home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Panduan Lengkap Menggunakan BPJS Kesehatan untuk Berobat

Panduan Lengkap Menggunakan BPJS Kesehatan untuk Berobat

Seluruh masyarakat Indonesia wajib terdaftar sebagai anggota BPJS Kesehatan. Program pemerintah ini memudahkan masyarakat untuk mengakses fasilitas kesehatan. Meski demikian, nyatanya tidak semua orang paham betul mengenai cara menggunakan BPJS yang benar. Namun Anda tak perlu khawatir, sebab semua informasi tersebut sudah kami rangkum melalui ulasan berikut ini.

Apa saja fasilitas yang bisa didapatkan dari BPJS Kesehatan?

pasien DBD harus rawat inap

Setelah Anda terdaftar menjadi anggota BPJS, Anda berhak mendapatkan pengobatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS. Ada lima jenis pelayanan kesehatan yang bisa Anda dapatkan, di antaranya:

  1. Pelayanan kesehatan pertama, yaitu Rawat Jalan Tingkat Pertama (RJTP) dan Rawat Inap Tingkat Pertama (RITP)
  2. Pelayanan kesehatan rujukan tingkat lanjutan, yaitu Rawat Jalan Tingkat Lanjutan (RJTL) dan Rawat Inap Tingkat Lanjutan (RITL)
  3. Fasilitas persalinan untuk ibu melahirkan
  4. Pelayanan gawat darurat dengan menggunakan fasilitas IGD
  5. Pelayanan ambulans bagi pasien rujukan

Bagaimana cara menggunakan BPJS Kesehatan yang benar?

Untuk mendapatkan hak-hak sebagai peserta BPJS Kesehatan, Anda tentu juga harus mematuhi kewajiban untuk membayar iuran setiap bulan.

Selain membayar iuran BPJS tepat waktu, kewajiban lainnya yang harus Anda lakukan adalah mematuhi prosedur atau tata cara menggunakan BPJS Kesehatan, seperti dilansir dari web BPJS Kesehatan. Jika hak dan kewajiban ini dilakukan dengan seimbang, maka proses pengobatan Anda dijamin akan berjalan lancar tanpa hambatan.

Sebetulnya, cara menggunakan BPJS Kesehatan umumnya sama untuk setiap jenis pelayanan kesehatan. Hanya saja, hal ini tergantung dari kebutuhan pengobatan Anda, apakah hanya ingin berobat biasa (rawat jalan), mengajukan rawat inap, persalinan, dan sebagainya.

Secara umum, cara menggunakan BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut:

1. Mendatangi Puskesmas setempat

dokter kandungan yang bagus

Ketika Anda sakit dan ingin berobat menggunakan kartu BPJS, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah berobat ke FASKES 1 (Fasilitas Kesehatan Tingkat 1).

FASKES 1 itu sendiri bisa berupa Puskesmas, klinik, dokter umum, atau rumah sakit tipe D. Biasanya, FASKES 1 Anda telah tertera pada kartu BPJS milik Anda pribadi.

Tidak hanya untuk berobat biasa, ibu hamil juga bisa memanfaatkan BPJS Kesehatan untuk bersalin. Proses persalinan tersebut dapat dilakukan di FASKES 1 maupun tingkat lanjutan, tergantung kondisi kesehatan ibu hamil itu sendiri.

2. Kalau harus ke rumah sakit, minta surat rujukan

pergi ke dokter kandungan

Jika kondisi kesehatan Anda masih bisa ditangani dan diobati di FASKES 1, maka Anda tidak perlu lagi pergi ke rumah sakit. Namun, bila kondisi Anda memerlukan penanganan lebih lanjut, Anda akan langsung dirujuk ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS.

Sebelum pergi ke rumah sakit, pastikan Anda sudah mengantongi surat rujuk dari dokter. Sebab jika tidak, Anda akan dianggap menjalani pengobatan dengan biaya sendiri alias tanpa menggunakan BPJS. Alhasil, proses pengobatan jadi terhambat dan tidak sesuai dengan harapan.

3. Pasien gawat darurat tidak perlu surat rujuk

triase gawat darurat

Bila mengalami kondisi darurat, Anda bisa langsung pergi ke rumah sakit tanpa memerlukan surat rujukan. Maksud darurat itu sendiri adalah kondisi genting yang dapat menyebabkan keparahan, kecacatan, atau bahkan kematian.

Jika rumah sakit terdekat tidak menanggung BPJS, Anda tak perlu repot-repot mencari rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Pasalnya, Anda tetap berhak mendapatkan pelayanan kesehatan di rumah sakit mana pun yang paling dekat dengan rumah Anda.

Hal ini bertujuan untuk menyelamatkan nyawa pasien secepat mungkin. Begitu kondisi kesehatan pasien sudah lebih stabil, maka pasien baru boleh dipindahkan ke rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS.

Meski demikian, ada beberapa kriteria gawat darurat tertentu yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Contohnya penyakit jantung, sesak napas, luka bakar, cedera berat, dan sebagainya.

4. Minta bantuan ambulans jika diperlukan

Sumber: panduanbpjs.com

Pelayanan ambulans merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang bisa Anda dapatkan jika terdaftar dengan BPJS. Pelayanan ini hanya diberikan khusus untuk pasien yang mendapatkan rujukan untuk berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit yang lainnya, tentunya dengan alasan medis.

Contohnya, pasien kanker yang menjalani terapi paliatif di rumah sakit A harus dirujuk ke rumah sakit lain untuk dirawat inap. Nah, pasien ini boleh menggunakan ambulans untuk membantunya sampai ke rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk menjaga kondisi pasien tetap stabil supaya nyawa pasien bisa diselamatkan.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/0455038740193d957326594ea0d87b5e.pdf. Diakses pada 24 Juli 2018.

Buku Seputar BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/arsip/view/66. Diakses pada 24 Juli 2018.

Panduan Layanan Bagi Peserta BPJS Kesehatan. https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/arsip/view/5. Diakses pada 24 Juli 2018.

Hak dan Kewajiban BPJS Kesehatan. http://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/index.php/pages/detail/2017/27. Diakses pada 24 Juli 2018.


Foto Penulis
Ditulis oleh Adelia Marista Safitri pada 18/08/2018
x