Perawatan Setelah Cabut Gigi, Ini Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Anda Lakukan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 4 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Bagikan sekarang

Jika dokter gigi menyarankan Anda untuk melakukan prosedur cabut gigi, jangan panik terlebih dulu. Ketika gigi yang rusak mulai mengganggu kesehatan mulut, mematuhi anjuran dokter dan mengikuti  perawatan setelah cabut gigi bisa menjadi keputusan terbaik yang memengaruhi kesehatan gigi dan mulut Anda di masa mendatang.

Dalam kebanyakan kasus, rasa sakit setelah cabut gigi yang Anda alami bisa pulih dalam beberapa hari. Tapi Anda tetap perlu bermain aman dan mengikuti semua petunjuk perawatan, termasuk anjuran dan pantangan setelah cabut gigi agar dapat sembuh total dan mencegah terjadinya komplikasi.

Kemudian, apa saja hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama melakukan perawatan setelah cabut gigi? Kira-kira berapa lama proses penyembuhannya? Yuk, simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Pantangan setelah cabut gigi

Anda mungkin akan merasa lebih baik setelah mencabut gigi yang rusak. Namun, jangan lupa untuk memerhatikan beberapa hal setelah cabut gigi. Sebab, ada beberapa hal yang tidak boleh Anda lakukan setelah mencabut gigi. 

Berikut beberapa pantangan setelah cabut gigi agar proses pemulihan berjalan dengan baik.

  • Jangan berkumur dalam 24 jam setelah cabut gigi, meludah dengan kencang, atau mencolek/menyentuh area bekas cabut gigi dengan lidah dan objek lainnya.
  • Hindari minuman keras atau alkohol dalam 24 jam setelah cabut gigi. Alkohol dapat memicu terjadinya perdarahan dan menunda penyembuhan.
  • Hindari makanan dan minuman panas atau pedas sampai sensasi kebas mereda. Anda tidak dapat merasakan sakit saat sedang mati rasa dan dapat membakar mulut Anda.
  • Hindari penggunaan sedotan saat minum. Dikutip dari Mayo Clinic, gerakan menyeruput yang menekan sisi dalam mulut dapat memecahkan bekuan darah sehingga menyebabkan kondisi bernama dry socket (alveolar osteitis) yang cukup menyakitkan.
  • Jangan menggigit pipi, secara sengaja atau tidak.
  • Jangan mendengus atau buang ingus. Tekanan dapat menggeser atau memecahkan bekuan darah. Jika Anda sedang pilek atau alergi, gunakan obat yang tepat untuk mengobatinya.
  • Hindari merokok dalam 24 jam atau beberapa hari setelah cabut gigi. Merokok dapat meningkatkan tekanan darah yang meningkatkan risiko perdarahan, sehingga memperlambat proses pemulihan. Gerakan mengisap rokok juga bisa mengempiskan gumpalan darah.
  • Hindari olahraga selama 3-4 hari setelah cabut gigi. Olahraga setelah operasi dan aktivitas fisik berat lainnya dapat meningkatkan perdarahan, pembengkakan, dan sensasi tidak nyaman.

Kegiatan yang harus Anda lakukan setelah cabut gigi adalah duduk dan beristirahat. Tapi, usahakan jangan berbaring telentang. Sangga kepala dengan bantal untuk menghindari perdarahan.

sikat gigi saat puasa

Anjuran setelah cabut gigi

Prosedur cabut gigi bukan hanya berhenti setelah Anda keluar dari ruang praktik. Ada beberapa perawatan setelah cabut gigi yang perlu Anda lakukan di rumah untuk membantu proses pemulihan lebih cepat, sehingga Anda bisa beraktivitas normal seperti semula.

Berikut beberapa anjuran yang perlu Anda lakukan saat kembali ke rumah setelah menjalani prosedur cabut gigi.

  • Minum obat penghilang rasa sakit, misalnya ibuprofen, paracetamol atau obat kombinasi yang mengandung codeine serta hindari penggunaan aspirin. Minum obat segera setelah cabut gigi, jangan menunggu hingga rasa sakit muncul terlebih dulu. Jika Anda diresepkan antibiotik, habiskan seluruh dosisnya sesuai petunjuk.
  • Untuk membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak, tempelkan kompres dingin atau es di sisi pipi yang sakit selama 10-20 menit. 
  • Ganti kain kasa sebelum digenangi oleh darah, meski perdarahan setelah cabut gigi seharusnya tidak terlalu parah. Jika ada genangan darah, itu berarti gumpalan kain kasa Anda hanya menyempil di antara gigi, bukannya menekan daerah luka bedah. Coba atur ulang posisi kain kasa.
  • Jika perdarahan berlanjut atau mulai lagi, duduk tegak atau bersandar dengan menyangga kepala, setop aktivitas fisik, kompres es atau gigit kain kasa selama 1 jam atau kantong teh basah selama 30 menit. Asam tannic dalam daun teh membantu mempercepat pembekuan darah.
  • Setelah 24 jam, Anda boleh berkumur terutama tiap habis makan. Kumur mulut Anda dengan lembut menggunakan larutan air garam (1 sdt garam dan 1 cangkir air hangat) beberapa kali sehari untuk mengurangi pembengkakan dan rasa sakit. Hindari berkumur terlalu keras, hal ini dapat melonggarkan bekuan darah dan menunda penyembuhan.
  • Setelah cabut gigi, Anda boleh menyikat gigi dengan perlahan. Hati-hati untuk tidak mengempiskan gumpalan darah saat menyikat dekat lokasi cabut gigi selama 3-4 hari ke depan. Sebaiknya gunakan jenis sikat gigi dengan bulu lembut, basahi terlebih dulu dengan air hangat agar bulu sikat gigi lebih lembut.
  • Makan hanya makanan/minuman lunak dan suam-suam kuku selama satu-dua hari ke depan. Misalnya puding, sup, yogurt, milkshake buah, smoothie, kentang tumbuk, dan lainnya. Suplemen vitamin C juga dapat membantu pemulihan. 
  • Tanyakan dokter gigi Anda apabila ia menyediakan gel chlorine dioxide. Gel ini adalah terapi penyembuh terbaik untuk perawatan setelah cabut gigi.

Berapa lama proses penyembuhan setelah cabut gigi?

Dikutip dari National Health Service, proses penyembuhan setelah cabut gigi berlangsung paling lama hingga dua minggu. Selama pemulihan, Anda mungkin akan merasakan gusi bengkak, nyeri, rahang kaku, dan rasa tidak nyaman di mulut, terutama di sekitar area bekas cabut gigi. Efek samping cabut gigi ini terbilang cukup wajar. 

Namun perlu diperhatikan apabila timbul tanda dan gejala yang membuat Anda merasa tidak nyaman, di antaranya:

  • Muncul tanda-tanda infeksi, seperti meriang dan demam
  • Mual dan muntah
  • Gusi bengkak, kemerahan, dan pendarahan berlebih di sekitar bekas cabut gigi
  • Batuk, kesulitan bernapas, dan nyeri dada

Jika Anda mengalami kondisi di atas setelah mengikuti prosedur cabut gigi, sebaiknya segera berkunjung dan konsultasikan pada dokter Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Penyakit Hepatitis

Penyakit hepatitis adalah salah satu ancaman kesehatan utama di dunia. Ketahuai apa saja penyebab, gejala, dan pengobatannya pada artikel berikut.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Kesehatan Pencernaan, Penyakit Hati (Liver) 6 Januari 2021 . Waktu baca 13 menit

Mulai Kapan Gigi Susu Anak Copot? Apakah Pasti Akan Copot Semua?

Gigi susu anak mulai tumbuh di usia 8-12 bulan. Gigi-gigi kecil ini kemudian akan digantikan oleh 32 buah gigi permanen. Mulai kapan gigi susu copot?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Gigi Anak, Gigi dan Mulut, Hidup Sehat 6 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit

Dry Socket

DefinisiApa itu dry socket? Dry socket adalah kondisi yang menyebabkan rasa sakit yang kadang terjadi setelah pencabutan gigi. Kondisi ini terjadi saat gumpalan darah yang terbentuk pada soket terlepas, sehingga ...

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Penyakit Gusi dan Mulut, Gigi dan Mulut 5 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

Untuk Apa Rutin Melakukan Scaling Gigi? Ketahui Prosedur dan Manfaatnya

Scaling gigi adalah perawatan untuk membersihkan karang gigi. Selain itu, scaling juga memiliki manfaat lainnya. Apa sajakah manfaat scaling gigi?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Perawatan Gigi, Gigi dan Mulut 4 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

gigi anak hitam

6 Hal Ini Bisa Sebabkan Gigi Anak Berwarna Hitam, Bagaimana Cara Mencegahnya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Memahami Tumbuh Kembang Gigi dan Rahang Anak

7 Trik Membujuk Anak Agar Tak Takut ke Dokter Gigi

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 12 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
bagaimana cara menghilangkan stres

9 Makanan yang Membantu Menghilangkan Stres

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 7 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
jenis hepatitis adalah

2 Jenis Hepatitis Berdasarkan Penyebabnya, Apa Saja?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 6 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit