Puting Payudara Masuk ke Dalam (Inverted Nipple), Berbahayakah?

Oleh

Puting merupakan bagian yang unik dari payudara, dapat ditemukan baik pada perempuan maupun pada laki-laki. Puting yang normal umumnya akan menonjol keluar. Bagaimana dengan puting yang tidak menonjol keluar? Hal ini merupakan ciri dari inverted nipple.

Apa itu inverted nipple?

Inverted nipple adalah kondisi di mana puting seperti ditarik masuk ke dalam sehingga terlihat rata. Kondisi ini memang dapat terjadi pada beberapa orang, salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah hormon; biasanya dijumpai pada ibu hamil, namun sekitar 10 sampai 20 persen perempuan mengalami kondisi ini karena ‘bawaan’ dari lahir. Kasus inverted nipple disebabkan oleh masalah yang ada di sambungan jaringan di bawah puting, ligamen dan kulit.

Apa yang menyebabkan terjadinya inverted nipple?

Berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan terjadinya perubahan puting atau bahkan nyeri pada puting, seperti:

  • Infeksi yang disebabkan oleh jamur atau bakteri.
  • Cedera atau gesekan di area puting; biasanya kasus inverted nipple ditimbulkan dengan efek menyusui atau setelah menyusui; terjadi pelebaran di sekitar puting sehingga ada kemungkinan puting menjadi ‘terbalik’ atau masuk ke dalam.
  • Kulit kering pada sekita areola (kulit gelap yang berada di sekitar puting).
  • Penyakit Paget – penyakit siklus perbaikan dan pertumbuhan tulang, dan dapat menyebabkan tulang menjadi lemah.
  • Hormon, membuat payudara serta puting mengalami perubahan saat hamil, apalagi saat memasuki trimester kedua dan akhir.
  • Saluran susu yang pendek.

Apa saja gejala inverted nipple?

Perubahan yang dapat terjadi jika Anda mengalami inverted nipple:

  • Rasa nyeri pada payudara, perubahan suhu, dan bengkak.
  • Adanya benjolan pada payudara.

Perubahan pada bentuk payudara dapat berupa:

  • Puting yang tertarik ke dalam. Saat diberi rangsangan pun tidak dapat kembali keluar.
  • Ketika masa kehamilan, puting menjorok ke dalam areola, tetapi bisa keluar kembali saat diberi rangsangan.

Sedangkan perubahan kulit di sekitar puting bisa berupa:

  • Kemerahan dan nyeri pada permukaan puting.
  • Ruam yang mucul pada area puting dan areola.

Apakah kasus inverted nipple sering terjadi pada ibu hamil dan menyusui?

Penelitian mengungkapkan bahwa ada sekitar 28 hingga 35 perempuan yang sedang mengandung memiliki masalah pada puting mereka, dan 10 persen di antaranya diduga inverted nipple. Masalah yang akan dihadapi perempuan dengan inverted nipple adalah kesulitan ketika menyusui. Keadaan ini ada yang bersifat sementara, ada pula yang tidak. Namun, Anda tetap bisa mencoba beberapa cara seperti, menggunakan pompa payudara (digunakan untuk menstilmulasi air susu), hal ini bisa dipercaya bisa mengembalikan posisi puting Anda. Kunjungan dan konsultasi ke dokter juga diperlukan, agar dokter bisa memberi tindakan pencegahan untuk menjaga payudara dan puting tetap steril, sebab kondisi puting terbalik rentan terhadap infeksi, dikarenakan berada di dalam lipatan-lipatan kulit.

Bagaimana cara menangani inverted nipple?

Operasi perlu dilakukan untuk mengembalikan puting ke bentuk semula. Terdapat dua pilihan ketika melakukan penanganan dengan metode operasi:

  • Membiarkan saluran susu utuh.
  • Tak menyisakan saluran susu secara utuh.

Operasi ini dilakukan dengan melakukan pembentukan ulang puting dan daerah areola agar dapat keluar dari lipatan kulit atau payudara. Memperbaiki sensitivitas puting juga diperlukan dalam operasi ini. Jika Anda ingin tetap memberikan ASI, sebaiknya Anda memilih teknik yang pertama, karena teknik yang kedua akan mempengaruhi kemampuan memberikan air susu. Selain itu Anda juga bisa mencoba beberapa cara berikut:

  • Menindik puting dan memasang perhiasan seperti niplette, nipple rings, nipple protractor; beberapa perempuan menemukan bahwa cara ini dapat membantu mereka, namun belum bisa dipercaya seberapa efektifnya cara ini.
  • Teknik Hoffman. Letakkan ibu jari Anda di setiap sisi ujung puting – bukan di tepi areola. Tekan kedua ibu jari Anda ke dalam, berlawanan dengan jaringan payudara, dan gerakkan kedua ibu jari Anda berlawanan satu sama lain. Hal ini akan melenturkan puting Anda. Lakukan latihan ini dua kali sehari.
  • Anda juga bisa menggunakan breast shells. Kenakan di dalam bra yang Anda pakai. Biasanya benda ini dipakai oleh ibu hamil, untuk Anda yang tidak sedang dalam masa kehamilan sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Alasan benda ini mampu membantu adalah karena lapisan dalamnya memiliki lubang yang pas untuk puting, sehingga dapat memberikan tekanan pada sekitar jaringan puting, membuat puting dapat menonjol keluar dengan sendirinya.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca