Ciri-ciri Anak Anda Alergi Telur, dan Bagaimana Mengatasinya

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Beberapa orang memiliki alergi terhadap jenis makanan tertentu, misalnya kacang dan udang. Tubuh penderita alergi akan merespon seolah-olah makanan tersebut adalah zat berbahaya. Begitu pula dengan bayi yang memiliki alergi telur. Hal ini dapat terjadi karena sistem kekebalan tubuh bayi belum sempurna dan tidak mampu menerima protein dalam telur. Sebagian anak biasanya alergi terhadap protein dalam putih telur, tapi tidak menutup kemungkinan alergi disebabkan oleh protein dalam kuning telur.

Sistem imun bertugas untuk melindungi tubuh dari kuman dan ancaman lainnya. Namun bagi penderita alergi telur, tubuh menggunakan antibodi untuk melawan protein telur yang dianggap sebagai zat berbahaya. Bayi yang memiliki alergi telur mungkin akan merasa tidak enak badan, diikuti dengan munculnya ruam setelah mengonsumsi telur atau makanan yang mengandung telur. Gejala tersebut bisa muncul sesaat atau mungkin beberapa jam setelah mengkonsumsi telur.

Tanda dan gejala alergi telur

Berikut adalah gejala alergi telur:

  • Kulit: gatal-gatal, eksim, kemerahan, atau bengkak
  • Sistem pencernaan: sakit perut, diare, mual, muntah, atau gatal di sekitar mulut
  • Sistem pernapasan: hidung berair, mengi, atau kesulitan bernapas
  • Sistem kardiovaskular: denyut jantung cepat, tekanan darah rendah, atau masalah jantung

Dalam kasus yang jarang terjadi, bayi menunjukkan reaksi alergi yang sangat serius (anafilaktik). Penanganan medis harus segera diberikan, karena bayi mungkin memiliki masalah pernafasan dan penurunan tekanan darah.

Bagaimana cara mengetahui jika anak Anda alergi telur?

Sebagai orang tua, Anda harus peka setiap kali bayi jatuh sakit dan mengalami ruam sesaat setelah mengkonsumsi telur. Biasanya dokter meminta Anda menunggu sampai usia bayi cukup dan dokter memperbolehkan anak Anda untuk mencoba telur lagi.

Jika anak Anda dicurigai memiliki alergi terhadap telur, hindari mengonsumsi telur maupun makanan yang mengandung telur sampai anak diperiksa langsung oleh dokter. Dokter mungkin akan melakukan tes kulit untuk memeriksa alergen, baik terhadap telur maupun makanan dan zat lainnya.

Mengobati reaksi alergi telur

Anak-anak yang memiliki alergi telur harus mengantisipasi kejadian yang tidak terduga, jika makan telur tanpa sengaja. Diskusikan dengan dokter dan perawat sekolah untuk mengantisipasi kejadian tersebut. Anak Anda mungkin akan diberikan obat yang harus selalu dibawa, seperti antihistamin, atau pada kasus yang berat, epinefrin.

Cara menghindari telur jika anak Anda alergi

Anak yang alergi terhadap telur bisa dengan mudah menghindari telur dalam makanan yang dia makan. Namun, beberapa anak mungkin merasa kesulitan, sehingga perlu bantuan orangtua atau orang dewasa lainnya untuk mencari tahu apakah makanan tersebut aman dikonsumsi atau tidak. Anak-anak yang alergi telur juga sebenarnya tidak diperbolehkan mengkonsumsi telur tiruan karena mengandung putih telur.

Berikut adalah berbagai bentuk telur yang tercantum pada label makanan:

  • Telur kering
  • Putih telur
  • Padatan putih telur
  • Kuning telur
  • Padatan telur
  • Telur bubuk
  • Telur utuh

Buat catatan sebagai pengingat

Jika anak Anda memiliki alergi telur, buatlah daftar bahan-bahan telur di atas dalam ukuran yang cukup kecil sehingga mudah dibawa sebagai pengingat. Catatan ini dapat ditaruh dalam saku dan tas milik anak. Lebih baik lagi jika Anda juga memiliki daftar yang sama. Namun ketika berada di sebuah restoran atau rumah teman, mungkin anak akan merasa kesulitan mengecek label makanan. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah bertanya sebelum menyantap makanan apapun.

Jika anak menyukai kue panggang, seperti cupcakes atau brownies, Anda bisa mengganti bahan telur dengan menggunakan 1,5 sendok makan (22,2 mililiter) minyak dan 1 sendok teh (5 mililiter) baking powder untuk setiap telur.

Karena anak tidak dapat mengonsumsi telur, pastikan ia mendapatkan asupan protein dari sumber lain seperti daging merah, unggas, ikan, dan kacang-kacangan.

Jika anak Anda memiliki lebih dari satu alergi makanan, Anda mungkin perlu berkonsultasi dengan ahli gizi. Namun, jika hanya telur yang menjadi penyebab alerginya, Anda dapat mengatur sendiri asupan makan anak.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy

Yang juga perlu Anda baca

Peran Penting Nutrisi dalam Pertumbuhan Tinggi Badan Anak

Nutrisi memiliki peran penting membantu pertumbuhan tinggi badan anak. Simak selengkapnya dan cari tahu standar tinggi badan anak Indonesia di sini.

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Willyson Eveiro
Konten Bersponsor
asupan nutrisi yang baik membantu pertumbuhan tinggi badan anak
Parenting, Nutrisi Anak 1 Oktober 2020 . Waktu baca 7 menit

Kwashiorkor, Masalah Gizi yang Ditandai dengan Rambut Berwarna Kuning Seperti Jagung

Kwashiorkor adalah kondisi kurang gizi pada anak yang bisa mengakibatkan kematian bila tidak segera ditangani. Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Riska Herliafifah
Penyakit Pada Anak, Kesehatan Anak, Parenting 29 September 2020 . Waktu baca 14 menit

Hati-Hati Minum Obat, Barangkali Anda Memiliki Alergi Terhadap Antibiotik

Selain makanan dan debu, alergi obat antibiotik juga perlu diperhatikan. Apa itu alergi antibiotik? Cari tahu penjelasan lengkapnya di artikel ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 22 September 2020 . Waktu baca 7 menit

Memiliki Alergi Terhadap Sperma, Mitos atau Fakta?

Alergi sperma bukan sekadar mitos. Menurut penelitian ada 12% wanita di dunia ini yang mengalami kondisi ini. Apakah bisa disembuhkan?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Alergi, Penyakit Alergi Lainnya 21 September 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

kandungan asi

Mengenal ASI: Jenis, Warna, Kandungan, dan Kebutuhan Harian untuk Bayi

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Dipublikasikan tanggal: 16 Oktober 2020 . Waktu baca 14 menit
alergi binatang kucing dan anjing

Alergi Binatang Kucing dan Anjing: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 8 menit
Kulit bayi Sensitif

Ketahui 4 Tips Merawat Kulit Bayi Sensitif

Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
Dipublikasikan tanggal: 15 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
anak tidak nafsu makan

Kenapa Anak Saya Sekarang Jadi Tidak Nafsu Makan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Dipublikasikan tanggal: 6 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit