Studi: Paparan Berlebih dari Pestisida Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Sampai saat ini tampaknya belum ada satu pun yang dapat mengalahkan pamor pestisida sebagai agen pembasmi hama paling ampuh. Di sisi lain, tidak dapat dibantah pula bahwa efek pestisida bagi kesehatan. American Association of Cancer Research melaporkan paparan pestisida jangka panjang meningkatkan risiko kanker hati hingga 71 persen. Belum cukup mengerikan buat Anda? Nah, sebuah penelitian terbaru menemukan potensi efek pestisida terhadap risiko penyakit jantung.

Risiko PJK naik 5 kali lipat akibat efek pestisida

Studi milik Hispanic Community Health Study yang merupakan tim gabungan dari beberapa pakar asal University of Illinois dan University of Miami menemukan bahwa orang-orang yang sering terpapar pestisida dalam jangka panjang mengalami kenaikan risiko terkena penyakit jantung koroner (PJK) hingga 5 kali lipat daripada yang tingkat paparannya lebih ringan atau tidak sama sekali.

Temuan risiko ini didapat setelah tim mengalami efek pestisida pada hampir lebih dari 7 ribu orang dewasa berusia 18-74 tahun dari empat kota besar di Amerika Serikat (Chicago, San Diego, Miami, dan Bronx di New York) yang pekerjaannya melibatkan penggunaan pestisida secara rutin.

Peneliti juga mengevaluasi riwayat kesehatan masing-masing partisipan, termasuk dari rekaman penggunaan obat, tekanan darah, dan aktivitas sinyal listrik di jantung yang diukur lewat EKG.

Apa sebabnya?

Penyakit jantung koroner terjadi akibat adanya penyumbatan plak pada pembuluh darah arteri. Penyumbatan ini menyebabkan aliran darah dari dan menuju jantung menjadi tidak lancar sehingga otot-otot jantung perlahan tidak lagi berfungsi karena tidak menerima asupan oksigen serta nutrisi.

Gejala umum dari PJK adalah nyeri dada, sulit bernapas, kelelahan tubuh, nyeri pada lengan dan rahang, pusing hebat, dan tubuh berkeringat deras. Ketika otot jantung sudah tidak bisa lagi memompa darah sebaik semestinya, hal ini berisiko menyebabkan serangan jantung atau bahkan kematian mendadak akibat gagal jantung.

Penyebab umumnya dalah penuaan, tekanan darah tinggi dan otot jantung lemah. Lantas apa hubungannya dengan paparan pestisida? Hingga kini penelitian masih terus menggali hubungan antara efek pestisida pada fungsi jantung. Namun, ada beberapa teori yang masuk akal menurut Dr. Michael Ghalchi, seorang ahli kesehatan jantung di Manhattan Cardiovascular Associates.

“Pestisida menyebabkan tubuh merespons peradangan dan stres oksidatif. Keduanya merupakan faktor risiko yang meningkatkan penyakit jantung,” jelas Ghalchi. “Yang kedua, bahan kimia seperti pestisida dapat secara langsung meracuni otot jantung, sehingga mencegahnya berkontraksi secara normal dan mengganggu sistem kelistrikan jantung,” tambahnya.

Selain penyakit jantung, paparan pestisida juga bisa memengaruhi pembentukan gumpalan darah (koagulasi) dalam pembuluh. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko stroke.

Prolaps Katup Mitral

Siapa saja yang berisiko dengan kondisi ini?

Pestisida tidak seperti polusi asap kendaraan, sehingga pajanannya hanya terjadi pada lingkungan tertentu. Berdasarkan penelitian, orang-orang yang rentan terpapar dengan pestisida adalah petani atau pekerja di perkebunan.

Paparan pestisida biasanya terjadi karena kurangnya peralatan keselamatan kerja yang memadai, seperti penggunaan seragam, masker, dan respirator yang sesuai. Penggunaan alat keselamatan ini dapat menyaring racun dan mencegah pestisida terhirup. Selain itu, perlu dilakukan pengecekan kesehatan jantung secara rutin sebagai tindakan pencegahan dan pengawasan.

Selain paparannya, pestisida juga bisa meninggalkan residu pada buah atau sayur yang Anda makan. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), efek pestisida yang buruk kemungkinan dapat menyebabkan kanker (karsinogenik), kerusakan pada otak (neurotoksik), atau masalah pada janin (teratogenik). Untuk itu, ada batas maksimum penggunaan pestisida supaya jumlah residu pestisida pada makanan sangat kecil dan efeknya tidak merugikan bagi kesehatan.

Memang sulit untuk memantau residu pestisida pada makanan, karena sebagian besar Anda membelinya di pasar atau supermarket. Jadi, Anda perlu mencuci buah dan sayur dengan air mengalir hingga bersih.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca