Kenali Penyakit yang Bisa Jadi Penyebab Anus Berdarah

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 19 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anus adalah saluran yang terhubung dengan bagian bawah usus besar. Saluran ini berfungsi sebagai tempat penampungan sementara feses sebelum dikeluarkan melalui anus. Perlu diketahui bahwa anus juga kerap berdarah.

Jika Anda pernah mengalami kondisi tersebut secara tiba-tiba, diperlukan penanganan dengan pemeriksaan lebih lanjut. Pasalnya, anus yang berdarah dapat menandakan penyakit serius pada sistem pencernaan.

Gejala lain yang menyertai anus berdarah

anus berdarah tiba-tiba

Munculnya darah saat BAB merupakan ciri utama perdarahan pada anus. Penderita kondisi ini biasanya mendapati darah yang keluar dari anus berwarna merah terang, merah gelap, hingga kehitaman atau disebut melena.

Perbedaan warna tersebut dapat membantu menentukan dari mana perdarahan tersebut berasal.

Darah yang berwarna terang biasanya menandakan luka pada saluran cerna bagian bawah yaitu usus besar atau rektum. Darah yang berwarna merah gelap biasanya berasal dari perdarahan pada saluran cerna bagian atas yaitu lambung dan usus halus. 

Selain itu, umumnya Anda akan merasakan nyeri di anus, mengeluarkan feses yang berwarna merah, merah marun, atau hitam, serta merasa pusing. Terkadang bila perdarahannya lebih banyak, pasien bisa saja mengalami pingsan.

Ragam penyakit yang menyebabkan anus berdarah

Di bawah ini sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan anus mengalami perdarahan secara tiba-tiba.

1. Ambeien

Ambeien (wasir) merupakan penyakit akibat pembengkakan pembuluh darah di bagian bawah rektum atau di sekitar anus.

Kondisi ini umumnya ditandai dengan nyeri, iritasi, dan rasa gatal hebat di sekitar anus. Anda mungkin juga akan merasakan mulas yang disertai rasa sakit, serta feses yang keluar bukan saat Anda buang air besar.

2. Tukak lambung

Anus yang berdarah secara tiba-tiba juga dapat menandakan gangguan pada lambung. Tukak lambung merupakan luka pada dinding lambung yang diakibatkan oleh pengikisan dinding lambung dan infeksi bakteri H. pylori.

Penyakit ini ditandai dengan perubahan nafsu makan, mual dan muntah, tinja mengandung darah, serta gangguan pencernaan lainnya.

3. Divertikulitis (radang kantung usus besar)

Diverkulitis adalah penyakit peradangan pada divertikula, yaitu sekumpulan kantung kecil yang terdapat di sepanjang usus besar. Gejalanya dapat berupa nyeri hebat pada perut, mual dan muntah, demam, terdapat darah pada tinja, serta rektum berdarah secara tiba-tiba.

Penyakit ini juga dapat berlanjut menjadi infeksi bila terdapat sisa-sisa makanan yang menutupi jalan masuk pada kumpulan kantung tersebut.

Sayangnya, belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti divertikulitis selain faktor keturunan dan lingkungan yang diyakini dapat meningkatkan risikonya.

4. Fisura ani

Fisura ani adalah kondisi robeknya lapisan anus atau saluran di sekitarnya. Robekan ini dapat disebabkan oleh sembelit kronis, diare yang berlangsung lama, kebiasaan mengejan saat feses keras atau berukuran besar, serta seks anal.

Sejumlah penyakit seperti radang usus besar, penyakit Crohn, infeksi menular seksual, dan kanker anus juga dapat meningkatkan risikonya.

Pengobatan yang tepat untuk anus berdarah

penyebab ambeien adalah bab terlalu lama

Terkadang, perdarahan pada anus bisa berhenti dengan sendirinya tanpa diberikan pengobatan khusus. Meski demikian, Anda tetap harus berhati-hati pada setiap gejala yang Anda rasakan.

Ketika perdarahan terjadi satu kali dan berhenti, besar kemungkinan perdarahan bukanlah kondisi yang darurat. Lain lagi ketika perdarahan lebih banyak dan terjadi berkali-kali, Anda harus segera mencari pertolongan medis.

Saat pemeriksaan, dokter akan melihat kondisi Anda dan menanyakan seputar gejala yang dirasakan seperti:

  1. sejak kapan perdarahan dimulai,
  2. makanan yang Anda makan sebelumnya,
  3. apakah buang air besar terganggu, dan
  4. apakah Anda memiliki riwayat penyakit yang terkait dengan penyakit pada organ anus.

Pertanyaan tersebut diajukan guna memudahkan penyebab perdarahan. Selain itu, bila diperlukan, dokter akan merujuk Anda untuk melakukan tes lanjutan seperti kolonoskopi, tes darah, atau tes tinja.

Nantinya, setelah penyakit terdeteksi, pengobatan akan diberikan sesuai dengan penyakit tersebut.

Pada anus berdarah yang disebabkan oleh wasir, umumnya gejala diatasi dengan konsumsi suplemen serat atau penggunaan obat-obatan. Bila hal ini tidak membantu, dokter dapat melakukan tindakan medis untuk mengecilkan ukuran wasir.

Pada perdarahan karena tukak lambung yang disebabkan oleh infeksi, dokter dapat menyarankan kombinasi obat-obatan dan antibiotik untuk membunuh bakteri.

Jika penyebabnya adalah pengikisan dinding lambung, obat-obatan yang diberikan umumnya bertujuan untuk mengurangi produksi asam lambung dan membantu pemulihan luka.

Sedangkan, bila penyebabnya adalah fisura ani, dokter akan memberikan obat yang dapat melunakkan feses dan mengurangi nyeri. Biasanya gejala akan sembuh sendiri setelah 4 – 6 minggu.

Sementara itu, bila pengobatan tersebut tidak membantu dan fisura ani berlangsung selama lebih dari 8 minggu, Anda mungkin perlu menjalani pemeriksaan lanjutan atau tindakan operasi.

Saat menjalani pengobatan, Anda tetap harus waspada dengan segala gejala yang muncul.

Jangan ragu untuk bertanya kepada dokter bila Anda memiliki kekhawatiran seputar obat-obatan yang akan diminum, gejala yang tidak biasa, atau perubahan pada kebiasaan buang air besar.

Hal tersebut sangat penting dilakukan supaya Anda bisa segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Kalkulator BMI

Benarkah berat badan Anda sudah ideal?

Ayo Cari Tahu!
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

11 Penyakit yang Paling Sering Terjadi pada Sistem Pencernaan

Diare dan sembelit adalah penyakit pencernaan yang sangat umum. Namun, tahukah Anda kalau penyakit hati juga menyebabkan gangguan pada sistem pencernaan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan 13 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit

Cara Mengobati Ambeien dengan Berbagai Pilihan Obat dan Prosedur Medis

Duduk bisa sangat tidak nyaman jika punya ambeien. Untungnya, ada banyak pilihan cara mengobati ambeien atau wasir yang tepat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 11 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Gejala Ambeien yang Harus Anda Tahu, Plus Cara Mengatasinya

Ambeien atau wasir sering membuat duduk atau buang air besar jadi tidak nyaman. Apa saja ciri-ciri atau gejala ambeien lainnya yang harus diketahui?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 10 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Hal yang Harus Anda Ketahui Seputar Ambeien Pecah

Ambeien atau wasir yang tidak diobati ternyata dapat pecah. Yuk, kenali lebih dalam penyebab, gejala, dan cara mengobatinya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Pencernaan, Ambeien 8 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyebab wasir ambeien

Penyebab Ambeien, dari Kehamilan Sampai Faktor Keturunan

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 25 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
ambeien setelah melahirkan

Ambeien Setelah Melahirkan: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Dipublikasikan tanggal: 24 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
mitos ambeien

5 Mitos Tentang Penyakit Ambeien yang Perlu Dicek Ulang

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
benjolan di anus

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Benjolan di Anus

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit