Beda Tinggi Sepatu High Heels, Beda Pula Efeknya Pada Kesehatan

Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 9 September 2019 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Anda pasti tahu Victoria Beckham. Wanita yang terkenal fashionable tersebut memang adalah penggemar berat sepatu hak tinggi alias high heels. Akan tetapi, baru-baru ini istri David Beckham ini menyatakan bahwa ia tidak lagi bisa memakai high heels dikarenakan cedera akibat ia terlalu sering memakai sepatu high heels.

High heels adalah sepatu yang jadi favorit banyak wanita. Penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 77% wanita menggunakan sepatu high heels untuk pergi ke acara penting, 50% untuk pergi ke pesta atau acara makan malam, 33% untuk menari, dan 31% untuk pergi ke kantor. Akan tetapi, banyak efek tidak baik untuk tubuh wanita bila terlalu sering menggunakan sepatu high heels.

Kondisi tubuh saat menggunakan high heels

Ini adalah perubahan yang terjadi pada tubuh saat kita sedang memakai sepatu hak tinggi.

  1. Dada seolah-olah terdorong ke depan.
  2. Tubuh menjadi melengkung. Pinggang terdorong ke depan, membuat pinggul dan tulang belakang Anda tidak pada keadaan sejajar. Hal ini berbanding terbalik dengan keadaan pinggul dan tulang belakang jika Anda menggunakan sepatu flat, di mana tulang belakang anda dalam keadaan sejajar.
  3. Menambah beban tekanan di lutut.
  4. Sepatu high heels akan mengikuti bagaimana wanita yang memakai sepatu tersebut berjalan di jalan yang landai. Akibatnya, tekanan dari tubuh Anda bertumpu di mata kaki, terus sampai ke jari kaki. Hal ini berbeda dengan keadaan kaki bila memakai sepatu flat di mana tekanan dari tubuh Anda secara merata tersebar di seluruh telapak kaki.

Efek high heels berdasarkan variasi tinggi haknya

Berbeda tingginya, berbeda pula efeknya. Berikut ini perbedaan pengaruh sepatu high heels tergantung pada ketinggian haknya.

1. Flat (<3 cm)

Keuntungan: Sepatu jenis ini nyaman dipakai, terlihat stylish, dan lebih nyaman di kaki wanita dibandingkan sepatu yang lebih tinggi.

Kekurangan: Sepatu jenis ini tidak memberikan efek lengkungan yang lebih pada telapak kaki, sehingga kaki wanita harus lebih sering mengepaskan kakinya supaya sepatu tidak lepas.

2. Sedang (4 cm – 5 cm)

Keuntungan: Sepatu jenis ini memberikan efek kaki terlihat lebih panjang, dapat melatih otot betis, dan lebih gampang digunakan untuk berjalan daripada sepatu yang lebih tinggi.

Kekurangan: Sepatu jenis ini dapat menyebabkan mata ikan dan sakit pinggang. Selain itu, sepatu jenis ini kurang memberikan efek “glamor” dibandingkan dengan menggunakan sepatu dengan hak yang lebih tinggi.

3. Tinggi (5 cm – 10 cm)

Keuntungan: Sepatu jenis ini dapat melatih otot betis, membuat kaki terlihat lebih panjang, dan membuat tubuh terlihat lebih ramping.

Kekurangan: Sepatu jenis ini bisa membuat kaki terasa sakit kalau terlalu lama digunakan, bahkan terkadang sampai susah berjalan. Sepatu jenis ini juga dapat mengakibatkan berbagai macam masalah pada tubuh, di antaranya bunion atau tonjolan pada tulang jari, dan sakit pinggang.

4. Sangat tinggi (>10 cm)

Keuntungan: Sepatu jenis ini dapat melatih otot betis, membuat kaki terlihat lebih panjang, dan membuat tubuh terlihat lebih ramping. Sepatu jenis ini juga terkadang memberikan efek bokong lebih menonjol.

Kekurangan: Sepatu jenis ini memberikan tekanan pada kaki wanita tujuh kali lebih besar daripada berat badan wanita. Selain itu, sangat sulit berjalan dengan sepatu jenis ini sehingga Anda akan mudah terjatuh, dan sepatu jenis ini dapat mengakibatkan berbagai penyakit pada kaki dan pinggang.

Tips untuk mengurangi efek buruk dari sepatu high heels

Menurut Dr. Natalie A. Nevins, DO, seorang ahli osteopathic dari Hollywood, California, berikut adalah tips-tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek buruk dari penggunaan sepatu high heels:

  1. Pilihlah tinggi dari hak sepatu dengan bijaksana. Pilih sepatu dengan tinggi hak sekitar 3 cm atau kurang, dengan fondasi heels yang cukup luas. Heels yang lebih lebar akan membuat beban pada telapak kaki menjadi lebih merata. Sepatu jenis stiletto lebih menaruh beban pada kaki, dan sepatu yang tingginya lebih dari 7 cm bisa saja memperpendek otot pada tungkai bawah.
  2. Pakailah sepatu dengan sol yang lembut untuk mengurangi efek buruk pada lutut.
  3. Pastikan ukuran sepatu Anda adalah ukuran yang tepat supaya kaki Anda tidak merosot ke depan, memberikan tekanan yang lebih pada jari-jari kaki. Pilihlah sepatu yang memiliki area yang cukup luas pada area depan supaya jari-jari kaki Anda dapat digerakkan.
  4. Pakailah sepatu high heels di mana hari itu Anda tidak terlalu banyak berjalan atau berdiri.
  5. Pakailah sepatu yang bervariasi setiap harinya. Sangat tidak dianjurkan untuk menggunakan sepatu high heels seharian. Pakailah sepatu yang lebih nyaman dipakai, seperti sepatu olahraga atau sepatu jalan-jalan selama Anda bekerja. Mengenakan sepatu yang membuat tubuh Anda beroperasi secara alami akan membantu kaki, pinggang, dan punggung Anda lebih renggang.
  6. Ambillah waktu setiap harinya untuk merenggangkan otot tungkai dan kaki. Dr. Nevins merekomendasikan untuk berjinjit tanpa menggunakan sepatu. Bisa juga Anda meletakkan pensil di lantai dan cobalah untuk mengambilnya dengan jari kaki Anda.

BACA JUGA:

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?

Baca Juga:

    Yang juga perlu Anda baca

    Waspada Brazilian Blowout, Teknik Meluruskan Rambut dengan Formalin

    Smoothing sudah menjadi cara lama untuk meluruskan rambut. Sekarang ada tren Brazilian blowout dengan metode baru. Benarkah lebih aman dilakukan?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 15 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Tanpa Disadari, Hal-Hal Ini Bisa Menyebabkan Bulu Mata Rontok

    Bulu mata membantu membangun karakter wajah seseorang. Tidak heran jika bulu mata rontok bisa bikin Anda minder. Apa penyebabnya?

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
    Perawatan Rambut & Kulit Kepala, Kesehatan Kulit 14 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    3 Masker Alami untuk Mengecilkan Pori-pori Wajah

    Pori-pori wajah yang besar dan tidak rata bisa mengganggu penampilan. Masker alami bisa mengecilkan pori-pori, Anda bisa memilih sesuai dengan tipe kulit.

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Perawatan Kulit, Kesehatan Kulit 13 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit

    Penuaan

    Setiap orang akan mengalami penuaan. Gaya hidup dan riwayat kesehatan membuat orang bisa mengalami penuaan lebih dini. Apa saja tandanya?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
    Kesehatan Lansia 12 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

    Direkomendasikan untuk Anda

    skincare anti-aging usia 50 tahun

    Baru Pakai Skincare Antiaging Usia 50 Tahun ke Atas, Bermanfaatkah?

    Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Novita Joseph
    Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    tips waxing di rumah

    Tips Melakukan Waxing di Rumah Dengan Bahan-bahan Alami

    Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
    Ditulis oleh: Adinda Rudystina
    Dipublikasikan tanggal: 20 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
    urat menonjol pada orang muda

    6 Penyebab Urat Anda Menonjol dan Terlihat Jelas di Kulit

    Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
    Dipublikasikan tanggal: 19 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
    cara menghilangkan hitam di leher

    Leher Hitam? Atasi dengan Cara Mudah Ini

    Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
    Ditulis oleh: Yuliati Iswandiari
    Dipublikasikan tanggal: 18 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit