home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Jangan Asal Pilih, Ini Bedanya Makanan yang Mudah dan Sulit Dicerna

Jangan Asal Pilih, Ini Bedanya Makanan yang Mudah dan Sulit Dicerna

Setiap jenis makanan yang Anda konsumsi akan melewati proses yang sama di dalam sistem pencernaan. Namun, tidak semuanya melewati saluran pencernaan dalam waktu yang sama. Ini disebabkan karena ada makanan yang mudah dicerna dan ada pula yang lebih sulit.

Seberapa sulit proses pencernaan suatu makanan dapat memengaruhi metabolisme, kondisi pencernaan itu sendiri, dan bahkan status kesehatan Anda secara umum. Apa perbedaan kedua jenis makanan ini dan apa saja contoh makanan dari masing-masing kelompok?

Perbedaan makanan yang mudah dan sulit dicerna

mencegah herpes

Makanan yang gampang dicerna adalah makanan yang tidak bertahan lama di dalam saluran pencernaan Anda. Kelompok makanan ini umumnya terdiri atas karbohidrat sederhana serta makanan rendah protein, lemak, atau serat.

Karbohidrat sederhana merupakan jenis karbohidrat yang tidak perlu lagi dipecah dan bisa segera diubah menjadi sumber energi bagi tubuh. Contoh karbohidrat sederhana yakni glukosa, fruktosa (gula buah), sukrosa (gula pasir), dan laktosa (gula susu).

Lambung tidak menghabiskan banyak waktu untuk mencerna berbagai gula tersebut, begitu pun dengan makanan rendah protein, lemak, atau serat. Setelah pencernaan di lambung selesai, makanan yang telah lumat bisa segera bergerak menuju usus halus.

Sebaliknya, makanan yang sulit dicerna merupakan makanan yang tinggi serat, protein, dan lemak. Serat pada dasarnya juga merupakan karbohidrat, tapi struktur kimiawinya sangat padat sehingga pencernaannya lebih panjang daripada karbohidrat sederhana.

Makanan tinggi serat memang menyehatkan dan baik untuk pencernaan. Namun, tubuh memerlukan energi ekstra untuk memecahnya menjadi glukosa, sumber energi bagi tubuh. Selama proses ini berlangsung, tubuh menggunakan cadangan energi berupa lemak.

Makanan yang susah dicerna biasanya membuat perut cepat kenyang. Meski demikian, orang yang sedang mengalami gangguan pencernaan sebaiknya menghindari makanan ini sementara karena efeknya juga kerap membuat perut terasa begah.

Contoh makanan yang mudah dicerna

Makanan karbohidrat penyebab menopause lebih cepat

Makanan yang gampang dicerna akan menyediakan energi dengan lebih cepat karena proses pencernaannya juga lebih singkat. Akan tetapi, kelompok makanan ini bisa memicu kenaikan gula darah. Jadi, Anda perlu membatasi asupannya.

Berikut beberapa makanan yang gampang dicerna.

1. Roti tawar putih

Roti tawar putih merupakan sumber dari karbohidrat sederhana. Kandungan serat dan proteinnya pun rendah sehingga tubuh tidak perlu banyak energi untuk mencernanya. Satu hingga tiga potong roti tawar putih polos bisa mengenyangkan perut Anda.

2. Roti panggang

Proses pemanggangan dapat menguraikan sejumlah karbohidrat pada roti tawar putih. Alhasil, proses pencernaan makanan ini tentu lebih singkat dan mudah. Inilah mengapa roti panggang merupakan andalan bagi orang yang mengalami gangguan pencernaan.

3. Nasi putih

Nasi putih merupakan salah satu makanan pokok dari kelompok biji-bijian yang paling mudah dicerna. Selain mengandung karbohidrat, nasi putih juga menyumbangkan zat besi, protein, vitamin B1, dan serat dalam jumlah kecil untuk tubuh Anda.

4. Telur

Telur sebetulnya mengandung banyak protein, tapi proses pemasakan dapat membantu tubuh mencerna makanan ini dengan lebih mudah. Bagian putih telur biasanya lebih gampang dicerna karena kandungan lemaknya lebih rendah dibandingkan kuning telur.

5. Buah tanpa kulit atau buah kalengan

Buah segar mengandung banyak serat sehingga tidak cocok bagi penderita gangguan pencernaan. Meski begitu, Anda bisa menyiasatinya dengan memilih buah tanpa kulit atau buah kalengan. Kedua makanan ini mudah dicerna karena seratnya lebih rendah.

6. Sayuran yang dimasak atau kalengan

Sayuran mentah juga padat akan serat. Namun, proses pemasakan dapat mengurangi kandungan seratnya. Sebagai contoh, wortel mentah sebanyak 130 gram mengandung 4 gram serat. Begitu dimasak, kandungan seratnya berkurang menjadi 2 gram.

