Gigi Kuning

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 31 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu gigi kuning?

Gigi kuning adalah salah satu masalah gigi dan mulut yang sering dikeluhkan orang.

Warna gigi akan cenderung menguning dan kusam seiring bertambahnya usia, tapi kemunculannya bisa dipercepat oleh banyak faktor. Mulai dari kebiasaan sehari-hari seperti minum kopi hingga riwayat penyakit tertentu.

Selain tampak kusam, gigi yang menguning juga mengganggu penampilan. Anda mungkin jadi enggan untuk tersenyum lebar atau berbincang dengan orang sekitar.

Tanda & Gejala

Apa saja tanda dan gejala gigi kuning?

Tanda dan gejala gigi kuning sangat mudah diamati. Perubahan warna dapat terjadi pada satu gigi saja, beberapa gigi sekaligus, atau keseluruhan deret gigi di atas dan bawah.

Rona warna kuningnya pun bisa berbeda antar tiap gigi dan setiap orang. Gigi Anda mungkin dapat berwarna putih kekuningan, kuning pekat, hingga coklat kehitaman.

Biasanya gigi yang menguning disertai juga dengan gangguan mulut lain, seperti bau mulut, karies, atau gigi berlubang.

Kapan harus ke dokter?

Gigi kuning bukan merupakan masalah medis yang serius. Meski begitu, perubahan warna pada gigi sering kali bisa jadi tanda utama Anda mengalami gangguan gigi dan mulut.

Maka itu, jangan sepelekan kondisi ini. Bila tidak ditangani dengan tepat kondisi ini bisa memicu kerusakan gigi yang parah.

Pada prinsipnya segera berkonsultasi ke dokter ketika Anda mengalami:

  • Sakit gigi yang parah dan tajam
  • Gigi sensitif
  • Gigi mudah berdarah
  • Bau mulut yang tidak sedap
  • Gigi tanggal tanpa sebab yang jelas

Penyebab

Apa penyebab gigi kuning?

Warna asli gigi manusia bukanlah putih cemerlang seperti susu atau porselain.

Warna gigi yang alami cenderung putih kekuningan dan agak tembus pandang. Warna putih kekuningan ini berasal dari lapisan enamel, yaitu lapisan terluar gigi yang keras dan kuat.

Sayangnya, lapisan enamel ini dapat terkikis dan rontok ketika Anda menyikat gigi terlalu keras, sering makan makanan asam, dan lain sebagainya.

Ketika lapisan enamel terkikis, lapisan dentin yang akan terekspos dengan lingkungan luar. Dentin sendiri merupakan lapisan tengah setelah enamel yang berwarna kuning.

Dentin yang terekspos inilah yang membuat gigi Anda menjadi berwarna kekuningan.

Faktor Risiko

Apa saja faktor risiko dari gigi kuning?

Didukung oleh pernyataan Harold Katz, DDS, dokter gigi sekaligus pendiri California Breath Clinics pada Prevention yang menjelaskan bahwa selain faktor genetik dan penyakit tertentu, gigi kuning bisa disebabkan oleh kebiasaan sehari-hari Anda yang mengikis enamel.

Oleh karenanya banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan gigi Anda berwarna kekuningan. Berikut di antaranya:

1. Jarang menyikat gigi

Penumpukan plak merupakan akar dari segala masalah yang menyerang gigi dan mulut.

Bila Anda jarang menyikat gigi dan flossing, gigi Anda akan semakin tampak kusam karena plak tidak kunjung dibersihkan.

2. Makanan dan minuman tertentu

Sering minum kopi, teh, dan minuman lain yang mengandung kafein dapat menyebabkan gigi Anda menguning.

Kandungan kafein yang tinggi dalam kopi, teh, dan minuman energi dapat mengikis enamel gigi jika dikonsumsi berlebihan (2-3 kali sehari) dan secara terus menerus. 

Sementara minuman lainnya seperti soda pada minuman berkarbonasi mengandung asam yang juga memberikan efek sama pada gigi seperti kopi dan teh.

Dosis tinggi kafein dapat memunculkan noda pada lapisan enamel. Di samping itu, minuman yang mengandung kafein juga cenderung memiliki sifat asam. Paparan asam dalam waktu lama dapat merusak gigi dan menyebabkan gigi berubah warna.

Mengonsumsi makanan dan minuman yang mengandung pewarna buatan dan tinggi gula juga dapat menyebabkan hal yang serupa.

Oleh karena itu mengurangi konsumsi teh, kopi, dan soda merupakan bagian penting dalam perawatan kesehatan gigi.

3. Menyikat gigi terlalu keras

Banyak orang sering menyikat gigi terlalu keras karena menganggap cara ini akan membuat gigi menjadi lebih bersih.

Padahal, menyikat gigi terlalu keras justru dapat merusak lapisan enamel sehingga mengekspos lapisan dentin yang berwarna kuning. 

Hal tersebut karena tekanan dalam menyikat gigi akan merusak dan mengikis lapisan enamel yang tipis dan mengekspos lapisan dentin, sehingga gigi menguning.

4. Merokok

Merokok adalah salah satu kebiasaan penyebab gigi kuning yang paling umum. Racun dalam rokok seperti tartar dan nikotin ternyata juga memengaruhi warna gigi Anda. Efek ini pun bisa langsung terlihat dalam waktu yang sangat singkat.

Perokok berat bahkan bisa memiliki warna gigi yang kecoklatan bahkan hitam setelah bertahun-tahun merokok. Prinsipnya, semakin lama dan banyak Anda mengisap rokok maka gigi Anda akan semakin pekat.

Banyak yang kini beralih ke rokok vape atau rokok elektronik. Mereka yang beralih beranggapan bahwa rokok vape akan lebih aman dan tidak menyebabkan gigi kuning.

Nyatanya, rokok vape tetap memiliki kandungan zat nikotin dari tembakau yang sama halnya terkandung di rokok kretek biasa.

Merokok, baik vape maupun rokok tembakau, juga dipastikan bisa mengubah warna gigi menjadi kuning lewat penelitian yang dimuat dalam jurnal BMC Public Health. Penelitian ini melibatkan sampel sebanyak 6.000 orang dewasa di Inggris. 

Hasilnya, 28 persen perokok melaporkan mengalami perubahan warna gigi sampai 15 persen lebih cepat dan warnanya lebih kuning daripada yang tidak merokok.

5. Terlalu sering menggunakan obat kumur

Obat kumur memang efektif untuk membersihkan mulut dari sisa makanan yang menyelip di sela gigi dan sekaligus menyegarkan napas. Sayangnya, banyak obat kumur yang dijual di pasaran memiliki kadar asam yang tinggi.

Bila digunakan terlalu sering dalam jumlah yang banyak, mulut akan menjadi kering dan akhirnya merusak email gigi.

Padahal air liur berperan untuk menjaga kelembapan mulut, mengurangi tingkat keasaman, melumpuhkan bakteri jahat, dan mencegah noda yang menempel pada enamel.

Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu kepada dokter untuk mendapatkan saran mengenai obat kumur yang sesuai dengan kondisi gigi Anda dan batas penggunaan obat kumur tersebut. Sebab penggunaan obat kumur terlalu sering juga dikaitkan dengan penyakit diabetes.

6. Penuaan

Seiring bertambahnya usia, lapisan enamel yang melindungi gigi perlahan terkikis dan memudar. Akibatnya, lapisan dentin yang berwarna kekuningan akan terlihat.

Warna kuning dapat semakin pekat bila Anda mengalami sejumlah masalah gigi lain, seperti karies, gigi berlubang, dan lain sebagainya.

7. Obat-obatan tertentu

Tanpa disadari, obat-obatan yang Anda minum sehari-sehari juga bisa menyebabkan gigi Anda berubah warna. Sejumlah obat yang paling sering menyebabkan perubahan warna pada gigi di antaranya:

  • Antibiotik tetrasiklin dan doksisiklin
  • Glibenclamide
  • Obat kumur chlorhexidine
  • Obat antihistamin tertentu
  • Obat antipsikotik
  • Obat untuk penyakit darah tinggi

8. Riwayat medis tertentu

Beberapa penyakit yang mempengaruhi lapisan enamel dan dentin juga dapat menyebabkan noda pada gigi. Bahkan pengobatan untuk kondisi tertentu juga dapat menyebabkan hal serupa, misalnya saja radiasi di leher dan kemoterapi.

Infeksi yang dialami ibu hamil juga dapat berimbas pada perkembangan enamel janin nantinya. Gangguan pada enamel ini memungkinkan anak punya gigi yang lebih kuning dibanding pada umumnya.

Diagnosis & Pengobatan

Bagaimana cara mendiagnosis gigi kuning?

Gigi kuning dapat didiagnosis dengan pemeriksaan fisik oleh dokter gigi. Dokter gigi akan meminta Anda untuk membuka mulut untuk beberapa waktu. Kemudian dokter akan membandingkan warna gigi asli Anda dengan gigi peraga.

Selama pemeriksaan, dokter mungkin akan menanyakan seputar riwayat kesehatan dan cara Anda dalam merawat gigi. Dokter mungkin juga akan menanyakan semua obat yang sedang Anda konsumsi belakangan ini.

Beri tahu kepada dokter tentang obat apa pun yang sedang Anda minum. Entah itu obat suplemen, vitamin, obat resep, hingga obat herbal. Bila diperlukan, dokter dapat melakukan rontgen gigi dan pemeriksaan lainnya untuk memastikan diagnosis.

Apa saja pengobatan gigi kuning?

Noda di gigi kuning dapat disamarkan dengan sejumlah perawatan medis. Berikut pilihan cara menghilangkan gigi kuning atau memutihkan gigi di dokter gigi yang bisa Anda coba.

Pengobatan Rumahan

Apa saja pengobatan rumahan untuk mengatasi gigi kuning?

Berikut cara rumahan yang dapat membantu mengatasi gigi kuning.

  • Rutin menyikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi yang mengandung fluoride
  • Menyikat gigi pelan-pelan pakai sikat gigi yang berbulu halus dan lembut
  • Menyikat gigi dengan baking soda dan larutan jus lemon serta air putih
  • Scrub gigi dengan garam
  • Menghindari makanan dan minuman yang asam dan berkafein tinggi
  • Minum pakai sedotan
  • Berhenti merokok
  • Periksa ke dokter gigi secara rutin setidaknya 6 bulan sekali

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Bisa Sakit Kepala Setelah Cabut Gigi?

Apakah Anda mengalami sakit kepala setelah cabut gigi? Mungkin dua alasan ini penyebabnya. Bagaimana mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 25 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Usia Berapa Gigi Lansia Akan Mulai Ompong?

Orang tua lebih rentan mengalami gigi ompong. Lantas, pada usia berapa gigi lansia akan mulai ompong dan bagaimana cara mencegah kondisi ini?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Oral, Gigi dan Mulut 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit

Kenali Beberapa Penyakit yang Ditandai oleh Bau Mulut

Apa Anda tahun bau mulut bisa muncul akibat penyakit dalam? Yuk, cari tahu apa saja gangguan kesehatannya dan bagaimana hal ini bisa terjadi.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
akibat bau mulut
Gigi dan Mulut 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia, Kunci Senyum Indah di Hari Tua

Seiring bertambahnya usia, kesehatan mulut dan gigi jadi sangat rentan. Karena itu, simak panduan merawat gigi dan mulut bagi lansia berikut ini.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Andisa Shabrina
Kesehatan Lansia, Perawatan Lansia 11 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

lidah gatal

7 Kondisi Penyebab Lidah Anda Terasa Gatal, dari Masalah Ringan Hingga Serius

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 8 menit
antibiotik untuk sakit gigi

6 Pilihan Obat Antibiotik untuk Mengatasi Sakit Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 7 menit
setelah cabut gigi

7 Makanan dan Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Setelah Cabut Gigi

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 8 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
jenis tambal gigi

4 Jenis Tambalan Gigi dan Prosedur Pemasangannya di Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit