Awas, Kekurangan Magnesium Bisa Berbahaya. Apa Saja Gejalanya?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 06/01/2018 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Magnesium merupakan salah satu mineral terpenting yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kesehatan. Magnesium tersimpan banyak dalam tulang dan sebagian kecil di aliran darah. Fungsinya menjaga otot dan saraf agar bekerja normal dan menjaga irama detak jantung. Selain itu, magnesium juga bisa menjaga tulang agar lebih kuat. Jika Anda sehat, tapi punya asupan makanan yang rendah, ginjal dapat membantu mempertahankan magnesium dengan membatasi jumlah magnesium yang hilang dalam urine. Namun, jika konsumsi magnesium Anda rendah untuk jangka waktu yang panjang, maka keadaan tersebut dapat menyebabkan kekurangan magnesium. Kondisi ini disebut juga dengan hipomagnesemia.

Gejala hipomagnesemia

Gejala kekurangan magnesium antara lain hilang nafsu makan, mual, muntah, kelelahan, dan lemah. Kekurangan magnesium yang parah dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan, kram otot, kejang, perubahan kepribadian, dan irama jantung yang tidak normal.

Karena gejala-gejala ini juga bisa menjadi gejala penyakit lainnya, segera hubungi dokter jika Anda mengalami berbagai gejala tersebut.

Apa saja penyebab hipomagnesemia?

Magnesium rendah biasanya disebabkan oleh penurunan penyerapan magnesium di dalam usus atau peningkatan ekskresi magnesium dalam urine. Kadar magnesium yang rendah pada orang sehat bukanlah hal yang aneh. Hal ini terjadi karena sebagian besar kadar magnesium dikendalikan oleh ginjal. Ginjal dapat meningkatkan atau menurunkan ekskresi magnesium berdasarkan pada apa yang dibutuhkan tubuh. 

Hipomagnesemia juga lebih sering terjadi pada orang yang dirawat di rumah sakit. Ini mungkin karena suatu penyakit, melakukan operasi tertentu, atau minum beberapa jenis obat tertentu. Kadar magnesium yang sangat rendah dikaitkan dengan pasien yang sakit parah dan dirawat di rumah sakit. Kondisi yang meningkatkan risiko hipomagnesemia meliputi penyakit gastrointestinal (GI), lanjut usia, diabetes tipe 2, penggunaan obat diuretik (seperti furosemide), pengobatan dengan kemoterapi, dan riwayat ketergantungan alkohol.

Kapan Anda dikatakan kekurangan magnesium?

Hipomagnesemia didiagnosis berdasarkan pemeriksaan fisik, gejala, riwayat medis, dan tes darah. Kadar magnesium dalam darah tidak memberi tahu Anda jumlah magnesium yang tersimpan dalam tulang dan jaringan otot Anda. Namun, membantu untuk menunjukkan apakah Anda memiliki hipomagnesemia. Dokter kemungkinan juga akan memeriksa kadar kalsium dan kalium dalam darah Anda.

Kadar magnesium darah yang normal adalah 1,8 sampai 2,2 miligram per desiliter (mg/dL). Jika magnesium darah lebih rendah dari 1,8 mg/dL maka itu dianggap rendah. Kadar magnesium di bawah 1,25 mg/dL termasuk hipomagnesemia yang sangat parah.

Bagaimana mengobati hipomagnesemia?

Kekurangan magnesium biasanya diobati dengan suplemen magnesium oral dan peningkatan asupan magnesium dari makanan. Sekitar dua persen populasi umum di seluruh dunia memiliki hipomagnesemia. Persentase ini jauh lebih tinggi pada orang yang dirawat di rumah sakit. Sebuah penelitian memperkirakan bahwa hampir setengah dari semua orang Amerika Serikat, dengan 70 sampai 80 persen di antaranya berusia di atas 70 tahun, tidak memenuhi kebutuhan magnesium harian yang direkomendasikan.

Mendapatkan magnesium dari makanan adalah cara yang terbaik. Contoh makanan kaya akan magnesium adalah bayam, kacang almond, kacang mete, kacang-kacangan lain, sereal gandum, susu kedelai, kacang hitam, roti gandum, alpukat, pisang, ikan salmon, serta kentang dengan kulitnya.

Jika hipomagnesemia yang Anda miliki sudah parah dan memiliki gejala seperti kejang, Anda mungkin akan menerima magnesium lewat infus. 

Komplikasi yang mungkin terjadi

Jika kondisi kekurangan magnesium tidak diobati dan penyebabnya pun diabaikan, ini akan dapat memperburuk kondisi. Kekurangan magnesium yang parah dapat menimbulkan komplikasi seperti kejang, aritmia jantung (irama jantung abnormal), vasospasme arteri koroner, hingga kematian mendadak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

8 Gejala Penyakit Berbahaya yang Sering Anda Abaikan

Banyak gejala penyakit yang sering kali kita abaikan karena terkesan remeh. Padahal, jika dibiarkan justru efeknya bisa fatal.

Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 03/07/2020 . Waktu baca 4 menit

Khasiat Mujarab Kacang Almond untuk Penderita Hipertensi

Camilan yang gurih memang menggoda. Namun, sebaiknya mulai ganti camilan Anda dengan kacang almond, terutama untuk penderita hipertensi.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hipertensi, Health Centers 25/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Apakah Anda Termasuk Orang yang Cukup Bersih? Cek Dulu di Sini!

Selama ini Anda sudah mahir menjaga kebersihan diri atau belum? Ini dia tips-tips supaya tubuh selalu bersih dan bebas dari penyakit.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Hidup Sehat, Tips Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

7 Hal yang Paling Sering Ditanyakan Tentang Kolesterol

Kadar kolesterol tinggi bisa menghantui siapa pun. Pelajari sekarang juga apa itu kolesterol dan semua pertanyaan seputar kolesterol yang sering diajukan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Nutrisi, Hidup Sehat 22/06/2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

manfaat bersepeda

Yuk, Ketahui Beragam Manfaat Bersepeda Bagi Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
penyebab cantengan; kuku cantengan

Mengapa Kuku Bisa Cantengan dan Bagaimana Mengobatinya?

Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 5 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 08/07/2020 . Waktu baca 3 menit
anak disunat

Umur Berapakah Sebaiknya Anak Laki-laki Disunat?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 07/07/2020 . Waktu baca 4 menit