Kaki Diabetik, Salah Satu Komplikasi Diabetes yang Bisa Berujung Amputasi

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 28 September 2020 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Diabetes melitus atau kencing manis adalah penyakit kronis yang dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak diobati. Nah, salah satu risiko komplikasi yang paling umum terjadi adalah luka pada kaki pengidap diabetes disebut kaki diabetik. Cari tahu lebih dalam mengenai komplikasi diabetes pada kaki di ulasan berikut ini.

Penyebab masalah kaki pada penderita diabetes

Kaki diabetik adalah komplikasi pada kaki penderita diabetes akibat kadar gula darah tinggi (hiperglikemia) yang tidak terkontrol.

Saat kadar gula darah terlalu tinggi, Anda berisiko mengalami kerusakan saraf. Menurut National Institute of Diabetes, ketika kerusakan saraf (neuropati diabetik) terjadi, penderita diabetes tidak bisa merasakan sakit atau sensasi ganjil ketika kaki mengalami luka.

Itulah yang kemudian menyebabkan penderita diabetes tak menyadari adanya luka pada kaki sampai akhirnya membuat luka semakin parah karena tak dirawat.

Di saat bersamaan, pembuluh darah di kaki yang rusak tidak dapat mengalirkan darah kaya nutrisi dan oksigen dengan lancar. Padahal, aliran darah kaya oksigen dan nutrisi sangat penting untuk proses penyembuhan luka. Hal ini diperparah dengan daya tahan tubuh yang lemah sehingga infeksi semakin menjadi.

Tanpa aliran darah yang baik, luka diabetes pada kaki sulit sembuh atau bahkan mungkin tidak bisa sembuh sama sekali. Lambat laun, luka pada kaki akan berubah menjadi borok yang berisiko terinfeksi dan akhirnya mengalami kematian jaringan (gangren).

Kondisi kaki diabetik yang semakin parah dapat menyebabkan kecacatan kaki permanen. Pada kebanyakan kasus, infeksi parah harus ditangani dengan amputasi kaki untuk memutus penyebaran infeksi ke area tubuh lainnya.

Selain itu, mereka yang mengalami kaki diabetes juga mudah mengalami kesemutan dan kesulitan menggerakkan kaki akibat kerusakan saraf kaki.

Bentuk-bentuk gangguan kaki diabetik

mengobati kaki kapalan

Kaki diabetik ditandai dengan kematian jaringan pada kaki karena berbagai faktor, termasuk infeksi dan adanya luka pada kaki. Berikut beberapa gangguan kaki yang mungkin dialami penderita diabetes menurut American Diabetes Association.

1. Infeksi jamur

Infeksi jamur pada kulit kaki penderita diabetes biasanya disebabkan oleh Candida albicans. Jamur ini biasanya menyerang bagian kulit yang lembap, kurang sirkulasi udara, dan tidak terkena sinar matahari.

Gangguan kaki pada penderita diabetes yang mengalami ini menyebabkan gatal dan bercak merah di permukaan kaki. Infeksi yang umum terjadi adalah athlete’s foot  atau dikenal dengan kutu air.

2. Borok

Borok (ulserasi) adalah bentuk luka terbuka pada kaki akibat kaki diabetik. Kondisi ini akan butuh waktu yang sangat lama sampai akhirnya luka tertutup kembali. 

Borok bisa menjadi gerbang bagi kuman dari luar yang kemudian menginfeksi kaki apabila tidak ditangani sedini mungkin.

3. Hammertoes

Hammertoes adalah masalah yang menyebabkan jari-jemari kaki tampak menekuk ke bawah.

Kondisi ini terjadi karena otot yang melemah dan tendon (jaringan yang menghubungkan otot ke tulang) menjadi lebih pendek. Hal serupa juga dapat terjadi pada ibu jari kaki yang melengkung ke arah jari kaki kedua. Kondisi ini disebut dengan bunion.

Gangguan kaki diabetik ini menyebabkan penderita diabetes dapat mengalami kesulitan berjalan dan menimbulkan rasa sakit. 

4. Kulit kering dan pecah-pecah

Kondisi neuropati diabetik dapat membuat kulit di bagian kaki menjadi kering. Gangguan ini juga menjadi salah satu gejala diabetes yang umum dialami. Sekilas mungkin tidak berbahaya, tapi kulit yang kering dapat mengakibatkan retakan yang mungkin menjadi luka diabetes dan selanjutnya menyebabkan infeksi yang sulit sembuh. 

5. Lenting

Selain kapalan, masalah kaki diabetik yang umum dialami oleh penderita diabetes adalah lenting. Gangguan pada kaki ini disebabkan oleh gesekan terus-menerus pada permukaan alas kaki.

Lenting berbentuk seperti gelembung yang berisi cairan. Pada penderita diabetes biasanya lenting akan berukuran lebih besar di permukaan kaki. Hindari memecah lenting karena ini bisa menimbulkan luka pada kaki sekaligus infeksi.

6. Kapalan

Kapalan atau callous adalah bentuk gangguan kaki diabetik yang menimbulkan penumpukan kulit hingga akhirnya mengeras. Gangguan ini biasanya muncul di sekitar tumit atau telapak kaki.

Proses penumpukan kulit akan lebih cepat terjadi terjadi pada individu yang mengalami diabetes sehingga kapalan akan terbentuk. Kapalan pada penderita diabetes biasanya dipicu oleh alas kaki yang tidak cocok dengan bentuk kaki yang berubah karena hammertoes.

Perlu diingat, meskipun menyebabkan rasa tidak nyaman,  jangan memotong penumpukan kulit ini karena dapat menyebabkan perdarahan dan ulserasi.

Kapalan

7. Kaki Charcot

Kerusakan saraf akibat neuropati diabetik dapat menyebabkan perubahan bentuk kaki atau kaki Charcot.

Gejala kaki diabetes ini awalnya ditandai dengan peradangan, kemerahan, dan bengkak. Saat bengkak kaki semakin membesar, penderita diabetes biasanya mulai merasakan nyeri hingga akhirnya tulang di bagian kaki yang membengkak pun bergeser dan retak.

Kondisi ini sering menyerang bagian atas kaki dekat pergelangan. Pergeseran dan retaknya tulang menyebabkan kaki bagian atas menjadi melengkung.

Cara mencegah luka diabetes pada kaki

sepatu diabetes mencegah luka kaki diabetik

Tidak sedikit pasien diabetes yang mengalami luka pada kaki akibat beraktivitas dan berolahraga. Itu sebabnya, penting bagi Anda untuk berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah terjadinya luka diabetes yang bisa mengarah pada komplikasi kaki diabetik. 

Berikut adalah cara untuk mencegah luka yang bisa berkembang menjadi kaki diabetes:

1. Hindari olahraga yang memberikan banyak benturan ke kaki

Meskipun harus berolahraga rutin, Anda tetap perlu memperhatikan jenis olahraga untuk mencegah terjadinya luka, terutama pada kaki.

Olahraga yang terlalu berat memiliki risiko cedera yang besar bagi penderita diabetes. Pilihlah olahraga seperti yoga, tai chi, berjalan santai dan berenang—dibandingkan berlari.

Berlari akan memberikan benturan berulang pada telapak kaki Anda yang dapat meningkatkan risiko cedera.

6 Jenis Olahraga untuk Penderita Diabetes dan Tips Aman Melakukannya

2. Pilih sepatu sesuai dengan aktivitas yang dilakukan

Cara lain untuk mencegah luka diabetes adalah selalu gunakan alas kaki yang sesuai dengan kegiatan yang akan Anda lakukan, misalnya menggunakan sepatu lari untuk jogging. Penggunaan alas kaki yang tepat dapat membantu kelancaran aliran darah ke bagian kaki saat beraktivitas.

Memakai alas kaki yang tidak sesuai bisa membuat Anda berisiko mengalami luka. Pastikan pula ukurannya pas dan tidak sempit agar tidak menimbulkan kapalan yang berpotensi jadi luka atau infeksi.

Terdapat beberapa tips yang bisa Anda pertimbangkan dalam memilih sepatu untuk diabetes, yaitu:

  • Pilihlah sepatu yang dalam, sekitar 0,6-1,2 cm dari sepatu biasanya, agar kaki tidak terlalu sempit
  • Pilihlah sepatu yang ringan dengan bahan fleksibel, seperti kulit atau kanvas.
  • Pilih sepatu yang talinya bisa Anda kendorkan atau kencangkan, sehingga bisa disesuaikan dengan kondisi kaki.
  • Sepatu harus memiliki bagian belakang yang kuat dengan sol yang empuk dan menyerap keringat.
  • Jangan pilih sepatu yang sempit, berikan jarak sekitar setengah sentimeter dari ujung jari ke ujung sepatu.

4. Selalu gunakan alas kaki lengkap dengan kaos kaki

Saat beraktivitas, jangan lupa untuk menggunakan alas kaki termasuk di dalam rumah. Alas kaki yang tepat dan cukup tebal dapat melindungi telapak kaki Anda dari berbagai benda yang tajam dan bisa melukai kaki.

Kaos kaki membuat kaki Anda selalu kering dan lebih terjaga dari benda-benda luar yang mungkin melukai kaki. Tak hanya itu, kaki Anda juga akan terasa nyaman karena adanya kaos kaki yang berperan menjadi bantalan lembut dalam sepatu Anda.

5. Periksa dan cek kondisi kaki setiap hari

Biasakan untuk memeriksa kaki sebelum dan sesudah melakukan olahraga, karena Anda bisa saja mengalami luka tapi tak merasakan sakit.

Selain itu, biasakan juga untuk mencuci kaki dan segera mengeringkannya agar kaki selalu bersih. Jaga kaki agar selalu kering sebagai bentuk mencegah terbentuknya luka. Hindari membersihkan kaki dengan air yang terlalu panas.

Periksa kaki secara rutin untuk setiap perubahan yang tidak biasa. Termasuk adanya sakit, luka, atau borok kulit. Luka terbuka, luka gores, atau luka pada kaki harus diperiksa oleh dokter segera.

Diabetic foot dapat dihindari jika Anda menjalani pola hidup sehat untuk mengendalikan kadar gula darah dan mengikuti anjuran minum obat diabetes dari dokter jika memang diperlukan

Perawatan dan pemeriksaan kaki harus dilakukan rutin setiap hari. Bila mengalami gejala yang berhubungan dengan kaki diabetik, segera konsultasi ke dokter untuk mendapat perawatan yang tepat.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kopi Filter Berpotensi Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Jenis kopi apa yang Anda suka? Jenis kopi filter bisa mengurangi risiko terhadap diabetes. Simak penjelasan ilmiahnya berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Diabetes, Health Centers 29/04/2020 . Waktu baca 4 menit

6 Manfaat Jalan Kaki untuk Penderita Diabetes

Penderita diabetes perlu mengontrol diabetesnya. Salah satu yang bisa dilakukan, yaitu jalan kaki. Apa manfaat jalan kaki bagi penderita diabetes?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ihda Fadila
Diabetes, Health Centers 26/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Apa Saja Camilan yang Boleh Dimakan Penderita Diabetes dalam Sehari?

Memilih camilan untuk penderita diabetes tidak boleh sembarangan. Selain perlu memperhatikan kandungan nutrisinya, jumlahnya pun tidak kalah penting.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
camilan untuk penderita diabetes
Diabetes, Health Centers 24/04/2020 . Waktu baca 3 menit

Panduan Makan untuk Orang yang Punya Riwayat Diabetes

Risiko diabetes pada orang dengan riwayat keluarga akan meningkat sehingga perlu upaya untuk mencegah diabetes dengan menjaga dan memilih makanan sehat.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Konten Bersponsor
makanan untuk mencegah diabetes
Diabetes, Health Centers 23/04/2020 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

penyakit kulit diabetes

5 Penyakit Kulit yang Umum Menyerang Pasien Diabetes

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 13/06/2020 . Waktu baca 4 menit
penderita diabetes meninggal covid-19

Studi: 1 dari 10 Pasien COVID-19 dengan Diabetes Berisiko Meninggal Dunia

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 10/06/2020 . Waktu baca 5 menit
diabetes dan kanker hati

Diabetes Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Hati, Ini Tips Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 16/05/2020 . Waktu baca 4 menit
Konten Bersponsor
diabetesi

Tunda Dulu ke Rumah Sakit Selama Wabah, Ini Tips untuk Diabetesi Selama di Rumah

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 30/04/2020 . Waktu baca 4 menit