7. Susu dan produk-produknya

Susu, keju, dan yogurt, mengandung karbohidrat sederhana yang disebut laktosa. Produk ini juga rendah serat sehingga lambung bisa mencernanya dengan mudah. Jika Anda tidak memiliki intoleransi laktosa, sesekali cobalah jadikan produk susu sebagai camilan.

Contoh makanan yang susah dicerna

Kelompok makanan ini mungkin kaya akan serat, protein, atau lemak sehingga dapat bertahan lebih lama di dalam lambung. Makanan tinggi protein dan serat umumnya baik bagi pencernaan, tapi Anda perlu membatasi asupan makanan tinggi lemak.

Berikut beberapa contoh makanan yang sulit dicerna.

1. Sayuran mentah

Sayuran mentah sangat kaya akan serat. Beberapa di antaranya bahkan mengandung pati tahan cerna, yakni serat yang tidak terurai dalam lambung dan usus. Serat sayuran tertentu mungkin akan bergerak menuju usus dan menjadi makanan bagi bakteri usus.

Sayuran yang paling susah dicerna antara lain:

  • wortel,
  • bit,
  • brokoli,
  • kubis dan kubis Brussel, serta
  • sayuran berdaun hijau gelap seperti kale dan daun bit.

2. Buah-buahan segar

Seperti halnya sayuran, beberapa jenis buah juga mengandung serat dalam jumlah banyak sehingga sulit terurai di dalam lambung. Kandungan serat buah biasanya juga bertambah tinggi bila Anda mengonsumsinya lengkap dengan kulitnya.

Contoh buah-buahan yang paling kaya akan serat yakni:

  • apel dan pir,
  • stroberi,
  • jeruk,
  • alpukat, serta
  • buah beri (raspberry, blueberry, dan blackberry).

3. Daging dan olahannya

Daging, khususnya daging merah, juga tergolong dalam kelompok makanan yang sulit dicerna. Baik potongan daging tinggi protein maupun daging dengan gajih, keduanya bisa bertahan lama dalam lambung sehingga membuat Anda kenyang lebih lama.

4. Makanan yang digoreng

Ada banyak alasan mengapa konsumsi makanan yang digoreng berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya karena lambung sulit mencerna kandungan lemaknya yang tinggi. Bahkan, beberapa orang bisa mengalami sembelit karena makanan ini.

5. Makanan yang diproses

Makanan kemasan biasanya rendah serat, tapi kandungan lemak transnya cukup tinggi sehingga tubuh kesulitan mencernanya. Selain itu, zat aditif seperti pengawet, pewarna, dan pemanis buatan juga dapat mempersulit proses pencernaan.

6. Kacang-kacangan

Kacang polong, kacang merah, dan lentil memang merupakan makanan yang sehat. Akan tetapi, kandungan seratnya yang tinggi tidak cocok untuk orang dengan gangguan pencernaan. Konsumsi makanan ini justru bisa membuat perut kembung dan begah.

Sistem pencernaan yang sehat berawal dari makanan yang tepat. Makanan yang mudah dicerna bisa menyediakan energi dengan cepat, khususnya bagi Anda yang sedang mengalami gangguan pencernaan dan harus cermat memilih makanan.

Sementara itu, makanan tinggi serat dan protein dapat membuat Anda cepat kenyang, menyehatkan pencernaan, dan membantu mengontrol gula darah. Asalkan dikonsumsi sesuai kebutuhan, kedua kelompok makanan ini akan memberikan manfaat tersendiri.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Foods Are Easy to Digest? (2018). Retrieved 21 April 2021, from https://www.healthline.com/health/easy-to-digest-foods

Gastrointestinal Soft Diet Overview. (2017). https://my.clevelandclinic.org/health/articles/15637-gastrointestinal-soft-diet-overview

Low-fiber diet do’s and don’ts. (2020). https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/low-fiber-diet/art-20048511

Nutrient and Health – Carbohydrates: Sugars. (2009). https://www.cfs.gov.hk/english/multimedia/multimedia_pub/multimedia_pub_fsf_31_02.html

Simple carbohydrates. (2020). https://medlineplus.gov/ency/imagepages/19534.htm

22 High Fiber Foods You Should Eat. (2020). https://www.healthline.com/nutrition/22-high-fiber-foods

Nicklas, T. A., O’Neil, C. E., & Fulgoni, V. L., 3rd (2015). Consumption of various forms of apples is associated with a better nutrient intake and improved nutrient adequacy in diets of children: National Health and Nutrition Examination Survey 2003-2010. Food & nutrition research, 59, 25948. https://doi.org/10.3402/fnr.v59.25948

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Nimas Mita Etika M
Tanggal diperbarui 18/02/2017
x