Mengenal Mata Manusia: Anatomi, Fungsi, dan Cara Menjaganya Tetap Sehat

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting. Anda dapat melihat hijaunya sawah, kemacetan di jalan, dan rintik hujan di jendela karena mata Anda berfungsi dengan baik. Sayangnya, masih banyak yang belum mengenal anatomi bagian mata dan cara menjaganya dengan benar. Yuk, simak ulasan berikut mengenai gambar mata dan fungsinya serta tips agar mata tetap sehat.

Ini fungsinya mata Anda

Bila ditanya, pasti sebagian besar orang menjawab bahwa fungsi mata adalah alat untuk melihat. Namun, fungsi mata tidak hanya melihat gambar atau pemandangan saja. Fungsinya sangat amat banyak, hanya saja tidak terpikirkan oleh Anda. Selain melihat, ada beberapa kegunaan mata Anda

  • Menilai penampilan dan kepribadian seseorang
  • Mengekspresikan emosi yang Anda rasakan
  • Mensyukuri keindahan
  • Mengawasi segala hal yang mungkin membahayakan Anda
  • Mempelajari berbagai hal
  • Menjadi identitas diri seseorang

Anatomi gambar mata dan fungsinya

Supaya Anda bisa mengenal lebih dalam bagian mata dan fungsinya, perhatikan gambar di atas dan penjelasannya di bawah ini.

1. Kornea

Kornea adalah jaringan berbentuk kubah transparan yang membentuk bagian mata terdepan atau paling luar. Kornea berfungsi sebagai jendela dan sebagai jalan masuk cahaya ke mata Anda. 

Berkat kornea, mata Anda dapat mengatur masuknya sinar cahaya agar bisa melihat kata-kata dan gambar secara jelas. Kornea berfungsi memberikan 65-75 persen kekuatan fokus mata Anda.

Anda pun perlu berhati-hati untuk menjaga kesehatan kornea Anda. Di dalam kornea terdapat banyak ujung saraf yang membuatnya sangat sensitif.

2. Bilik mata depan (anterior chamber)

Bilik mata depan adalah kantung mirip jelly yang berada di belakang kornea, di depan lensa (lihat pada gambar indra penglihatan Anda di atas). Kantung yang juga dikenal dengan istilah anterior chamber ini berisi cairan aqueous humor yang membantu membawa nutrisi ke jaringan mata.

Cairan aqueous humor juga sekaligus berfungsi sebagai penyeimbang tekanan di dalam mata. Kesehatan mata juga dipengaruhi oleh proses produksi dan aliran cairan di bilik mata depan. Jika terdapat gangguan, hal ini dapat menyebabkan masalah pada tekanan di dalam matanya, contohnya seperti penyakit glaukoma.

3. Sklera

Sklera adalah bagian mata yang berbentuk selaput putih keras dengan jaringan fibrosa yang menutupi seluruh bola mata Anda (sepanjang jalan di sekitar), kecuali bagian kornea. Di dalamnya terdapat otot yang menempel guna menggerakkan mata yang menempel pada sklera.

4. Iris Pupil

Iris dan pupil adalah bagian dari anatomi mata yang saling berhubungan satu sama lain. Iris adalah membran berbentuk cincin yang mengelilingi sebuah bulatan kecil berwarna lebih gelap di tengahnya.

Nah bulatan kecil di tengah itulah yang disebut dengan pupil. Pupil merupakan otot pada bagian mata yang bisa tertutup dan terbuka atau mengecil dan membesar.

Iris berfungsi mengatur sejumlah cahaya yang masuk ke mata dan menyesuaikan dengan bukaan pupil. Ketika diterpa cahaya terang, iris akan menutup (atau menyempit) dan membuat pupil terbuka lebih kecil untuk membatasi jumlah cahaya yang masuk ke mata Anda.

Selain itu, irislah yang menentukan warna mata Anda. Orang dengan mata cokelat memiliki iris yang banyak pigmennya, sementara orang dengan mata biru atau ringan memiliki iris dengan pigmen yang sedikit.

5. Lensa

Lensa adalah bagian mata yang berupa jaringan transparan dan lentur yang terletak tepat di belakang iris dan pupil, setelah kornea (lihat gambar indra penglihatan Anda di atas).

Fungsi lensa adalah membantu memusatkan cahaya dan gambar pada retina Anda. Lensa ini memberikan 25-35 persen kekuatan fokus mata Anda.

Lensa mata bertekstur lentur dan elastis. Maka bentukannya bisa berubah jadi melengkung dan fokus pada objek di sekitar. Misalnya ketika melihat orang yang berada di dekat Anda atau dari kejauhan. 

Seiring bertambahnya usia, salah satu bagian penting dari anatomi mata ini bisa kehilangan elastisitasnya serta kemampuan menangkap objek secara fokus. Hal ini biasa disebut sebagai presbiopia atau mata tua, yaitu gangguan penglihatan yang banyak dialami orang lanjut usia.

