backup og meta
Kategori
Cek Kondisi

26

Tanya Dokter
Simpan

Keluar Cairan Bening Kayak Pipis dari Vagina, Normalkah?

Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita · General Practitioner · None


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

Keluar Cairan Bening Kayak Pipis dari Vagina, Normalkah?

Mungkin Anda sebagai wanita pernah mengalami keluar cairan bening kayak pipis tetapi berasal dari vagina. Padahal biasanya, cairan keputihan lebih kental dan berwarna putih.

Lantas, apakah keputihan seperti air kencing ini normal ataukah pertanda penyakit tertentu? Apa yang sebaiknya dilakukan bila mengalami hal ini? Simak jawabannya di sini, ya!

Keluar cairan bening seperti pipis dari vagina apakah normal?

keputihan sebelum haid

Penting untuk menjaga kesehatan tubuh dan organ reproduksi agar terhindar dari berbagai masalah kesehatan yang bisa menyerang wanita.

Anda mungkin menjadi khawatir bila melihat cairan keputihan Anda tidak seperti hari-hari biasanya, misalnya terlalu kental, terlalu encer, terlalu banyak, dan sebagainya.

Melansir situs Sutter Health, keputihan yang bening dan encer seperti air kencing masih tergolong normal.

Beberapa orang melihatnya sebagai keluar cairan bening kayak pipis. Jadi, Anda sebenarnya tidak perlu khawatir.

Perlu diketahui bahwa kondisi keputihan yang Anda alami setiap waktu mungkin berbeda-beda, tergantung perubahan hormonal.

Perubahan hormonal biasanya terjadi karena siklus menstruasi, masa ovulasi, penggunaan KB hormonal, dan aktivitas seksual. Beberapa tipe yang masih tergolong sebagai keputihan normal yaitu:

1. Berwarna putih dan kental.

Ini biasanya terjadi pada awal atau akhir siklus menstruasi. Selama tidak terasa gatal, maka cairan yang keluar dari vagina tergolong normal.

2. Bening dan elastis

Bila Anda mengalami keputihan yang seperti ini berarti Anda sedang dalam masa subur.Ini sama halnya seperti keluar cairan bening kayak pipis yang sebenarnya adalah keputihan.

3. Bening dan encer

Keputihan berupa cairan bening yang keluar dari vagina bisa terjadi kapan saja pada siklus menstruasi. Biasanya, kondisi ini terjadi setelah Anda berolahraga atau beraktivitas fisik yang cukup berat.

4. Berwarna kecoklatan

Ini biasanya terjadi setelah periode haid berakhir. Warna coklat tersebut berasal dari sisa-sisa darah haid Anda.

5. Ada bercak darah

Keputihan berupa bercak darah dapat muncul pada pertengahan siklus haid atau pada masa subur. Terkadang ini juga merupakan darah implantasi yang menandakan kehamilan.

Apa yang sebaiknya dilakukan bila keputihan seperti air kencing?

ph vagina

Sebagaimana yang dijelaskan sebelumnya, keluar cairan bening kayak pipis dari vagina merupakan keputihan yang normal dan bukanlah pertanda penyakit tertentu.

Namun demikian, pakaian dalam Anda berisiko menjadi lembap karena kondisi tersebut sehingga jamur dan bakteri penyakit dapat berkembang biak di sana. Akibatnya, Anda menjadi lebih berisiko mengalami vaginitis.

Melansir situs Planned Parenthood, cara-cara berikut bisa Anda coba untuk menghindari vaginitis karena area kewanitaan yang lembap.

  • Hentikan penggunaan pembersih kewanitaan yang mengandung bahan pewangi, tisu toilet yang berpewangi dan sabun mandi pada vagina karena berisiko menyebabkan iritasi bila tidak cocok dengan kulit vagina Anda.
  • Hindari membersihkan vagina dengan douche karena dapat membunuh bakteri baik dan flora alami yang justru dibutuhkan oleh vagina.
  • Bersihkan vagina dengan air bersih atau menggunakan sabun tanpa pewangi.
  • Hindari membersihkan hingga ke bagian dalam lubang vagina, cukup permukaan di luarnya saja.
  • Pastikan vagina Anda kering setelah mandi atau buang air sebelum mengenakan pakaian.
  • Kenakan pakaian dalam berbahan katun yang dapat menyerap keringat dengan baik agar vagina Anda tidak lembap.
  • Segera ganti celana Anda bila basah atau terasa lembap.
  • Biasakan mengganti pembalut atau panty liner setiap 3 jam sekali.

Ciri-ciri keputihan tidak normal yang perlu Anda ketahui

penyebab vagina hitam

Keputihan merupakan hal yang wajar dialami oleh setiap wanita, termasuk bila keluar cairan bening kayak pipis, apalagi saat aktivitas padat dan cuaca panas, bisa memicu keluar cairan keputihan berlebih, sehingga menyebabkan lembap dan menimbulkan bakteri yang membuat bau, gatal, dan iritasi. Hal ini akan mengganggu kenyamanan Anda selama beraktivitas dan beribadah di bulan puasa.

Bila menunjukkan ciri-ciri berikut, bisa jadi vagina Anda sedang mengalami infeksi bakteri atau jamur.

  • keputihan berwarna kekuningan atau kehijauan,
  • keputihan berbau amis,
  • vagina terasa nyeri, dan
  • terasa gatal, perih, atau sensasi terbakar.

Biasakan untuk jaga kebersihan dan kelembapan area vagina terutama bagi Anda yang menjalankan ibadah puasa. Gunakan pantyliner untuk serap cairan berlebih agar tidak lembab, pakailah pantyliner yang menggunakan bahan alami daun sirih, karena antiseptik alami daun sirih dapat hambat pertumbuhan bakteri, cegah lembab dan gatal, dan biasakan ganti pantyliner setiap 3 jam atau sebelum wudhu.

Bila Anda ragu apakah keputihan Anda normal atau tidak maupun Anda khawatir dengan penyakit tertentu, cobalah memeriksakan diri ke dokter kulit dan kelamin.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.



Ditinjau secara medis oleh

dr. Damar Upahita

General Practitioner · None


Ditulis oleh Indah Fitrah Yani · Tanggal diperbarui 4 minggu lalu

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan