Ada segelintir orang di dunia ini yang tidak suka minum susu atau tidak pernah minum susu. Lainnya mungkin memiliki kondisi khusus, seperti alergi susu atau intoleransi laktosa, sehingga tidak boleh mengonsumsi produk susu. Banyak juga orang yang tengah berpikir untuk berhenti minum susu dan produk olahan susu lainnya, seperti keju, butter (mentega), dan yogurt.

Pernahkah Anda penasaran, apa yang terjadi pada tubuh kalau kita sama sekali tidak mengonsumsi susu atau justru menghentikan asupan produk susu?

Berbagai perubahan pada tubuh saat berhenti minum susu

1. Kekurangan nutrisi penting

Ketika Anda memutuskan untuk berhenti minum susu, maka Anda harus bersiap untuk kehilangan nutrisi penting. Pasalnya, susu kaya akan sumber kalsium, vitamin D, dan protein. Ketiga nutrisi tersebut penting untuk menjaga kesehatan tulang Anda. Itu sebabnya, orang yang kekurangan asupan susu lebih rentan terhadap osteoporosis dan patah tulang.

2. Kulit jadi lebih bersih

Salah satu makanan atau minuman yang dapat menyebabkan jerawat adalah susu ataupun produk yang mengandung protein whey. Hal ini terjadi karena susu mengandung insulin dan hormon pertumbuhan IGF-1. Kedua faktor inilah yang dapat memicu tumbuhnya jerawat. Peningkatan insulin atau IGF-1 dalam tubuh dapat memberi sinyal pada faktor-faktor yang dapat menimbulkan jerawat pada wajah.

Ketika Anda berhenti minum susu, maka kulit Anda jadi terbebas dari jerawat. Meski begitu, efek ini mungkin akan berbeda bagi setiap orang tergantung dari faktor pemicu jerawat lainnya.

3. Berat badan menurun

Sebuah penelitian jangka panjang yang dilakukan oleh peneliti dari Swedia mengatakan bahwa orang yang mengonsumsi banyak lemak susu cenderung mengembangkan obesitas dibandingkan mereka yang hanya mengonsumsi lebih sedikit lemak susu.

Hal ini terjadi karena susu kaya akan sumber lemak dan protein. Belum lagi laktosa dalam produk susu yang merupakan bentuk dari gula juga cukup berkontribusi membuat tubuh Anda jadi mudah “melar”.

4. Pencernaan menjadi lebih baik

Tidak semua orang yang dapat mencerna laktosa dalam susu dengan baik. Pasalnya, laktosa yang dapat menyebabkan diare akan memperburuk pencernaan saat dikonsumsi terlalu banyak.

Nah, itu sebabnya bagi Anda yang memiliki intoleransi laktosa ataupun alergi susu, berhenti mengonsumsi susu bisa jadi cara baik untuk mengurangi berbagai gejala gangguan pencernaan akibat mengonsumsi susu atau produk turunannya.

5. Menurunkan risiko kanker

Penelit Swedia mmenemukan bahwa minum lebih dari satu gelas susu per hari dapat melipatgandakan risiko kanker ovarium. Sementara sebuah penelitan dari Harvard menemukan bahwa pria yang mengonsumsi lebih dari dua porsi susu per hari mempunyai kemungkinan risiko kanker prostat hampir dua kali lipat dibandingkan mereka yang tidak minum susu sama sekali.

Sampai saat ini hubungan antara kanker dan konsumsi susu sangat rumit. Susu mungkin bisa menjadi salah satu penyebab kanker, tetapi hal ini berbeda-beda tergantung individu masing-masing dan susu jenis apa yang diminum. Itu sebabnya, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk memastikan hubungan antara kanker dan konsumsi susu.

6. Kebal terhadap perut kembung

Sebuah studi Baylor College pada 2009 silam mengatakan, sekitar 75 persen dari populasi dunia tidak dapat memecah laktosa dalam gula yang ditemukan pada susu. Kondisi ini dikenal sebagai intoleransi laktosa. Orang yang tidak dapat menerima laktosa, akan mengalami kondisi kembung akut yang menjadi salah satu efek samping umum dari laktosa. Nah, itu sebabnya jika Anda berhenti minum susu maka risiko perut kembung mungkin akan bisa berkurang.

Baca Juga:

Sumber
Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca