10 Jenis Penyakit yang Lebih Sering Menyerang Wanita Ketimbang Pria

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Dipublikasikan tanggal: 04/08/2018 . 5 menit baca
Bagikan sekarang

Baik pria dan wanita, sama-sama memiliki risiko yang sama untuk terserang suatu penyakit. Bahkan, ada penyakit yang hanya bisa diderita oleh pria saja, misalnya kanker prostat. Sebaliknya, wanita juga bisa terserang kanker rahim, yang tidak mungkin dialami oleh pria. Namun, tahukah Anda kalau ada beberapa penyakit wanita yang jarang menyerang pria?

Ya, padahal penyakit tersebut sebenarnya bisa dialami oleh siapa saja tanpa pandang bulu. Lantas, apa saja penyakit yang lebih sering dialami oleh kaum hawa itu?

Berbagai penyakit wanita yang jarang menyerang pria

1. Lupus

penyakit lupus bisa sembuh

Lupus merupakan penyakit autoimun yang bisa menyerang siapa saja tanpa kenal usia dan jenis kelamin. Meski begitu, 90 persen penderitanya ternyata adalah wanita usia subur, dilaporkan oleh Women’s Health.

Kadar hormon estrogen yang meningkat di masa subur, disertai dengan adanya faktor dari lingkungan adalah pemicu risiko penyakit lupus di kalangan wanita. Hal ini diperkuat oleh sebuah penelitian yang membuktikan bahwa kehadiran dua kromosom X pada wanita bisa memicu meningkatnya risiko penyakit lupus.

Gejala lupus biasanya bervariasi dan cukup sulit untuk didiagnosis, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter bila mengalami nyeri otot, sakit di bagian sendi, ruam wajah, kelelahan, hingga nyeri dada yang berlangsung cukup lama.

2. Osteoarthritis

Meskipun osteoarthritis bisa menyerang semua jenis kelamin, tapi perempuan memiliki risiko sekitar tiga kali lebih besar dibandingkan pria. Tubuh wanita tersusun oleh sendi yang lebih fleksibel dan tendon yang lebih elastis daripada pria.

Tujuannya untuk mempermudah selama masa kehamilan dan kelahiran, yang di sisi lain juga bisa meningkatkan risiko cedera yang lebih tinggi. Akhirnya, berkembang menjadi penyakit osteoarthritis.

Tidak hanya itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, juga mencatat bahwa wanita yang berusia di atas 50 tahun lebih berisiko untuk mengalami osteoarthritis, karena kadar estrogen yang semakin menurun. Padahal, estrogen berperan guna melindungi tulang rawan dan sendi dari peradangan.

3. Depresi

gejala depresi postpartum

Penyakit wanita selanjutnya adalah depresi. Menurut survei dari Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) di Amerika Serikat, wanita berisiko dua kali lebih tinggi untuk mengalami depresi ketimbang pria. Uniknya, hal ini dipicu oleh perbedaan fisiologis tubuh wanita dengan pria.

Perubahan hormon yang terjadi setiap bulan, usai melahirkan, serta sebelum dan selama masa menopause, yang meningkatkan kemungkinan depresi pada wanita.

4. Stroke

stroke usia muda

Faktanya, menurut American Heart Association (AHA) dan American Stroke Association (ASA), jumlah wanita yang terserang stroke lebih banyak daripada pria, yakni sebesar 55.000.

Kondisi ini umumnya dikarenakan wanita yang baru melahirkan mengalami komplikasi kehamilan, konsumsi pil kontrasepsi oral, serta melakukan terapi penggantian hormon estrogen dengan dosis yang lebih tinggi.

5. Penyakit menular seksual

gejala TBC genital

Perempuan lebih rentan terkena penyakit kelamin karena lapisan pada organ intim wanita cenderung lebih lembut dan tipis, dibandingkan dengan organ intim pada pria.

Akhirnya, bakteri dan virus akan lebih mudah untuk menembus masuk ke dalam vagina, dilansir dari Huffington Post. Dampaknya, muncul penyakit radang panggul, klamidia, serta gonore di kemudian hari.

6. Infeksi saluran kemih

sakit perut saat malam hari

Perbedaan anatomi tubuh wanita dan pria merupakan salah satu alasan mengapa ada beberapa penyakit lebih sering menyerang wanita, misalnya infeksi saluran kemih.

Menurut Leslie Gonzalez, MD, seorang dokter spesialis obstetri dan ginekologi, bahwa letak saluran kencing wanita dekat dengan vagina dan rektum, di mana banyak bakteri hidup pada bagian tersebut. Itu sebabnya, wanita berisiko lebih tinggi untuk terkena infeksi saluran kemih.

Maka itu, penting untuk selalu mencukupi konsumsi cairan dalam tubuh demi menghindari munculnya infeksi saluran kemih.

7. Tiroid

penyebab hipotiroidisme adalah

Menurut American Thyroid Association, wanita memiliki risiko hingga lima sampai delapan kali lebih besar untuk mengalami masalah tiroid daripada pria. Bahkan, satu dari delapan wanita akan mengalaminya selama masa hidupnya.

Salah satu penyakit tiroid yang paling umum adalah hipotiroid, ketidakmampuan tiroid menghasilkan kadar hormon yang cukup untuk mengatur metabolisme Anda.

8. Multiple Sclerosis

gejala multiple sclerosis

Selain lupus, penyakit autoimun lain yang juga lebih sering menyerang wanita daripada pria adalah multiple sclerosis (MS). Pasalnya, menurut penelitian di Johns Hopkins University, jumlah lemak lemak pada wanita yang biasa lebih besar dapat memicu timbulnya berbagai macam peradangan, yang berujung pada penyakit.

Di samping itu, penelitian juga menjelaskan bahwa adanya perbedaan hormon dalam tubuh pria dan wanita juga dapat berkontribusi pada penyakit MS ini.

9. Celiac

komplikasi penyakit celiac

Berdasarkan laporan dari Women’s Health, lebih dari setengah penderita penyakit celiac adalah wanita. Ini yang menjadi alasan mengapa akhirnya celiac masuk dalam daftar penyakit wanita. Celiac merupakan kondisi autoimun di mana tubuh menyerang sistem pencernaan, ditandai dengan diare, kembung, gas, dan mulas.

10. Eating disorders

mengatasi anoreksia nervosa

Sebagian besar peneliti belum yakin sepenuhnya apa yang menjadi akar penyebab dari anoreksia, bulimia, dan gangguan makan lainnya. Hal ini diduga karena kombinasi dari faktor tubuh dan lingkungan sosial yang umumnya lebih banyak memengaruhi wanita dibandingkan pria.

Ya, faktanya sebagian besar kasus kematian akibat anoreksia dialami oleh wanita karena kurang mampu menjaga berat badan normal. Selain itu, faktor kondisi psikologis serta memiliki masalah dengan bentuk tubuh merupakan beberapa pemicu lain yang dialami oleh kaum hawa.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Baca Juga:

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy"
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Lupus Tak Jadi Penghalang Saat Liburan, Ini 5 Tips untuk Mencegahnya Kambuh

Gejala lupus dapat menghambat kegiatan liburan Anda. Untungnya, ada sejumlah cara sederhana yang bisa Anda lakukan untuk mencegah lupus kambuh saat liburan.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Hidup Sehat, Tips Sehat 29/12/2019 . 4 menit baca

Mungkinkah Kena Penyakit Kelamin Lewat Dudukan Toilet Umum?

Banyak yang khawatir kalau dudukan toilet umum bisa membuat orang tertular penyakit kelamin, sebab dudukan ini telah dipakai banyak orang. Benarkah begitu?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Hidup Sehat, Fakta Unik 19/11/2019 . 4 menit baca

Mungkinkah Lupus Bisa Menimbulkan Komplikasi Pada Organ Paru?

Selain menyerang sendi dan kulit, lupus juga menimbulkan komplikasi pada organ lain, termasuk paru. Seperti apa gejala dan pengobatan yang perlu diketahui?

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Hidup Sehat, Fakta Unik 08/11/2019 . 9 menit baca

5 Cara Jitu Mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK) Kembali Lagi

Cara mencegah infeksi saluran kemih dapat dimulai dengan banyak minum air putih, menjaga kebersihan, mengenakan celana katun, juga minum suplemen cranberry.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Hidup Sehat, Tips Sehat 05/11/2019 . 4 menit baca

Direkomendasikan untuk Anda

mengobati isk tanpa antibiotik

Bisakah Infeksi Saluran Kemih Bisa Diobati Tanpa Antibiotik?

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Maria Amanda
Dipublikasikan tanggal: 26/06/2020 . 7 menit baca

Bagaimana COVID-19 Memicu Risiko Stroke pada Orang yang Lebih Muda?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 11/06/2020 . 5 menit baca
komplikasi lupus

Berbagai Komplikasi Lupus yang Mungkin Terjadi dan Harus Diwaspadai

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 10/05/2020 . 6 menit baca
infeksi saluran kemih saat hamil

5 Cara Efektif Mencegah Infeksi Saluran Kemih Saat Hamil

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 02/05/2020 . 4 menit baca