Hati-hati! Kebiasaan Begadang Bisa Merusak Fungsi Hati

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum

Tidur larut malam atau begadang sering dilakukan banyak orang karena alasan susah tidur, mengejar deadline pekerjaan, atau terlalu asyik menonton TV. Selain membuat Anda sangat mengantuk keesokan paginya, ternyata gangguan fungsi hati juga bisa jadi salah satu akibat sering begadang, lho! Mengapa begitu?

Risiko gangguan hati (liver) akibat sering begadang

Ibarat alat elektronik yang butuh istirahat setelah digunakan dalam waktu lama, otak dan tubuh manusia pun demikian. Setiap orang dilengkapi dengan jam biologis alias ritme sirkadian yang akan mengatur segala aktivitas fisik, organ tubuh, mental, serta perilaku yang dilakukan manusia selama 24 jam penuh.

Tak hanya itu, jam biologis tubuh juga dirancang sedemikian rupa untuk mengatur proses metabolisme tubuh beserta waktu tidur agar dapat berjalan sebagaimana mestinya. Itu sebabnya, adanya masalah yang membuat jam biologis kacau tentu juga akan menggangu fungsi organ-organ di dalam tubuh.

Dalam hal ini, termasuk kebiasaan begadang atau tidur larut malam. Jadwal tidur yang lebih ngaret dari seharusnya otomatis akan mengganggu jam biologis tubuh yang seharusnya sudah nonaktif sejak beberapa jam sebelumnya.

Alhasil, akibat sering begadang nantinya akan menimbulkan kerusakan pada sel-sel tubuh, salah satunya organ hati, melansir dari Science Daily.

Apa saja kerusakan hati yang muncul karena sering begadang?

Penyakit terkait gangguan fungsi hati ada bermacam-macam, seperti hepatitis C maupun kanker hati. Para pengidap hepatitis, khususnya hepatitis C, kerap mengeluhkan masalah yang sama yakni susah tidur. Sebagian besar dari mereka menyatakan sulit untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup di malam hari.

Akibatnya, mereka selalu bangun dengan kondisi sangat lemas, mengantuk, dan tidak bertenaga pada pagi harinya. Dikutip dari Web MD, gangguan tidur memang bisa datang kapan pun, bahkan tidak menutup kemungkinan ketika Anda telah didiagnosis mengalami hepatitis C. Atau dalam hal ini misalnya karena begadang. Hal itu bisa terjadi karena stres atau pengaruh obat yang Anda minum setiap harinya.

Bahkan lebih dari itu, perkembangan penyakit hepatitis yang telah semakin parah hingga menjadi sirosis hati, turut masuk ke dalam salah satu akibat sering begadang yang membuat jam tidur Anda berkurang. Demi mendukung bahaya yang ditimbulkan dari sering begadang, sebuah penelitian yang dilakukan oleh para peneliti dari Baylor College of Medicine di Texas, Amerika Serikat, mengungkap fakta lainnya.

Para peneliti menemukan bahwa gaya hidup yang tidak teratur setiap harinya, termasuk kebiasaan sering begadang sampai larut malam dapat menimbulkan berbagai penyakit kronis. Satu diantaranya berisiko mengakibatkan kanker hati.

Apa yang harus dilakukan agar bisa tidur lelap?

Tidur yang cukup tidak hanya berfungsi untuk mengistirahatkan organ tubuh saja. Di sisi lain, tidur dapat membantu mengoptimalkan kembali sistem pertahanan tubuh untuk melawan serangan penyakit.

Anda tentu tidak ingin terserang penyakit hati tersebut, bukan? Oleh karena itu, mulai sekarang coba beberapa kiat mudah berikut ini agar bisa tidur lebih cepat dan nyenyak:

  • Hanya menggunakan tempat tidur untuk tidur saja, bukan untuk bekerja ataupun melakukan aktivitas lainnya.
  • Hindari mengonsumsi kafein dan alkohol, khususnya sekitar 6 jam sebelum tidur.
  • Kelola stres dengan baik, karena tingkat stres yang tinggi dapat membuat otak terus terjaga sehingga susah terlelap.
  • Ciptakan suasana tidur yang nyaman dan tenang. Misalnya dengan membuat suhu ruangan lebih sejuk dan redupkan cahaya, sehingga akan memicu timbulnya rasa kantuk.
  • Usahakan selalu tidur dan bangun di jam yang sama setiap harinya, karena akan membuat tubuh lebih terbiasa untuk selalu merasa mengantuk dan segar di waktu tersebut.
  • Batasi tidur siang yang terlalu lama, karena bisa membuat Anda tetap terjaga di malam hari.

Jika cara tersebut masih belum berhasil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terkait keluhan yang Anda alami.

Baca Juga:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca