home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Keratitis

Pengertian keratitis|Gejala keratitis|Penyebab|Faktor risiko|Diagnosis & pengobatan|Pencegahan keratitis
Keratitis

Pengertian keratitis

Keratitis adalah kondisi ketika bagian kornea Anda mengalami peradangan atau infeksi. Penyebabnya bisa karena infeksi virus, bakteri, jamur, atau bisa juga karena cedera pada mata.

Keratitis adalah jenis infeksi mata yang paling sering dialami oleh orang yang menggunakan lensa kontak. Kondisi ini menyebabkan mata terasa perih, kemerahan, dan cenderung sensitif terhadap cahaya.

Jika Anda mengalami mata merah atau gejala lainnya, segera hubungi dokter. Kasus yang ringan hingga sedang biasanya dapat diobati secara efektif tanpa ada masalah penglihatan permanen.

Sebaliknya, jika tidak diobati, atau jika infeksinya parah, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius yang dapat menyebabkan Anda kehilangan penglihatan secara permanen.

Gejala keratitis

Orang yang mengalami keratitis biasanya akan mengalami mata merah, berair, perih, dan sensitif terhadap cahaya. Selain itu, dikutip dari Mayo Clinic, berikut adalah gejala dan tanda umum lain keratitis:

Kapan sebaiknya ke dokter?

Segera kunjungi klinik terdekat jika mengalami gejala-gejala yang disebutkan di atas. Terlebih jika Anda mengalaminya secara mendadak. Jika tidak diobati, keratitis akibat infeksi bakteri dapat berujung kebutaan.

Penyebab

Apa saja penyebab keratitis?

Penyebab keratitis bisa karena infeksi virus, bakteri, jamur, atau bisa juga karena cedera pada mata. Berikut penjelasannya:

1. Virus

Salah satu virus yang dapat menyebabkan keratitis adalah herpes simplex virus (HSV). Dikutip dari American Academy of Ophthalmology, terdapat dua tipe HSV yang dapat menyebabkan Anda terkena keratitis:

  • Tipe I, yaitu virus yang paling umum dan biasanya menginfeksi wajah
  • Tipe II, yaitu virus yang menyebar melalui hubungan seksual dan menginfeksi area genital

HSV tipe I sangat menular dan biasanya ditularkan melalui kontak fisik. Hampir 90% kemungkinan pernah terinfeksi virus ini pada masa kanak-kanak.

2. Bakteri

Jenis bakteri yang menjadi penyebab keratitis adalah Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Keratitis bakteri biasanya terjadi karena penggunaan lensa kontak, terutama lensa bekas pakai.

Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh cedera mata. Cedera terjadi ketika ada benda yang menggores atau melukai permukaan kornea Anda. Dalam hal ini, keratitis tidak akan menular.

Namun, ketika cedera menyebabkan kuman, termasuk bakteri, masuk ke kornea yang rusak, ini menyebabkan jenis yang menular.

3. Jamur

Jamur yang biasanya menginfeksi kornea adalah Fusarium, Aspergillus, atau Candida. Anda dapat terinfeksi jamur akibat cedera mata atau penggunaan lensa kontak.

Selain bakteri, virus, dan jamur, mikroorganisme lain yang dapat menyebabkan keratitis adalah Acanthamoeba. Jenis ini merupakan infeksi langka, tapi serius, yang dapat menyebabkan kehilang penglihatan atau kebutaan.

Faktor risiko

Faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena keratitis di antaranya adalah:

  • Menggunakan lensa kontak dalam waktu lama, terutama saat tidur, dapat meningkatkan risiko Anda terkena keratitis non-infeksi atau pun infeksi.
  • Kekebalan tubuh terganggu akibat penyakit atau obat-obatan juga dapat membuat Anda cenderung terkena kondisi ini.
  • Mengonsumsikortikosteroid untuk mengobati gangguan mata dapat meningkatkan risiko berkembangnya keratitis menular atau memperburuk kondisi yang sudah ada.
  • Mengalami cedera mata yang mengakibatkan rusaknya kornea mata juga menyebabkan Anda lebih cenderung mengalami keratitis.

Diagnosis & pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana mendiagnosis kondisi ini?

Dokter akan menanyakan gejala apa saja yang Anda alami. Kemudian, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan di bawah ini:

  • Pemeriksaan mata, yang termasuk menilai seberapa tajam penglihatan Anda.
  • Pemeriksaan dengan senter, untuk memeriksa reaksi pupil Anda, ukuran dan faktor lainnya.
  • Pemeriksaan slit-lamp, untuk mendeteksi karakter dan tingkat keratitis, serta efeknya pada struktur mata lainnya.
  • Analisis laboratorium, yaitu langkah yang dilakukan setelah dokter mengambil sampel air mata atau beberapa sel kornea. Pemeriksaan ini berguna untuk membantu menemukan pengobatan yang tepat.

Apa saja pilihan pengobatan untuk mengatasi keratitis?

Peradangan kornea yang disebabkan oleh cedera, seperti kebiasaan mengucek mata, mungkin tidak membutuhkan pengobatan khusus. Biasanya, mata merah atau perih yang dirasakan akan hilang sendiri saat mata berangsur-angsur sembuh.

Bila perlu, Anda bahkan hanya membutuhkan obat tetes mata untuk mempercepat penyembuhannya.

Namun, apabila keratitis menyebabkan infeksi yang lebih dalam pada kornea mata, kondisi ini dapat meninggalkan bekas luka yang tak boleh disepelekan.

Jika dibiarkan terus-menerus, luka tersebut bisa merusak penglihatan atau bahkan menyebabkan kebutaan. Untuk mencegahnya, pergilah ke dokter mata terdekat sesegera mungkin untuk mengobati infeksi mata akibat keratitis.

Berikut ini adalah beberapa pilihan pengobatan keratitis:

1. Air mata buatan

Cara mengobati infeksi mata akibat keratitis yang tergolong ringan adalah dengan menggunakan air mata buatan. Jenis pengobatan ini bekerja dengan cara meningkatkan jumlah cairan pada mata sekaligus mengurangi penguapan air mata. Dengan begitu, rasa perih dan merah di mata akan berkurang secara perlahan.

Air mata buatan ini bisa berbentuk obat tetes, salep, atau gel. Nah, Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan. Bila rasa nyeri pada mata tergolong ringan, lalu Anda mencari obat yang mudah dan nyaman digunakan, maka obat tetes bisa menjadi pilihan yang tepat.

Pemilihan obat tetes mata juga harus disesuaikan lagi dengan penyebab keratitis yang Anda alami. Bila kondisi disebabkan oleh jamur, Anda membutuhkan obat tetes mata yang sifatnya antijamur.

Untuk mengobati infeksi mata yang tergolong parah, Anda mungkin membutuhkan obat berbentuk salep atau gel. Jenis obat ini sebaiknya digunakan pada malam hari karena teksturnya lebih kental dan dapat bikin pandangan kabur sejenak.

2. Antibiotik dan antiviral

Antibiotik minum digunakan untuk mengobati infeksi mata akibat keratitis bakteri yang tergolong sedang hingga berat. Jenis obat ini berfungsi untuk melawan bakteri dan menghilangkan infeksi pada mata.

Antiviral dapat digunakan untuk mengatasi keratitis ringan. Namun, tidak ada obat yang dapat mengobati virus herpes penyebab keratitis secara tuntas. Sekali tubuh terserang virus, Anda tidak dapat menyingkirkannya.

3. Transplantasi kornea

Transplantasi kornea dapat dilakukan untuk mengobati infeksi mata akibat keratitis acanthamoeba. Acanthamoeba adalah sejenis parasit yang bisa membuat kornea meradang dan cenderung sulit disembuhkan.

Sebagai langkah awal, Anda sebetulnya bisa mengobati infeksi mata ini dengan obat tetes mata yang mengandung antibiotik. Namun sayangnya, beberapa jenis parasit acanthamoeba cenderung kebal terhadap pengobatan.

Ketika tidak dapat diobati atau menyebabkan kornea rusak permanen, dokter akan menganjurkan transplantasi kornea sebagai jalan terakhir.

Kornea yang sudah rusak akan diangkat dan diganti dengan jaringan kornea sehat dari mata pendonor. Secara bertahap, kedua mata Anda akan kembali jernih dan kian jelas untuk melihat.

Pencegahan keratitis

Salah satu langkah penting untuk mencegah kondisi ini adalah memperhatikan penggunaan dan kebersihan lensa kontak. Lakukan tips di bawah ini sebagai pencegahan:

  • Gunakan lensa kontak harian dan lepaskan saat Anda tidur.
  • Cuci tangan dan keringkan tangan sebelum menyentuh lensa kontak.
  • Ikuti rekomendasi dokter mata untuk merawat lensa kontak.
  • Gunakan produk steril untuk merawat lensa kontak.
  • Ganti wadah lensa kontak Anda paling tidak tiga sampai enam bulan sekali.
  • Jangan menggunakan lensa kontak saat Anda berenang.

Sementara itu, untuk keratitis yang disebabkan oleh virus tidak dapat sepenuhnya dihindari. Namun, Anda bisa melakukan tips di bawah ini untuk mengendalikan penularan:

  • Hindari menyentuh mata, kelopak mata, dan kulit di sekitar mata sebelum mencuci tangan.
  • Gunakan obat tetes mata yang diresepkan dokter.
  • Rajin mencuci tangan untuk mencegah penyebaran virus.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Keratitis – Symptoms and causes. (2020). Retrieved 16 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/keratitis/symptoms-causes/syc-20374110

How long does it take for bacterial keratitis to heal with eye drops?. (2013). Retrieved 16 September 2020, from https://www.aao.org/eye-health/ask-ophthalmologist-q/bacterial-keratitis-healing

What is Herpes Keratitis?. (2020). Retrieved 16 September 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/herpes-keratitis

What Is Bacterial Keratitis?. (2020). Retrieved 16 September 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-bacterial-keratitis

What is Fungal Keratitis?. (2019). Retrieved 16 September 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/what-is-fungal-keratitis

Acanthamoeba Keratitis FAQs | Acanthamoeba | Parasites | CDC. (2020). Retrieved 16 September 2020, from https://www.cdc.gov/parasites/acanthamoeba/gen_info/acanthamoeba_keratitis.html

Foto Penulis
Ditulis oleh Fajarina Nurin pada 21/12/2020
x