Mengulik Ablutophobia, Fobia Aneh yang Membuat Seseorang Takut Mandi

Oleh Informasi kesehatan ini sudah direview dan diedit oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum

Mungkin Anda sering mendengar orang fobia dengan gelap atau ketinggian. Hal itu maklum saja terjadi, mungkin karena kondisi gelap dan ketinggian bisa mengancam jiwa mereka. Akan tetapi tahukah Anda, bahwa ada orang yang fobia akan mandi dan membersihkan dirinya?

Ablutophobia adalah fobia takut mandi

Ablutophobia adalah fobia yang menyebabkan seseorang takut untuk mandi, mencuci, atau membersihkan dirinya. Kondisi ini bisa terjadi pada anak-anak ataupun orang dewasa dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pria.

Orang dengan fobia ini tahu bahwa ketakutan mereka alasannya tidak masuk akal, meski begitu mereka juga sulit mengatasinya. Sebaliknya, mereka berusaha sangat keras untuk menghindari apa yang membuat mereka takut. Contoh menghindari air, sabun, atau bahkan kamar mandi.

Apa gejala ablutophobia?

Ablutophobia adalah fobia yang punya gejala sama dengan kebanyakan fobia lainnya dan dapat muncul ketika dihadapkan dengan air, sabun, dan kamar mandi. Bahkan hanya membayangkan mandi atau mencuci wajah saja, orang dengan ablutophobia bisa mengalami:

  • Ketakutan dan kecemasan
  • Serangan panik
  • Malah menghindari mandi atau mencuci untuk menghindari rasa takut dan kecemasan
  • Berkeringat
  • Jantung berdetak cepat
  • Sulit bernapas
  • Pada anak-anak bisa jadi tidak ingin jauh dari orangtua, menangis dan bahkan tantrum

Apa penyebabnya?

Ablutophobia adalah fobia yang penyebabnya belum bisa dipahami. Namun, penyebab umum dari fobia ini biasanya termasuk dalam salah satu dari tiga kategori berikut:

  • Pengalaman negatif. Pernah memiliki semacam pengalaman traumatis yang melibatkan mandi atau mencuci.
  • Genetika. Anda cenderung memiliki ablutofobia jika salah satu orang tua Anda mengalaminya.
  • Perubahan fungsi otak. Bisa disebabkan oleh cedera, usia yang bertambah, dan hal lain.

Komplikasi dari ablutophobia

Orang yang menghindari mandi karena ablutophobia bisa mendapat masalah di tempat kerja atau sekolahnya. Bahkan mungkin, orang dengan ablutophobia bisa menjadi terisolasi secara sosial dan akhirnya depresi.

Pengidap ablutophobia yang masih anak-anak juga dapat berisiko mengalami risiko bullying yang lebih besar, terutama ketika mereka mendekati usia remaja mereka. Selain itu, ada kemungkinan hal yang dialami oleh orang dengan ablutophobia untuk mencoba mengatasi ketakutan mereka dengan menggunakan obat-obatan atau alkohol.

Bagaimana cara mengatasi ablutophobia?

Sering kali, ablutophobia tidak diobati karena orang yang memilikinya percaya bahwa tidak ada obatnya. Namun sebetulnya ada perawatan yang cukup efektif untuk mengatasi ketakutan mereka terhadap mandi. Apa saja itu?

Jenis perawatan yang pertama adalah psikoterapi. Psikoterapi adalah perawatan yang menggunakan terapi pemaparan dan terapi perilaku kognitif (CBT). Dalam terapi pemaparan ini, nantinya Anda dihadapkan dengan ketakukan Anda sendiri yaitu mandi atau mencuci.  Selama itu juga Anda akan belajar mengelola perasaan dan kecemasan Anda secara berulang.

Sedangkan terapi perilaku kognitif atau CBT dapat dikombinasikan dengan terapi pemaparan. Saat Anda menghadapi mandi, Anda akan mempelajari teknik yang dapat membantu mengubah pandangan Anda tentang mandi sembari mengurangi kecemasan dan ketakutan Anda.

Psikoterapi biasanya yang paling berhasil dalam mengobati ablutophobia. Namun, dalam beberapa kasus, dokter Anda mungkin meresepkan obat untuk membantu mengurangi ketakutan dan kecemasan Anda.

Obat-obatan biasanya digunakan sebagai pengobatan jangka pendek bersama psikoterapi. Obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengobati ablutophobia yaitu, beta-blocker dan obat penenang.

Selain menggunakan terapi, dokter juga dapat merekomendasikan beberapa perubahan gaya hidup atau perawatan di rumah. Perawatan ini mungkin termasuk:

  • Latihan ketenangan dan kesadaran seperti meditasi
  • Melakukan teknik relaksasi, seperti yoga dan pernapasan dalam
  • Meningkatkan aktivitas fisik yang dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan seperti olahraga

Baca Juga:

Share now :

Direview tanggal: Juli 29, 2018 | Terakhir Diedit: Januari 29, 2019

Sumber
Yang juga perlu Anda baca