home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Langkah Mencuci Sepatu agar Kebersihannya Selalu Terjaga

5 Langkah Mencuci Sepatu agar Kebersihannya Selalu Terjaga

Mencuci sepatu adalah kegiatan yang harus rutin dilakukan. Bila tidak, sepatu yang dibiarkan kotor terlalu lama bisa menjadi tempat favorit bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak. Tak hanya mengundang penyakit, hal ini juga bisa memicu bau tak sedap pada kaki. Oleh karena itu, mari ketahui cara mencuci sepatu dengan baik dan benar!

Cara mencuci sepatu agar bersih sempurna

Seperti pakaian, seprai, selimut, dan alat-alat pribadi lainnya, kebersihan sepatu sebaiknya tidak luput dari perhatian.

Ya, kebersihan diri penting untuk dijaga, termasuk memastikan sepatu dalam keadaan bersih sebelum dipakai.

Pasalnya, sepatu yang sudah lama tidak dicuci akan menjadi kotor dan lembap. Jika sudah begitu, bakteri dan jamur pun betah tinggal di sepatu Anda. Mengerikan, bukan?

Hal ini didukung oleh sebuah studi dari Journal of Applied Microbiology.

Dari studi tersebut, ditemukan bahwa sepatu yang Anda pakai setiap harinya ternyata dihinggapi berbagai jenis bakteri, mulai dari Salmonella, E. Coli, hingga Clostridium difficile.

Ketika memakai sepatu, Anda menginjak berbagai tempat yang tidak diketahui secara pasti kondisi serta kebersihannya.

Nah, bakteri-bakteri tadi bisa menempel dari tempat-tempat yang Anda lalui sebelumnya.

Jika tubuh Anda terpapar bakteri-bakteri tersebut, berbagai penyakit bisa timbul, seperti diare dan tifus.

Risiko terkena penyakit akan semakin tinggi jika Anda tidak cuci tangan saat menyentuh sepatu yang kotor.

Atas dasar itulah mencuci sepatu wajib dilakukan secara rutin.

Bahkan, secara tidak langsung, menjaga kebersihan barang-barang pribadi seperti sepatu termasuk dalam Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Nah, sekarang tugas Anda yakni mengetahui cara mencuci atau membersihkan sepatu yang tepat.

Tak hanya untuk melindungi sepatu dari kuman, tetapi hal ini juga berguna untuk menjaga keawetan sepatu Anda.

sepatu bau tidak pakai kaus kaki

Supaya bersih kembali seperti baru, mulai terapkan cara mencuci sepatu yang benar berikut.

1. Ketahui bahan dan jenis sepatu terlebih dahulu

Sebelum mulai cuci sepatu, ada baiknya Anda mengenali terlebih dahulu bahan serta jenis sepatunya.

Pasalnya, masing-masing jenis dan bahan sepatu mungkin memerlukan perlakuan yang berbeda.

Tidak semua jenis sepatu memiliki cara perawatan serta metode mencuci yang sama.

Anda bisa membaca baik-baik instruksi membersihkan sepatu yang tercantum di label atau kotak sepatu Anda.

2. Cuci sepatu sesuai dengan bahannya

Setelah mengetahui jenis dan bahan sepatu, Anda bisa mulai mempersiapkan peralatan yang dibutuhkan.

Ambil contohnya, jika Anda ingin mencuci sepatu dengan bahan suede, Anda perlu mempersiapkan sikat gigi bekas dan cairan khusus pembersih bahan suede.

Contoh lainnya, apabila Anda ingin membersihkan sepatu berbahan kanvas, Anda bisa menggunakan detergen atau sabun cair khusus sabun yang tersedia di toko-toko sepatu.

3. Bersihkan pula sol bagian dalam dan talinya

Tak hanya sisi luarnya, Anda tentu juga harus memperhatikan bagian sol dan tali saat membersihkan sepatu.

Sol sepatu adalah bagian yang terkena langsung dengan kulit. Maka itu, bagian ini tak boleh kalah bersih dibanding dengan bagian luar sepatu.

Tali sepatu juga tidak boleh Anda lewatkan. Selain karena terlihat di bagian paling luar, tali sepatu juga rentan menjadi tempat bersarangnya debu dan kotoran.

Seusai mencuci sepatu, Anda bisa menyemprotkan cairan disinfektan ke bagian sol untuk memastikan kuman yang tertinggal di dalam terbasmi sepenuhnya.

4. Jangan menjemur sepatu langsung di bawah matahari

Langkah mencuci sepatu selanjutnya adalah tahap mengeringkan. Namun, hati-hati karena tidak semua jenis sepatu bisa dijemur langsung di bawah sinar matahari.

Beberapa bahan sepatu, seperti kulit, justru berisiko rusak jika dibiarkan terlalu lama di bawah matahari.

Oleh karena itu, sekali lagi perhatikan instruksi atau cara membersihkan sepatu Anda, ya! Biasanya, instruksi tersebut tertera di kotak sepatu saat Anda baru membelinya.

5. Simpan sepatu dengan benar

Selain mengetahui cara cuci sepatu, Anda juga wajib memahami bagaimana cara menyimpannya dengan baik dan benar.

Ingat, cara menyimpan sepatu yang kurang tepat juga berisiko menyebabkan sepatu mudah dihinggapi kuman.

Penelitian dari International Journal of Indoor Environment and Health menyatakan bahwa jamur dapat berkembang 27,5 kali lebih banyak jika berada di tempat yang lembap.

Untuk mencegah jamur tumbuh di sepatu, pastikan Anda menyimpannya dalam keadaan benar-benar kering.

Agar lebih aman lagi, Anda bisa menambahkan silica gel di dalam sepatu supaya kelembapannya terjaga.

Nah, itulah cara mencuci sepatu yang bisa Anda coba agar alas kaki senantiasa bersih dan terpelihara kualitasnya.

Setelah selesai membersihkan sepatu, jangan lupa cuci tangan Anda dengan benar, ya!

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Evaluation of the Effectiveness of Silica Gel Desiccant in Improving the Keeping Quality of Rice Crackers. (2017). International Journal Of Science And Research (IJSR), 6(1), 2163-2168. https://doi.org/10.21275/art2017538 

Bockmühl, D., Schages, J., & Rehberg, L. (2019). Laundry and textile hygiene in healthcare and beyond. Microbial Cell, 6(7), 299-306. https://dx.doi.org/10.15698%2Fmic2019.07.682

Rashid, T., VonVille, H., Hasan, I., & Garey, K. (2016). Shoe soles as a potential vector for pathogen transmission: a systematic review. Journal Of Applied Microbiology, 121(5), 1223-1231. https://doi.org/10.1111/jam.13250/ 

Dannemiller, K., Weschler, C., & Peccia, J. (2016). Fungal and bacterial growth in floor dust at elevated relative humidity levels. Indoor Air, 27(2), 354-363. https://doi.org/10.1111/ina.12313

How common is mold in buildings? – CDC. (2020). Retrieved March 22, 2021, from https://www.cdc.gov/mold/faqs.htm 

You Can Control Mold – CDC. (2020). Retrieved March 22, 2021, from https://www.cdc.gov/mold/control_mold.htm 

Shoe Care Guide – Herring. (n.d.). Retrieved March 22, 2021, from https://www.herringshoes.co.uk/shoe-care-guide 

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Shylma Na'imah Diperbarui 3 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x