Apa Pentingnya Memiliki Asuransi Penyakit Kritis?

Ini adalah artikel sponsor. Informasi selengkapnya mengenai Kebijakan Pengiklan dan Sponsor kami, silakan baca di sini.

Ditinjau secara medis oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 21/04/2020
Bagikan sekarang

Asuransi merupakan sebuah bentuk dari investasi yang dapat membantu Anda dalam upaya pencegahan maupun pengobatan ketika mengidap sebuah penyakit. Dari beberapa jenis asuransi, salah satunya adalah asuransi penyakit kritis atau berat yang mungkin belum semua orang ketahui.

Apa itu asuransi penyakit kritis?

Asuransi penyakit kritis masih berhubungan dengan kesehatan, tapi memiliki perbedaan polis dengan asuransi kesehatan umum. Asuransi ini dapat membantu Anda dalam masalah finansial saat merawat penyakit berat tertentu sesuai dengan yang tertera pada polis.

Perlu diingat, tidak semua kondisi kesehatan tertera pada polis dan terkadang penyedia jasa asuransi pun mencantumkan tingkatan penyakitnya. Oleh sebab itu, Anda perlu cermat dalam memilih asuransi yang sesuai dengan kondisi kesehatan.

Setiap perusahaan asuransi memiliki penawaran yang berbeda. Kali ini, terdapat asuransi yang dapat melindungi Anda dari lebih dari 60 jenis penyakit yang terdiri dari penyakit kritis mayor dan minor.

Siapa yang memerlukan jenis asuransi penyakit kritis?

Menurut dari data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 10 penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2018 adalah:

  • Stroke
  • Penyakit jantung
  • Diabetes
  • Sirosis (gangguan pada organ hati)
  • TBC
  • Penyakit paru obstruktif kronis
  • Kecelakaan darat
  • Penyakit diare
  • Penyakit ginjal kronis
  • Infeksi saluran pernapasan bawah

Dari data tersebut dapat terlihat, penyakit yang menyebabkan kematian sebagian besar merupakan penyakit kritis. Asuransi dapat memberikan tanggungan atau bantuan biaya pengobatan dan perawatan beberapa penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia tersebut.

Apa keuntungan dari asuransi penyakit kritis?

Asuransi ini dapat memberikan keuntungan atau manfaat yang kurang lebih sama seperti asuransi kesehatan. Namun, penyakit berat biasanya membutuhkan biaya yang lebih tinggi sehingga asuransi satu ini memiliki kelebihan dalam jumlah tanggungan.

Selain itu, asuransi ini dapat memberikan keuntungan lain seperti:

1. Memberikan ketenangan

Tidak ada yang bisa menebak apa yang akan terjadi di masa yang akan datang, Anda mungkin hanya bisa berencana saja. Untuk itu, asuransi berguna untuk membantu Anda lebih tenang menjalani kehidupan dengan menyediakan jasa untuk membantu ketika terjadi masalah, khususnya saat Anda mengidap penyakit berat atau kritis.

2. Sebagai investasi dan tabungan

Pada umumnya, jumlah uang yang telah dibayarkan akan dikembalikan pada akhir kontrak jika Anda tidak terdiagnosis atau mengidap penyakit kritis selama masa asuransi. Dengan kata lain, Anda mendapatkan reward atau ganjaran atas hidup sehat yang telah dijalani. Namun, jumlah uang yang dikembalikan tergantung pada perjanjian yang telah tertera pada polis.

3. Membantu mengatur keuangan

Pada dasarnya, asuransi merupakan jasa untuk membantu Anda mempersiapkan biaya dan sekaligus mengantisipasi kejadian tak terduga. Jadi Anda tidak perlu lagi menyisihkan pendapatan untuk biaya tak terduga karena telah membayarkan premi asuransi. Asuransi akan membantu menanggung segala biaya (tergantung polis).

4. Jaminan mendapatkan bantuan medis

Sebuah penelitian yang dilakukan di Cina menunjukan, asuransi penyakit kritis meningkatkan tingkat jaminan masyarakat dalam mendapat bantuan medis sampai batas tertentu. Batas yang dimaksud kemungkinan besar bergantung pada polis setiap perusahaan penyedia jasa asuransi.

Intinya, asuransi ini dapat membantu Anda mendapat tenaga dan bantuan medis yang baik sehingga meningkatkan kesempatan untuk pulih.

5. Mendapat santunan ketika meninggal dunia

Keuntungan yang terakhir ini mungkin cukup sulit untuk dibahas karena tidak ada orang yang ingin meninggal dunia. Namun, usia tidak ada yang dapat menebak dan suatu saat semua orang pasti mengalami hal ini. Meninggal dunia merupakan bagian dari kejadian yang ditanggung oleh beberapa penyedia asuransi.

Setiap orang memiliki kondisi dan situasi kehidupan yang berbeda. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk menggunakan asuransi penyakit kritis jika Anda memiliki risiko atau rentan mengidap penyakit tertentu atau ingin mendapatkan semua keuntungan dari asuransi jenis ini.

You are already subscribed to notifications.

Baca Juga:

Sumber

Do you need critical illness cover? (2015). Retrieved February 6, 2020, from Moneyadviceservice.org.uk website: https://www.moneyadviceservice.org.uk/en/articles/critical-illness-insurance-do-you-need-it

Ihsan, D. (2019, March 12). Daftar Asuransi yang Khusus Melindungi Penyakit Kritis, Ini Daftarnya. Retrieved February 6, 2020, from Lifepal Blog website: https://lifepal.co.id/blog/asuransi-penyakit-kritis/

Institute for Health Metrics and Evaluation. (2015, September 9). Indonesia. Retrieved February 6, 2020,from Institute for Health Metrics and Evaluation website: http://www.healthdata.org/indonesia

U.S. Department of Health & Human Services. (2019). CDC Global Health - Indonesia. Retrieved February 6, 2020, from: https://www.cdc.gov/globalhealth/countries/indonesia/default.htm

Fang, P., Pan, Z., Zhang, X., Bai, X., Gong, Y., & Yin, X. (2018). The effect of critical illness insurance in China. Medicine97(27), e11362. https://doi.org/10.1097/md.0000000000011362 Retrieved February 6, 2020, from: https://www.researchgate.net/publication/326183482_The_effect_of_critical_illness_insurance_in_China

Cermati.com. (2015, September). Retrieved February 6, 2020, from Cermati.com website: https://www.cermati.com/artikel/manfaat-asuransi-secara-umum-dan-khusus

Yang juga perlu Anda baca

Bagaimana Caranya Berobat Ke Luar Negeri Pakai Asuransi Kesehatan?

Sekarang ini beragam asuransi telah mempermudah akses nasabahnya untuk berobat ke luar negeri menggunakan asuransi kesehatan. Caranya bagaimana, ya?

Ditinjau secara medis oleh: Hello Sehat Medical Review Team
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Asuransi, Hidup Sehat 06/09/2018

Panduan Lengkap untuk Melakukan Klaim Asuransi Kesehatan

Sebagai nasabah asuransi kesehatan, Anda berhak untuk mengajukan klaim penggantian biaya. Lantas, bagaimana cara untuk klaim asuransi kesehatan?

Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Asuransi, Hidup Sehat 04/09/2018

3 Risiko yang Harus Anda Tanggung Jika Telat Membayar Premi Asuransi

Sebagai pengguna asuransi, Anda harus mematuhi kewajiban membayar premi atau iuran tepat waktu. Jika telat bayar premi, siap-siap menanggung risiko ini.

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Asuransi, Hidup Sehat 04/09/2018

Cara Mengajukan Double Claim dari Asuransi yang Berbeda

Double claim tidak berarti Anda lantas mendapat ganti rugi dua kali lipat. Namun, fasilitas klaim asuransi ini tetap bisa menguntungkan Anda, lho!

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Asuransi, Hidup Sehat 03/09/2018

Direkomendasikan untuk Anda

Mulai Resolusi Keuangan dengan Melakukan 5 Hal Berikut Ini

Mulai Resolusi Keuangan dengan Melakukan 5 Hal Berikut Ini

Ditinjau secara medis oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 31/01/2020
Takut Terpapar Penyakit Saat Liburan? Yuk, Siapkan 3 Hal Ini Sebelum Berwisata

Takut Terpapar Penyakit Saat Liburan? Yuk, Siapkan 3 Hal Ini Sebelum Berwisata

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 26/09/2019
5 Hal yang Perlu Calon Ibu Persiapkan Jika Ingin Melahirkan di Luar Negeri

5 Hal yang Perlu Calon Ibu Persiapkan Jika Ingin Melahirkan di Luar Negeri

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 04/09/2019
5 Alasan Klaim Asuransi Kesehatan Anda Ditolak Perusahaan

5 Alasan Klaim Asuransi Kesehatan Anda Ditolak Perusahaan

Ditinjau secara medis oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 06/09/2018