home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Urinoma, Penumpukan Cairan Urine di Luar Saluran Kemih

Urinoma, Penumpukan Cairan Urine di Luar Saluran Kemih

Salah satu komplikasi trauma ginjal yang cukup umum adalah kebocoran urine, yang memicu kondisi medis lain yang disebut urinoma. Simak uraian tentang penyebab, gejala, dan pengobatan urinoma berikut ini.

Apa itu urinoma?

Urinoma adalah suatu kondisi penumpukan cairan urine yang terjadi di luar saluran kemih, yang terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.

Kumpulan urine ini umumnya ditemukan pada ruang retroperitoneal yaitu area di belakang jaringan yang melapisi dinding perut.

Kondisi ini terjadi akibat kebocoran urine dari saluran kemih sebagai akibat langsung dari penyumbatan (obstruksi) saluran kemih, trauma ginjal, dan prosedur medis.

Cairan urine yang bocor ke dalam ruang retroperitoneal ini dapat menyebabkan peradangan lokal pada jaringan lemak di sekitar dinding perut.

Hal tersebut lantas memicu lipolisis yaitu penghancuran jaringan lemak.

Setelah itu, cairan urine yang menumpuk akan membentuk kantung yang dikenal sebagai urinoma.

Tanda dan gejala urinoma

Secara umum, tanda dan gejala kondisi ini didasarkan pada penyebab yang mendasarinya.

Jika trauma ginjal adalah penyebabnya, gejala uinoma dapat meliputi:

  • urine berdarah (hematuria),
  • nyeri punggung bagian bawah,
  • benjolan pada bagian sekitar ginjal,
  • perut memar dan bengkak,
  • pusing dan kelelahan, dan
  • demam.

Sementara itu, urinoma yang terjadi akibat penyumbatan atau obstruksi saluran kemih dapat menimbulkan gejala-gejala, seperti:

  • nyeri pada bagian samping dan belakang,
  • nyeri menjalar ke bagian lain dan datang bergelombang,
  • rasa sakit saat buang air kecil,
  • urine keruh dan berbau tak sedap,
  • demam atau terasa dingin,
  • mual dan muntah, dan
  • kesulitan buang air kecil.

Jika baru menjalani pemeriksaan medis atau operasi pada bagian sekitar saluran kemih, Anda perlu mencurigai timbulnya urinoma bila muncul efek samping setelahnya.

Kapan sebaiknya harus periksa ke dokter?

Apabila Anda merasakan gejala tersebut dan makin memburuk, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Gejala yang Anda alami dengan orang lain bisa berbeda satu sama lain. Oleh sebab itu, selalu diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi terbaik.

Penyebab urinoma

Artikel Kesehatan Seputar Penyakit Ginjal

Pada dasarnya, urinoma merupakan kantung urine yang terbentuk di luar saluran kemih.

Hal ini bisa terjadi saat timbulnya kebocoran urine, baik di ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra.

Sejumlah faktor bisa meningkatkan risiko kebocoran urine, seperti trauma ginjal, obstruksi batu saluran kemih, dan efek samping prosedur medis pada saluran kemih.

1. Trauma ginjal

Trauma ginjal dapat terjadi saat organ ginjal mengalami cedera akibat benturan dari luar. Hal ini masih bisa terjadi meskipun ginjal terlindungi otot punggung dan tulang rusuk Anda.

Kondisi yang juga disebut ruptur ginjal ini terdiri dari dua jenis, yakni trauma tumpul dan tajam.

Trauma tumpul terjadi saat benturan benda tidak merusak kulit, tapi memengaruhi ginjal, misalnya saat terjatuh, kecelakaan kendaraan bermotor, dan terpukul benda keras.

Trauma tajam biasanya menembus kulit, masuk ke dalam tubuh, dan merusak organ ginjal bisa disebabkan tembakan peluru, pisau, atau tusukan benda tajam lainnya.

2. Batu saluran kemih

Batu saluran kemih adalah kumpulan garam dan mineral lain yang mengeras dalam urine. Umumnya, batu berukuran sangat kecil dan tidak terlihat saat Anda buang air.

Pada umumnya, batu saluran kemih akan terbentuk di ginjal dan mengalir keluar melewati ureter, kandung kemih, dan uretra bila ukurannya kecil.

Namun, beberapa batu bisa menjadi besar dan menghalangi aliran urine. Hal ini biasanya menimbulkan rasa sakit parah pada tulang rusuk, pinggul, punggung, dan perut.

3. Efek samping prosedur medis

Efek samping dari prosedur medis yang memengaruhi saluran kemih, misalnya terapi ESWL dan ureteroskopi dapat meningkatkan risiko Anda mengalami urinoma.

Walaupun begitu, beberapa penyebab urinoma mungkin tidak diketahui.

Sebuah laporan kasus dalam Cureus menunjukkan urinoma spontan yang terjadi tanpa trauma atau obstruksi.

Diagnosis urinoma

Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan yang Anda alami. Pemeriksaan laboratorium, seperti tes urine (urinalisis) juga bisa dokter lakukan.

Untuk memastikan adanya urinoma di sekitar saluran kemih Anda, dokter akan melakukan sejumlah tes pencitraan seperti di bawah ini.

1. Ultrasonografi (USG)

Prosedur ultrasonografi (USG) dapat membantu dokter dalam mendiagnosis urinoma dan kondisi yang mendasarinya.

Dokter akan menggunakan perangkat dengan gelombang suara untuk melihat gambaran organ dalam.

Walaupun begitu, prosedur ini kurang memberikan hasil yang jelas.

2. CT scan

Selain itu, dokter mungkin akan melakukan prosedur CT scan dengan bantuan cairan kontras untuk mendapatkan hasil diagnosis yang lebih akurat.

Dengan cairan kontras, hasil CT scan dapat memperlihatkan kebocoran urine di saluran kemih.

3. Pielogram intravena

Tes pencitraan dengan pielogram intravena (IVP) juga melibatkan penggunaan cairan kontras untuk mendeteksi gangguan di saluran kemih.

Sama halnya dengan CT scan, urinoma dapat terdeteksi apabila pada hasil tes terlihat rembesan pewarna kontras dari saluran kemih ke dalam ruang retroperitoneal.

Pengobatan urinoma

nephroptosis

Kebanyakan urinoma kecil tidak memerlukan pengobatan.

Walaupun urine akan diserap kembali oleh tubuh, dokter bisa memberikan resep antibiotik untuk mencegah infeksi.

Sementara itu, urinoma yang berukuran besar, urinoma yang menimbulkan infeksi, atau urinoma yang terjadi terus-menerus memerlukan perawatan lanjutan.

Dokter akan melakukan drainase perkutan yaitu pengurasan cairan urine melalui tusukan jarum pada kulit. Pada sejumlah kondisi, hal ini mungkin memerlukan bedah terbuka.

Prosedur lain untuk mengobati penyakit penyebab urinoma mungkin juga Anda perlukan.

Apabila mengalami trauma ginjal, tapi tidak mengalami kerusakan organ, dokter bisa mengatasi kondisi ini dengan rawat inap sambil mengobati hematuria.

Namun, Anda memerlukan operasi atau embolisasi angiografi jika gejala memburuk, terjadi kerusakan organ, dan kehilangan darah dari ginjal dalam jumlah banyak.

Sementara itu, Anda perlu menjalani prosedur seperti ureteroskopi, terapi ESWL, hingga operasi pengangkatan batu ginjal bila terjadi penyumbatan akibat batu saluran kemih.

Pengobatan di rumah untuk urinoma

Pemulihan untuk urinoma dan kondisi yang menyebabkannya tergantung dari tingkat keparahan yang Anda alami.

Pastikan ikuti instruksi dokter sebelum Anda beraktivitas kembali.

Selain itu, Anda bisa menjaga kesehatan ginjal dengan melakukan perubahan gaya hidup, seperti mengatur pola makan sehat dan memenuhi kebutuhan cairan harian.

Imbangi pula dengan aktivitas olahraga, berhenti merokok, dan membatasi minuman beralkohol untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Jika memiliki pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan solusi terbaik sesuai dengan masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kidney (Renal) Trauma: Symptoms, Diagnosis & Treatment – Urology Care Foundation. Urology Care Foundation. Retrieved 27 September 2021, from https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/k/kidney-(renal)-trauma

Urinary Tract Stones and Treatment. Cedars-Sinai. Retrieved 27 September 2021, from https://www.cedars-sinai.org/programs/urology-academic-practice/clinical/general/urinary-tract-stones.html

Niknejad, M. (2020). Urinoma. Radiopaedia. Retrieved 27 September 2021, from https://radiopaedia.org/articles/urinoma

Karn, M., Kandel, D., Mahato, B., Thapa, S., & KC, H. (2021). Urinoma following blunt renal trauma in a patient with anomalous solitary kidney: A case report. International Journal Of Surgery Case Reports, 86, 106386. https://doi.org/10.1016/j.ijscr.2021.106386

Finnegan, P., Proctor, T., & Pennington, B. (2020). Spontaneous Urinoma Without Trauma or Obstruction in a 64-Year-Old Female. Cureus. https://doi.org/10.7759/cureus.9241

Goldwasser, J., Wahdat, R., Espinosa, J., & Lucerna, A. (2018). Urinoma: Prompt Diagnosis and Treatment Can Prevent Abscess Formation, Hydronephrosis, and a Progressive Loss of Renal Function. Case Reports In Emergency Medicine, 2018, 1-3. https://doi.org/10.1155/2018/5456738

Tait, C., & Somani, B. (2012). Renal Trauma: Case Reports and Overview. Case Reports In Urology, 2012, 1-4. https://doi.org/10.1155/2012/207872

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Satria Aji Purwoko Diperbarui 2 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Patricia Lukas Goentoro