Berbagai Kondisi yang Menyebabkan Wanita Mengalami Turun Peranakan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 26 November 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Posisi rahim yang normal seharusnya tepat berada di atas vagina, menggantung di dalam rongga panggul. Ketika posisi rahim turun melorot ke dalam vagina, kondisi ini disebut dengan turun peranakan alias prolaps uteri. Apa yang menyebabkan hal ini bisa terjadi?

Penyebab turun peranakan (prolaps uteri)

Turun peranakan disebabkan oleh otot-otot panggul yang melemah untuk menahan posisi rahim. Kelemahan otot ini pada umumnya dipengaruhi faktor usia. Seiring bertambahnya usia, risiko wanita mengalami prolaps uteri makin meningkat – terutama di masa menopause. Proses penuaan alami juga menyebabkan produksi hormon estrogen menurun. Hormon esterogen inilah yang membantu menjaga otot panggul agar tetap kuat.

Selain karena faktor “U”, kehamilan dan melahirkan juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya prolaps uteri. Semakin sering Anda hamil, semakin rentan Anda mengalami turun peranakan karena kerusakan otot dan jaringan panggul dari masa kehamilan dan persalinan. Melahirkan bayi besar, persalinan yang lama, dan mengejan (ngeden) berlebihan saat melahirkan juga dapat meningkatkan risiko Anda terhadap kondisi ini.

Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko Anda memiliki kondisi ini, antara lain:

  • Berat badan berlebih atau obesitas
  • Batuk kronis
  • Sembelit kronis
  • Adanya tumor di perut yang kemudian menekan rahim hingga turun
  • Kondisi yang menyebabkan meningkatnya tekanan di perut seperti tumor pada panggul (jarang terjadi), atau penumpukan cairan di perut
  • Riwayat operasi panggul sebelumnya
  • Aktivitas fisik apa pun yang memberi tekanan pada otot panggul dapat meningkatkan risiko Anda mengalami turun peranakan

Beberapa kondisi yang dapat melemahkan otot panggul, antara lain:

  • Sistokel adalah turunnya kandung kemih mengarah ke vagina sehingga menyebabkan lubang vagina tampak menonjol. Kondisi ini dapat membuat wanita sulit menahan buang air kecil, sering buang air kecil ataupun tertahannya kencing di kandung kemih.
  • Enterokel adalah turunnya sebagian area usus halus sehingga menekan vagina dan membentuk tonjolan mengarah ke luar vagina. Anda dapat mengalami sakit punggung pada saat berdiri bila mengalami enterokel. Namun rasa sakit tersebut hilang ketika Anda dalam posisi berbaring.
  • Rektokel adalah penonjolan ke dalam lubang vagina bagian belakang-bawah oleh karena adanya herniasi rektum. Hal ini dapat menyebabkan kesulitan ketika buang air besar.

Tingkatan keparahan prolaps uteri berdasarkan gejalanya

Ada beberapa tingkat keparahan dari turun peranakan. Tingkat pertama diawali dengan leher rahim yang turun sampai ke vagina. Tingkat kedua, leher rahim turun sampai ke batas mulut vagina. Tingkat ketiga, leher rahim keluar dari vagina. Tingkat terberat, keseluruhan rahim keluar dari mulut vagina. Kondisi ini juga disebut procidentia.

Tanda atau gejala turun peranakan (prolaps uteri)

Kondisi turun peranakan yang ringan biasanya tidak menimbulkan gejala atau keluhan. Namun, pada kondisi yang berat beberapa gejala yang mungkin timbul antara lain:

  • Merasa seperti sedang duduk di atas bola
  • Pendarahan vagina
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Nyeri panggul
  • Sulit saat buang air kecil
  • Sulit saat menggerakkan perut
  • Merasa tidak nyaman saat berjalan
  • Merasa seperti ada sesuatu yang keluar dari vagina

Jika Anda mengalami gejala ini, penting untuk menemui dokter Anda dan segera mendapatkan perawatan. Tanpa perhatian yang benar, kondisi ini bisa mengganggu fungsi usus, kandung kemih, dan seksual Anda.

Bagaimana mengatasi turun peranakan (prolaps uteri)?

Pengobatan yang diberikan tergantung pada kondisi keparahan rahim Anda. Jika kondisinya ringan, Anda mungkin tidak memerlukan pengobatan. Namun jika kondisinya sudah membuat Anda tidak nyaman atau bahkan parah, ada beberapa prosedur pengobatan yang bisa Anda pilih. Prosedur pengobatan bisa melalui pembedahan dan tanpa pembedahan.

Prosedur pengobatan atau perawatan tanpa pembedahan dapat dilakukan dengan cara-cara berikut.

Prosedur pengobatan dengan pembedahan meliputi:

  • Suspensi rahim, yaitu penempatan kembali rahim pada posisinya dengan cara menyambungkan kembali ligamen-ligamen panggul ataupun menggunakan bahan-bahan lain.
  • Histerektomi, yaitu pengangkatan rahim dari dalam tubuh. Tindakan ini dapat dilakukan melalui vagina atau perut.

Meskipun pembedahan ini seringkali efektif untuk menangani turun peranakan, disarankan untuk tidak menjalani prosedur dengan pembedahan bila Anda berencana memiliki anak lagi. Kehamilan dan persalinan dapat menyebabkan ketegangan otot panggul yang luar biasa, yang dapat mengganggu perbaikan rahim.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Yang juga perlu Anda baca

Apa yang Akan Terjadi Jika Muncul Kista Saat Hamil?

Munculnya kista saat hamil adalah hal yang umum terjadi. Walau biasanya tidak berbahaya, ibu hamil perlu memahami apa saja pengaruhnya terhadap kandungan.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Masalah Kehamilan, Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 19 Juni 2020 . Waktu baca 5 menit

Semua Hal Seputar Ruptur Uteri, Komplikasi Saat Melahirkan Karena Rahim Robek

Kelancaran persalinan dan bayi yang sehat merupakan dambaan semua ibu. Sayangnya, kadang ada komplikasi akibat ruptur uteri atau rahim robek. Kok, bisa?

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Melahirkan, Kehamilan 12 Agustus 2019 . Waktu baca 13 menit

5 Prinsip Menjaga Kesehatan Reproduksi Bagi Pria dan Wanita

Menjaga kesehatan sistem reproduksi bukan cuma urusan wanita. Sama penting bagi pria untuk memelihara organ reproduksinya agar bisa mendapat keturunan.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Kesehatan Seksual, Tips Seks 9 Juli 2019 . Waktu baca 6 menit

Terlihat Berbahaya, Seperti Apa Pengobatan untuk Radang Leher Rahim (Servisitis)?

Wanita yang mengalami radang leher rahim kerap mengeluhkan sakit di bagian reproduksinya. Agar cepat pulih, bagaimana pengobatan untuk radang leher rahim??

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Karinta Ariani Setiaputri
Kesehatan Wanita, Penyakit pada Wanita 19 Juni 2019 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

endometriosis adalah, penyakit endometriosis, operasi endometriosis, gejala endometriosis, penyebab endromentriosis, kista endometriosis

Endometriosis

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 12 menit
perkembangan janin minggu 10 kehamilan

Perkembangan Janin di Usia Kehamilan 10 Minggu

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 1 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
berapa kali hamil

Berapa Kali Hamil dan Melahirkan yang Aman Bagi Kesehatan?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 25 November 2020 . Waktu baca 4 menit
sistokel kandung kemih turun

Sistokel (Kandung Kemih Turun)

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Diah Ayu
Dipublikasikan tanggal: 13 Agustus 2020 . Waktu baca 8 menit