Penyebab dan Faktor Risiko Anda Terkena Divertikulitis

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Divertikula adalah tonjolan berupa kantong kecil yang dapat terbentuk di lapisan usus besar. Setiap orang terlahir ke dunia memiliki kantong kecil ini dan tidak merasakan apa pun. Namun, divertikula bisa menimbulkan masalah kesehatan yang serius apabila terinfeksi atau meradang. Kondisi ini disebut sebagai divertikulitis. Apa yang menjadi penyebab divertikulitis?

Penyebab divertikulitis

Penyebab divertikulitis adalah peradangan pada kantong-kantong divertikula yang ada di usus besar. Peradangan dapat terjadi apabila kantong ini tersumbat oleh feses atau makanan yang sedang dicerna, dan kemudian jadi terinfeksi.

Dibiarkan terus, peradangan divertikula dapat menyebabkan robekan di usus. Ketika robekan semakin besar dan jumlah bakteri usus meningkat, benjolan berisi nanah (abses) dapat terbentuk di dalam usus.

Divertikulitis kemudian menjadi penyebab Anda mengalami sakit perut yang parah, demam, mual dan perubahan kebiasaan BAB.

Komplikasi divertikulitis dapat meliputi penyumbatan usus, perdarahan dari usus besar (kolon), dan pecahnya dinding usus besar (perforasi).

Faktor risiko penyebab divertikulitis

Divertikulitis adalah penyakit yang cukup umum, dan dapat terjadi pada orang usia berapa pun. Beberapa faktor penyebab divertikulitis adalah sebagai berikut:

1. Infeksi bakteri

Menurut studi dalam jurnal Therapeutic Advances in Gastroenterology, sekitar 25 persen penyebab divertikulitis adalah infeksi bakteri di usus. 

Divertikula yang sehat umumnya merupakan tempat untuk bakteri baik (probiotik) berlindung di usus. Namun ketika bakteri jahat tumbuh berlebih, asam yang dihasilkannya akan melubangi jaringan pelapis dinding dalam usus.

Hal tersebutlah yang memicu peradangan dan infeksi pada divertikula. Infeksi pada divertikula lambat laun dapat menimbulkan abses atau menyebabkan perforasi usus (perlubangan usus). 

Penelitian ini melaporkan jenis bakteri yang sering bertumbuh liar dalam usus adalah Escherichia coli dan Clostridium coccoides. Namun, sebagian besar penelitian sampai saat ini belum menemukan bukti valid bahwa kedua bakteri tersebut menjadi satu-satunya dalang penyebab peradangan dalam usus.

2. Faktor genetik 

Genetik yang diturunkan dalam keluarga menjadi salah satu dari beberapa faktor penyebab Anda mengalami divertikulitis.

Menurut penelitian terbitan Alimentary Pharmacology & Therapeutics Journal yang dilakukan di Swedia, genetik dalam pohon keluarga membuat seseorang berisiko lebih tinggi mengalami divertikulitis.

Penelitian ini tidak secara spesifik menemukan apa penyebab pastinya. Namun, genetik diyakini dapat memunculkan “bibit” divertikulitis lewat pengaruhnya pada pembentukan sistem dan respon imun tubuh, pembentukan struktur lendir mukosa usus, dan jumlah bakteri baik yang hidup dalam usus.

Uniknya penelitian yang sama juga menemukan risiko divertikulitis 7 kali lebih tinggi pada orang yang memiliki saudara kembar identik. Apabila ada satu anak yang punya divertikulitis, kembarannya juga akan mengalami kondisi yang sama. 

Namun selain karena genetik, peningkatan risiko ini dipercaya juga dipengaruhi oleh pola makan dan kebiasaan sehari-hari anak kembar yang memang buruk.

3. Jarang makan makanan berserat

Jarang makan makanan berserat sering diduga dapat memicu seseorang terkena divertikulitis.

Beberapa ahli sepakat bahwa peradangan pada divertikula dapat terjadi apabila kantung-kantung tersebut terus mendapat tekanan besar yang sering terjadi saat sembelit (susah BAB). Penyebab utama dari sembelit itu sendiri adalah karena kurang makan makanan berserat. 

Feses keras yang susah keluar seringnya menumpuk di bagian usus sigmoid. Usus sigmoid ini posisinya berdekatan dengan rektum, dan merupakan lokasi divertikulitis paling sering terjadi.

Penelitian tahun 2012 dari Fakultas Kedokteran di North Carolina University juga menyatakan hasil serupa. Penelitian tersebut melaporkan sekitar dua ribu orang yang rajin makan serat dan BAB-nya teratur berisiko lebih rendah terhadap divertikulitis ketimbang yang jarang makan serat.

Selain itu, sebuah studi tahun 2012 dari Universitas Oxford menunjukkan bahwa pola makan tinggi serat dapat mencegah beberapa komplikasi divertikulitis yang lebih serius. Penelitian tersebut melaporkan orang yang sering makan makanan berserat tinggi minim risiko diopname karena sakit divertikulitis. 

Ini artinya secara tidak langsung kurang makan makanan berserat merupakan salah satu penyebab divertikulitis.

4. Obesitas 

Berat badan berlebih dan obesitas juga bisa menjadi faktor risiko penyebab divertikulitis. Menurut sebuah penelitian dari University of Washington School of Medicine, pria gemuk yang angka BMI-nya lebih dari 30 kg/m2 berisiko tinggi mengalami divertikulitis.

Tidak diketahui apa hubungan pasti antara obesitas dengan divertikulitis. Namun, penelitian ini ditemukan bahwa kegemukan dapat meningkatkan risiko komplikasi divertikulitis sampai perdarahan.

5. Merokok  

Kebiasaan merokok seringkali dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan, salah satunya menjadi penyebab divertikulitis.

Dilansir dari studi oleh  Imperial College London tahun 2017 lalu, racun dari merokok bisa melubangi usus. Hal ini disebabkan karena merokok berisiko tinggi menyebabkan usus meradang hingga terbentuknya abses (benjolan nanah).

Risiko ini tampaknya paling besar pada orang yang merokok lebih dari 10 batang per hari.

6. Mengonsumsi obat NSAID

Konsumsi jangka panjang dari obat pereda nyeri golongan antiradang nonsteroid (NSAID) sering dikaitkan dengan risiko iritasi usus dan lambung. Iritasi tersebut yang kemudian dipercaya meningkatkan risiko perdarahan pada divertikula akibat peradangan.

Penelitian dari Boston tahun 2011 menemukan, obat NSAID adalah pemicu utama dari 939 kasus divertikulitis dan 256 kasus perdarahan divertikular. Pria yang minum obat aspirin secara teratur lebih dari 2 kali per minggu ditunjukkan mengalami gejala divertikulitis dan perdarahan divertikular. 

Cara menghindari faktor penyebab divertikulitis

Beberapa faktor penyebab divertikulitis, seperti gen keturunan, mungkin tidak dapat dihindari sepenuhnya. Namun, Anda dapat menerapkan berbagai tips berikut untuk menghindari faktor pemicu yang berupa gaya hidup:

  • Makan makanan berserat tinggi, seperti roti gandum, sereal gandum, dan bahkan buah-buahan berserat seperti pepaya. Serat mencegah kerja usus lebih berat sehingga menghindari Anda dari risiko sembelit yang mungkin berkembang menjadi divertikulitis. 
  • Berolahraga teratur. Olahraga teratur dapat membantu otot-otot usus Anda berfungsi dengan baik. Usus yang bekerja optimal dapat memudahkan feses keluar dengan lancar saat buang air besar, tanpa harus ngeden keras-keras dan merasa sakit. Olahraga teratur juga dapat membuat berat badan tetap ideal dan terhindar dari obesitas penyebab divertikulitis. 
  • Mengonsumsi cairan yang cukup dari air mineral atau jus buah alami juga dapat mencegah Anda kena sembelit penyebab divertikulitis. Dehidrasi atau kekurangan cairan dapat menyebabkan feses di usus mengeras dan berjalan lambat sehingga membuat tekanan berlebih di usus.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Nyeri pada perut
  • Demam atau menggigil
  • Mual dan muntah
  • Perubahan yang tidak biasa pada saat buang air besar
  • Perut membengkak
  • Darah pada feses
  • Nyeri yang memburuk apabila Anda bergerak
  • Perih saat kencing
  • Cairan vagina yang abnormal

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca