4 Manfaat Memelihara Tanaman di Rumah Bagi Kesehatan

Oleh

Sebagian besar tanaman rumah dipelihara sebagai hiasan, tanpa banyak yang tahu bahwa memelihara tanaman di rumah juga memiliki manfaat bagi kesehatan. Pada dasarnya, tumbuhan adalah penghasil oksigen, begitu pun tanaman rumah yang ukurannya relatif kecil. Beberapa jenis tanaman rumah juga berfungsi menjaga kualitas udara di sekitar rumah.

1. Adanya tanaman di rumah membantu kita bernapas

Manusia bernapas dengan menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida, namun tumbuhan dengan proses fotosintesis melakukan yang sebaliknya. Hal ini menjadi keuntungan utama dari memelihara tanaman di sekitar atau di dalam rumah.

Namun, perlu diingat bahwa tanaman memerlukan pencahayaan dari sinar matahari yang cukup untuk memaksimalkan proses fotosintesis. Proses fotosintesis ini berhenti saat malam hari di mana hampir semua tanaman mulai menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Maka akan berbahaya jika kita tertidur di sekitar tanaman saat malam hari, kecuali beberapa tanaman khusus seperti anggrek, tanaman sejenis kaktus (succulent), dan tanaman epifit lainnya tetap menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen saat malam hari. Oleh karena itu, menyimpan jenis tanaman tersebut di dalam ruangan akan tetap aman dan dapat menghasilkan oksigen meskipun saat malam hari.

2. Tanaman dapat membersihkan udara rumah

Polutan dapat tersebar di mana-mana terutama di ruang terbuka, dan tidak menutup kemungkinan jika polutan udara dapat masuk ke dalam rumah. Selain adanya polutan, penurunan kualitas udara di dalam rumah juga dapat disebabkan zat kimia lainnya dari peralatan rumah tangga. Penelitian oleh NASA menunjukkan bahwa  tanaman dapat membersihkan udara di dalam ruangan dengan menangkap berbagai partikel polutan di udara. Hal ini juga didukung oleh penelitian lanjutan yang menemukan bahwa tanaman dapat mengurangi kadar gas ozon yan dikeluarkan oleh alat elektronik rumah tangga dan kantor.

Salah satu yang menurunkan kualitas udara di dalam rumah adalah kontaminan volatile organic compounds (VOC) yang dilepaskan oleh peralatan rumah tangga seperti plastik bahan pembersih, bahan bangunan, dan cat. VOC tidak menimbulkan gejala keracunan dalam jangka waktu pendek namun dapat memicu terjadinya penyakit asma dan kanker dalam waktu yang lama. Salah satu penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kadar VOC yang signifikan antara ruangan tanpa tanaman dan dengan tanaman, sebesar 933 dan 249 μg/m. Hal ini menunjukkan bahwa tanaman dapat meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan.

Berdasarkan penelitian, tersebut jenis tanaman yang dipilih sebagai pembersih udara di dalam ruangan diantaranya adalah tanaman Spider Plant, Sirih Gading, dan Lidah Mertua. Tanaman tersebut dipilih karena perawatannya mudah untuk diletakkan di dalam rumah. Untuk membersihkan udara di ruangan terbuka, cobalah tanaman seperti Azalea, Peace Lily, dan tanaman rambat English Ivy. NASA juga menganjurkan menempatkan tanaman pembersih udara dalam ruangan setiap 30 meter persegi di sekitar rumah.

3. Mengurangi risiko gangguan saluran penapasan

Gangguan saluran pernapasan erat kaitannya dengan kualitas udara, salah satunya dengan jumlah partikel debu di udara. Terjadinya gangguan saluran pernapasan diawali dengan masuknya kuman bersama dengan partikel debu yang menyebabkan infeksi atau memicu terjadinya asma. Hal ini mudah terjadi pada lingkungan dengan kelembapan yang rendah. Tanaman yang disimpan di dalam rumah juga dapat mengurangi partikel debu dengan cara meningkatkan kelembapan udara, melalui penguapan air dari akar atau tanah yang tersimpan pada pot tanaman.

Salah satu penelitian telah membuktikan bahwa dengan adanya tanaman gantung, ini dapat mengurangi kadar debu di dalam ruangan hingga 30% dalam waktu sekitar tiga bulan. Tanaman sendiri, pada umumnya, menyumbang kadar air pada lapisan udara hingga 10%.

4. Tanaman dapat memperbaiki kondisi psikologis seseorang

Berada di taman atau ruangan yang memiliki tanaman akan lebih menenangkan pikiran dan dapat memperbaiki mood. Menurut American Horticultural Therapy Association (AHTA), terdapat beberapa manfaat  dari memelihara tanaman di rumah terhadap kondisi psikologis dan kognitif seseorang, di antaranya:

  • Meningkatkan rasa kepercayaan diri
  • Mengurangi stress dan kecemasan
  • Merasakan kebugaran
  • Membantu menenangkan pikiran dan membuat optimisme
  • Meningkatkan konsentrasi dan fokus
  • Meningkatkan kemampuan mengingat

Hal ini didukung oleh suatu hasil penelitian yang menunjukkan adanya efek peningkatan mood dan performa bekerja saat seseorang bekerja di ruangan yang dihiasi tanaman, dibandingkan dengan individu yang bekerja di ruangan yang tidak memiliki tanaman. Manfaat kegiatan berkebun juga meningkatkan kesehatan sosial dengan cara mendorong seseorang untuk bekerja sama dan bersosialisasi dengan orang lain.

BACA JUGA:

Sumber
Yang juga perlu Anda baca