Kanker Lidah Stadium 4

Kanker Lidah Stadium 4

Kanker lidah bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu. Sayangnya, sering kali pasien kanker lidah baru terdiagnosis ketika sudah memasuki stadium 4.

Lantas, apa yang terjadi ketika seseorang terkena kanker lidah stadium 4 dan bagaimana cara penyembuhan yang tepat?

Apa itu kanker lidah stadium 4?

cara mencegah kanker lidah

Kanker lidah stadium 4 adalah kondisi ketika sel kanker sudah menyebar ke beberapa tempat. Pada tahap ini, stadium kanker sudah lanjut dan tumor telah bermetastasis (menyebar).

Pada stadium awal kanker lidah, sel kanker masih belum menyebar sama sekali. Ukuran tumor pada tahap ini juga cenderung kecil, kurang dari 2 cm.

Begitu memasuki stadium 4, sel kanker biasanya telah menyebar ke jaringan sekitar dan bagian tubuh yang lain. Kanker bisa menyebar ke kelenjar getah bening, paru-paru, hati, dan tulang.

Kanker lidah stadium 4 dibedakan menjadi tiga kategori berdasarkan sejauh mana kanker telah menyebar.

Dilansir dari laman Cancer Research UK, berikut pembagian kategori kanker lidah stadium lanjut.

1. Kanker lidah stadium 4a

Pada fase ini, sel kanker telah tumbuh lebih jauh di area mulut dan sekitarnya. Sel kanker mungkin juga telah menyebar ke salah satu atau beberapa kelenjar getah bening di leher dengan benjolan sekitar 3–6 cm.

2. Kanker lidah stadium 4b

Pada stadium 4b, kanker telah menyebar cukup luas sampai ke bagian belakang rahang, pangkal tengkorak, dan area leher yang mengelilingi arteri karotis.

Ukuran kanker pada tahap ini sudah mencapai lebih dari 6 cm.

3. Kanker lidah stadium 4c

Ini merupakan stadium paling parah dari kanker lidah. Kanker lidah stadium 4c berarti sel kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti paru-paru dan tulang.

Ciri-ciri kanker lidah stadium 4

Gejala kanker lidah pada stadium awal yakni kemunculan bercak putih atau kemerahan. Ini bisa ditemukan pada lidah, gusi, hingga amandel.

Kondisi ini akan semakin memburuk seiring stadium kanker yang semakin tinggi. Begitu mencapai stadium 4, berikut gejala yang akan muncul.

  • Adanya benjolan lebih dari 3 cm di leher.
  • Kesulitan untuk menelan dan berbicara.
  • Perubahan suara saat berbicara.
  • Rasa sakit pada telinga.
  • Tenggorokan terasa penuh dan sakit.
  • Penurunan berat badan yang drastis.

Tanda-tanda kanker lidah stadium 4 tiap orang mungkin berbeda, termasuk yang tidak tertulis di atas. Jika Anda merasakan gejalanya, segera periksakan ke dokter.

Penyebab kanker lidah stadium 4

Kanker lidah terjadi karena adanya mutasi genetik pada jaringan lidah. Mutasi genetik tersebut menyebabkan pertumbuhan sel abnormal tak terkendali yang kemudian membentuk sel kanker.

Penyebab mutasi genetik itu sendiri sampai sekarang belum diketahui secara pasti. Namun, berikut beberapa kondisi yang membuat seseorang lebih berpotensi terkena kanker lidah.

  • Merokok atau mengonsumi tembakau.
  • Konsumsi alkohol berlebih.
  • Human papillomavirus (HPV) yang terbawa melalui hubungan seksual dengan mulut.
  • Kesehatan gigi dan mulut yang tidak terjaga.

Sementara itu, penyebaran sel kanker hingga mencapai stadium 4 juga disebabkan oleh penanganan yang kurang tepat atau deteksi kanker yang terlambat.

Oleh karena itu, penting untuk mengetahui gejala kanker lidah pada stadium awal sehingga penyebaran sel kanker dapat dicegah.

Diagnosis kanker lidah stadium 4

Selain dengan melihat ciri-ciri yang muncul, dokter Anda akan memastikan ada-tidaknya sel kanker lidah dengan diagnosis secara medis.

Berikut beberapa metode yang kerap digunakan untuk mendiagnosis kanker lidah.

1. Pemeriksaan pencitraan

Pemeriksaan awal yang biasa dilakukan untuk kanker lidah ialah pencitraan dengan rontgen atau X-ray.

Tes pencitraan lainnya juga dapat dilakukan dengan MRI, CT scan, PET scan, dan endoskopi.

2. Uji biopsi

Tes ini dilakukan jika ditemukan adanya gejala kanker lidah. Uji biopsi dilakukan dengan memeriksa sampel jaringan yang diambil dari mulut.

Pengambilan jaringan ini juga bisa dilakukan dengan mengusap jaringan yang menunjukkan gejala kanker.

Pengobatan kanker lidah stadium 4

perawatan tubuh pasien kanker

Selain operasi, berikut pilihan pengobatan kanker lidah stadium 4 yang perlu Anda ketahui.

1. Kemoterapi

Kemoterapi merupakan pengobatan kanker melalui pemberian sejumlah obat-obatan dengan dosis tinggi. Obat ini akan menghentikan atau membunuh sel kanker yang ada pada lidah.

Pemberian obat dapat dilakukan lewat suntikan/infus maupun diminum langsung lewat mulut.

Seperti perawatan medis lainnya, kemoterapi juga berpotensi memberikan efek samping. Berikut beberapa di antaranya.

  • Rambut rontok.
  • Mual dan muntah.
  • Badan lemas, lesu, dan tidak bertenaga.
  • Nafsu makan menurun sehingga berat badan turun secara drastis.

Kabar baiknya, kebanyakan efek samping kemoterapi akan hilang setelah pasien selesai melakukan pengobatan.

2. Terapi radiasi

Hampir setengah dari pasien kanker disarankan untuk melakukan terapi radiasi dalam pengobatannya.

Terapi radiasi atau radioterapi ini dilakukan dengan memanfaatkan gelombang energi tinggi seperti sinar-X, proton, gamma, dan elektron.

Paparan gelombang tinggi akan merusak DNA yang mengatur pembelahan diri sel kanker. Pertumbuhan sel kanker pun akan terhenti atau bahkan mati.

Dibanding kemoterapi, pengobatan satu ini dinilai lebih minim efek samping. Pasalnya, radioterapi dapat menurunkan jumlah sel kanker tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya.

3. Terapi target

Sama dengan kemoterapi, terapi target untuk mengobati kanker dilakukan melalui obat-obatan. Bedanya, terapi target tidak memengaruhi jaringan sehat di sekitar sel kanker.

Salah satu obat yang biasanya digunakan untuk terapi target yaitu cetuximab. Terapi ini bisa dilakukan secara tunggal atau digabungkan dengan pengobatan kanker lainnya.

Perawatan rumahan untuk kanker lidah stadium 4

merawat pasien kanker payudara

Selain perawatan medis, penting pula bagi pasien kanker lidah stadium 4 untuk menerapkan pola hidup sehat dan melakukan perawatan rumahan sebagai berikut.

1. Makan makanan bergizi

Menjaga pola makan bertujuan untuk menguatkan stamina tubuh yang sering melemah setelah pengobatan.

Selain memperbanyak makanan yang kaya akan serat, protein, lemak sehat, dan karbohidrat, pasien kanker juga harus menghindari:

  • makanan kemasan yang tinggi garam, gula, dan lemak,
  • makanan olahan yang dibuat dengan perasa buatan dan bahan pengawet, serta
  • gorengan berlemak yang dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.

2. Meditasi

Pasien kanker lidah stadium 4 sangat rentan mengalami depresi selama pengobatan. Itu sebabnya, kesehatan mental pasien juga perlu diperhatikan.

Salah satu cara menjaga kesehatan mental dan mengatasi depresi ialah dengan rutin meditasi.

Meditasi dapat membuat pikiran pasien lebih tenang dan bahagia. Dengan begitu, pasien akan lebih nyaman saat menjalani pengobatan.

3. Konseling ke psikolog

Selain meditasi, konseling ke psikolog juga dapat membantu mengurangi tekanan yang dialami pasien saat pengobatan kanker.

Seorang psikolog sudah terlatih dan berpengalaman untuk benar-benar mendengarkan kliennya. Mereka telah dibekali kemampuan untuk membantu Anda menggali akar masalah.

Angka harapan hidup pasien kanker lidah stadium 4

Mengutip laman American Cancer Society, peluang keberlangsungan hidup pasien kanker lidah stadium akhir selama 5 tahun setelah didiagnosis adalah 41 persen.

Artinya, sebanyak 41 dari 100 orang yang terkena kanker lidah stadium 4 bisa bertahan selama lima tahun setelah didiagnosis.

Penting dipahami bahwa angka ini bukan patokan seberapa lama pasien bisa bertahan hidup, melainkan seberapa besar kemungkinan pengobatan kanker berhasil.

Angka harapan hidup pasien kanker lidah stadium 4 berbeda-beda. Pasalnya, angka ini dipengaruhi oleh banyak faktor seperti, kondisi kesehatan secara umum, jaringan yang terpengaruh, hingga metode pengobatan.

Semua tentang kanker lidah stadium 4

  • Terjadi ketika sel kanker sudah menyebar ke bagian lain.
  • Terbagi menjadi stadium 4a, 4b, dan 4c.
  • Angka harapan hidup berada pada kisaran 41% setelah lima tahun didiagnosis.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.

General Practitioner · Medicine Sans Frontières (MSF)


Ditulis oleh Hillary Sekar Pawestri · Tanggal diperbarui 05/12/2022

Iklan
Iklan
Iklan
Iklan