home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Teh Madu, Lebih Sehatkah Daripada Teh Gula Biasa?

Teh Madu, Lebih Sehatkah Daripada Teh Gula Biasa?

Teh manis merupakan minuman favorit sejuta umat. Salah satu teh manis yang menjadi favorit banyak orang yaitu teh madu. Selain rasanya yang lezat, teh madu juga disebut-sebut bisa membantu meringankan gejala flu.

Manfaat minum teh madu

madu bisa basi

Madu merupakan cairan manis yang dihasilkan oleh lebah dari nektar bunga. Kandungan utama madu yaitu air dan gula alami yang juga terkandung dalam gula pasir biasa, yaitu glukosa dan fruktosa.

Namun jika digali lebih dalam lagi, madu diperkaya oleh sejumlah nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Mulai dari vitamin B, vitamin C, asam amino, sederet enzim, mineral seperti magnesium dan kalium, hingga antioksidan flavonoid.

Bila dicampur dengan air putih hangat atau menjadi pemanis pada teh biasa, racikan madu bisa memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan tubuh.

1. Bantu mengatasi masalah tenggorokan

Batuk-batuk yang Anda alami terkadang bisa menyiksa dan mengganggu aktivitas. Sebagai pertolongan pertama, teh madu bisa menjadi solusi untuk mengurangi frekuensinya, terutama bagi Anda yang khawatir akan efek samping obat.

Bahkan, sebuah penelitian yang terbit pada 2010 pernah menunjukkan bahwa madu lebih efektif mengatasi batuk serta memperbaiki kualitas tidur dibandingkan bila Anda mengonsumsi obat seperti dekstrometorfan dan diphenhydramine.

Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi Anda yang ingin sembuh tapi tidak ingin terkena efek samping obat-obatan.

2. Bantu menjaga tekanan darah

Tekanan darah tinggi dapat berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan. Maka itu, penting untuk selalu menjaga tekanan darah Anda pada angka normal. Salah satu siasat yang bisa Anda lakukan yakni mengganti gula pada teh Anda dengan madu.

Sebabnya, madu tinggi antioksidan, seperti asam fenolik dan flavonoid. Komponen ini dapat membantu menjaga atau bahkan menurunkan tekanan darah Anda.

Antioksidan pada kandungannya bekerja dengan menurunkan kemungkinan penggumpalan darah dalam pembuluh darah serta membantu melebarkan pembuluh darah arteri dan vena yang nantinya akan melancarkan aliran darah.

3. Bantu meringankan nyeri menstruasi

Menurut jurnal yang terbit dalam jurnal Archives Gynecology Obstetrics, madu bisa menghasilkan efek yang sama dengan obat asam mefenamat yang berfungsi untuk meredakan kram.

Asam mefenamat sendiri dapat menimbulkan efek samping seperti masalah pencernaan, pusing, dan rasa kantuk pada sebagian orang. Sedangkan, madu biasanya cenderung aman dan tidak menimbulkan efek samping yang berarti.

Cobalah untuk menyeduh satu sampai dua sendok madu dengan secangkir air hangat atau ditambah jenis teh lain dan minum ketika Anda mulai merasakan nyeri pada perut saat haid.

4. Bantu menjaga gula darah

Sebenarnya tidak ada perbedaan dampak yang signifikan bila mengganti gula menjadi madu, sebab keduanya sama-sama mengandung glukosa dan tetap bisa berisiko meningkatkan kadar gula darah.

Namun, madu merupakan sumber karbohidrat kompleks yang tidak mudah dipecah oleh tubuh sehingga tidak menaikkan gula darah secepat gula pasir biasa.

Artinya, madu dapat menyediakan energi yang lebih tahan lama daripada gula pasir. Angka indeks glikemik madu pun umumnya hanya berada antara 45 – 64. Tetaplah konsumsi dengan bijak bila Anda sedang ingin mengendalikan kadar gula darah.

Jika ingin memaniskan teh pakai madu, pilihlah madu mentah yang berwarna agak gelap dan teksturnya lebih kental. Madu mentah umumnya mengandung lebih banyak nutrisi, enzim, dan antioksidan yang bisa menguntungkan tubuh.

Lebih sehat mana, teh dengan madu atau teh dengan gula biasa?

Baik madu dan gula tetap sama-sama sumber karbohidrat. Dalam batas normal, asupan karbohidrat yang mencukupi tidaklah berbahaya. Yang jadi masalah yaitu ketika dikonsumsi secara berlebihan.

Keduanya sama-sama tinggi kalori. Mengonsumsi karbohidrat dan kalori terlalu banyak dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko masalah kesehatan seperti berat badan berlebih, kadar gula darah tinggi, hingga risiko terkena berbagai penyakit.

Apa pun jenis pemanis teh Anda, Kementerian Kesehatan lewat lembar pedoman Angka Kebutuhan Gizi-nya telah menetapkan batas maksimum asupan gula untuk setiap orang Indonesia adalah 50 gram gula atau setara dengan 5 – 9 sendok teh per hari.

Untuk total kalori dari makanan dan minuman, AKG Kemenkes membatasi wanita dewasa usia 16 – 30 tahun yaitu sekitar 2.250 kalori per hari, sementara pria dewasa dengan rentang umur sama membutuhkan sekitar 2.625 – 2.725 kalori per hari.

Oleh karena itu, baik minum teh manis pakai madu atau pun gula biasa Anda tetap perlu bijak menyesuaikan porsi takarannya agar tidak melebihi batas yang telah ditentukan. Dengan begitu, Anda bisa menjaga kesehatan dengan lebih baik.

health-tool-icon

Kalkulator Kebutuhan Kalori

Gunakan kalkulator ini untuk menentukan berapa kebutuhan kalori harian Anda berdasarkan tinggi, berat badan, usia, dan aktivitas sehari-hari.

Laki-laki

Wanita

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Amiri Farahani, Ë. L., Hasanpoor-Azghdy, S. B., Kasraei, H., & Heidari, T. (2017). Comparison of the effect of honey and mefenamic acid on the severity of pain in women with primary dysmenorrhea. Archives of gynecology and obstetrics, 296(2), 277–283. Retrieved 19 April 2021.

Diabetes foods: Can I Subtitute Honey For Sugar? (2019). Mayo Clinic. Retrieved 19 April 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/expert-answers/diabetes/faq-20058487

Khalil, M. I., & Sulaiman, S. A. (2010). The potential role of honey and its polyphenols in preventing heart diseases: a review. African journal of traditional, complementary, and alternative medicines : AJTCAM, 7(4), 315–321.  Retrieved 19 April 2021.

Shadkam, M. N., Mozaffari-Khosravi, H., & Mozayan, M. R. (2010). A comparison of the effect of honey, dextromethorphan, and diphenhydramine on nightly cough and sleep quality in children and their parents. Journal of alternative and complementary medicine (New York, N.Y.), 16(7), 787–793. Retrieved 19 April 2021.

Foto Penulis
Ditulis oleh Widya Citra Andini pada 2 minggu lalu
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
x