Mata Ikan

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 10 menit
Bagikan sekarang

Definisi mata ikan (klavus)

Mata ikan (disebut juga klavus) merupakan istilah untuk menggambarkan salah satu penyakit kulit berupa benjolan keras yang umumnya muncul di telapak kaki. Bentuknya biasanya kecil dengan titik di tengahnya.

Terdapat dua jenis mata ikan, yaitu yang disebabkan oleh virus dan gesekan. Mata ikan yang disebabkan oleh virus disebut dengan plantar warts (kutil plantar).

Dilansir dari laman Foot Health Facts, plantar warts terbagi lagi menjadi dua sebagai berikut.

  • Soliter warts atau kutil tunggal, kutil jenis ini biasanya hanya muncul satu tetapi sering kali semakin membesar.
  • Mozaic warts atau kutil mosaik, terdiri dari sekelompok kutil kecil yang tumbuh berdekatan dan lebih susah diobati.

Sementara, mata ikan yang disebabkan oleh gesekan serta tekanan disebut dengan corn.

Kedua kondisi tersebut memiliki tampilan yang mirip. Anda bisa langsung mengenalinya ketika melihat tampilannya yang berupa benjolan keras, kasar, dan menebal di kaki.

Umumnya, klavus bukanlah suatu masalah kesehatan serius, tetapi benjolan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri.

Seberapa umumkah mata ikan?

Jenis penyakit kulit ini sangat umum terjadi. Biasanya, klavus menyerang anak-anak (usia 12 – 16 tahun). Namun, kondisi ini bisa menyerang siapa pun dalam rentang usia berapa saja, bahkan pada bayi.

Mata ikan sangat bisa dicegah dan dikendalikan. Caranya tentu saja dengan menghindari berbagai faktor yang bisa meningkatkan risikonya. Diskusikanlah dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda dan gejala mata ikan

Berbagai ciri dari kemunculan kondisi ini meliputi:

  • tumbuhnya benjolan kecil, berdaging, dan kasar,
  • kulit yang keras dan menebal (kalus) yang terbentuk pada kulit, di mana mata ikan telah tumbuh ke dalam,
  • bintik-bintik hitam yang biasanya disebut biji kutil, tetapi sebenarnya merupakan gumpalan pembuluh darah beku, serta
  • benjolan keras yang kasar dan terangkat.

Biasanya, klavus jenis plantar warts muncul pada tumit dan area penopang kaki lainnya. Karena letaknya, kondisi ini bisa menimbulkan nyeri saat Anda berdiri atau berjalan.

Sedangkan klavus corn biasa muncul pada area kaki yang tidak menahan berat seperti bagian atas, samping, atau di antara jari kaki. Benjolan dari jenis ini biasanya akan terasa sakit saat ditekan.

Kemungkinan ada beberapa tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, konsultasikanlah pada dokter.

Kapan harus periksa ke dokter karena mata ikan?

Anda harus menghubungi dokter jika mengalami satu atau beberapa gejala sebagai berikut.

  • Benjolan terasa sakit dan mengalami perubahan warna atau tampilan seperti meradang.
  • Benjolan berdarah.
  • Jumlahnya justru bertambah banyak meski diobati.
  • Tak kunjung hilang dalam waktu lebih dari tiga minggu sekalipun sambil diobati.
  • Bagian kaki yang mengalami klavus mati rasa.

Penyebab mata ikan

Apa penyebab mata ikan?

Penyebab mata ikan terbagi menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

Human papillomavirus

Plantar warts disebabkan oleh infeksi virus bernama Human papillomavirus (HPV). Virus ini menyerang tubuh melalui:

  • luka terbuka di tubuh,
  • lingkungan yang hangat dan lembap, seperti di lantai kamar mandi,
  • lantai permukaan kolam renang, serta
  • kaus kaki dan sepatu yang dipakai bergantian dengan orang terinfeksi.

Anda juga dapat terkena virus ini melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Setelah masuk ke dalam kulit, virus dapat tumbuh dan menyebar serta merangsang pertumbuhan sel yang cepat di permukaan kulit.

Pada umumnya, sulit untuk mengetahui kapan atau di mana Anda terpapar virus tersebut. Pasalnya, periode inkubasi HPV (mulai dari masuk sampai munculnya gejala) bisa mencapai tiga bulan. Apalagi, kutilnya sendiri dapat tertidur selama bertahun-tahun.

Ada lebih dari 60 jenis HPV. Secara teknis, kutil dapat muncul di bagian kulit mana pun. Kondisi yang disebabkan oleh HPV ini juga memiliki nama yang beragam, seperti kutil yang umum, kutil datar, kutil filiform, dan kutil periungual.

Di antara semua nama itu, hanya kutil yang muncul di tumit telapak kakilah yang disebut sebagai mata ikan.

Tekanan dan gesekan

Mata ikan juga bisa disebabkan karena tekanan dan gesekan. Kondisi ini biasanya disebut dengan istilah corn. Biasanya kondisi ini muncul akibat tekanan dan gesekan yang berulang.

Memakai sepatu yang salah, seperti ukuran yang tidak pas bisa menekan kaki hingga menyebabkan gesekan. Jika dibiarkan terus-menerus, mata ikan pun bisa muncul.

Sementara itu, alas kaki yang terlalu longgar juga membuat kaki kerap bergeser dan bergesekan dengan sepatu. Akibatnya, mata ikan bisa muncul dan berkembang di kaki.

Itu sebabnya, penting untuk Anda menggunakan sepatu dengan ukuran yang sesuai.

Faktor risiko mata ikan

Mata ikan yang disebabkan oleh HPV biasanya lebih berisiko pada:

  • anak-anak dan remaja,
  • orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah,
  • kebiasaan menggigit kuku,
  • orang yang pernah menjalani transplantasi organ,
  • orang yang pernah terkena mata ikan sebelumnya, atau
  • berjalan tanpa alas dengan kaki pecah-pecah di kamar mandi umum maupun ruang loker pusat kebugaran.

Sementara itu, mata ikan yang disebabkan oleh tekanan atau gesekan akan meningkat risikonya jika Anda:

  • memakai sepatu yang terlalu ketat atau hak tinggi,
  • menggunakan sepatu yang terlalu longgar,
  • kaus kaki yang tidak sesuai ukuran,
  • tidak pakai kaus kaki,
  • sering jalan tanpa alas kaki,
  • memiliki kelainan pada bentuk kaki atau jari kaki,
  • melakukan gerakan berulang seperti joging atau berjalan dengan cara tertentu, dan
  • usia tua, karena jaringan lemak di kulit lebih sedikit sehingga bantalan pada kaki berkurang.

Diagnosis dan pengobatan mata ikan

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Selain melakukan pemeriksaan fisik dengan mengamati kondisi kulit Anda, dokter dapat mendiagnosis mata ikan dengan beberapa cara berikut.

  • Memeriksa benjolan dari penampakan luarnya.
  • Mengikis benjolan dengan pisau bedah dan memeriksa tanda-tanda bintik kecil yang gelap (gumpalan pembuluh darah kecil).
  • Mengambil sebagian kecil dari benjolan (biopsi) dan membawanya ke laboratorium untuk dianalisis.

Apa saja obat untuk mata ikan (klavus)?

Kebanyakan mata ikan akan hilang tanpa pengobatan, meskipun mungkin memerlukan waktu satu hingga dua tahun.

Jika pengobatan yang Anda lakukan sendiri (atau obat-obatan warung) tidak membantu, dokter akan memberikan beberapa pengobatan untuk mata ikan sebagai berikut.

Asam salisilat

Asam salisilat bekerja dengan menghilangkan lapisan kulit sedikit demi sedikit seiring waktu. Obat ini juga dapat merangsang kemampuan sistem kekebalan tubuh Anda untuk melawan klavus.

Biasanya, pengobatan dengan asam salisilat bisa dilakukan di rumah sesuai petunjuk dokter.

Asam trikloroasetat

Selain asam salisilat, asam kuat lainnya yang digunakan, yaitu trikloroaseat. Biasanya jenis asam yang satu ini akan diberikan setelah permukaan kutil dihilangkan.

Cryotherapy

Pengobatan ini dilakukan dengan mengoleskan nitrogen cair di sekitar kutil. Setelah itu, jaringan mati yang telah diberikan nitrogen cair ini akan mengelupas dalam waktu satu minggu atau lebih.

Prosedur cryotherapy harus dilakukan oleh dokter. Biasanya perawatan perlu dilakukan dua hingga empat minggu sampai benjolan menghilang.

Operasi kecil

Dokter akan memotong atau menghancurkan benjolan dengan menggunakan jarum listrik (elektrodesik dan kuretase).

Prosedur ini akan terasa menyakitkan. Untuk itu, dokter akan memberikan bius lokal terlebih dahulu untuk membuat Anda mati rasa di bagian tubuh tersebut.

Pengobatan laser

Pengobatan laser pulsed-dye membantu membakar gumpalan pembuluh darah kecil yang tertutup. Jaringan yang terinfeksi pada akhirnya mati, dan kutil akan terlepas.

Namun, metode ini membutuhkan perawatan berulang setiap tiga hingga empat minggu. Akan tetapi, belum cukup bukti yang menunjukkan bahwa metode ini efektif.

Terapi kekebalan tubuh

Metode ini dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus.

Umumnya, dokter akan menyuntikkan benjolan dengan antigen atau mengoleskan larutan dan krim ke bagian kulit yang mengalami masalah.

Vaksin HPV

Vaksin Human papillomavirus (HPV) termasuk salah satu pengobatan yang biasanya disarankan. Namun, tetap ikuti saran dokter kira-kira mana pengobatan yang paling tepat untuk Anda.

Jika Anda memiliki diabetes, konsultasikanlah pada dokter podiatri (ahli bedah kaki) saat masalah ini pertama kali muncul dan menunjukkan gejalanya di kaki.

Pengobatan rumahan

Apa yang bisa saya lakukan untuk mengatasi mata ikan di rumah?

Berikut adalah perubahan gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut dapat membantu Anda mengatasi mata ikan.

Menjaga kebersihan kaki

Kondisi ini bisa disebabkan oleh virus HPV. Virus ini dapat berkembang di daerah yang lembab. Maka dari itu, jagalah kesehatan dan kebersihan kaki.

Lakukan hal ini terutama setelah berenang di kolam umum atau mandi di pusat kebugaran. Cucilah kaki dengan sabun dan air mengalir setelah berkegiatan di luar ruangan.

Menggunakan alas kaki

Berjalan tanpa alas kaki bisa meningkatkan risiko kaki pecah-pecah dan terkena mata ikan.

Oleh karena itu, usahakan untuk selalu menggunakan sandal, sepatu, atau alas kaki lainnya saat terutama di kolam renang, ruang loker pusat kebugaran, dan tempat-tempat hangat serta lembap lainnya.

Rutin ganti sepatu dan kaus kaki

Anda wajib mengganti sepatu dan kaus kaki setiap hari jika tidak ingin terkena masalah kulit yang satu ini. Jangan pernah menggunakan sepatu atau kaus kaki dalam keadaan lembap.

Menggunakan kaus kaki dan sepatu sesuai ukuran

Penting bagi Anda untuk memakai kaus kaki dan sepatu yang pas, tidak kekecilan, atau kebesaran. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, gesekan dan tekanan berlebih bisa menjadi salah satu penyebab mata ikan.

Jangan bertukar sepatu dan kaus kaki

Kaus kaki dan sepatu adalah barang pribadi yang sebaiknya tidak dipinjamkan. Pasalnya, bertukar kaus kaki dan sepatu, terutama yang bekas pakai, meningkatkan risiko Anda terkena masalah kulit yang satu ini.

Sepatu dan kaus kaki bisa membawa virus termasuk HPV. Pasalnya, tak menutup kemungkinan bahwa orang yang Anda pinjami ini memiliki virus tersebut.

Jangan memencet kulit yang bermasalah

Meski terkadang keinginan memegang dan memencet atau mengelupasi bagian kulit yang terkena mata ikan muncul, Anda sebaiknya menahan diri.

Memencet klavus tidak akan membuatnnya jauh lebih baik. Malah, hal ini bisa membuat kondisi yang Anda alami semakin parah. Jangan coba-coba menghilangkan benjolan tanpa bantuan dokter.

Menggunakan bantalan tambahan

Bantalan sepatu tambahan bisa melindungi kaki dari gesekan dan tekanan berlebih. Dengan begitu, risiko Anda untuk terkena klavus pun menjadi berkurang.

Merendam kaki

Merendam kaki memiliki berbagai manfaat, khususnya untuk bagian yang bermasalaj. Merendam kaki dengan air hangat akan membantu melunakkan permukaannya yang kasar dan keras.

Cara ini terkadang membantu mata ikan melunak dan terlepas dengan sendirinya jika dilakukan secara rutin.

Menggunakan pelembap

Bagian kulit yang terkena mata ikan biasanya cenderung keras, kasar, dan kering. Untuk itu, sebaiknya oleskan produk pelembap kulit di sekitar bagian tersebut.

Jika memiliki pertanyaan, konsultasikanlah pada dokter untuk memahami solusi terbaik untuk Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Pityriasis Rosea

Pityriasis rosea adalah ruam gatal-gatal yang berbentuk lingkaran atau oval, berukuran sekitar 2,5-5 cm, di dada, perut, atau punggung.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 30 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Lichen Planus

Lichen planus adalah penyakit kulit berupa peradangan kronis yang menyerang kulit, kuku, dan lapisan mulut. Apakah kondisi ini menular?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 7 menit

Tahi Lalat

Tahi lalay adalah penyakit. Cari tahu gejala, penyebab, diagnosis, pengobatan, obat, diet, serta cara mengontrol dan mencegah tahi lalat di Hello Sehat.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 9 menit

Keratosis Pilaris (Penyakit Kulit Ayam)

Keratosis pilaris atau penyakit kulit ayam adalah kondisi kulit yang kering, kasar, dan muncul benjolan-benjolan kecil dan keras.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Kesehatan Kulit, Penyakit Kulit Lainnya 26 Desember 2020 . Waktu baca 8 menit

Direkomendasikan untuk Anda

benjolan di anus

Mengenal Penyebab dan Cara Mengatasi Benjolan di Anus

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Dipublikasikan tanggal: 15 Januari 2021 . Waktu baca 5 menit
impetigo, masalah penyakit dan gangguan kulit

Impetigo

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 11 menit

Pruritus

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 3 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
heloma

Heloma

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 2 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit