home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Beberapa Gejala Infeksi Ginjal yang Perlu Anda Ketahui

Beberapa Gejala Infeksi Ginjal yang Perlu Anda Ketahui

Infeksi ginjal (pielonefritis) adalah penyakit ginjal yang disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk ke dalam kandung kemih lewat uretra. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi ginjal, hingga menyebabkan infeksi. Cari tahu gejala infeksi ginjal berikut ini.

Tanda-tanda dan gejala infeksi ginjal

Awalnya, infeksi ginjal tidak menunjukkan gejala apa pun, sehingga banyak orang yang tidak sadar bahwa ginjal mereka sedang bermasalah. Namun, ada kalanya gejala akan berkembang dalam beberapa jam atau dalam satu hari setelah terinfeksi.

Umumnya, pielonefritis dapat menunjukkan gejala yang mirip dengan infeksi saluran kemih (ISK), meliputi sebagai berikut.

1. Sering buang air kecil

Ciri-ciri infeksi ginjal yang paling sering terjadi adalah sering buang air kecil. Perubahan pada frekuensi air kecil ini disebabkan oleh bakteri penyebab pielonefritis telah menjalar hingga ke kandung kemih dan menyebabkan iritasi.

Akibatnya, Anda mungkin lebih sering buang air kecil, meskipun kandung kemih sebenarnya sedang kosong.

2. Ada darah dalam urine

cairan ketuban dan urin

Pernahkah ketika sedang buang air kecil warna urine Anda tampak seperti ada bercak darah di dalamnya? Jika iya, ada kemungkinan kondisi ini termasuk gejala dari infeksi ginjal.

Darah dalam urine atau hematuria merupakan pertanda bahwa tubuh sedang berusaha melawan bakteri penyebab infeksi. Hal ini mengakibatkan sel darah merah keluar dari urine.

Dilansir dari Urology Care Foundation, tidak semua hematuria dapat dilihat dengan mata telanjang. Jenis hematuria yang paling umum, yaitu hematuria mikroskopis hanya dapat dilihat oleh tenaga kesehatan dengan bantuan mikroskop.

Seseorang yang dapat melihat darah dalam urine biasanya mengeluarkan kencing berwarna merah muda, merah, atau cokelat. Jika mengalami hal ini, segera periksakan diri untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuh Anda.

3. Nyeri punggung

Ginjal terletak di belakang rongga perut dan lebih dekat dengan punggung. Jika terinfeksi, lambat laun ginjal bengkak (hidronefrosis) dan menekan kapsul ginjal yang menutupinya.

Tekanan dari ginjal tersebut ternyata menyebabkan rasa sakit pada punggung bagian bawah karena lokasi ginjal lebih dekat ke punggung.

Sebagai salah satu gejala infeksi ginjal yang cukup umum terjadi, nyeri pada punggung biasanya diperiksa dengan menepuk bagian tersebut. Hal ini bertujuan untuk memudahkan diagnosis dokter.

4. Sakit saat buang air kecil

Selain merusak lapisan ginjal dan kandung kemih, bakteri penyebab infeksi ginjal juga memengaruhi jaringan saraf kandung kemih. Alhasil, muncul rasa tidak nyaman ketika Anda buang air kecil.

Jika Anda merasakan nyeri dan sensasi terbakar saat buang air kecil, ada kemungkinan lapisan ginjal dan uretra sedang mengalami peradangan. Oleh sebab itu, Anda perlu menjalani sejumlah pemeriksaan ginjal, seperti uji kreatinin.

5. Urine tampak keruh dan bau

warna air kencing

Mirip dengan gejala infeksi jamur vagina, gejala infeksi ginjal, terutama pada wanita, cenderung mengeluarkan urine yang tampak keruh. Tidak hanya terlihat keruh, penderita infeksi ginjal juga memiliki urine yang berbau tidak sedap. Apa sebabnya?

Tubuh yang mengalami infeksi memiliki sinyal otomatis untuk memproduksi lebih banyak sel darah putih. Peningkatan produksi sel darah putih bertujuan untuk melawan bakteri penyebab infeksi. Alhasil, warna urine terlihat keruh karena jumlah sel darah putih lebih banyak.

Sementara itu, bau urine yang tidak sedap adalah hasil dari fermentasi bakteri. Namun, ada kalanya kondisi ini disebabkan oleh tubuh kekurangan cairan, alias dehidrasi.

Agar lebih mudah membedakannya, Anda bisa minum air yang banyak. Jika warna urine masih keruh dan berbau, ada kemungkinan kondisi ini adalah ciri-ciri dari infeksi ginjal.

6. Demam

Pada saat infeksi menyerang organ tubuh, termasuk ginjal, akan ada respons kekebalan tubuh. Sistem kekebalan tubuh Anda akan melawan bakteri, tetapi menyebabkan suhu tubuh meningkat (demam) dan dapat disertai dengan keringat dingin di malam hari.

Sebagai salah satu gejala infeksi ginjal yang sering terjadi pada wanita, kondisi ini tidak dialami oleh semua orang. Suhu tubuh yang lebih dari 38°C lebih umum terjadi pada infeksi ginjal akut.

Sementara itu, pada orang dengan sistem imun lemah, lansia, atau pasien dengan gangguan kekebalan, ada kalanya demam justru tidak terjadi.

7. Nanah dalam urine

Jika infeksi ginjal yang Anda alami sudah termasuk parah, biasanya gejala yang ditunjukkan dapat berupa adanya nanah dalam urine. Kondisi ini disebabkan oleh infeksi parah dalam kandung kemih.

Infeksi parah dalam kandung kemih ternyata juga menyebabkan penumpukan sel darah putih dan bakteri yang keluar bersama urine. Alhasil, warna urine pun tercampur dengan nanah.

Ciri infeksi ginjal pada wanita

Dilansir dari American Family Physician, pielonefritis, terutama yang akut, sering terjadi pada wanita dewasa. Oleh sebab itu, untuk memudahkan Anda membedakan infeksi ginjal dengan penyakit infeksi lainnya, berikut beberapa gejala yang perlu diwaspadai.

Sakit perut

komplikasi lupus

Selain sakit punggung, gejala infeksi yang sering terjadi pada wanita adalah nyeri pada perut. Walaupun tidak semua orang mengalami hal yang sama, tanda yang satu ini dapat terjadi.

Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh rasa nyeri pada ginjal yang menjalar ke organ tubuh lainnya, termasuk perut. Apabila Anda merasakan sakit perut, segera periksakan diri ke dokter untuk memastikan, apakah kondisi ini berkaitan dengan pielonefritis atau tidak.

Mual dan muntah

Sama seperti demam, mual dan muntah diakibatkan oleh peradangan dan infeksi dalam tubuh yang merangsang sistem kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, ketika tubuh diserang oleh infeksi bakteri, ada kemungkinan Anda akan merasa mual hingga muntah.

Tanda-tanda pielonefritis pada anak

Infeksi ginjal dapat menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Berikut ini beberapa gejala pielonefritis yang perlu orangtua perhatikan.

  • Sensasi terbakar atau nyeri saat buang air kecil.
  • Lebih sering buang air kecil.
  • Mengompol.
  • Ada darah dan nanah dalam urine.
  • Nyeri perut dan punggung di bagian bawah.
  • Mual dan muntah.
  • Demam dan meriang.
  • Rewel, sering menangis tanpa alasan.
  • Nafsu makan menurun.
  • Pertumbuhan terhambat.

Jika Anda atau anggota keluarga lainnya mengalami gejala infeksi yang telah disebutkan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Dengan demikian, Anda dapat menjalani pemeriksaan fungsi ginjal dan mengetahui apa yang salah dengan tubuh.

Apabila Anda memiliki kekhawatiran tertentu terkait masalah ginjal yang tidak disebutkan, konsultasikan juga ke dokter. Hal ini bertujuan untuk memudahkan Anda mendapatkan solusi yang tepat.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Kidney Infection. (2018). Mayo Clinic. Retrieved 6 September 2018, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/kidney-infection/symptoms-causes/syc-20353387 

Pyelonephritis. (2019). Harvard Health Publishing. Retrieved 29 July 2020, from https://www.health.harvard.edu/a_to_z/pyelonephritis-a-to-z

Is blood in your urine a reason to be concerned?. (2016). Urology Care Foundation. Retrieved 29 July 2020, from https://www.urologyhealth.org/patient-magazine/magazine-archives/2016/winter-2016/is-blood-in-your-urine-a-reason-to-be-concerned

Michels, T.C. (2015). Dysuria: Evaluation and Differential Diagnosis in Adults. American Family Physician. Retrieved 29 July 2020, from https://www.aafp.org/afp/2015/1101/p778.html

Shah, S.M. (2019). Urine – abnormal color. Medline Plus. Retrieved 29 July 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/003139.htm 

Colgan, R. (2011). Diagnosis and Treatment of Acute Pyelonephritis. American Family Physician. Retrieved 29 July 2020, from https://www.aafp.org/afp/2011/0901/p519.html

Meštrović, T. (2018). Pyelonephritis Symptoms. News Medical: Life Sciences. Retrieved 29 July 2020, from https://www.news-medical.net/health/Pyelonephritis-Symptoms.aspx

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh Karinta Ariani Setiaputri
Tanggal diperbarui 06/08/2020
x