backup og meta
Kategori
Cek Kondisi
Tanya Dokter
Simpan
Konten

Mengulik Ensefalopati, Penyakit yang Memengaruhi Otak

Ditinjau secara medis oleh dr. Carla Pramudita Susanto · General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 26/10/2022

Mengulik Ensefalopati, Penyakit yang Memengaruhi Otak

Pernahkah Anda mengetahui tentang istilah ensefalopati? Jika belum, istilah tersebut umumnya menggambarkan suatu penyakit yang memengaruhi seluruh fungsi maupun struktur otak. Kondisi ini biasanya dapat berkembang karena kondisi kesehatan yang serius. Ketahui lebih jelas seputar ensefalopati melalui pembahasan di bawah ini.

Apa itu ensefalopati?

radang otak ensefalitis

Ensefalopati adalah penyakit yang dapat merubah cara kerja otak dan fungsinya.

Secara umum, penyakit encephalopathy biasanya ditandai oleh keadaan mental penderitanya yang tidak stabil.

Terkadang, penyakit ini disertai dengan manifestasi fisik seperti koordinasi gerakan anggota tubuh yang buruk.

Ensefalopati bukanlah penyakit tunggal tetapi sekelompok gangguan dengan beberapa penyebab.

Ini adalah masalah kesehatan serius tanpa pengobatan yang dapat menyebabkan kerusakan otak sementara atau permanen.

Pada beberapa kasus, penyakit ensefalopati bisa dialami sejak lahir, sedangkan yang lain terjadi setelah lahir dan kondisi dapat semakin memburuk.

Apa penyebab ensefalopati?

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, ensefalopati bukanlah penyakit tunggal tetapi memiliki berbagai penyebab yang mendasarinya.

Ada banyak jenis ensefalopati dan penyebabnya, sebagai berikut.

1. Ensefalopati hepatik

Penyakit ini disebabkan oleh organ hati yang mengalami penumpukan zat beracun. Hal itulah yang kemudian menyebar dalam darah dan mengganggu fungsi normal otak.

Selain itu, encephalopathy hepatik dapat disebabkan oleh kondisi hati kronis lainnya karena sirosis, infeksi, overdosis obat resep, atau perdarahan di saluran pencernaan.

2. Ensefalopati traumatik kronis (CTE)

Encephalopathy hipoksik-iskemik terjadi karena kekurangan oksigen ke otak sehingga otak tidak dapat berfungsi secara normal.

Kondisi ini juga dapat disebabkan oleh adanya pukulan atau benturan berulang pada kepala dan gegar otak akibat melakukan olahraga kontak, seperti tinju dan menyundul bola.

Hal ini dapat membuat penderitanya mengalami perdarahan hebat, pingsan, atau hampir mati lemas.

3. Ensefalopati wernicke

Penyakit encephalopathy wernicke terjadi akibat kekurangan vitamin B atau yang disebut tiamin. Kondisi ini paling sering terjadi pada orang dengan kecanduan alkohol yang parah (alkoholisme).

Ensefalopati juga dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi di bawah ini:

  • infeksi dari bakteri atau virus,
  • gagal ginjal,
  • ketoasidosis diabetik,
  • gangguan autoimun,
  • tumor otak, dan
  • paparan zat beracun seperti alkohol, cat, pelarut atau radiasi.

Apa tanda dan gejala ensefalopati?

Tanda atau gejala akan tergantung pada apa yang menjadi penyebab ensefalopati.

Melansir situs Ucla Health, gejala yang muncul biasanya dibedakan menjadi ringan dan berat, tapi bila tidak segera diobat akan menyebabkan koma dan kematian mendadak.

Gejala ringan yang mungkin ditimbulkan, seperti berikut ini.

  • Sulit untuk memusatkan perhatian.
  • Sering lupa.
  • Perubahan kepribadian.
  • Sifat mudah marah.
  • Tidur di siang hari dan terjaga di malam hari.
  • Kesulitan untuk mengontrol kemampuan motorik.

Gejala berat yang juga perlu Anda waspadai, di antaranya.

  • Kebingungan atau linglung.
  • Disorientasi.
  • Perubahan perilaku yang parah.
  • Asterixis, yakni sulit mengontrol gerakan tangan.
  • Mudah lelah.
  • Gerakan motorik lambat.
  • Bicara cadel.
  • Kejang.

Bagaimana cara mendiagnosis ensefalopati?

Dokter mungkin akan menanyakan terlebih dahulu perihal gejala dan kapan gejala ensefalopati mulai Anda rasakan. Kemudian dokter akan mencoba menemukan penyebab yang mendasarinya.

Nah, untuk melakukan diagnosis encephalopathy, dokter mungkin akan menggunakan kombinasi dari beberapa cara berikut ini.

  • Melakukan pemeriksaan dan menanyakan riwayat medis.
  • Menjalani tes darah.
  • Mengambil sampel cairan tulang belakang Anda melalui pungsi lumbal.
  • Melakukan pemindaian otak, seperti pemindaian computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI).
  • Melakukan pemeriksaan electroencephalography (EEG), untuk mengetahui cara kerja otak.
  • Menguji kondisi mental dan kemampuan motorik.

Adakah pengobatan untuk ensefalopati?

Mengutip NHS, beberapa orang akhirnya bisa sembuh total dari penyakit encephalopathy, meskipun harus melalui proses yang panjang dan terkadang membuat stres.

Namun, ada juga orang yang tidak dapat sembuh total karena masalah jangka panjang yang disebabkan oleh kerusakan fungsi dan cara kerja otak.

Dalam hal ini, pengobatan untuk ensefalopati tergantung pada apa yang menyebabkannya.

Namun, orang dengan ensefalopati akut perlu dirawat di rumah sakit. Perawatan yang dilakukan biasanya mencakup.

  • Mengatasi penyebab. Caranya, mengonsumsi suplemen bernutrisi digunakan untuk orang dengan encephalopathy Wernicke dan obat antibiotik yang digunakan untuk mengobati akibat infeksi.
  • Mengobati gejalanya. Pengobatan encephalophaty akan disesuaikan dengan gejala yang dialami penderitanya.

Dalam beberapa kasus encephalopathy yang disebabkan oleh masalah hati atau ginjal, mungkin memerlukan dialisis atau transplantasi organ.

Bagaimana cara mencegah penyakit ini?

Penyakit encephalopathy tidak selalu dapat dicegah.

Namun, dengan melakukan beberapa langkah pencegahan berikut ini dapat mengurangi risiko Anda mengembangkan banyak penyebabnya.

  • Menghindari alkohol berlebih.
  • Mengurangi paparan zat beracun seperti obat-obatan.
  • Makan makanan sehat.
  • Menemui dokter Anda secara teratur untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menjalani dan mempraktikkan gaya hidup sehat sebagai cara meminimalisir faktor risiko penyakit otak.

Catatan

Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan. Selalu konsultasikan dengan ahli kesehatan profesional untuk mendapatkan jawaban dan penanganan masalah kesehatan Anda.

Ditinjau secara medis oleh

dr. Carla Pramudita Susanto

General Practitioner · Klinik Laboratorium Pramita


Ditulis oleh Adhenda Madarina · Tanggal diperbarui 26/10/2022

ad iconIklan

Apakah artikel ini membantu?

ad iconIklan
ad iconIklan