home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Catat Baik-baik, Ini 7 Cara Terbaik Menjauhkan Anak dari Rokok

Catat Baik-baik, Ini 7 Cara Terbaik Menjauhkan Anak dari Rokok

Ketika masih kecil, Anda mungkin penasaran seperti apa rasanya merokok. Anak dan remaja memang punya rasa ingin tahu yang besar dan tak ragu mencoba-coba. Namun dari mencoba-coba, bisa jadi malah ketagihan merokok. Lalu bagaimana caranya mencegah anak merokok? Ingat, larangan merokok saja belum tentu mempan. Makin dilarang anak mungkin jadi makin penasaran. Lebih baik ikuti tujuh langkah cerdas berikut ini.

1. Anda sendiri tak boleh merokok

Anak belajar mengambil keputusan dan berperilaku lewat orangtuanya. Jadi berhentilah merokok kalau tidak mau anak mengikuti hal tersebut. Penelitian dari University of Washington membuktikan bahwa anak-anak dengan orang tua perokok punya kemungkinan besar mulai merokok di usia belia, yaitu 13 tahun. Percuma saja melarang anak merokok jika Anda sendiri belum lepas dari kebiasaan tersebut.

2. Selalu ingatkan anak sisi negatif merokok

Seperti halnya pendidikan seks bagi anak, pendidikan soal bahaya rokok harus dimulai sejak dini. Meskipun anak masih duduk di bangku taman kanak-kanak atau sekolah dasar, Anda harus terus mengingatkan anak apa saja dampak negatif merokok.

Misalnya Anda sekeluarga sedang berada di tempat umum dan ada orang yang merokok di dekat Anda. Beri tahu anak bahwa rokok merusak kesehatan, mengganggu orang lain, dan menghabiskan banyak uang. Supaya dampaknya bisa dibayangkan anak, beri contoh yang sederhana. Jelaskan bahwa harga sebungkus rokok sama dengan harga satu jilid komik kesukaannya.

3. Rutin berkomunikasi dengan anak

Mencegah anak merokok bukan berarti mengekang kebebasannya. Tak perlu melarang anak bergaul dengan teman sebaya yang orang tuanya perokok atau menonton film yang ada adegan merokoknya. Kuncinya justru membangun komunikasi dan kepercayaan antara Anda dengan anak.

Segala nasihat dan nilai yang ditanamkan akan terus melekat pada anak, meskipun teman sekelasnya merokok atau ia sering menonton film dengan adegan merokok. Hal ini akan sangat berguna kalau anak ditawari rokok waktu Anda tidak ada bersamanya. Mengekang anak malah akan membuatnya mencari kesempatan di belakang Anda.

4. Mengenal teman-teman anak

Selain berkomunikasi, mengenal langsung teman-teman anak bisa membantu Anda memantau pergaulannya. Ajak teman-teman si kecil main ke rumah supaya Anda bisa mengobrol juga dengan mereka. Dari situ Anda bisa menilai apakah ada kecenderungan anak mencoba rokok bersama teman-temannya.

Melihat dari luar saja memang tak bisa menjamin seratus persen anak-anak bebas dari rokok. Namun, paling tidak Anda tahu seperti apa teman bermain yang dipilih anak sehingga Anda bisa membantunya mengambil keputusan yang bijak.

5. Ajari anak untuk menolak ajakan merokok

Walaupun anak tidak menunjukkan kecenderungan merokok di usia dini, bekali dengan kemampuan menolak ajakan dari teman-temannya. Di bawah tekanan teman sebayanya, mengatakan “Tidak,” atau “Kata orangtuaku tak boleh,” saja tidaklah cukup. Ajari anak untuk mencari alasan kuat seperti, “Aku tidak suka bau rokok,” atau “Kakekku sakit karena merokok,”.

6. Meningkatkan kepercayaan diri anak

Anak dan remaja mungkin mulai merokok karena ingin merasa diterima oleh teman-temannya. Bisa juga karena merokok membuatnya merasa seperti orang dewasa. Ini berarti anak kurang kepercayaan diri. Maka, untuk mecegah anak merokok Anda harus meningkatkan kepercayan diri anak.

Anak harus tahu bahwa merokok bukan satu-satunya cara supaya diterima dalam pergaulan. Ia juga harus percaya diri bahwa ada orang dan teman lain yang mau menerima dirinya apa adanya. Anda juga bisa memercayakan tanggung jawab penting pada anak supaya ia merasa lebih dewasa, misalnya tidur di kamar sendiri.

7. Mendorong minat dan bakat anak

Banyak anak merokok karena merasa mendapatkan sesuatu, misalnya kepuasan atau sensasi rileks dari rokok. Ini berarti hidup anak kurang produktif dan bermakna baginya. Lebih baik dorong anak untuk menekuni minat dan bakatnya sehingga ia jauh dari pengaruh negatif rokok di usia dini.

Ajak anak untuk gabung ekstrakurikuler olahraga supaya lingkungan dan pergaulannya fokus pada kebugaran tubuh, bukan pada hal-hal yang merusak kesehatan. Menekuni aktivitas positif lain juga bisa membantu anak mencari pelepasan stres yang sehat selain merokok.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Teen smoking: 10 ways to keep teens smoke-free. http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/tween-and-teen-health/in-depth/teen-smoking/art-20047069 Diakses pada 2 Mei 2017.

Kids and Smoking. http://kidshealth.org/en/parents/smoking.html Diakses pada 2 Mei 2017.

Children whose parents smoked are twice as likely to begin smoking between ages 13 and 21 as offspring of nonsmokers. http://www.washington.edu/news/2005/09/28/children-whose-parents-smoked-are-twice-as-likely-to-begin-smoking-between-ages-13-and-21-as-offspring-of-nonsmokers/ Diakses pada 2 Mei 2017.


Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Irene Anindyaputri Diperbarui 25/03/2021
Ditinjau secara medis oleh dr Tania Savitri
x