Ensefalopati Uremikum, Komplikasi Gangguan Ginjal yang Menyerang Otak

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 14 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Organ ginjal berperan dalam menyaring zat yang tidak diperlukan dalam darah. Jika ginjal tidak berfungsi, tentu akan ada berbagai masalah yang menyerang kesehatan tubuh. Bentuk komplikasi yang sering terjadi pada pasien penyakit ginjal adalah ensefalopati uremikum.

Apa itu ensefalopati uremikum?

mual saat hamil

Ensefalopati uremikum adalah gangguan otak yang terjadi pada pasien gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Kondisi ini biasanya ditandai dengan angka laju filtrasi glomerulus (eGFR) menurun dan tetap di bawah 15 mL/menit. 

Kebanyakan ahli percaya bahwa komplikasi dari penyakit ginjal ini disebabkan oleh penumpukan racun air kencing dalam darah. Kondisi ini juga lebih sering terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisis dan sudah memasuki usia lebih dari 55 tahun.

Jika dibiarkan, ensefalopati uremikum dapat menyebabkan pasien sering linglung hingga mengalami koma.

Tanda dan gejala ensefalopati uremikum

Tanda dan gejala ensefalopati uremikum bervariasi, mulai dari ringan hingga yang berat. Tingkat keparahan gejala komplikasi gagal ginjal ini tergantung dari seberapa cepat menurunnya fungsi ginjal

Oleh sebab itu, tanda dan gejala dari kondisi ini perlu dikenali sejak dini untuk menghindari risiko terburuk, yaitu koma. Berikut ini beberapa kondisi yang menandakan ensefalopati uremik berdasarkan tingkat keparahannya. 

Gejala ringan

Gejala yang termasuk ringan adalah:

  • mual dan muntah,
  • anoreksia,
  • gelisah,
  • mudah mengantuk,
  • rasa lemah, serta
  • fungsi kognitif melambat, seperti sulit konsentrasi dan berbicara.

Jika gejala ringan lebih cepat ditangani, gangguan pada otak ini bisa diatasi dengan dialisis

Gejala berat

Jika ensefalopati berkembang, Anda mungkin akan mengalami beberapa gejala di bawah ini, antara lain:

  • muntah ,
  • disorientasi atau linglung,
  • ketidakstabilan emosi,
  • kejang,
  • penurunan kesadaran atau sering pingsan, serta
  • koma.

Informasi Pengobatan dan Perawatan untuk Pasien Gagal Ginjal

Apa yang terjadi ketika fungsi ginjal menurun?

Setiap harinya tubuh akan menghasilkan zat yang disebut urea. Urea merupakan sisa hasil metabolisme protein yang setiap hari dibuang melalui ginjal dalam rangka proses pembentukan urine

Urea dalam kadar yang normal biasanya tidak akan menyebabkan gangguan. Namun, ketika ginjal mengalami kerusakan, kadar urea akan meningkat dan menyebabkan berbagai penyakit.

Bila terjadi gagal ginjal, baik akut maupun kronis, kadar urea akan meningkat dengan cepat karena ginjal tidak mampu membuang limbah dan cairan berlebih. Akibatnya, penumpukan urea dalam darah pun terjadi atau disebut uremia. 

Uremia dapat memicu gangguan neurotransmitter di dalam otak, seperti penurunan kadar GABA (gamma-aminobutyric acid), yaitu salah satu neurotransmitter otak. Alhasil, ensefalopati uremikum pun terjadi. 

Bagaimana cara mendiagnosis kondisi ini?

Jika Anda mengalami tanda dan gejala yang disebutkan, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter spesialis urologi. Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terkait gejala yang dialami dan bertanya tentang riwayat kesehatan. 

Pada kebanyakan kasus, dokter juga akan memeriksa kesehatan untuk memantau gejala terkait mental dan neurologis. Selain itu, mereka juga akan meminta Anda untuk menjalani berbagai tes, seperti sebagai berikut.

  • Pemeriksaan ginjal, seperti kadar urea darah dan kreatinin.
  • Pemeriksaan kadar elektrolit darah untuk melihat adanya gangguan pada elektrolit atau tidak.
  • Pemeriksaan darah lengkap untuk melihat jumlah sel darah putih atau leukosit dalam urine yang menjadi pertanda infeksi.
  • CT scan atau MRI untuk mendeteksi adanya kerusakan atau kelainan pada otak.
  • Tes electroencephalogram (EEG) atau rekam otak untuk mengukur aktivitas listrik di otak.

Mengenal Penyakit Urologi dan Cara Mencegahnya

Cara mengobati ensefalopati uremikum

dialisis

Jika diagnosis sudah dipastikan, penanganan ensefalopati uremikum yang biasanya dilakukan adalah cuci darah. Apa pun penyebabnya, baik gagal ginjal akut maupun kronis, kondisi ini adalah salah satu alasan Anda perlu segera menjalani dialisis. 

Apabila gejala sudah termasuk parah hingga ginjal mengalami kerusakan total, Anda mungkin membutuhkan transplantasi ginjal.

Semakin cepat dialisis dilakukan, proses penyembuhan pun akan semakin cepat. Selain cuci darah, dokter juga akan memberikan transfusi darah jika kadar hemoglobin Anda rendah.

Tidak hanya itu, pasien yang mengalami kejang pun akan ditangani dengan perawatan khusus. Namun, sebelumnya dokter akan mendiagnosis, apakah kejang disebabkan oleh ensefalopati uremikum atau masalah kesehatan lainnya.

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Apakah artikel ini membantu Anda?
happy unhappy
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Masalah Seks yang Paling Mengganggu Pria (Plus Cara Mengatasinya)

Meski tampaknya selalu bersemangat soal urusan di ranjang, ada banyak juga masalah seks yang dapat mengganggu pria. Yuk, ketahui apa saja!

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Hidup Sehat, Seks & Asmara 21 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit

Pekerjaan Rumah Tangga Ini Dilarang Bagi Ibu Hamil

Meski sedang hamil, ibu tetap direpotkan untuk melakukan pekerjaan rumah. Namun, apakah semua pekerjaan rumah tangga saat hamil aman untuk dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Kehamilan & Kandungan, Kehamilan 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

6 Cara Praktis Membuat Kopi Anda Lebih Sehat dan Nikmat

Kenikmatan kopi sudah tidak diragukan. Namun, tahukan Anda ada beberapa cara membuat kopi yang dapat menjadikan manfaatnya lebih baik untuk kesehatan.

Ditulis oleh: Novita Joseph
Hidup Sehat, Tips Sehat 21 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit

Kenapa Ada Orang yang Mengalami Alergi Bawang Putih dan Bisakah Diobati?

Selain alergi susu dan kacang, ada juga alergi bawang putih. Apa penyebabnya dan adakah cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut ini.

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Nabila Azmi
Alergi, Alergi Makanan 20 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit

Direkomendasikan untuk Anda

cara mengobati sengatan lebah

Pertolongan Pertama untuk Mengobati Sengatan Lebah

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 23 Oktober 2020 . Waktu baca 3 menit
KDRT konflik rumah tangga

Alasan Psikologis Mengapa Korban KDRT Susah Lepas dari Jeratan Pasangan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Irene Anindyaputri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit
tips menghindari perceraian

7 Rahasia Menghindari Perceraian dalam Rumah Tangga

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 5 menit
gejala leptospirosis

Cara Mengatasi Gejala Leptospirosis, Penyakit Khas di Musim Hujan

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Adelia Marista Safitri
Dipublikasikan tanggal: 22 Oktober 2020 . Waktu baca 4 menit