7 Penyebab Kencing Keluar Gumpalan Darah dan Pengobatannya

    7 Penyebab Kencing Keluar Gumpalan Darah dan Pengobatannya

    Munculnya darah di dalam urine dikenal sebagai hematuria. Kondisi ini bisa menandakan gangguan pada saluran kemih, ginjal, atau organ intim. Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan gumpalan darah keluar ketika kencing.

    Ketahui selengkapnya sehingga Anda bisa menentukan langkah pengobatan yang tepat.

    Kenapa kencing keluar gumpalan darah?

    Munculnya darah dalam urine bisa menjadi tanda masalah kesehatan yang serius, meski hanya terjadi sekali.

    Mengabaikan kondisi ini dapat menyebabkan memburuknya kondisi. Jadi, sebaiknya Anda menemui dokter sesegera mungkin.

    Berikut ini beberapa penyebab munculnya darah dalam urine.

    1. Infeksi

    ciri-ciri sembuh dari infeksi saluran kemih

    Infeksi adalah salah satu penyebab paling umum dari hematuria. Infeksi bisa terjadi di suatu tempat di saluran kemih, kandung kemih, atau di ginjal Anda.

    Infeksi terjadi ketika bakteri naik ke uretra, tabung yang membawa urine keluar dari tubuh dari kandung kemih.

    Selain itu, infeksi dapat berpindah ke kandung kemih dan bahkan ke ginjal.

    Kondisi ini sering menyebabkan rasa sakit saat kencing dan meningkatkan frekuensi buang air kencing.

    2. Batu ginjal dan kandung kemih

    Alasan umum lainnya kencing mengeluarkan darah adalah adanya batu ginjal atau batu pada kandung kemih.

    Batu ini adalah kristal yang terbentuk dari endapan mineral dalam urine di dalam ginjal atau kandung kemih. Endapan berasal dari kalsium, oksalat, dan asam urat.

    Batu besar bisa menyebabkan penyumbatan yang kerap mengakibatkan kencing berdarah dan nyeri yang terasa kuat.

    3. Pembengkakan prostat

    organ prostat

    Penyebab keluar gumpalan darah saat kencing pada pria paruh baya yang cukup umum adalah pembesaran prostat jinak.

    Prostat adalah kelenjar yang berada tepat di bawah kandung kemih dan dekat uretra.

    Prostat yang membesar akan menekan uretra, yakni saluran keluarnya urine. Hal ini tentunya bisa menyebabkan masalah buang air kecil.

    Gangguan yang paling sering terjadi adalah kandung kemih mengosongkan diri atau mengeluarkan urine sepenuhnya.

    Hal ini kemudian menimbulkan infeksi saluran kemih (ISK) dan membuat kencing keluar gumpalan darah.

    4. Penyakit ginjal

    Penyebab lainnya dari kencing berdarah adalah penyakit ginjal. Ginjal yang sakit atau meradang dapat menyebabkan hematuria.

    Penyakit ini dapat terjadi dengan sendirinya atau akibat komplikasi dari penyakit lain, seperti diabetes.

    Pada anak usia 6 – 10 tahun, gangguan ginjal pasca glomerulonefritis streptokokus dapat menyebabkan hematuria.

    5. Kanker

    Efek samping mesna gagal ginjal akut

    Kanker kandung kemih, ginjal, atau prostat bisa menyebabkan kemunculan darah dalam urine.

    Ini bahkan gejala yang kerap terjadi pada kasus kanker kandung kemih stadium lanjut.

    Kanker di stadium awal mungkin tidak menunjukkan tanda atau gejala yang serius.

    Oleh karena itu, Anda perlu rutin melakukan deteksi dini kanker agar bisa ditangani lebih cepat dan mudah untuk diobati.

    6. Obat-obatan

    Beberapa obat-obatan tertentu dapat menyebabkan kencing keluar seperti gumpalan darah. Obat-obatan tersebut di antaranya:

    • penisilin,
    • aspirin,
    • pengencer darah seperti heparin dan warfarin, dan
    • siklofosfamid, obat untuk mengobati jenis kanker tertentu.

    7. Klamidia

    Klamidia atau klamidiasis merupakan salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri bernama Chlamydia trachomatis.

    Penyakit ini dapat menimbulkan peradangan pada uretra. Jika berkembang lebih jauh, infeksi bisa mengakibatkan perdarahan di dalam urine.

    Penyakit ini bisa menjadi penyebab keluar gumpalan darah saat kencing pada wanita atau pria.

    Cara mengatasi dan mencegah kencing keluar gumpalan darah

    Jenis pengobatan kencing keluar darah tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Berikut beberapa pengobatan yang mungkin dilakukan.

    • Dokter akan meresepkan antibiotik untuk membunuh bakteri penyebab infeksi pada saluran kemih.
    • Prosedur extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL) untuk memecah batu ginjal pada saluran kemih atau ginjal.
    • Obat alpha blocker atau 5-alpha reductase inhibitor untuk mengobati pembesaran prostat.
    • Untuk mencegah infeksi, minum banyak air setiap hari, buang air kecil segera setelah berhubungan seksual, dan jaga kebersihan alat reproduksi.
    • Hindari asupan garam berlebih, bayam, dan rhubarb untuk mencegah pembentukan batu di saluran kemih atau ginjal.
    • Untuk mencegah kanker kandung kemih, hindari merokok, batasi paparan bahan kimia, dan minum banyak air.

    Penting Anda ketahui

    • Lantaran beberapa penyebab munculnya darah dalam urine merupakan kondisi serius, Anda harus mencari pertolongan medis sesegera mungkin.
    • Anda tidak boleh mengabaikan hematuria meskipun hanya muncul sedikit darah dalam urine.
    • Beri tahu dokter jika Anda mengalami buang air kecil yang sering, sulit, menyakitkan, sakit perut, dan sakit ginjal.

    Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

    Sumber

    Blood in urine. (2020). National Health Services. Retrieved August 6, 2022 from, https://www.nhs.uk/conditions/blood-in-urine/

    Blood in urine (hematuria) – Diagnosis & treatment. (2020). Mayo Clinic. Retrieved August 6, 2022 from, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blood-in-urine/diagnosis-treatment/drc-20353436

    Blood in urine (hematuria) – Symptoms & causes. (2020). Mayo Clinic. Retrieved August 6, 2022 from, https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/blood-in-urine/symptoms-causes/syc-20353432

    Hematuria. (2018). Cleveland Clinic. Retrieved August 6, 2022 from, https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15234-hematuria

    Hematuria. (n.d.). Urology Care Foundation. Retrieved August 6, 2022 from, https://www.urologyhealth.org/urology-a-z/h/hematuria

    Hematuria (Blood in the Urine). (2016). NIH: National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Retrieved August 6, 2022 from, https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/hematuria-blood-urine

    Foto Penulisbadge
    Ditulis oleh Ilham Fariq Maulana Diperbarui Aug 24
    Ditinjau secara medis oleh dr. Andreas Wilson Setiawan