6. Koroid dan konjungtiva (conjunctiva)

Koroid adalah bagian mata yang berbentuk membran cokelat gelap yang terdapat banyak pembuluh darah di dalamnya. Posisinya terletak di antara sklera dan retina.

Koroid ini berfungsi untuk memasok darah dan nutrisi ke retina dan ke semua struktur lainnya pada bagian anatomi mata. Sedangkan konjungtiva adalah lapisan tipis jaringan yang menutupi seluruh bagian mata Anda yang posisinya ada di depan, kecuali untuk kornea.

7. Badan vitreous

Berbeda dengan cairan aqueous humor yang adanya di depan lensa mata, vitreous humor terletak di belakang lensa mata. Vitreous adalah zat seperti jelly yang mengisi bagian dalam bagian belakang mata. Seiring waktu, vitreous menjadi lebih encer dan bisa terlepas dari bagian belakang mata.

Jika penglihatan mata Anda terlihat seperti ada awan putih yang mengambang atau cahaya kedipan lampu, segera temui dokter mata. Pasalnya, zat vitreous yang terpisah dapat menyebabkan lubang (suatu kondisi yang disebut lubang makula) berkembang di retina.

8. Retina dan saraf optik

Retina adalah sebuah jaringan yang peka terhadap cahaya. Retina ini melapisi permukaan bagian dalam mata. Sel di retina bisa mengubah cahaya masuk menjadi impuls listrik. Impuls listrik ini dibawa oleh saraf optik (yang menyerupai kabel televisi Anda) ke otak, yang akhirnya menafsirkannya sebagai gambar atau objek yang mata lihat.

9. Makula

Makula adalah area sensitif kecil di tengah retina yang memberikan penglihatan sentral. Pada makula ada fovea. Fovea terletak di pusat makula dan fungsinya untuk memberikan penglihatan detail yang paling tajam di mata Anda.

Kebisaan yang bisa menimbulkan masalah pada mata

cara mengatasi mata kering dan sensitif

Anda mungkin tidak menyadari jika kebiasaan tertentu yang kurang baik untuk mata dan dapat mengganggu fungsinya.

1. Jarang minum air, makan buah dan sayur

Air memang sumber kehidupan. Pasalnya, Anda tidak akan bisa hidup tanpa air. Begitu besar peran air bagi kehidupan Anda, termasuk untuk kesehatan mata. Kenapa?

Mata membutuhkan air mata untuk menjaga kelembapan dan membersihkan mata dari kotoran. Supaya produksi air mata tercukupi, Anda tentu harus mencukupi kebutuhan cairan. Caranya tentu saja dengan rajin minum air putih.

Selain air putih, cairan tubuh juga bisa Anda dapatkan dari buah dan sayur. Nutrisi yang dibutuhkan mata juga akan tercukupi. Meski tidak secara langsung berdampak pada mata, jarang minum dan makan buah serta sayur bisa menurunkan kesehatan mata.

2. Asal pilih kacamata

Meski tidak punya masalah mata, Anda tetap membutuhkan kacamata, yaitu kacamata hitam. Ya, kacamata hitam bukan hanya menghalangi sinar yang membuat mata silau dan mengganggu Anda melihat gambar atau benda lainnya.

Ini juga melindungi Anda dari paparan sinar ultraviolet yang dapat merusak mata. Sayangnya, masih banyak orang yang asal memilih kacamata hitam.

3. Pakai obat mata berlebihan

Di pasaran, banyak obat tetes mata yang bisa mengobati berbagai gangguan mata. Kemudahan mendapatkan obat tetes mata ini membuat banyak orang malas untuk berobat ke dokter. Padahal memilih obat tetes mata sendiri tanpa rekomendasi dokter belum tentu ampuh.

Jika ini dilakukan secara berkepanjangan, kesehatan mata bisa terancam. Beberapa obat tetes mata memiliki kandungan pengawet di dalamnya. Alih-alih menyembuhkan mata, menggunakan obat tetes mata secara berlebihan bisa membuat gangguan mata semakin parah.

4. Sering mengucek mata

Selain debu dan kotoran, mata Anda juga sensitif dengan bakteri dan virus. Meski tampaknya sepele, sering menyentuh atau menggosok mata bisa membuat mata bermasalah. Terutama jika Anda tidak cuci tangan sebelumnya.

Pasalnya, tangan dan kuku Anda yang adalah bagian tubuh yang paling mudah ditempeli bakteri atau virus. Saat Anda menyentuh atau menggosok mata dengan tangan tersebut, kuman akan berpindah dan masuk ke mata. Akibatnya, mata mungkin akan terasa gatal dan bisa iritasi.

5. Tidak merawat lensa kontak dengan baik

Banyak orang yang menggunakan lensa mata namun tidak tahu perawatannya dengan benar. Contohnya, tidak membersihkan wadah kotak lensa lebih dari 4 bulan. Ingat bakteri bisa berkembang biak di mana saja, termasuk wadah kotak lensa Anda.

Kemudian, terus menggunakan lensa kotak yang sudah lama. Kotak lensa memiliki batas waktu pemakaian, jika tidak diganti mata Anda bisa bermasalah. Apalagi, saat menggunakan kotak lensa, Anda juga memakai maskara water proof. Residu riasan pada mata dapat menumpuk  pada lensa mata dan memengaruhi produksi air mata Anda.

Cara menjaga kesehatan mata supaya tetap sehat

kacamata hitam

Nah, supaya kesehatan mata Anda tetap terjaga, coba ikuti tipsnya berikut ini.

1. Makan makanan yang sehat

Supaya mata Anda bisa melihat gambar dan benda lainnya dengan jelas, Anda perlu mengonsumsi makanan yang bernutrisi. Umumnya, nutrisi yang baik untuk mata adalah asam lemak omega-3, lutein, seng, vitamin C dan E dapat membantu menangkal masalah penglihatan mata karena usia. Contoh masalah kesehatan mata karena usia adalah degenarasi makula dan katarak.

Untuk mencegahnya, baiknya makan makanan berikut ini:

  • Sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung
  • Ikan yang mengandung asam lemak omega-3 seperti salmon dan tuna
  • Telur, susu dan kacang-kacangan yang mengandung protein tinggi
  • Tiram dan berbagai jenis buah jeruk

2. Rutin periksa ke dokter

Setiap orang, mulai dari anak kecil hingga lansia, baiknya periksa mata secara teratur. Rutin memeriksakan kesehatan mata dapat membantu melindungi Anda dari risiko gangguan penglihatan serius, seperti glaukoma yang umumnya tidak bergejala.

Berikut prosedur pemeriksaan umum yang biasa dilakukan di dokter mata:

  1. Dokter akan meminta Anda menjelaskan riwayat medis pribadi maupun keluarga Anda, terutama tentang masalah mata
  2. Dokter mata akan melakukan tes penglihatan untuk melihat apakah Anda rabun dekat, rabun jauh, memiliki astigmatisme (kornea melengkung yang mengaburkan penglihatan), atau presbiopia (perubahan penglihatan karena usia)
  3. Dokter mata akan melakukan tes untuk melihat seberapa baik penglihatan mata
  4. Dokter mata akan melakukan tes tekanan mata dan tes saraf optik untuk memeriksa glaukoma
  5. Dokter mata akan melakukan pemeriksaan eksternal dan mikroskopis mata sebelum dan sesudah pelebaran.

3. Berhenti merokok

Bukan hal yang mudah memang berhenti merokok. Namun, jika Anda tidak berhenti dari sekarang, kesehatan tubuh Anda akan semakin menurun. Merokok bukan hanya musuh bagi saluran pernapasan saja, tapi juga kesehatan tubuh.

Zat kimia berbahaya hasil pembakaraan rokok yang masuk ke tubuh bisa merusak jaringan di mata. Hal ini meningkatkan berbaga risiko, seperti katarak, kerusakan saraf optik, dan degenerasi makula.

4. Pakai kacamata

Sinar matahari menyehatkan, tapi juga bisa membahayakan. Bukan hanya kanker kulit, paparan sinar ultraviolet yang mengenai mata Anda bisa meningkatkan risiko katarak pada mata. Namun, memilih kacamata juga tidak boleh sembarangan. Gunakan kacamata hitam khusus yang memberikan perlidungan pada mata Anda, bukan hanya memili dari gaya atau desainnya saja.

Selain menghalau sinar matahari, menggunakan kacamata melindungi mata dari debu atau kotoran. Jika Anda mengemudi, jangan lupa gunakan kacamata.

Terpaan angin dan jarang berkedip karena fokus mengendari, bisa membuat mata Anda lebih mudah kering. Bila kotoran masuk ke mata, iritasi bisa terjadi. Akibatnya, mata akan memerah, perih, berair, dan tidak dapat melihat gambar atau benda lainnya dengan jelas.

Selain itu, berenang juga bisa menimbulkan gangguan pada mata. Saat berada di dalam air, mata Anda tetap akan terbuka. Air kolam renang yang belum tentu bersih, bisa membuat mata perih. Apalagi jika Anda berenang dalam waktu yang lama, kacamata renang sangat diperlukan.

5. Batasi screen time

Menatap layar ponsel, tablet, atau gadget lainnya pasti membuat mata Anda lelah. Bila dibiarkan, mata Anda bisa perih. Ini disebabkan karena Anda memaksa otot-otot mata untuk terus fokus pada suatu hal. Studi menunjukkan bahwa paparan cahaya biru dari gadget meningkatkan risiko degenerasi makula yang bisa berakhir dengan kebutaan.

Untuk mencegah hal tersebut, Anda perlu membatasi screen time. Kurangi waktu untuk melihat ponsel, tablet, atau gadegt lainnya. Terutama di malam hari, waktu bagi organ tubuh termasuk mata Anda untuk beristirahat.

Sementara untuk mengurangi screen time di waktu kerja, akali dengan menerapkan jeda setiap 20 menit sekali.  Alihkan mata Anda dari gambar atau pekerjaan yang ada di layar komputer dengan memejamkan mata atau melihat pemandangan lain selama 20 detik.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca