Hipomagnesemia adalah gangguan elektrolit yang ditandai dengan rendahnya kadar magnesium dalam darah. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada otot, tulang, tekanan darah, jantung, dan keadaan mental orang yang mengalaminya.
Magnesium termasuk mineral terpenting yang tubuh perlukan untuk menjaga kesehatan. Mineral ini berperan dalam menjalankan kinerja otot dan saraf, menjaga detak jantung normal, serta memelihara kepadatan tulang.

Kekurangan (defisiensi) magnesium dalam darah bisa menyebabkan gangguan irama jantung dan sejumlah komplikasi lainnya. Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini bahkan dapat berakibat fatal.
Gejala awal dari rendahnya kadar magnesium dalam darah meliputi:
Seiring waktu, hipomagnesemia yang bertambah parah akan menimbulkan tanda-tanda berupa:
Kekurangan magnesium dalam taraf ringan memang tidak menimbulkan bahaya yang signifikan. Bahkan, orang yang sehat pun mungkin memiliki kadar magnesium yang rendah dalam darahnya. Namun, kondisi ini tak boleh disepelekan.
Segera kunjungi dokter bila Anda mengalami gejala hipomagnesemia, khususnya jika belakangan ini jarang makan makanan sumber magnesium. Waspadai pula gejala yang tampaknya sepele tapi sering muncul, seperti kesemutan atau kebas.
Orang yang sehat sebenarnya bisa saja memiliki kadar magnesium yang rendah dalam darahnya. Namun, ada kondisi medis, gangguan kesehatan, dan kesalahan pola makan yang dapat menurunkan kadar magnesium hingga ke tingkat mengkhawatirkan.
Sebagian besar kadar magnesium dalam darah diatur oleh ginjal. Jika ginjal mengalami gangguan, jumlah magnesium yang keluar bersama urine bisa meningkat. Hal ini akan menyebabkan penurunan kadar magnesium dalam tubuh Anda.
Pola makan rendah magnesium, hilangnya magnesium dari tubuh dalam jumlah besar, dan adanya penyakit kronis tertentu juga dapat menyebabkan defisiensi magnesium. Di bawah ini kondisi medis yang kerap menjadi penyebabnya.
Hipomagnesemia juga lebih banyak dialami oleh orang yang dirawat di rumah sakit. Ini mungkin berkaitan dengan suatu penyakit, operasi tertentu, atau konsumsi obat-obatan yang memengaruhi kadar magnesium dalam darah.
Siapa pun dapat mengalami kekurangan magnesium. Akan tetapi, risikonya lebih tinggi pada orang-orang dengan kondisi di bawah ini.
Dokter mendiagnosis kekurangan magnesium berdasarkan pemeriksaan fisik, gejala, riwayat kesehatan, dan tes darah. Selain itu, dokter kemungkinan juga akan memeriksa kadar mineral kalsium dan kalium dalam darah Anda.
Kadar magnesium darah yang normal berkisar antara 1,8 – 2,2 miligram per desiliter (mg/dL). Kadar magnesium darah kurang dari 1,8 mg/dL dianggap rendah. Sementara itu, kadar magnesium kurang dari 1,25 mg/dL termasuk defisiensi yang amat parah.
Penanganan terhadap defisiensi magnesium bergantung pada tingkat keparahannya. Kekurangan magnesium tingkat ringan biasanya ditangani dengan pemberian suplemen magnesium dan penambahan asupan magnesium dari makanan.
Dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk lebih banyak mengonsumsi makanan kaya magnesium, seperti:
Apabila hipomagnesemia yang Anda alami sudah parah dan menimbulkan gejala yang mengkhawatirkan seperti kejang, dokter tentu perlu memberikan perawatan tambahan.
Di bawah ini pilihan perawatan yang mungkin Anda jalani.
Kekurangan magnesium dapat disebabkan oleh beragam faktor. Jika Anda merasakan gejalanya, segera konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dengan begitu, gangguan elektrolit ini tidak akan bertambah parah.
Catatan
Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.
Magnesium deficiency. (2019). Retrieved 12 May 2021, from https://medlineplus.gov/ency/article/000315.htm
Magnesium. (2021). Retrieved 12 May 2021, from https://ods.od.nih.gov/factsheets/Magnesium-HealthProfessional/
How to Get More Magnesium in Your Diet. (2017). Retrieved 12 May 2021, from https://www.consumerreports.org/healthy-eating/how-to-get-more-magnesium-in-your-diet/
Gragossian A, Bashir K, Friede R. Hypomagnesemia. [Updated 2020 Sep 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK500003/
Versi Terbaru
11/11/2021
Ditulis oleh Andisa Shabrina
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro
Diperbarui oleh: Nanda Saputri
Ditinjau secara medis oleh
dr. Patricia Lukas Goentoro
General Practitioner · Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI)