Mengulik Ablutophobia, Fobia Aneh yang Membuat Seseorang Takut Mandi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 29 Januari 2019 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Mungkin Anda sering mendengar orang fobia dengan gelap atau ketinggian. Hal itu maklum saja terjadi, mungkin karena kondisi gelap dan ketinggian bisa mengancam jiwa mereka. Akan tetapi tahukah Anda, bahwa ada orang yang fobia akan mandi dan membersihkan dirinya?

Ablutophobia adalah fobia takut mandi

Ablutophobia adalah fobia yang menyebabkan seseorang takut untuk mandi, mencuci, atau membersihkan dirinya. Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak ataupun orang dewasa dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Orang dengan fobia ini tahu bahwa ketakutan mereka alasannya tidak masuk akal, meski begitu mereka juga sulit mengatasinya. Sebaliknya, mereka berusaha sangat keras untuk menghindari apa yang membuat mereka takut. Contoh menghindari air, sabun, atau bahkan kamar mandi.

Apa gejala ablutophobia?

Ablutophobia adalah fobia yang punya gejala sama dengan kebanyakan fobia lainnya dan dapat muncul ketika dihadapkan dengan air, sabun, dan kamar mandi. Bahkan hanya membayangkan mandi atau mencuci wajah saja, orang dengan ablutophobia bisa mengalami:

  • Ketakutan dan kecemasan
  • Serangan panik
  • Malah menghindari mandi atau mencuci untuk menghindari rasa takut dan kecemasan
  • Berkeringat
  • Jantung berdetak cepat
  • Sulit bernapas
  • Pada anak-anak bisa jadi tidak ingin jauh dari orangtua, menangis dan bahkan tantrum

Apa penyebabnya?

Ablutophobia adalah fobia yang penyebabnya belum bisa dipahami. Namun, penyebab umum dari fobia ini biasanya termasuk dalam salah satu dari tiga kategori berikut:

  • Pengalaman negatif. Pernah memiliki semacam pengalaman traumatis yang melibatkan mandi atau mencuci.
  • Genetika. Anda cenderung memiliki ablutofobia jika salah satu orang tua Anda mengalaminya.
  • Perubahan fungsi otak. Bisa disebabkan oleh cedera, usia yang bertambah, dan hal lain.

Komplikasi dari ablutophobia

Orang yang menghindari mandi karena ablutophobia bisa mendapat masalah di tempat kerja atau sekolahnya. Bahkan mungkin, orang dengan ablutophobia bisa menjadi terisolasi secara sosial dan akhirnya depresi.

Pengidap ablutophobia yang masih anak-anak juga dapat berisiko mengalami risiko bullying yang lebih besar, terutama ketika mereka mendekati usia remaja mereka. Selain itu, ada kemungkinan hal yang dialami oleh orang dengan ablutophobia untuk mencoba mengatasi ketakutan mereka dengan menggunakan obat-obatan atau alkohol.

Bagaimana cara mengatasi ablutophobia?

Sering kali, ablutophobia tidak diobati karena orang yang memilikinya percaya bahwa tidak ada obatnya. Namun sebetulnya ada perawatan yang cukup efektif untuk mengatasi ketakutan mereka terhadap mandi. Apa saja itu?

Jenis perawatan yang pertama adalah psikoterapi. Psikoterapi adalah perawatan yang menggunakan terapi pemaparan dan terapi perilaku kognitif (CBT). Dalam terapi pemaparan ini, nantinya Anda dihadapkan dengan ketakukan Anda sendiri yaitu mandi atau mencuci.  Selama itu juga Anda akan belajar mengelola perasaan dan kecemasan Anda secara berulang.

Sedangkan terapi perilaku kognitif atau CBT dapat dikombinasikan dengan terapi pemaparan. Saat Anda menghadapi mandi, Anda akan mempelajari teknik yang dapat membantu mengubah pandangan Anda tentang mandi sembari mengurangi kecemasan dan ketakutan Anda.

Psikoterapi biasanya yang paling berhasil dalam mengobati ablutophobia. Namun, dalam beberapa kasus, dokter Anda mungkin meresepkan obat untuk membantu mengurangi ketakutan dan kecemasan Anda.

Obat-obatan biasanya digunakan sebagai pengobatan jangka pendek bersama psikoterapi. Obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengobati ablutophobia yaitu, beta-blocker dan obat penenang.

Selain menggunakan terapi, dokter juga dapat merekomendasikan beberapa perubahan gaya hidup atau perawatan di rumah. Perawatan ini mungkin termasuk:

  • Latihan ketenangan dan kesadaran seperti meditasi
  • Melakukan teknik relaksasi, seperti yoga dan pernapasan dalam
  • Meningkatkan aktivitas fisik yang dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan seperti olahraga

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Psoriasis pada Kulit Kepala

Selain menyebabkan kepala terasa sangat gatal, psoriasis kulit kepala juga bisa bikin rambut Anda jadi cepat rontok dari biasanya. Kenapa begitu, ya?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fidhia Kemala
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Psoriasis pada Kuku

Semua bagian tubuh bisa saja terserang psoriasis, termasuk kuku Anda. Simak ulasan lengkap tentang gejala dan perawatan psoriasis kuku dalam artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Penyakit Kulit, Psoriasis 28 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Hati-hati jika punya riwayat penyakit ginjal kronis atau akut. Komplikasinya bisa merambat sampai otak, disebut dengan ensefalopati uremikum.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Urologi, Ginjal 25 September 2020 . Waktu baca 4 menit

3 Hal yang Membuat Seks Tidak Lagi Terasa Memuaskan, dan Cara Mengatasinya

Lama-lama, seks bisa jadi membosankan. Apakah artinya sudah tak saling cinta lagi? Bisakah hubungan suami istri terasa nikmat seperti dulu lagi?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Seks & Asmara 24 September 2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

Waktu Efektif Minum Kopi

Waktu Paling Sehat untuk Minum Kopi Ternyata Bukan Pagi Hari

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
kebugaran jantung

Cara Mudah Ukur Kebugaran Jantung dan Paru, Tak Perlu Periksa ke Rumah Sakit

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Fauzan Budi Prasetya
Dipublikasikan tanggal: 29 September 2020 . Waktu baca 4 menit
pasangan malu berhubungan intim

6 Tips Membantu Pasangan yang Malu Berhubungan Intim

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit
cedera kaki pakai tongkat kruk

Begini Cara Menggunakan Tongkat Kruk yang Benar Saat Sedang Cedera Kaki

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 28 September 2020 . Waktu baca 4 menit