Uretritis Gonore

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 13 November 2020 . Waktu baca 5 menit
Bagikan sekarang

Definisi

Apa itu uretritis gonore?

Uretritis gonore adalah salah satu jenis uretritis, di mana merupakan kondisi yang terjadi ketika uretra Anda terinfeksi bakteri penyebab gonorea. Uretra adalah saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke luar tubuh.

Ketika terinfeksi, uretra menjadi bengkak dan dapat menimbulkan rasa nyeri saat buang air kecil.

Uretritis gonore ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom. Bila tidak diobati, infeksi bisa bertambah parah dan menyebar ke bagian tubuh yang lain.

Seberapa umumkah uretritis gonore?

Uretritis gonore adalah salah satu penyakit yang dapat terjadi pada siapa pun dari segala usia, baik pria maupun wanita. Namun, penyakit ini lebih banyak dialami oleh wanita.

Wanita memiliki peluang lebih besar terkena penyakit ini daripada pria. Pasalnya, uretra pria yang merupakan ujung penis, jauh lebih panjang daripada wanita. Sementara uretra wanita lebih pendek, biasanya sepanjang 3 – 4 cm, sehingga bakteri lebih mudah dan cepat masuk sampai ke uretra.

Penyakit ini bisa diatasi dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Silakan diskusikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala uretritis gonore?

Umumnya, gejala penyakit urologi ini adalah munculnya cairan berwarna putih susu pada urine. Kondisi ini juga biasa disebut kencing bernanah. Selain itu, terdapat berbagai gejala lainnya yang juga akan dialami oleh penderita.

Pada pria, gejala yang dapat muncul dari uretritis gonore termasuk:

  • urine berdarah (hematuria),
  • nyeri seperti terbakar saat buang air kecil (disuria),
  • demam, tapi gejala ini jarang terjadi,
  • keluarnya cairan dari penis,
  • penis terasa gatal, bengkak, dan nyeri saat ditekan, serta
  • nyeri saat ejakulasi.

Pada kebanyakan wanita, sebenarnya infeksi ini tidak menunjukkan gejala. Namun, infeksi juga dapat menimbulkan rasa berat di daerah panggul yang sering disertai dengan nyeri saat buang air kecil. Gejala lainnya meliputi:

Mungkin ada beberapa tanda atau gejala yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda khawatir memiliki gejalanya, silakan konsultasi dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda sebaiknya segera menghubungi dokter jika Anda mengalami hal-hal berikut.

  • Rasa sakit saat buang air kecil.
  • Rasa sakit saat berhubungan seks.
  • Demam tinggi yang tak kunjung turun.

Jika Anda sedang dalam pengobatan, Anda sebaiknya segera hubungi dokter jika gejala-gejala tersebut tidak membaik atau berkepanjangan. Tubuh setiap orang berbeda-beda. Selalu lebih baik diskusikan dengan dokter apa yang terbaik bagi situasi Anda.

Penyebab

Apa penyebab uretritis gonore?

Uretritis gonore disebabkan oleh bakteri yang bernama Neisseria gonorrhoeae. Penyakit ini ditimbulkan dari penyakit menular seksual. Oleh karena itu, orang-orang yang kerap melakukan hubungan seks tanpa pengaman dan sering berganti pasangan lebih rentan terhadap penyakit ini.

Selain itu, orang yang pernah memiliki riwayat terkena penyakit menular seksual lain juga berisiko tinggi mengalami uretritis gonore. Anda yang memiliki sistem imunitas yang lebih lemah pun perlu berhati-hati dengan penyakit ini.

Ingatlah, tidak memiliki faktor risiko bukan berarti Anda tidak dapat terkena penyakit ini. Faktor-faktor risiko ini hanya sebagai referensi. Anda sebaiknya bertanya kepada dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Diagnosis dan pengobatan

Apa saja diagnosis yang dilakukan untuk uretritis gonore?

Mulanya, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan hal-hal seputar kegiatan seksual Anda, baik tentang pasangan Anda, seberapa rutin Anda melakukannya, dan apakah Anda kerap menggunakan pengaman atau tidak.

Selanjutnya, dokter mengambil sampel cairan dari saluran kandung kemih untuk mendiagnosis penyakitnya. Pasien wanita akan dicek di bagian panggul. Jika uretritis gonore selesai didiagnosis, dokter akan melakukan tes apakah ada infeksi pada pasangan seks Anda.

Apa saja pilihan pengobatan untuk uretritis gonore?

Dokter akan memberikan resep obat antibiotik untuk mengatasi infeksi. Obat pencegah nyeri seperti acetaminophen dan ibuprofen serta mandi air hangat bisa mengurangi rasa sakit.

Anda sebaiknya minum air yang banyak, khususnya jus buah untuk meningkatkan asam di urine. Urine yang mengandung asam dapat mengurangi penyebaran infeksi.

Di samping itu, Anda perlu menghindari hubungan seks sampai Anda sembuh atau jika pasangan seks Anda memiliki penyakit ini, ia sebaiknya diobati dengan baik.

Penting untuk diketahui bahwa Anda dapat mengalami infeksi tanpa gejala. Untuk alasan ini, Anda dan pasangan sebaiknya rutin memeriksakan diri ke dokter. Bila ternyata telah terjadi infeksi dan tidak diobati, Anda atau pasangan bisa tertular kembali.

Pengobatan di rumah

Apa perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi uretritis gonore?

Di bawah ini adalah beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi uretritis gonore.

  • Sering mencuci tangan untuk menghindari penyebaran.
  • Melakukan seks yang aman dengan menggunakan kondom.
  • Tidak melakukan hubungan seks sampai sembuh.
  • Jika pasangan seks Anda terinfeksi, mereka sebaiknya juga diobati dengan benar.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter spesialis urologi untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Kenapa Selalu Ngantuk Sehabis Seks?

Kenapa selalu ngantuk sehabis seks? Ternyata bukan ego dan rasa malas penyebabnya. Yuk simak lengkap artikel berikut tentang ngantuk sehabis seks.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Seksual, Tips Seks 19 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

7 Fakta Menarik Seputar Air Mani Pria, Ternyata Berbeda dengan Sperma, Lho!

Banyak yang mengira bahwa air mani pria dan sperma adalah dua hal yang sama, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar. Ini faktanya.

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 18 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit

Ragam Obat Kuat Pria di Apotek, Apakah Bisa Bikin Tahan Lama di Ranjang?

Obat kuat sering dijadikan solusi untuk menunjang stamina pria di ranjang. Tapi apakah obat ini efektif? Adakah efek samping yang berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Andreas Wilson Setiawan
Ditulis oleh: Rizki Pratiwi
Kesehatan Pria, Kesehatan Penis 16 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit

Benarkah Alkohol Membuat Pria Sulit Ereksi?

Pernahkah Anda mengalami kesulitan ereksi setelah mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak? Apa efek alkohol terhadap kemampuan ereksi?

Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Impotensi 16 Februari 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

wanita berbulu lebat nafsu tinggi seks

Benarkah Wanita Berbulu Lebat Nafsu Seksnya Tinggi?

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Satria Perdana
Dipublikasikan tanggal: 25 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
hubungan intim sebaiknya seminggu berapa kali sehari

Harus Berapa Kali Berhubungan Seks dalam Seminggu Agar Tetap Intim?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Aprinda Puji
Dipublikasikan tanggal: 24 Februari 2021 . Waktu baca 6 menit
merangsang payudara

Bisakah Wanita Orgasme Hanya dengan Merangsang Payudara?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 4 menit
penurunan libido rendah

Penurunan Libido

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Risky Candra Swari
Dipublikasikan tanggal: 22 Februari 2021 . Waktu baca 9 menit