home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

5 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Jika Radang Amandel Tidak Diobati

5 Komplikasi yang Mungkin Terjadi Jika Radang Amandel Tidak Diobati

Tonsilitis atau radang amandel ditandai dengan gejala amandel yang bengkak atau tenggorokan sakit saat menelan, berbicara atau kesulitan bernapas. Meski umumnya penyakit radang amandel tidak bahaya, tapi Anda tetap disarankan menemui dokter apabila gejalanya berlangsung lebih dari 4 hari. Jika terus dibiarkan, bukannya tidak mungkin Anda bisa mengalami sederet komplikasi dari penyakit radang amandel di bawah ini.

Bahaya penyakit radang amandel yang tidak diobati

Amandel atau tonsil merupakan dua jaringan lunak atau kelenjar yang terletak di belakang tenggorokan. Organ kecil ini merupakan bagian dari sistem pertahanan tubuh yang menghalau kuman penyakit dan partikel asing masuk ke dalam tubuh melalui tenggorokan.

Lantas, apakah penyakit radang amandel berbahaya? Radang amandel (tonsilitis) yang berlangsung sementara bisa cepat pulih dengan perawatan sederhana dan obat-obatan. Namun, dampaknya bisa sangat merugikan bahkan menurunkan kualitas hidup bila berlangsung jangka panjang atau sering kambuh (tonsilitis kronis).

Nah, penyakit tonsilitis kronis yang dibiarkan atau tidak diobati dengan baik bisa menyebabkan komplikasi seperti:

1. Abses peritonsil

penyebab batu amandel

Abses peritonsil adalah infeksi bakteri lanjutan dari radang tenggorokan atau amandel yang tidak terobati. Abses peritonsil ditunjukkan dengan adanya benjolan berisi nanah yang tumbuh di dekat benjolan tonsil Anda.

Selain benjolan bernanah, bahaya radang amandel ini juga bisa menimbulkan gejala demam tinggi hingga menggigil, bengkak di sekitar leher dan wajah, sakit tenggorokan, sakit telinga di sisi amandel yang meradang, dan suara serak.

Benjolan abses ini juga membuat Anda kesulitan membuka mulut sepenuhnya, menelan makanan atau air, dan menimbulkan bau mulut.

Penyakit ini umumnya diobati dengan antibiotik untuk radang tenggorokan atau dengan cara mengangkat nanah dalam benjolan dengan jarum di dokter THT.

2. Infeksi telinga

Bahaya dari radang amandel yang tidak diobati dengan tuntas juga bisa menyebabkan infeksi sekunder di bagian telingan tengah. Pasalnya, infeksi dari amandel memang bisa menyebar hingga ke bagian telinga.

Amandel yang terlihat ketika Anda membuka mulut sebenarnya hanya sebagian kecil dari seluruh jaringan amandel yang mencakup palatine, adenoid, tubal, dan tonsil lingual.

Saat setiap bagian amandel ini membengkak akibat infeksi, ukurannya yang membesar akan mempermudah virus atau bakteri untuk masuk ke telinga.

Untuk mengobati infeksi di telinga, terlebih dulu diperlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter THT. Pengobatan medis yang diberikan bisa melalui obat tetes telinga, pereda nyeri, atau antibiotik.

3. Sleep apnea

bahaya sleep apnea

Pembengkakan yang terjadi akibat infeksi amandel bisa menyumbat saluran pernapasan dan menganggu pernapasan normal.

Jika tonsilitis dibiarkan, bisa menyebabkan komplikasi seperti sleep apnea yaitu suatu kondisi di mana pernapasan bisa berhenti dalam waktu singkat atau napas menjadi dangkal saat tidur. Sleep apnea juga bisa ditandai dengan tidur mendengkur.

Pengobatan sleep apnea akibat kompilkasi radang amandel biasanya akan dilakukan operasi tonsilektomi, yaitu operasi pengangkatan amandel.

4. Glomerulonefritis akut

Radang amandel yang disebabkan oleh infeksi bakteri streptokokus dapat menyebabkan radang ginjal, suatu kondisi yang dikenal sebagai glomerulonefritis akut.

Bila bakteri yang menginfeksi tonsil masuk ke dalam aliran darah, bakteri bisa menyerang glomeruli. Glomeruli adalah layar penyaringan kecil di ginjal yang bertanggung jawab untuk mengeluarkan kotoran dari darah hasil penyaringan.

Bahaya radang amandel ini bisa menyebabkan peradangan dan pembentukan jaringan parut. Menurut National Kidney Foundation, adanya jaringan parut pada ginjal mengganggu kemampuan glomeruli untuk menyaring darah.

Gejala yang muncul dari komplikasi tonsilitis ini adalah berkurangnya jumlah urin, warna urin berubah sangat cokelat atau bahkan berdarah, paru-paru basah, hingga peningkatan tensi darah (hipertensi).

Biasanya dokter akan memberikan obat kortikosteroid yang berguna untuk mengurangi peradangan

5. Demam rematik

komplikasi radang amandel 1

Demam rematik terjadi pada anak-anak yang mengalami radang amandel akibat infeksi bakteri, yaitu Streptococcus yang merupakan penyebab strep throat.

Tak hanya demam, komplikasi dari radang amandel ini juga menyebabkan ruam, radang pada sendi, sakit perut, dan kelelahan.

Demam rematik dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik untuk melawan bakteri dan obat antiperadangan untuk mengurangi gejala nyeri sendi. Antibiotik seperti penicillin atau amoxicillin perlu dihabiskan sesuai dosis dan lama pengobatan yang disarankan dokter.

Selain itu, Anda juga disarankan untuk lebih banyak istirahat supaya mempercepat tubuh kembali pulih. Pada kasus berat, komplikasi tonsilitis ini bisa menyebabkan peradangan di katup jantung. Oleh sebab itu, demam rematik membutuhkan bantuan medis sesegera mungkin.

Untuk mencegah terjadinya komplikasi amandel, radang harus diobati dengan tepat. Dokter biasanya memberikan resep antibiotik atau obat pereda nyeri. Operasi pengangkatan amandel mungkin diperlukan jika radang amandel sering kambuh dan menghambat aktivitas sehari-hari.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

ENT Health. (2020). Tonsillitis. Retrieved 23 October 2020, from https://www.enthealth.org/conditions/tonsillitis/#:~:text=Patients%20with%20symptoms%20of%20tonsillitis,pharynx%20(rapid%20strep%20testing).

Sleep Foundation. (2020). Sleep Apnea – Causes & Symptoms. Retrieved 23 October 2020, from https://www.sleepfoundation.org/sleep-apnea

Nemours KidsHealth. (2020). Peritonsillar Abscess (for Teens). Retrieved 23 October 2020, from https://kidshealth.org/en/teens/peritonsillar-abscess.html

CDC. (2020). Group A Strep | Rheumatic Fever | GAS. Retrieved 23 October 2020, from https://www.cdc.gov/groupastrep/diseases-public/rheumatic-fever.html#:~:text=Rheumatic%20fever%20(acute%20rheumatic%20fever,key%20to%20preventing%20rheumatic%20fever.

National Kidney Foundation. (2015). What is Glomerulonephritis?.  Retrieved 23 October 2020, from https://www.kidney.org/atoz/content/glomerul

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh Aprinda Puji
Tanggal diperbarui 05/01/2021
x