Nefritis Interstisial

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 8 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu nefritis interstisial?

Nefritis interstisial adalah penyakit yang menimbulkan peradangan dan pembengkakan pada ruang sekitar nefron. Nefron adalah unit terkecil penyusun ginjal yang terdiri dari pembuluh darah dan beberapa saluran penyalur zat buangan hasil penyaringan darah.

Masing-masing ginjal memiliki 200 ribu sampai 1,8 juta nefron. Setiap nefron berfungsi sebagai penyaring limbah sekaligus penyalur urine menuju ureter. Ureter merupakan saluran yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih.

Nefritis interstisial merupakan kondisi yang dapat terjadi pada semua kelompok usia, tetapi lebih umum ditemukan pada orang tua. Penyakit ini dapat berupa akut (muncul dengan cepat akibat suatu faktor) atau kronis (berlangsung menahun).

Sebanyak 10 – 15 persen kasus gagal ginjal disebabkan oleh peradangan pada nefron. Oleh sebab itu, langkah yang Anda lakukan untuk mencegah nefritis interstisial juga berperan penting dalam pencegahan gagal ginjal.

Gejala

Apa saja tanda dan gejala dari nefritis interstisial ?

Nefritis interstisial merupakan kondisi yang memiliki beberapa gejala tertentu. Sering kali, penderita bahkan tidak menunjukkan gejala apa pun sampai fungsi ginjal sudah sangat terganggu.

Gejala utama nefritis tahap awal meliputi demam dan ruam. Selain itu, urine mungkin mengandung sel eosinofil. Eosinofil merupakan sejenis sel darah putih dengan fungsi utama melawan parasit dan infeksi.

Jika tidak diobati, peradangan nefron lambat laun bisa menimbulkan gejala gagal ginjal berupa:

  • tubuh lesu,
  • mual dan/atau muntah,
  • gatal-gatal,
  • pembengkakan kaki, dan
  • rasa logam pada mulut.

Begitu infeksi sudah menyebabkan peradangan nefron, penderita biasanya mengalami gejala seperti:

  • demam,
  • menggigil,
  • nyeri punggung,
  • rasa panas saat buang air kecil,
  • susah buang air kecil,
  • nyeri saat buang air kecil (anyang-anyangan), atau
  • kencing berdarah.

Tekanan darah mungkin menjadi tinggi dan kadang-kadang sulit untuk dikendalikan.

Ada pula beberapa ciri dan gejala yang mungkin tidak disebutkan di atas. Jika Anda memiliki kekhawatiran akan gejala tertentu, segera konsultasikan kepada dokter.

Kapan saya harus menghubungi dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila mengalami salah satu dari keluhan berikut.

  • Terdapat darah dalam urine Anda atau Anda mengalami menggigil, demam, dan nyeri pinggang.
  • Mengalami ruam setelah memulai pengobatan baru, alergi terhadap penisilin atau antibiotik lainnya, serta memiliki efek samping obat.

Setiap orang dapat memiliki gejala atau kondisi yang beragam. Maka dari itu, selalu diskusikan dengan dokter bila Anda mencemaskan suatu gejala atau memerlukan informasi terkait metode diagnosis, pengobatan, dan perawatan terbaik bagi Anda.

Penyebab dan faktor risiko

Apa yang menyebabkan nefritis interstisial?

Nefritis interstisial umumnya disebabkan oleh reaksi terhadap obat-obatan, termasuk alergi antibiotik, obat antiradang, dan diuretik. Obat-obatan lain, dibarengi dengan infeksi bakteri dan virus, juga dapat menyebabkan penyakit ini.

Reaksi alergi terhadap obat-obatan lebih parah efeknya pada orang-orang lanjut usia. Kelompok usia ini bahkan tidak hanya berisiko lebih tinggi mengalami nefritis, tapi juga kerusakan ginjal permanen.

Sementara itu, nefritis interstisial yang bukan disebabkan oleh alergi mungkin memiliki kaitan dengan kondisi berikut.

  • Kadar kalium darah yang terlalu rendah.
  • Kadar kalsium darah yang terlalu tinggi.
  • Infeksi tertentu.
  • Pada kasus yang lebih langka, gangguan autoimun seperti lupus, sarkoidosis, dan sindrom Sjogren.
  • Faktor lain yang tidak diketahui.

Peradangan nefron non-alergi bisa bersifat kronis atau akut. Nefritis akut terjadi dalam waktu cepat akibat satu atau beberapa faktor yang disebutkan di atas.

Sementara itu, nefritis kronis biasanya berawal dari masalah kesehatan lain yang sudah berlangsung lama.

Apa saja yang meningkatkan risiko terjadinya peradangan nefron?

Lansia adalah kelompok yang berisiko tinggi mengalami nefritis interstisial. Ini karena lansia cenderung sering mengonsumsi obat-obatan, tapi kemampuan tubuhnya dalam menanggapi obat sudah jauh menurun.

Selain itu, faktor-faktor lain yang bisa meningkatkan risiko terjadinya nefritis interstisial adalah:

  • pada orang dewasa, penyebabnya bisa karena konsumsi obat tanpa petunjuk dokter,
  • memiliki gangguan autoimun,
  • mengidap sarkoidosis, gangguan autoimun yang menyebabkan peradangan paru-paru, serta
  • pada anak-anak, penyebabnya bisa berkaitan dengan infeksi.

Diagnosis

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk mendiagnosis kondisi ini?

Dokter menetapkan diagnosis dari riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, tes darah, serta tes urine. Jika dicurigai terdapat masalah pada fungsi ginjal Anda, dokter akan membahas riwayat kesehatan dengan lebih rinci.

Dokter mungkin juga akan menganalisis riwayat pengobatan Anda melalui pertanyaan berikut.

  • Obat apa saja yang yang Anda konsumsi?
  • Seberapa sering Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut?
  • Sudah berapa lama Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut?

Jika masalah ginjal Anda disebabkan oleh efek samping atau penggunaan obat, Anda mungkin akan diminta untuk berhenti mengonsumsi obat tersebut. Dalam banyak kasus, tindakan ini dapat mengembalikan fungsi ginjal dengan cepat.

Apabila penyebabnya bukan obat-obatan, dokter kemungkinan akan menyarankan pemeriksaan penunjang dengan ultrasonografi (USG). Prosedur ini memanfaatkan gelombang suara untuk mendapatkan gambaran kondisi ginjal Anda.

Untuk diagnosis yang masih tidak jelas, dokter juga dapat melakukan biopsi ginjal. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan jarum khusus ke dalam ginjal untuk mengambil sampel jaringan. Sampel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium.

Pengobatan

Apa saja pilihan pengobatan untuk nefritis interstisial?

Pengobatan nefritis interstisial bertujuan untuk mengobati gagal ginjal serta mengatasi masalah metabolisme yang berhubungan dengan gagal ginjal. Masalah metabolisme tersebut antara lain kalium darah yang rendah, kalsium yang tinggi, dan sebagainya.

Pengobatan akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien di bawah pengawasan dokter spesialis urologi. Jika penyebabnya adalah obat-obatan, dokter biasanya akan menyarankan pasien untuk menghentikan konsumsi obat tersebut.

Bila tubuh penderita tidak menanggapi pengobatan awal, obat kortikosteroid seperti prednison dapat diberikan untuk mengatasi radang. Namun, jika kortikosteroid tidak berpengaruh, obat yang lebih kuat seperti siklofosfamid dapat dicoba.

Bentuk pengobatan untuk infeksi tentunya juga berbeda. Dokter pertama-tama perlu mencari tahu jenis mikroorganisme yang menyebabkan infeksi. Setelah itu, barulah dokter dapat meresepkan antibiotik yang sesuai untuk Anda.

Pengobatan di rumah

Apa saja bentuk perubahan gaya hidup untuk mengatasi kondisi ini?

Berikut adalah berbagai perbaikan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi nefritis interstisial.

  • Berhenti mengonsumsi obat yang jelas menjadi penyebab peradangan nefron.
  • Selalu mengonsumsi obat-obatan sesuai resep.
  • Minum banyak air untuk mempercepat pengeluaran bakteri dari kandung kemih.
  • Tidak menahan kencing.
  • Membersihkan organ intim setelah buang air kecil dan berhubungan seksual.

Nefritis interstisial merupakan kondisi yang dapat menyebabkan peradangan akut atau kronis pada nefron.

Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mencegah kondisi ini berkembang menjadi penyakit gagal ginjal.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Berbagai Kondisi yang Dapat Menjadi Penyebab Muntah

Semua orang pasti pernah muntah. Lantas, apa saja sebenarnya hal-hal yang bisa menjadi penyebab seseorang mengalami muntah?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Winona Katyusha
Kesehatan Pencernaan 11 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit

10 Penyebab Kaki Bengkak dan Cara Mengatasinya

Ada banyak penyebab kaki bengkak, mulai dari cedera, lama berdiri, kehamilan, dan banyak lagi. Bagaimana cara mengatasinya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Arinda Veratamala
Kesehatan, Gejala dan Kondisi Umum 10 Februari 2021 . Waktu baca 11 menit

Anoreksia Nervosa

Anoreksi nervosa adalah gangguan makan yang berdampak buruk pada kesehatan fisik dan psikologis. Yuk, kenali lebih dalam tentang kondisi ini.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Kesehatan Mental, Gangguan Makan 1 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

6 Cara Mengobati Muntaber agar Tidak Bertambah Parah

Muntaber menimbulkan gejala yang mengganggu aktivits. Yuk, intip cara mengatasi gejala dan mengobati muntaber berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pencernaan, Muntaber 21 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit

Direkomendasikan untuk Anda

obat vertigo

Berbagai Pilihan Obat Vertigo: Mana yang Paling Efektif?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 26 Februari 2021 . Waktu baca 12 menit
tes laju endap darah adalah

Apa Artinya Jika Hasil Tes Laju Endap Darah Saya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 19 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit
mencegah batu ginjal sakit batu ginjal

7 Cara Mencegah Batu Ginjal yang Dapat Dilakukan Sekarang Juga

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Dipublikasikan tanggal: 18 Februari 2021 . Waktu baca 7 menit
Konten Bersponsor
akibat bau mulut

Kenali Beberapa Penyakit yang Ditandai oleh Bau Mulut

Ditinjau oleh: dr. Carla Pramudita Susanto
Ditulis oleh: Roby Rizki
Dipublikasikan tanggal: 15 Februari 2021 . Waktu baca 5 menit