home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Oligomenorea, Kondisi Saat Wanita Jarang Mengalami Haid

Apa itu oligomenorea?|Tanda dan gejala oligomenorea|Penyebab oligomenorea|Diagnosis oligomenorea|Apakah oligomenorea berbahaya?|Pengobatan oligomenorea|Cara mencegah oligomenorea
Oligomenorea, Kondisi Saat Wanita Jarang Mengalami Haid

Apa itu oligomenorea?

oligomenorea

Oligomenorea adalah gangguan siklus menstruasi yang dialami oleh wanita pada usia produktif yang membuat siklus haid menjadi lebih panjang.

Normalnya, siklus menstruasi adalah 21 hingga 35 hari. Namun, pada oligomenorea, siklus menstruasi terjadi lebih dari 35 hari. Bahkan bisa saja dalam waktu 90 hari tidak mendapatkan haid sama sekali.

Seberapa umum kondisi oligomenorea?

Melansir dari Iranian Journal of Reproductive Medicine, oligomenorea merupakan gangguan menstruasi yang banyak ditemukan di kalangan wanita. Berdasarkan data dari berbagai negara, angka kejadiannya mencapai 12% hingga 15%.

Umumnya, oligomenorea disebabkan oleh faktor emosional, berat badan yang terlalu kurus atau terlalu gemuk, serta olahraga yang terlalu berat. Namun, tidak menutup kemungkinan oligomenorea terjadi akibat penyakit-penyakit tertentu.

Tanda dan gejala oligomenorea

oligomenorea

Berikut ini beberapa tanda dan gejala yang terjadi pada kondisi oligomenorea.

1. Gangguan siklus haid

Gejala yang paling mudah dideteksi pada oligomenorea adalah jika seorang wanita jarang datang bulan.

Hal ini terjadi karena siklus haid yang terganggu. Adapun ciri-ciri yang biasanya dialami adalah:

  • jarak antara hari pertama haid menuju hari pertama haid berikutnya berlangsung lebih dari 35 hari,
  • tidak mengalami haid selama lebih dari 90 hari, atau
  • dalam satu tahun hanya mendapatkan haid sebanyak 4 sampai 9 kali saja.

2. Jumlah darah haid sedikit

Banyaknya darah yang keluar pada kondisi oligomenorea cenderung sedikit dan tidak wajar. Adapun durasi haid biasanya berlangsung normal antara 2 sampai 7 hari.

3. Terjadi pada usia subur

Seorang wanita dapat dikatakan mengalami oligomenorea jika kondisi tersebut dialaminya pada usia subur.

Jika kondisi tersebut dialami oleh remaja di usia pubertas atau wanita yang berada di usia menjelang menopause maka kondisi tersebut tidak termasuk oligomenorea.

Penyebab oligomenorea

haid hanya 2 hari

Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan oligomenorea.

Cukup sulit untuk mendeteksi penyebab pasti oligomenorea pada seseorang. Bisa jadi seorang menderita kombinasi dari penyebab-penyebab di atas. Untuk itu dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapan harus ke dokter?

setelah prosedur usg

Jika Anda sebelumnya mengalami haid yang teratur kemudian tiba-tiba menjadi jarang haid, konsultasikanlah ke dokter.

Sebaiknya tidak menunggu terlalu lama. Jika Anda tidak haid selama lebih dari 3 bulan sedangkan Anda sudah memastikan tidak hamil, maka segeralah periksakan diri.

Diagnosis oligomenorea

usg transvaginal

Untuk mencari tahu apa yang menyebabkan oligomenorea, biasanya dokter akan menanyakan hal-hal berikut seperti:

  • sudah berapa lama Anda mengalami oligomenorea,
  • seberapa sering Anda mengalaminya, dan
  • bagaimana kondisi perdarahan saat haid.

Selain itu, dokter juga akan menanyakan seputar kondisi Anda lainnya, seperti:

  • penyakit tertentu yang Anda derita,
  • pola makan dan asupan nutrisi,
  • aktivitas fisik dan olahraga yang Anda jalani
  • aktivitas seksual Anda,
  • alat kontrasepsi yang Anda gunakan,
  • obat-obatan yang Anda minum,
  • apakah Anda baru saja menjalani operasi, serta
  • gejala-gejala tertentu yang Anda rasakan.

Selain memeriksa berat dan tinggi badan, bila perlu dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan seperti:

  • pemeriksaan tanda-tanda vital seperti detak jantung dan tekanan darah,
  • palpasi (meraba leher untuk memeriksa tiroid saat menelan),
  • tes urine untuk mendeteksi kemungkinan hamil,
  • tes darah untuk memeriksa kadar hormon tiroid,
  • pemeriksaan panggul, dan
  • pap smear untuk memeriksa kondisi serviks atau mulut rahim.

Selain itu, Anda mungkin akan menjalani pemeriksaan tambahan seperti:

  • Ultrasonografi (USG),
  • rontgen, dan
  • MRI jika dicurigai terdapat tumor.

Apakah oligomenorea berbahaya?

haid tidak teratur

Selain karena faktor stres dan olahraga yang berlebihan, oligomenorea bisa jadi adalah pertanda adanya penyakit, baik pada organ reproduksi wanita ataupun pada anggota tubuh lainnya.

Jika tidak segera mencari tahu dan menindaklanjuti penyebab oligomenorea, risiko kanker endometrium dan hiperplasia endometrium bisa jadi mengintai Anda.

Oleh karena itu sebaiknya Anda tidak menganggap remeh kondisi ini.

Selain itu, kekurangan hormon estrogen pada wanita akibat oligomenorea dapat berisiko menimbulkan berbagai masalah kesehatan, seperti:

  • tulang rapuh atau osteoporosis,
  • penyakit jantung di usia tua,
  • penyusutan payudara,
  • penurunan libido, hingga
  • gangguan kesuburan.

Pengobatan oligomenorea

Pada dasarnya, pengobatan oligomenorea menyesuaikan dengan penyebabnya. Jika disebabkan oleh stres, melakukan relaksasi, berlibur dan istirahat dapat menjadi pilihan Anda.

Jika disebabkan oleh olahraga berat, mengubah jenis, beban dan durasi olahraga dapat Anda lakukan.

Terapi khusus mungkin dibutuhkan untuk oligomenorea yang disebabkan oleh gangguan makan dan depresi.

Jika disebabkan oleh adanya penyakit tertentu seperti diabetes, gangguan hormon tiroid, PCOS, tumor dan penyakit lainnya, lakukanlah pengobatan secara rutin dan berkelanjutan untuk menyembuhkan penyakit tersebut.

Jika Anda mengalami oligomenorea setelah menggunakan alat kontrasepsi tertentu, berkonsultasilah ke dokter untuk mencari alternatif kontrasepsi yang lebih cocok untuk Anda.

Cara alami mengobati oligomenorea

Melansir dari Pharmaceutical Textbooks of Traditional Persian medicine (TPM), terdapat beberapa jenis tanaman yang dapat membantu mengatasi oligomenore, yaitu:

  • sakura ungu muda atau lilac chaste tree,
  • klabet atau fenugreek,
  • umbi adas,
  • kayu manis,
  • bunga peony cina,
  • biji wijen,
  • daun mint, dan
  • daun jelatang

Namun, dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan efektivitas tanaman-tanaman obat tersebut.

Cara mencegah oligomenorea

Anda dapat melakukan berbagai upaya pencegahan oligomenorea, seperti:

  • menjaga berat badan tetap ideal,
  • mencukupi kebutuhan nutrisi dengan baik,
  • mengonsumsi makanan kaya antioksidan agar terhindar dari penyakit-penyakit akibat radikal bebas,
  • menggunakan alat kontrasepsi yang cocok,
  • melakukan olahraga dengan beban yang sesuai dan tidak berlebihan,
  • istirahat yang cukup, dan
  • menjaga kesehatan mental.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Hamdi, K. (2018). Normal menstruation (Monthly period): Menstrual cycle & symptoms. Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10132-normal-menstruation#hic-abnormal-menstruation Accessed 18 March, 2021

Riaz, Y. (2020, August 8). Oligomenorrhea – StatPearls – NCBI bookshelf. National Center for Biotechnology Information. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560575/ Accessed 18 March, 2021

Yafari, M. (2014, July). A neuropsychiatric complication of oligomenorrhea according to Iranian traditional medicine. PubMed Central (PMC). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4126248/ Accessed 18 March, 2021

Zheng, D. (2020, December). Prevalence of oligomenorrhea among women of childbearing age in China: A large community-based study. PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/32894698/ Accessed 18 March, 2021

Normal menstruation (Monthly period): Menstrual cycle & symptoms. (n.d.). Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/10132-normal-menstruation#hic-abnormal-menstruation Accessed 18 March, 2021

 

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Indah Fitrah Yani
Tanggal diperbarui seminggu yang lalu
x