Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Keputihan Seperti Ampas Tahu Bukan Kondisi Normal, Ini Alasannya

Keputihan Seperti Ampas Tahu Bukan Kondisi Normal, Ini Alasannya

Keputihan bisa bantu menentukan kondisi kesehatan wanita. Lantas, bagaimana bila tekstur keputihan tampak kental dan menggumpal seperti ampas tahu? Berikut penjelasan bahaya atau tidaknya keputihan menggumpal dan kental yang sering membuat gatal vagina.

Normalkah keputihan seperti ampas tahu?

keputihan sebelum haid

Mengutip dari NHS, keputihan menggumpal dan kental seperti ampas tahu serta berbau menunjukkan masalah pada kesehatan vagina, yaitu infeksi jamur.

Salah satu infeksi jamur yang bisa membuat kondisi keputihan menggumpal adalah kandidiasis vagina.

Kandidiasis adalah infeksi jamur dari jenis Candida atau Candida albicans.

Jamur ini biasanya hidup dalam tubuh dan bisa Anda temukan di kulit, mulut, saluran usus, dan area genital.

Jamur ini tidak akan menimbulkan masalah, tetapi akan menjadi penyakit bila tumbuh berlebihan.

Saat tumbuh berlebihan, Anda akan mengalami keputihan kental, menggumpal, berbau, sampai vagina terasa gatal.

Infeksi jamur ini bisa berubah menjadi penyakit kronis bila tidak mendapat penanganan yang tepat.

Mengutip dari Nidirect, hampir semua wanita bisa mengalami kondisi ini dan tidak selalu karena penyakit menular seksual (PMS).

Pengobatannya bisa menggunakan obat antijamur yang dapat Anda beli tanpa resep di apotek terdekat.

Namun, tidak ada salahnya untuk tetap memastikan penyebab keputihan seperti ampas tahu yang Anda alami ke dokter.

Penyebab lain dari kondisi keputihan seperti ampas tahu yang tidak normal

tes keputihan

Selain infeksi jamur kandidiasis, keputihan tidak normal yang menggumpal dan kental juga bisa terjadi karena infeksi lain.

Penyebab infeksi ini adalah ada sesuatu yang mengganggu keseimbangan bakteri alami dalam vagina.

Ambil contoh, kebiasaan mencuci vagina tanpa mengeringkannya dan memiliki penyakit menular seksual juga bisa menimbulkan keputihan.

Meski umumnya bukan masalah kesehatan serius, ada penyebab lain dari keputihan seperti ampas tahu yang perlu Anda pahami.

1. Vaginosis bakterialis

Bacterial vaginosis adalah penyakit ketika jumlah bakteri berlebih di dalam vagina. Salah satu tanda mengalami kondisi ini adalah keputihan kental dan menggumpal.

Selain keputihan kental dan menggumpal, tanda vaginosis bakterialis lainnya adalah bau amis yang sangat kuat, terutama setelah berhubungan seks.

Ada kemungkinan terjadi perubahan pada warna dan konsistensi keputihan Anda, misalnya menjadi agak abu-abu, encer, dan berair.

Kondisi ini memang bisa membuat Anda panik, tetapi vaginosis bakterialis bukan masalah serius.

Meski begitu, Anda tetap perlu menjalani pengobatan memakai antibiotik.

Tetap konsultasikan ke dokter terutama Anda sedang hamil karena kondisi ini bisa memicu komplikasi kehamilan.

2. Trikomoniasis

Keputihan seperti ampas tahu juga bisa menjadi tanda trikomoniasis, penyakit infeksi kelamin yang menular lewat hubungan seksual karena parasit kecil.

Tanda seseorang mengalami penyakit ini adalah keluar keputihan tidak normal dengan tekstur kental dan berbau amis.

Mengutip dari NHS, warna keputihan juga bisa berubah menjadi kuning kehijauan dan membuat vagina gatal.

Selain itu, Anda akan merasa tidak nyaman saat berhubungan seksual dan buang air kecil.

3. Klamidia

Penyakit yang satu ini termasuk infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri bernama chlamydia trachomatis.

Bakteri ini dapat menginfeksi leher rahim, saluran kencing, tenggorokan, dan mata.

Bila tidak segera mendapat penanganan medis, klamidia bisa menyebabkan masalah serius.

Salah satu tanda mengalami klamidia adalah keputihan tidak normal, yakni kental kekuningan seperti ampas tahu dan berbau busuk.

4. Herpes genital

Selain klamidia, herpes genital juga termasuk penyakit menular seksual karena penyebaran virus herpes simpleks.

Penyakit ini bisa menyerang pria dan wanita dengan tanda adanya luka melepuh dan nyeri pada kelamin serta sekitar anus.

Pada wanita, keputihan bisa timbul lebih banyak dan berbau bahkan kental seperti ampas tahu.

Kapan perlu konsultasi ke dokter?

pemeriksaan dokter gastroenterologi

Meski keputihan adalah kondisi normal, Anda perlu konsultasi ke dokter bila mengalaminya bersamaan dengan kondisi tambahan, seperti berbau dan tekstur menggumpal.

Keputihan menggumpal seperti ampas tahu yang terjadi karena infeksi jamur, bakteri, atau virus tertentu, perlu mendapat penanganan dokter.

Bila tidak segera mendapat penanganan, kondisi ini berisiko memicu komplikasi serius pada organ kewanitaan.

Nantinya, dokter akan melakukan pemeriksaan dan penanganan sesuai dengan kondisi Anda.

Pemeriksaan meliputi seperti, observasi warna, aroma, dan jumlah keputihan yang keluar.

Tidak perlu ragu untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan (obgyn) karena dokter spesialis ini tidak selalu memeriksa kandungan.

Pasalnya, ada beberapa penyakit yang baru bisa terdeteksi bila konsultasi ke dokter obgyn.

Kalkulator Masa Subur

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Memantau siklus haid, menentukan hari kesuburan dan lebih membantu Anda untuk merencanakan kehamilan lebih baik.

Kalkulator Masa Subur

Berapa lama siklus haid Anda?

(hari)

28

Berapa lama Anda haid?

(hari)

7

Verifying...

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Vaginal discharge . (2017). Retrieved 14 February 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/

Vaginal discharge. (2017). Retrieved 14 February 2022, from https://www.nidirect.gov.uk/conditions/vaginal-discharge

Topics, H. (2021). Vaginitis | Vulvovaginitis | MedlinePlus. Retrieved 14 February 2022, from https://medlineplus.gov/vaginitis.html

Thrush and Other Candida Infections. (2022). Retrieved 14 February 2022, from https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/infections/Pages/Thrush-and-Other-Candida-Infections.aspx

Learn More About Vaginal Candidiasis (vaginal yeast infections). (2021). Retrieved 14 February 2022, from https://www.cdc.gov/fungal/diseases/candidiasis/genital/index.html

Trichomoniasis . (2018). Retrieved 14 February 2022, from https://www.nhs.uk/conditions/trichomoniasis/

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui Feb 25
Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto