi.

Namun, ada aturan yang harus Anda taati dan hindari ketika berbicara dengan pasien kanker yang dilansir dari Cancer Research UK, yakni:

Anda boleh melakukan hal ini:

  • Tawarkan diri untuk menjadi pendengarnya, jika ia ingin mengutarakan sesuatu. Dengarkan dengan baik apa yang ia sampaikan. Jika Anda membahas sesuatu dan pasien tidak ingin bercerita, jangan memaksa.
  • Boleh menceritakan hal yang lucu agar suasananya tidak canggung, tapi pastikan lelucon tersebut tidak menyinggung perasaannya.
  • Lakukan kontak tubuh saat bertemu jika memungkinkan, misalnya memegang tangan, mengelus pundak, atau memeluknya.

Anda tidak boleh melakukan hal ini:

  • Jangan tunjukkan kesedihan di depannya secara berlebihan atau mengutarkan, “Saya paham perasaan kamu saat ini seperti apa”. Perkataan ini kurang pantas diucapkan, karena Anda sendiri tidak menderita kanker.
  • Jangan tanyakan penyebab kanker yang dialaminya dan menyalahkannya atas perilaku atau kebiasaan yang kurang sehat yang dulu sering ia lakukan.
  • Ketika melihatnya menangis, jangan mencoba untuk menghentikannya. Cukup berada di sampingnya, memberinya pelukan atau usapan pelan di pundak membantunya untuk mengontrol emosi.
  • Jangan tanyakan lamanya perkiraan hidupnya, jika kanker memang sudah parah atau memberi tahu orang lain yang Anda kenal yang memiliki penyakit yang sama.
  • Hindari membahas perubahan fisik yang dialaminya karena ini bisa membuat hatinya sedih.

Panduan merawat pasien penyakit kanker

cara mengobati kanker prostat

Penderita kanker membutuhkan bantuan orang lain untuk merawatnya. Jika Anda berada di situasi menjadi orang yang harus merawatnya, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Simak panduan merawat pasien kanker berikut ini.

1. Pahami tugas Anda sebagai pendamping

Dalam merawat pasien, Anda harus memastikan dirinya mengikuti pengobatan dan menerapkan pola hidup yang sehat, salah satunya menjalani diet kanker.

Di samping itu, kehadiran Anda juga sangat penting untuk memudahkan pasien melakukan aktivitas harian, contohnya menyiapkan makanan, membersihkan rumah, atau merawat dirinya jika ia tidak mampu.

2. Lakukan hal ini jika pasien kanker menolak pengobatan

Selain kemoterapi, tersedia juga pengobatan kanker berupa radioterapi atau terapi hormon. Namun masalah yang Anda hadapi bukan pengobatannya, melainkan pasien kanker itu sendiri yang menolak melakukan pengobatan.

Ketika Anda menghadapi situasi ini, memaksanya adalah tindakan yang harus dihindari. Sebagai gantinya, coba tanyakan alasan kenapa ia menolak pengobatan secara baik-baik. Minta bantuan dokter untuk meyakinkan pasien agar mau menjalani pengobatan. Bila pasien tetap kukuh, langkah terbaik yang bisa Anda lakukan adalah menawarkan perawatan paliatif.

3. Jaga kesehatan tubuh Anda

Memiliki kewajiban untuk merawat pasien kanker bukan tugas yang mudah. Namun jangan sampai, hal ini membuat Anda lupa untuk menjaga kesehatan diri sendiri.

Jangan lupa untuk istirahat dan menjaga pola makan tetap sehat. minta bantuan anggota keluarga lain untuk menggantikan Anda jika Anda perlu mengambil liburan. Bila Anda merasa tertekan dan stres, jangan ragu untuk konsultasi ke psikolog.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kesal Menghadapai Orangtua yang Memojokkan Anda? Hadapi dengan 3 Langkah Bijak Ini

Punya orangtua yang sulit diajak kompromi memang bikin pusing. Jangan emosi! Begini cara bijaknya menghadapi orangtua yang suka memojokkan anak sendiri.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Kesehatan Mental, Hubungan Harmonis 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Serba-Serbi Membesarkan Anak Dengan Kepribadian Introvert

Cari tahu apa itu introvert, apa tanda-tandanya jika si kecil memiliki kepribadian introvert, dan apa yang perlu Anda lakukan sebagai orangtua.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Monika Nanda
Anak 6-9 tahun, Perkembangan Anak, Parenting 20 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Serangan Panik

Panik adalah insting alamiah manusia yang mendeteksi datangnya bahaya. Namun, serangan panik adalah kondisi lain yang disebabkan oleh gangguan klinis.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Annisa Hapsari
Kesehatan Mental, Gangguan Kecemasan 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit

Apakah Anda Yakin Ditaksir Orang yang Anda Cintai? Bisa Jadi Itu Tanda Erotomania

Terlalu yakin ditaksir selebriti atau orang terkenal adalah tanda khas dari erotomania syndrome. Yuk, kenali lebih dalam kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Mental Lainnya 17 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

toxic people

Kenali 5 Ciri Utama “Toxic People”, Racun Dalam Persahabatan Anda

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit
patah hati menyebabkan kematian

Benarkah Patah Hati Dapat Sebabkan Kematian?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
kanker penyebab BAB berdarah

BAB Sering Berdarah? Hati-hati, Bisa Jadi Tanda Kanker pada Saluran Cerna

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Ivena
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit
self esteem adalah

Pentingnya Punya Self Esteem (Harga Diri) yang Baik dan Cara Meningkatkannya

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 23 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit