home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Kalazion

Pengertian kalazion|Tanda dan gejala kalazion|Penyebab kalazion|Faktor risiko|Diagnosis & Pengobatan|Pengobatan rumahan
Kalazion

Pengertian kalazion

Kalazion adalah benjolan kecil yang tidak terasa sakit, yang muncul perlahan di kelopak mata. Benjolan ini muncul karena kelenjar minyak (sebaceous/sebum) tersumbat. Kondisi ini umumnya bukanlah infeksi.

Penyakit ini biasanya muncul sebagai benjolan di daerah kelopak mata yang berwarna merah, lunak, dan tampak bengkak. Dalam beberapa hari, kondisi ini bisa berubah menjadi benjolan yang tumbuh lambat seukuran kacang polong.

Benjolan di kelopak mata ini sering dianggap sama dengan bintil atau bintitan (hordeolum), yang merupakan infeksi kelenjar minyak di kelopak mata. Padahal, keduanya berbeda.

Bintitan merupakan benjolan merah di kelopak mata yang terasa menyakitkan. Kondisi ini biasanya terjadi lebih dekat ke permukaan kelopak mata. Sementara itu, kalazion umumnya tidak menyebabkan rasa sakit.

Seberapa umumkah kondisi ini ?

Kalazion adalah penyakit mata yang dapat terjadi pada siapa saja, tetapi anak-anak lebih rentan mengalami karena mereka sering mengucek mata. Anda dapat mencegah terjadinya penyakit ini dengan mengurangi faktor risiko.

Silakan konsultasi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala kalazion

Kalazion adalah kondisi mata yang mempunyai gejala terasa seperti adanya beban dari dalam mata atau benjolan merah pada kelopak mata.

Gejala kalazion antara lain:

  • Terlalu sering mengeluarkan air mata
  • Benjolan biasanya tidak terasa sakit
  • Penurunan kemampuan penglihatan atau hilangnya penglihatan
  • Sensitif terhadap cahaya, merasa tidak nyaman dengan cahaya terang

Kemungkinan ada tanda­-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter sesegera mungkin jika benjolan yang muncul sudah mengganggu penglihatan Anda.

Penyebab kalazion

Kalazion terjadi karena kelenjar minyak di kelopak mata (kelenjar meibom) tersumbat. Kelenjar minyak ini bertugas untuk mengatur keseimbangan kelembapan di dalam kelopak mata.

Kelenjar minyak ini dapat tersumbat oleh kotoran atau akibat kebersihan mata yang tidak dijaga dengan baik. Kelenjar minyak dapat tersumbat dan pecah di kemudian hari, dan berisiko meradang karena infeksi.

Penyakit ini lebih umum terjadi pada orang-orang dengan kondisi peradangan, seperti seboroik, jerawat, rosacea, blefaritis kronis, atau peradangan jangan panjang pada kelopak mata.

Kondisi ini juga sering terjadi pada orang dengan konjungtivitis virus atau infeksi yang menutupi bagian dalam dan kelopak mata.

Benjolan pada kelopak mata yang terjadi berulang merupakan kondisi yang tidak biasa. Hal itu merupakan gejala dari kondisi yang lebih parah. Namun, ini jarang terjadi.

Faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya mengalami kalazion?

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko Anda mengalami kalazion, antara lain:

  • Memiliki riwayat gangguan mata sebelumnya
  • Menyentuh mata dengan tangan yang kotor

Diagnosis & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk memeriksa kalazion?

Dokter dapat mendiagnosis penyakit ini dengan mengamati dan memeriksa benjolan pada kelopak mata. Dokter dapat bertanya tentang rasa sakit atau kapan mulai timbulnya gejala untuk memastikan Anda tidak terkena phony disease, mata terlipat, atau penyakit mata lainnya.

Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan di bawah ini:

  • Riwayat pasien, untuk menentukan gejala dan adanya masalah kesehatan lain yang mungkin menjadi penyebab kalazion.
  • Pemeriksaan eksternal mata, termasuk struktur kelopak mata, tekstur kulit, dan penampilan bulu mata.
  • Evaluasi mata, termasuk, pangkal bulu mata dan lubang kelenjar minyak menggunakan cahaya terang dan pembesaran.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk kalazion?

Kalazion umumnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan apa pun dalam beberapa minggu. Meski begitu, terdapat beberapa cara rumahan yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini.

Dikutip dari American Academy of Ophthalmology, beberapa pilihan pengobatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kalazion, antara lain:

1. Kompres air hangat

Anda bisa mengompres hangat area benjolan di kelopak mata untuk mengatasi kalazion. Rendam kain bersih di dalam air hangat lalu tempelkan di kelopak mata selama 10-15 menit. Lakukanlah ini 3-5 kali dalam sehari.

Kompres air hangat membantu untuk kelenjar minyak yang tersumbat agar lebih lancar.

2. Memijat

Memijat area kelopak mata secara lembut dengan memakai air hangat bisa membantu melancarkan saluran minyak yang tersumbat. Sebelum melakukan pemijatan, pastikan Anda membersihkan tangan untuk mengurangi risiko infeksi mata.

Setelah kalazion atau benjolan di kelopak mata ini mulai mengering, jaga kebersihan area mata dengan tidak menyentuh mata dengan tangan, terlebih jika tangan Anda kotor. Selain bisa membuat benjolan kembali muncul, ini juga bisa memicu datangnya infeksi.

3. Jangan memencet benjolan

Cara menghilangkan benjolan di kelopak mata atau kalazion yang tidak kalah penting adalah menghindari untuk memencet benjolan ini.

Meski terasa sangat mengganggu dan gemas ingin menyentuhnya, memencet benjolan berisiko membuat cairan di dalamnya keluar dan menyebarkan infeksi di kelopak mata.

4. Pemberian antibiotik

Pemberian antibiotik perlu dilakukan jika terjadi infeksi akibat benjolan kalazion di kelopak mata.

5. Suntik steroid

Cara mengobati kalazion yang satu ini dilakukan jika terjadi pembengkakan yang menghalangi penglihatan. Anda hanya bisa mendapatkan pengobatan yang satu ini dengan resep dokter.

6. Operasi pengangkatan benjolan

Cara ini perlu dilakukan ketika benjolan di kelopak mata sudah mulai memengaruhi penglihatan, bahkan sampai membuat mata buram.

Cara menghilangkan benjolan di kelopak mata ini tidak dianggap sebagai operasi besar sehingga dilakukan di ruangan dokter (bukan di ruang operasi) dengan memakai bius lokal.

Sebelum operasi, pastikan untuk memberitahu obat apa saja yang Anda konsumsi selama ini.

Berbagai obat ini misalnya vitamin dan suplemen, obat herbal, obat dengan resep dokter, sampai obat warung yang mudah dibeli di pasaran.

Anda juga perlu untuk menyebutkan kondisi kesehatan yang dimiliki, seperti sleep apnea misalnya yang bisa meningkatkan risiko efek samping dari anastesi atau bius yang akan diberikan.

Pengobatan rumahan

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi kalazion?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi kondisi ini:

  • Usaplah secara perlahan kelopak mata dengan kain bersih atau kapas
  • Jagalah agar wajah, kulit kepala, alis dan tangan agar tetap bersih
  • Batasi penggunaan make-up pada mata
  • Beri tahu dokter jika Anda merasakan kelainan atau gejala tidak pulih ketika telah menggunakan obat tetes mata atau obat minum yang diresepkan oleh dokter
  • Beritahu dokter jika kalazion tidak hilang setelah 2 minggu pengobatan.

Jangan mencoba menekan kalazion dengan tangan Anda sendiri. Pastikan juga untuk tidak menyentuhnya sebisa mungkin.

Benjolan di kelopak mata bukan kondisi yang dapat sepenuhnya dihindari. Namun, ada hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi risiko Anda terkena kalazion, yaitu:

  • Selalu cuci tangan Anda sebelum menyentuh bagian mata.
  • Pastikan bahwa apa pun yang bersentuhan dengan mata Anda, seperti lensa kontak dan kacamata, bersih dari kotoran.
  • Jika Anda memiliki kondisi yang meningkatkan risiko terkena kalazion, ikuti anjuran dokter Anda untuk membantu mengontrolnya.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Ferri, F. F. (2012). Ferri’s Netter Patient Advisor E-Book. St. Louis, MO: Elsevier Health Sciences.

Porter, R. S., Kaplan, J. L., & Homeier, B. P. (2009). The Merck Manual Home Health Handbook. MO: Merck & Company.

Carlisle, R., & Digiovanni, J. (2015). Differential Diagnosis of the Swollen Red Eyelid. American Family Physician, 92(2), 106-112. Retrieved from https://www.aafp.org/afp/2015/0715/p106.html

Chalazion . (2020). Retrieved 24 September 2020, from https://www.aoa.org/healthy-eyes/eye-and-vision-conditions/chalazion?sso=y

Chalazion. (2020). Retrieved 24 September 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blepharitis/multimedia/chalazion/img-20008560

Chalazion: Symptoms, Causes, Treatments. (2020). Retrieved 24 September 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17657-chalazion

Chalazia and Stye Treatment. (2019). Retrieved 24 September 2020, from https://www.aao.org/eye-health/diseases/chalazion-stye-treatment

Foto Penulis
Ditulis oleh Novita Joseph pada 21/12/2020
x