Tak Hanya Nikmat, Ini 5 Manfaat Teh Rosella untuk Kesehatan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 September 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Apakah Anda pernah minum teh rosella? Teh rosella tak hanya nikmat diminum hangat-hangat. Teh yang satu ini ternyata memiliki banyak sekali manfaat untuk kesehatan yang mungkin tak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Berikut manfaat teh rosella yang sayang jika dilewatkan.

Manfaat teh rosella untuk kesehatan

minum teh saat hamil

1. Menurunkan tekanan darah

Beberapa penelitian menemukan fakta bahwa teh herbal yang satu ini mampu menurunkan tekanan darah. Penelitian di tahun 2010 yang diterbitkan di Journal of Nutrition menemukan fakta bahwa minum teh rosella membantu menurunkan tekanan darah pada orang yang berisiko hipertensi.

Dengan begitu, teh rosella bisa menjadi salah satu cara yang aman dan alami untuk membantu menurunkan tekanan darah. Namun, perlu diingat bahwa teh herbal yang satu ini juga bisa bereaksi negatif terhadap obat.

Oleh sebab itu, teh ini tidak dianjurkan diminum oleh orang yang mengonsumsi obat hydrochlorothiazide, sejenis diuretik yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi.

2. Menurunkan kadar lemak

Selain menurunkan tekanan darah, teh rosella juga bisa membantu menurunkan kadar lemak darah. Tingginya lemak darah di dalam tubuh menjadi salah satu pemicu penyakit jantung.

Dalam penelitian yang dilakukan pada 60 pengidap diabetes ditemukan fakta bahwa orang yang minum teh rosella mengalami peningkatan kadar kolesterol baik, penurunan kadar kolesterol total, kolesterol jahat, dan trigliserida.

Meski tidak semua penelitian serupa memiliki simpulan yang sama, sebagian besarnya menunjukkan bahwa rosella mampu menurunkan kadar lemak. Untuk itu, tak ada salahnya menyeduh teh rosella sesekali agar tubuh terhindar dari risiko penyakit jantung.

3. Membantu melawan infeksi bakteri

Beberapa penelitian membuktikan fakta bahwa ekstrak rosella ternyata mampu menghambat berbagai aktivitas bakteri E. coli di dalam tubuh. Bakteri yang satu ini biasanya menjadi penyebab berbagai masalah seperti kram, kembung, dan diare.

Bahkan, penelitian lain juga menunjukkan fakta bahwa ekstrak rosella mampu melawan delapan jenis bakteri di dalam tubuh. Selain itu, ekstrak rosella juga memiliki efektivitas yang sama dengan obat yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri. Akan tetapi, berbagai penelitian ini dilakukan pada hewan dan masih perlu dibuktikan keampuhannya pada manusia.

4. Membantu menurunkan berat badan

Senyawa di dalam rosella ternyata bisa menurunkan berat badan sehingga mencegah Anda terkena obesitas. Penelitian yang dilakukan pada 36 peserta dengan berat badan berlebih ini menemukan fakta bahwa ekstrak rosella mampu mengurangi berat badan, lemak tubuh, indeks massa tubuh, dan rasio pinggul.

Namun, rosella mampu memberikan efek yang cukup berarti karena menggunakan dosis yang terkonsentrasi. Oleh sebab itu, butuh penelitian lebih lanjut untuk mengetahui apakah teh rosella memang bisa menjadi alternatif minuman alami untuk menurunkan berat badan.

5. Melawan radikal bebas

Teh rosella kaya akan antioksidan yang cukup kuat. Antioksidan merupakan molekul pelawan radikal bebas yang biasanya merusak sel-sel tubuh yang sehat.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus misalnya, menemukan bukti bahwa ekstrak rosella meningkatkan jumlah enzim antioksidan sehingga mengurangi efek berbahaya akibat radikal bebas hingga 92 persen. Penelitian lainnya yang juga dilakukan pada tikus menunjukkan bukti serupa bahwa tanaman rosella, terutama daunnya, memiliki sifat antioksidan yang cukup kuat.

Melihat manfaat teh rosella yang beragam, Anda bisa mulai mencoba rutin minum teh yang satu ini untuk membantu menjaga kesehatan secara keseluruhan. Namun, tetap konsultasikan dengan dokter sebelum meminumnya. Apalagi jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Makan Telur Mentah, Sehat atau Malah Berbahaya?

Telur mentah bisa ditemukan dalam berbagai minuman dan masakan. Tapi ternyata ada banyak risiko makan telur mentah, apalagi untuk orang-orang tertentu.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Fakta Gizi, Nutrisi 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Olahraga Kardio vs Angkat Beban: Mana yang Lebih Cepat Turunkan Berat Badan?

Olahraga adalah cara mendapatkan berat badan ideal yang paling efektif. Namun dari semua jenis, mana yang lebih manjur: olahraga kardio atau angkat beban?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Olahraga Kardio, Kebugaran 11 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Infeksi Staphylococcus aureus

Pengertian infeksi Staphylococcus aureusInfeksi Staphylococcus aureus adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureu. Bakteri ini merupakan salah satu jenis dari genus Staphylococcus, tapi yang ...

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 8 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Mengenal Bakteremia, Ketika Bakteri Hidup di dalam Darah

Bakteremia merupakan kondisi medis yang menggambarkan adanya bakteri di dalam darah. Jika tidak diobati, kondisi ini dapat berujung fatal.

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Infeksi Bakteri 8 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

strategi menahan lapar

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
diet alpukat

Mengenal Diet Alpukat, Betulkah Bermanfaat untuk Turun Berat Badan?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
pilihan beras untuk menurunkan berat badan

Beras Merah vs Beras Shirataki, Mana yang Efektif untuk Diet?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
panduan diet sehat untuk menurunkan berat badan, cara diet sehat, menu diet sehat, makanan diet sehat, diet sehat alami

Cara Diet Turun Berat Badan yang Aman Tanpa Bahayakan Kesehatan

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 14 Januari 2021 . Waktu baca 14 menit