Mengenal Mata Manusia, Mulai dari Anatomi, Fungsi, Hingga Cara Kerjanya

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 27 September 2020 . Waktu baca 9 menit
Bagikan sekarang

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang paling penting. Anda dapat melihat hijaunya sawah, kemacetan di jalan, dan rintik hujan di jendela karena mata Anda berfungsi dengan baik. Sayangnya, masih banyak yang belum mengenal anatomi bagian mata dan cara menjaganya dengan benar. Yuk, simak ulasan berikut mengenai gambar mata dan fungsinya serta tips agar mata tetap sehat.

Anatomi gambar mata dan fungsinya

Supaya Anda bisa mengenal lebih dalam anatomi bagian-bagian mata dan fungsinya, perhatikan gambar di atas dan penjelasannya di bawah ini.

1. Kornea

Kornea adalah jaringan berbentuk kubah transparan yang membentuk bagian mata terdepan atau paling luar. Fungsi kornea adalah sebagai jendela dan sebagai jalan masuk cahaya ke mata Anda. 

Berkat kornea, mata Anda dapat mengatur masuknya sinar cahaya agar bisa melihat kata-kata dan gambar secara jelas. Kornea berfungsi memberikan 65-75 persen kekuatan fokus mata Anda.

Anda pun perlu berhati-hati untuk menjaga kesehatan kornea Anda. Di dalam kornea terdapat banyak ujung saraf yang membuatnya sangat sensitif.

Jika tidak dirawat dengan baik, kornea rentan terserang infeksi bakteri atau jamur seperti keratitis. Selain itu, ada juga kemungkinan terjadinya perubahan struktur kornea, yaitu keratokonus.

2. Bilik mata depan (anterior chamber)

Bilik mata depan adalah kantung mirip jelly yang berada di belakang kornea, di depan lensa (lihat pada gambar indra penglihatan Anda di atas). Kantung yang juga dikenal dengan istilah anterior chamber ini berisi cairan aqueous humor yang membantu membawa nutrisi ke jaringan mata.

Cairan aqueous humor juga sekaligus berfungsi sebagai penyeimbang tekanan di dalam mata. Kesehatan mata juga dipengaruhi oleh proses produksi dan aliran cairan di bilik mata depan. Jika terdapat gangguan, hal ini dapat menyebabkan masalah pada tekanan di dalam matanya, contohnya seperti penyakit glaukoma.

3. Sklera

Sklera adalah bagian mata yang berbentuk selaput putih keras dengan jaringan fibrosa yang menutupi seluruh bola mata Anda (sepanjang jalan di sekitar), kecuali bagian kornea. Di dalamnya terdapat otot yang menempel guna menggerakkan mata yang menempel pada sklera.

Nah, Anda juga harus berhati-hati karena tidak menutup kemungkinan terjadi masalah pada sklera mata. Salah satu penyakit yang dikaitkan dengan sklera yang bermasalah adalah skleritis, yaitu peradangan dan pembengkakan yang terjadi di sklera.

4. Iris dan pupil

Iris dan pupil adalah bagian dari anatomi mata yang saling berhubungan satu sama lain. Iris adalah membran berbentuk cincin yang mengelilingi sebuah bulatan kecil berwarna lebih gelap di tengahnya.

Nah, bulatan kecil di tengah itulah yang disebut dengan pupil. Pupil merupakan otot pada bagian mata yang bisa tertutup dan terbuka atau mengecil dan membesar.

Iris berfungsi mengatur sejumlah cahaya yang masuk ke mata dan menyesuaikan dengan bukaan pupil. Ketika diterpa cahaya terang, iris akan menutup (atau menyempit) dan membuat pupil terbuka lebih kecil untuk membatasi jumlah cahaya yang masuk ke mata Anda.

Selain itu, irislah yang menentukan warna mata Anda. Orang dengan mata coklat memiliki iris yang banyak pigmennya, sementara orang dengan mata biru atau ringan memiliki iris dengan pigmen yang sedikit.

Hati-hati, iris dan pupil mata juga tidak luput dari kemungkinan terkena penyakit. Menurut Mayo Clinic, salah satu gangguan yang dapat terjadi adalah iritis, yaitu pembengkakan dan peradangan pada iris mata Anda. Nama lain dari iritis adalah anterior uveitis.

5. Lensa

Lensa adalah bagian mata yang berupa jaringan transparan dan lentur yang terletak tepat di belakang iris dan pupil, setelah kornea (lihat gambar indra penglihatan Anda di atas).

Fungsi lensa adalah membantu memusatkan cahaya dan gambar pada retina Anda. Lensa ini memberikan 25-35 persen kekuatan fokus mata Anda.

Lensa mata memiliki tekstur yang lentur dan elastis. Maka dari itu, bentuknya bisa berubah jadi melengkung dan fokus pada objek di sekitar. Misalnya, ketika melihat orang yang berada di dekat Anda atau dari kejauhan. 

Lensa juga merupakan bagian mata yang umum mengalami masalah. Apabila ada seseorang yang memiliki kondisi rabun jauh (miopi) atau rabun dekat (hipermetropi), hal tersebut disebabkan oleh posisi lensa dan kornea yang tidak tepat pada bola mata.

Seiring bertambahnya usia, salah satu bagian penting dari anatomi mata ini juga bisa kehilangan elastisitasnya serta kemampuan menangkap objek secara fokus. Hal ini biasa disebut sebagai presbiopia atau mata tua, yaitu gangguan penglihatan yang banyak dialami orang lanjut usia.

Masalah lensa mata lainnya yang sering terjadi akibat penuaan adalah katarak. Kondisi ini terjadi ketika ada bercak atau noda menyerupai kabut yang menutupi sebagian lensa mata, sehingga mata tidak dapat melihat dengan jelas.

6. Koroid dan konjungtiva

Koroid adalah bagian mata yang berbentuk membran coklat gelap yang terdapat banyak pembuluh darah di dalamnya. Posisinya terletak di antara sklera dan retina.

Koroid ini berfungsi untuk memasok darah dan nutrisi ke retina dan ke semua struktur lainnya pada bagian anatomi mata. Sedangkan konjungtiva adalah lapisan tipis jaringan yang menutupi seluruh bagian mata Anda yang posisinya ada di depan, kecuali untuk kornea.

Salah satu gangguan mata yang bisa terjadi pada konjungtiva adalah konjungtivitis atau pink eye. Kondisi ini merupakan peradangan dan pembengkakan pada lapisan konjungtiva, sehingga menyebabkan mata merah dan terasa gatal. Umumnya, kondisi ini dipicu oleh infeksi bakteri, virus, atau alergen.

7. Badan vitreous

Berbeda dengan cairan aqueous humor yang adanya di depan lensa mata, vitreous humor terletak di belakang lensa mata. Vitreous adalah zat seperti jelly yang mengisi bagian dalam bagian belakang anatomi mata. Seiring waktu, vitreous menjadi lebih encer dan bisa terlepas dari bagian belakang mata.

Jika penglihatan mata Anda terlihat seperti ada awan putih yang mengambang atau cahaya kedipan lampu, segera temui dokter mata. Pasalnya, zat vitreous yang terpisah dapat menyebabkan lubang (suatu kondisi yang disebut lubang makula) berkembang di retina.

8. Retina dan saraf optik

Retina adalah sebuah jaringan yang peka terhadap cahaya. Retina ini melapisi permukaan bagian dalam anatomi mata. Sel di retina bisa mengubah cahaya masuk menjadi impuls listrik. Impuls listrik ini dibawa oleh saraf optik (yang menyerupai kabel televisi Anda) ke otak, yang akhirnya menafsirkannya sebagai gambar atau objek yang mata lihat.

Terdapat beberapa masalah mata yang berkaitan dengan retina, yang meliputi:

  • Oklusi vena retina
  • Cytomegalovirus retinitis
  • Luka atau robekan pada retina
  • Retinopati diabetik
  • Retinoblastoma
  • Retinopati prematur
  • Sindrom Usher

9. Makula

Makula adalah area sensitif kecil di tengah retina yang memberikan penglihatan sentral. Pada makula, terdapat fovea. Fovea terletak di pusat makula dan fungsinya untuk memberikan penglihatan detail yang paling tajam di mata Anda.

Makula merupakan bagian anatomi mata dengan sel-sel fotoreseptor tingkat tinggi yang dapat mendeteksi cahaya dan mengirimkannya ke otak. Dengan kata lain, makula memiliki peran besar agar Anda dapat melihat berbagai warna dan detail dari suatu objek dengan sangat jelas.

Karena fungsinya yang sangat krusial, kerusakan pada makula umumnya dapat berpengaruh ke penglihatan sentral atau penglihatan bagian tengah.

Salah satu gangguan yang umum ditemukan pada makula yaitu adalah degenerasi makula, yaitu masalah mata yang biasanya terjadi pada orang-orang berusia 50 tahun ke atas.

10. Kelopak mata

Meski terletak di bagian terluar, kelopak mata atau palpebra adalah bagian anatomi mata dengan fungsi yang tak kalah penting dengan bagian lainnya. Kelopak mata membantu menjaga kesehatan mata dengan melindungi kornea Anda dari paparan benda-benda asing, seperti infeksi, cedera, serta penyakit.

Selain itu, kelopak mata juga membantu agar air mata tersebar dengan merata pada permukaan mata, terutama jika kelopak mata tertutup. Hal ini tentunya membantu melumasi mata dan mencegah kondisi mata kering.

Namun, Anda juga harus berhati-hati dan menjaga kesehatan kelopak mata. Pasalnya, kelopak mata rentan terkena peradangan, infeksi, serta masalah lainnya, seperti:

Lalu, seperti apa proses dan cara kerja mata?

Masing-masing bagian anatomi mata di atas bekerja sama agar Anda dapat melihat dengan jelas. Namun, seperti apa urutan cara kerjanya?

Pertama-tama, cahaya akan masuk melewati kornea. Setelah itu, kornea akan mengatur masuknya cahaya ke mata Anda.

Kemudian, cahaya tersebut akan melewati pupil. Iris mata yang akan bertugas mengatur sebanyak apa cahaya yang masuk ke dalam pupil.

Berikutnya, cahaya akan melewati bagian lensa mata. Lensa akan bekerja dengan kornea untuk memfokuskan cahaya dengan benar ke retina mata.

Ketika cahaya mengenai retina, sel-sel reseptor yang akan mengubah cahaya tersebut menjadi sinyal untuk dikirim ke otak melalui saraf-saraf optik. Dengan begitu, otak akan mengubah sinyal menjadi gambar yang biasa Anda lihat.

Itulah 10 bagian anatomi mata beserta fungsi dan cara kerjanya yang wajib Anda ketahui. Terdapat banyak cara yang dapat Anda lakukan untuk memelihara kesehatan mata, yaitu mulai dari menerapkan pola makan sehat untuk mata, melindungi mata dari sinar matahari langsung, hingga menjalani pemeriksaan mata secara berkala ke dokter spesialis mata.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Cuaca Dingin Bikin Rematik Kumat dan Bagaimana Mengatasinya?

Istilah 'dingin sampai menusuk tulang' bisa terjadi pada penderita rematik Nyeri sendi akibat rematik kambuh bisa disebabkan oleh cuaca, bagaimana bisa?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 24 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Terapi Urine dengan Minum Air Kencing, Benarkah Efektif?

Terapi urine dengan minum air kencing yang terdengar menjijikkan telah dipercaya sejak berabad-abad lalu. Apakah manfaatnya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Urologi, Kandung Kemih 23 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Benarkah Terlalu Sering Minum Paracetamol Sebabkan Gangguan Pendengaran?

Hati-hati jika Anda sering minum obat penghilang nyeri, seperti paracetamol. Efek samping paracetamol berlebihan dapat menimbulkan gangguan pendengaran.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Hidup Sehat, Tips Sehat 23 September 2020 . Waktu baca 3 menit

Alergi Paracetamol

Paracetamol sering diresepkan untuk merdakan demam dan nyeri. Tapi tahukah Anda bahwa ada orang yang alergi obat paracetamol?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

ensefalopati uremikum

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit
hubungan suami istri terasa hambar

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit
melihat bullying

5 Hal yang Harus Anda Lakukan Ketika Menyaksikan Bullying

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit
kencing berdiri

Apakah Posisi Kencing Berdiri Berbahaya untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 24 September 2020 . Waktu baca 5 menit