Hormon testosteron harus selalu diproduksi, sebab ketika tidak diproduksi, tubuh akan mengirim sinyal pada otak bahwa tubuh tidak memerlukan tambahan hormon ini. Ketika produksi hormon ini berkurang, maka laki-laki berisiko mengalami disfungsi ereksi. Tak jarang, masturbasi pun dilakukan sebagai alasan untuk ‘memicu hormon testosteron’. Tapi apa yang akan terjadi jika seseorang terlalu sering masturbasi?

Beberapa orang memilih melakukan masturbasi karena berapa hal, seperti:

  • Menghindari tertular penyakit seksual
  • Beberapa orang mengalami kesulitan dalam mencari pasangan, atau memiliki trauma
  • Lebih tertarik pada fantasinya daripada terlibat pada sebuah hubungan yang melibatkan fisik dan emosi

Masturbasi menjadi salah satu cara untuk mendapatkan ejakulasi. Tapi, terkadang laki-laki masturbasi untuk mengatasi rasa cemas yang dirasakan. Menurut dr. Ian Kerner, seorang terapis dan konselor seks, yang dikutip situs Medical Daily, “Terkadang laki-laki menggunakan masturbasi sebagai metode pengalih perhatian untuk mengatasi kecemasan atau emosi mereka.” Bahkan, ada kasus laki-laki jadi terlalu sering masturbasi.

Apa akibatnya jika laki-laki terlalu sering masturbasi?

Berikut ini adalah gejala fisik dan psikologis yang mungkin terjadi ketika Anda sering melakukan masturbasi:

1. Mencederai penis

Menurut Tobias Köhler, M.D., seorang urolog di Southern Illinois University, yang dikutip oleh Men’s Health, beberapa orang yang sering melakukan masturbasi dapat mengalami beberapa titik cedera pada penis. Cedera tersebut dapat berupa luka ringan pada kulit, atau kondisi yang serius seperti penyakit Peyronie – penumpukan plak  pada penis karena terlalu menekannya ketika masturbasi, yang dapat menyebabkan penis bengkok saat ereksi.

2. Kehidupan sosial dan profesional terganggu

Ketika Anda mulai kecanduan melakukan masturbasi, mungkin Anda akan lebih memilih Jumat malam, atau Sabtu malam berdiam diri di kamar daripada menghadiri acara bersama teman-teman. Keinginan untuk berfantasi tak tertahankan juga dapat mengganggu pekerjaan Anda. Pernahkah Anda terlambat untuk menghadiri meeting karena tidak tahan melakukannya dulu di toilet? Jika Anda pernah mengalaminya, berarti masturbasi yang Anda lakukan sudah sampai tahap mengganggu.

Dan Drake, terapis bersertifikat untuk pecandu seks dan konselor klinis, yang dikutip Men’s Health, menyebutkan bahwa seringnya masturbasi dapat menghalangi Anda untuk mendapatkan pasangan hidup. Jika sudah begitu, saatnya menghentikan kebiasaan tersebut.

3. Anda jadi tidak puas dengan pasangan

Masih menurut Köhler, laki-laki yang sering masturbasi sulit merasa puas terhadap aksi yang dilakukan oleh pasangan Anda di dunia nyata. Anda mungkin akan merasa lebih puas ketika Anda melakukannya sendiri dengan stimulasi menonton aksi-aksi di film porno. Namun, ketika pasangan melakukan ‘aksi yang sama’ seperti yang ada dalam adegan film tersebut, Anda akan merasa kurang puas. Hal ini tentu saja akan mengganggu hubungan Anda dan pasangan.

4. Muncul fantasi terus-menerus

Fantasi yang bermunculan tentu saja akan menjadi masalah di kehidupan sosial Anda. Jika Anda selalu terdistraksi saat ke mana pun Anda pergi dan saat melakukan rutinitas harian, maka menurut Drake, masturbasi yang Anda lakukan sudah menjadi permasalahan pada perilaku Anda.

5. Membuat Anda merasa malu dan bersalah

Perasaan bersalah mungkin akan muncul pada diri Anda, ketika Anda lebih suka melakukannya dengan cara masturbasi. Masih menurut Kerner, masturbasi mungkin lebih merupakan pelarian masalah kesehatan mental, seperti depresi dan kecemasan. Beberapa laki-laki mengalami permasalahan yang berat, seperti belum mendapatkan perkejaan, dan bingung memilih terlibat atau tidak dalam sebuah hubungan. Bahkan ada kasus laki-laki yang sudah menikah lebih suka melakukan masturbasi karena sebenarnya ia tidak dapat mengatasi ketertarikannya pada laki-laki. Apa pun masalahnya, setelah melakukan masturbasi, perasaan malu dan bersalah pun bisa muncul.

6. Kekurangan zinc dan nutrisi lainnya

Seringnya melakukan masturbasi dapat berisiko terhadap kurangnya zinc, selenium, vitamin B-kompleks. Cairan seksual perempuan dan laki-laki terbentuk dari zinc dan selenium. Kekurangan zat-zat tersebut tentu akan berdampak pada kesehatan tubuh.

Bagaimana solusinya jika saya tak bisa berhenti masturbasi?

Menurut Logan Levkoff, PhD, seksolog dan edukator seks, yang dikutip webMD, masalah utamanya bukan pada jumlah masturbasi yang Anda lakukan, namun pada dampak yang ditimbulkan pada kehidupan Anda. Jika masturbasi dilakukan setiap hari, namun Anda tetap mendapat hidup yang sehat dan memuaskan, maka mungkin itu masih baik untuk Anda. Namun, jika masturbasi dilakukan sekali sehari namun ini membuat Anda tak fokus dalam pekerjaan atau hubungan dengan pasangan, maka pertimbangkan untuk mengunjungi terapis seks atau berusaha mengubah kebiasaan ini.

Memang masih belum jelas tentang bagaimana masturbasi yang ‘normal’, belum lagi adanya pro dan kontra dari sisi norma-norma yang berlalu di masyarakat. Masih menurut Kerner, masturbasi sebenarnya hal yang sehat. Ketika seseorang tidak masturbasi, bisa juga dikaitkan dengan tanda-tanda kecemasan atau masalah kesehatan lain. Meskipun begitu, perlu diingat seringnya masturbasi dapat mengganggu kehidupan Anda.

BACA JUGA:

Ingin hidup lebih sehat dan bahagia?
Dapatkan update terbaru dari Hello Sehat seputar tips dan info kesehatan
Yang juga perlu Anda baca