Mengendalikan mimpi mungkin terdengar seperti hal yang cuma terjadi di film, seperti yang digambarkan dalam film sci-fi yang dibintangi Leonardo DiCaprio, Inception. Menariknya, ada sebuah studi dari Harvard yang membuktikan bahwa mengendalikan mimpi bukanlah sesuatu yang mustahil.

Adalah Deirdre Barrett, asisten profesor klinis psikologi di Harvard Medical School yang mengungkap fakta tersebut dalam bukunya The Committee of Sleep: How Artists, Scientists and Athletes Use Dreams for Creative Problem Solving – and How You Can Too.

Dilansir Independent, Barrett mengatakan kita bisa mengendalikan mimpi kita dengan teknik yang disebut ‘inkubasi mimpi’.

“Jika Anda ingin mimpi tentang subjek tertentu, fokuslah tepat saat Anda mau tidur. Ketika Anda mulai bermimpi, tahan atau fokuslah pada gambaran mimpi yang berhubungan dengan subjek yang Anda fokuskan sebelum Anda tidur tadi,” jelas Barrett.

Cara lain yang bisa membuat Anda memilih “menu” mimpi Anda, yaitu dengan menempatkan foto atau objek yang menggambarkan apa yang ingin Anda impikan di samping kasur. Tapi ingat, bila Anda mengalami gangguan saat tidur, seperti terjatuh dari kasur atau hal lain yang menyebabkan Anda terbangun, maka mimpi Anda juga akan terganggu.

“Kalau Anda tidak segera mengingat dan memanggil lagi mimpi Anda sebelumnya, tetaplah berbaring dan cobalah tidur lagi sambil tetap fokus pada mimpi sebelumnya. Siapa tahu bisa kembali lagi. Kadang-kadang mimpi yang hilang tadi akan kembali lagi secara keseluruhan,” tambah Barrett.

Alat pengendali mimpi sudah ada, tapi…

Anda juga bisa mengendalikan mimpi Anda dengan alat berupa penutup mata untuk tidur bernama Remee. Penutup mata yang ramai diperbincangkan media luar negeri ini mengklaim bisa membuat kita mengendalikan apa yang kita lihat dan lakukan saat kita bermimpi, tepatnya ketika memasuki lucid dreaming, tahap tumpang tindih antara tidur dan sadar.

Penutup mata ini memiliki enam lampu LED yang menurut pembuatnya akan membantu pengguna untuk mengubah isi mimpi dan mengendalikan jalan cerita dalam mimpi mereka. Duncan Fraizer, pengembang Remee, seperti dikutip Express, mengatakan penutup mata ini dibuat untuk memperbanyak mimpi penggunanya, memiliki mimpi yang lebih baik, serta membuat mimpi terasa lebih hidup.

Meskipun penutup mata ini belum mendapatkan persetujuan dari dunia medis, tapi para pengembangnya mengklaim Remee bisa membantu penggunanya mengerti dan mengendalikan mimpi mereka sebaik membicarakan masalah pribadi. Selain itu, penutup mata ini juga disinyalir dapat membantu orang melupakan mimpi buruk.

Menanggapi kemampuan Remee dan klaim yang disebutkan pengembangnya, ahli tidur Dr. Daniel Erichsen, menyebut bahwa penutup mata ini sebenarnya tidak berbahaya.

“Penutup mata ini tidak berbahaya, tapi tidak ada bukti penutup mata ini bekerja,” tegas Dr. Daniel.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca