Penyebab Gigi Mati yang Perlu Anda Waspadai, Apakah Bisa Diobati?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Kondisi gigi yang mati biasanya tidak menimbulkan rasa sakit bagi penderitanya. Hanya saja, Anda mungkin akan menyadari adanya perubahan warna pada gigi yang terdampak. 

Rutin memeriksakan gigi Anda ke dokter dapat mencegah dan mendeteksi dini penyakit gigi yang umum ditemui ini. Selain itu melakukan perawatan gigi, misalnya dengan menyikat gigi dengan benar, menggunakan obat kumur, serta menghindari berbagai faktor risiko bisa jadi langkah pencegahan yang tepat.

Kemudian apa itu gigi mati, penyebab, gejala, dan bagaimana cara mengatasinya? Untuk selengkapnya, bisa Anda simak ulasan berikut ini.

Apa itu gigi mati?

Struktur gigi terdiri atas tiga lapisan, yaitu enamel, dentin, dan pulpa. Enamel adalah bagian terluar gigi yang bersifat keras, memberi perlindungan, dan tidak sensitif terhadap rasa sakit. 

Sementara dentin adalah bagian struktur pembangun gigi utama yang berada di bawah enamel dan bersifat sensitif. Kemudian pada bagian pulpa gigi yang terlindung oleh dentin, ada pembuluh darah dan saraf yang terdapat di bagian tengah struktur gigi. 

Gigi mati adalah suatu keadaan di mana saraf pulpa gigi sudah dalam keadaan mati. Selain itu kondisi gigi ini dikenal juga sebagai gigi busuk ini sudah tidak lagi mengalirkan darah di dalamnya. Setelah proses ini terjadi, secara umum gigi mati akan rontok dengan sendirinya.

Walaupun jarang menimbulkan rasa sakit yang serius pada beberapa penderita, namun Anda perlu hati-hati dengan masalah kesehatan gigi ini. Hal ini dikarenakan gigi mati bisa berbahaya dan menyebabkan infeksi serta mempengaruhi area mulut lainnya.

Kenali ciri-ciri gigi mati

Terkadang Anda akan sulit untuk mendeteksi ciri-ciri gigi busuk atau mati hanya dengan melihatnya sekilas saja. Hanya dokter gigi yang bisa mendiagnosisnya dengan melakukan pemeriksaan gigi rutin enam bulan sekali.

Apalagi biasanya pasien tidak merasakan sakit pada gigi. Rasa sakit pada gigi dalam kondisi sudah mati baru akan muncul pada beberapa kasus, misalnya terjadi infeksi.

Setidaknya ada dua gejala gigi mati yang bisa membantu Anda dalam mengidentifikasi kondisi masalah kesehatan gigi yang satu ini, di antaranya terjadi perubahan warna dan rasa sakit akibat timbulnya infeksi.

1. Gigi berubah warna

Jika gigi sudah mati, biasanya akan terjadi perubahan warna yang menjadi lebih gelap, misalnya berubah menjadi gigi kuning, abu-abu, hingga hitam. Perubahan warna gigi terjadi karena sel darah merah pada gigi juga ikut mati. Hal ini merupakan efek yang mirip ketika tubuh Anda mengalami memar.

Perubahan warna pada gigi akan mengalami peningkatan dari warna kuning menjadi gigi berwarna hitam bila tidak segera ditangani oleh dokter gigi. Terlebih apabila Anda tidak melakukan perawatan gigi dengan rutin dan semestinya.

2. Gigi terasa sakit

Penyebab gigi busuk dan mati lainnya adalah timbulnya rasa sakit, di mana tingkatannya tergolong bervariasi. Rasa sakit yang dialami pun bukan berasal dari dalam gigi, melainkan berasal dari ujung saraf yang sangat sensitif di sekitar bagian luar gigi, yaitu pada bagian membran periodontal.

Bakteri dan sisa-sisa saraf yang mati akan terkumpul di rongga pulpa dalam gigi sehingga memberi tekanan pada membran periodontal. Hal inilah yang menjadi penyebab rasa sakit muncul pada gigi mati.

Jika hal ini disertai pula dengan infeksi, maka kemungkinan juga akan berkembang menjadi kantung nanah (abses gigi) dan menimbulkan gejala lain, seperti:

  • Nyeri di sekitar area abses gigi
  • Gigi sensitif
  • Rasa tidak nyaman di mulut
  • Bau busuk
  • Gusi bengkak
  • Gigi membusuk
  • Tidak enak badan
  • Kesulitan menelan
  • Bengkak pada area wajah dan pipi

Berbagai penyebab gigi mati

Secara garis besar ada dua penyebab utama yang berkaitan dengan masalah gigi mati, di antaranya oleh kerusakan gigi akibat perawatan yang tidak sesuai dan trauma gigi dikarenakan cedera maupun kecelakaan.

1. Kerusakan gigi

Penyebab pertama dari matinya gigi Anda adalah terjadinya kerusakan pada gigi. Kerusakan yang terjadi pada gigi dapat menyebabkan peluruhan gigi hingga menyebabkan gigi berlubang (karies) dikarenakan pola perawatan gigi yang kurang baik dan benar.

Peluruhan terjadi dimulai pada lapisan terluar gigi atau enamel dan seiring waktu bisa menembus ke lapisan yang lebih dalam. Jika gigi berlubang ini tidak diobati, maka lubang akan menciptakan jalur bagi bakteri untuk menggerogoti hingga bagian pulpa gigi.

Pulpa yang sehat memiliki respon terhadap peradangan yang terjadi akibat bakteri. Proses ini yang bisa membuat Anda merasakan sakit gigi yang cukup mengganggu. Pulpa dan sel darah putih akan menahan infeksi yang disebabkan oleh bakteri. 

Selanjutnya pulpa dan sel darah putih yang memerangi bakteri ini dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan di dalam rongga gigi. Hal inilah yang kemudian akan memotong suplai darah dan membunuh pulpa.

2. Trauma gigi

Kemudian penyebab kedua dari gigi mati adalah adanya trauma. Trauma gigi bisa terjadi akibat cedera olahraga, terjatuh, atau terpukul yang dialami di sekitar area wajah serta mulut.

Cedera dan kecelakaan inilah yang bisa menyebabkan pembuluh darah pecah dan suplai darah ke gigi menjadi terputus. Akibatnya, saraf dan jaringan hidup di dalam pulpa akan mati dikarenakan tidak mendapat suplai darah.

Bukan hanya cedera dan kecelakaan saja, melainkan kebiasaan menggertakkan gigi secara bertahap yang sering Anda lakukan juga bisa mengakibatkan trauma. Hal ini pun meningkatkan risiko terjadinya matinya gigi pada Anda.

Apakah gigi mati bisa diobati dan bagaimana cara mengobatinya?

gigi mati

Gigi mati sangat penting untuk segera ditangani secepatnya. Terlebih jika disertai dengan infeksi dan tidak segera diobati, bakteri bisa tumbuh dan berpindah ke akar gigi serta mulai menyerang bagian lain, seperti tulang rahang dan gigi lainnya.

Apabila gigi yang mati tidak menyebabkan rasa sakit dan gejala seperti perubahan warna, dokter gigi dapat melakukan diagnosis dengan bantuan sinar X (rontgen).

Terdapat dua pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah gigi ini, yaitu cabut gigi dan perawatan saluran akar kanal pada gigi. Dokter akan menyarankan pengobatan mana yang lebih baik untuk gigi pasien, biasanya pengobatan akan dipilih sesuai dengan kondisi gigi.

1. Melakukan pencabutan gigi

Jika penyebab dari gigi mati membuat kerusakan maksimal dan tidak bisa diobati, hal yang perlu Anda lakukan adalah melakukan proses cabut gigi. Dokter gigi pun dapat merekomendasikan untuk mencabut gigi apabila sudah tidak bisa diperbaiki.

Prosedur ini sangat sederhana, relatif ekonomis, dan tidak menimbulkan rasa sakit serta perawatan lanjutan.Gigi yang dicabut dapat diganti dengan implan gigi untuk menggantikan jaringan tulang pada gigi yang hilang atau dengan gigi palsu.

2. Perawatan saluran akar

Pengobatan melalui metode perawatan saluran akar biasanya direkomendasikan terlebih dahulu bila penyebab gigi mati tidak terlalu parah dan gigi masih dalam keadaan baik. 

Dilansir melalui Oral Health Foundation, perawatan saluran akar gigi atau endodontik ini bertujuan untuk membersihkan semua infeksi dari gigi dan akar gigi. Kemudian menambal rongga gigi untuk mencegah infeksi lanjutan di masa mendatang.

Perawatan saluran akar mungkin akan memakan proses yang panjang, sehingga pasien harus melakukan kunjungan ke dokter gigi sebanyak dua kali atau lebih.

Gigi mati yang masih dalam kondisi bagus dan tidak perlu dicabut akan dibersihkan terlebih dulu dari pulpa gigi yang telah terinfeksi dan kantung nanah (abses gigi) yang masih tersisa. 

Setelahnya saluran akar gigi dibersihkan dan selanjutnya rongga ini akan diberikan tambalan sementara, sebelum akhirnya dilakukan tambal gigi permanen sehingga bentuk dan warna gigi kembali menyerupai kondisi gigi sebelumnya.

Metode perawatan saluran akar gigi tidak menimbulkan rasa sakit, dikarenakan dalam prosesnya dokter gigi akan memberikan anestesi lokal. Efek samping yang ditimbulkan hanya berupa rasa tidak nyaman di mulut yang akan berangsur menghilang.

Metode perawatan alami untuk mencegah gigi mati

Berbagi metode di bawah ini bukanlah cara mengobati gigi busuk secara alami, melainkan langkah pencegahan untuk menghindari risikonya di kemudian hari. Untuk mencegah terjadinya gigi mati, maka beberapa kebiasaan yang perlu Anda lakukan, di antaranya:

  • Berkumur terlebih dahulu sebelum menyikat gigi.
  • Gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride (zat yang dapat memperkuat gigi).
  • Menyikat gigi dengan teknik yang benar dan jangan terlalu keras sehingga melukai gusi.
  • Menyikat gigi dapat rutin dilakukan 2 kali sehari, pagi dan malam hari setelah makan.
  • Hindari penyebab gigi berlubang, seperti kurangi konsumsi makanan dan minum yang manis.
  • Hindari membuka kemasan yang cukup keras dengan gigi.
  • Rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter.
  • Menggunakan pelindung mulut (mouth guard) saat berolahraga untuk mencegah terjadinya trauma gigi.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

Produk skincare antiaging fungsinya adalah mencegah penuaan dini. Namun, kalau baru pakai antiaging di usia 50 tahun ke atas, apa hasilnya akan sama?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Lansia, Gizi Lansia 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

3 Manfaat yang Bisa Didapat dari Minum Kopi Sebelum Olahraga

Suka olahraga di pagi hari dan harus minum kopi dulu biar segar? Penelitian membuktikan kalau minum kopi sebelum olahraga ternyata baik buat tubuh, lho!

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Gizi Olahraga, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

memotong kuku

Kuku Pendek vs Kuku Panjang: Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
olahraga malam hari

4 Jenis Olahraga yang Aman Dilakukan di Malam Hari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
sakit kepala setelah makan

Sakit Kepala Setelah Makan? Ini 4 Hal yang Bisa Jadi Penyebabnya

Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit