home
close

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Rhinitis Vasomotor

Definisi|Tanda-tanda dan gejala|Penyebab|Faktor-faktor risiko|Komplikasi|Obat & Pengobatan|Pengobatan di rumah
Rhinitis Vasomotor

Definisi

Apa itu rhinitis vasomotor?

Rhinitis vasomotor, atau yang juga dikenal sebagai rhinitis non-alergi, adalah peradangan pada membran mukosa hidung.

Membran mukosa adalah jaringan selaput di dalam hidung yang menghasilkan lendir atau ingus. Apabila membran mukosa mengalami peradangan, hidung akan bersin-bersin, tersumbat, serta menghasilkan ingus lebih banyak dari kondisi normal.

Pada dasarnya, rhinitis terbagi menjadi 2 jenis, yaitu rhinitis alergi dan non-alergi (vasomotor). Rhinitis alergi biasanya disebabkan oleh paparan terhadap zat pemicu alergi, seperti debu atau bulu binatang.

Berbeda dengan rhinitis alergi, rhinitis vasomotor terjadi tanpa penyebab yang pasti. Selain itu, rhinitis alergi cenderung menjadi masalah musiman, sedangkan rhinitis vasomotor biasanya dapat muncul kapan saja atau berlangsung sepanjang tahun.

Ini bukan termasuk kondisi yang dapat membahayakan hidup. Gejala yang dirasakan mungkin tidak nyaman, tetapi tidak serius.

Seberapa umum kondisi ini?

Rhinitis vasomotor adalah gangguan hidung yang sangat umum ditemui. Walau dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, umumnya kondisi ini dialami oleh orang dewasa di atas 20 tahun. Wanita memiliki risiko 2 kali lipat mengalami kondisi ini dibandingkan dengan pria.

Kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda dan gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala rhinitis vasomotor?

Gejala dari rhinitis vasomotor dapat datang dan pergi sepanjang tahun. Ini artinya, Anda bisa saja mengalami gejala ini secara mendadak sewaktu-waktu.

Berikut adalah gejala-gejala umum dari kondisi ini:

Yang membedakan rhinitis non-alergi atau vasomotor dengan rhinitis alergi adalah, kondisi ini biasanya tidak disertai dengan rasa gatal di hidung, mata, dan tenggorokan.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda mengalami gejala-gejala berikut ini:

  • Gejala yang Anda alami parah
  • Anda mengalami tanda-tanda dan gejala yang tidak menghilang setelah diberikan obat bebas atau perawatan di rumah
  • Anda mengalami efek samping yang mengganggu dari pengobatan bebas atau pengobatan dengan resep untuk rhinitis non-alergi

Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang mungkin akan menunjukkan reaksi yang berbeda-beda.

Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab rhinitis vasomotor?

Rhinitis vasomotor terjadi ketika pembuluh darah di dalam hidung melebar. Pembesaran ini dapat menyebabkan pembengkakan, hidung tersumbat, dan hidung penuh dengan lendir.

Tidak diketahui penyebab pembuluh darah di dalam hidung membengkak. Namun, ada beberapa pemicu yang diduga kuat dapat menyebabkan reaksi ini. Berikut jenis-jenis rhinitis non-alergi berdasarkan pemicunya:

1. Rhinitis infeksi

Rhinitis infeksi atau rhinitis virus disebabkan oleh infeksi, seperti flu biasa. Lapisan hidung dan tenggorokan menjadi meradang ketika virus menyerang daerah tersebut. Peradangan memicu produksi lendir dan ini menyebabkan bersin serta pilek.

2. Rhinitis vasomotor

Rhinitis vasomotor terjadi ketika pembuluh darah di hidung terlalu sensitif dan terdapat kontrol saraf yang tidak normal. Hal tersebut menyebabkan peradangan.

Biasanya, kontraksi dan perluasan pembuluh darah di dalam hidung membantu mengendalikan aliran lendir. Jika pembuluh darah terlalu sensitif, paparan dari lingkungan dapat membuatnya membesar dan menciptakan lendir berlebihan.

Paparan dari lingkungan dapat meliputi perubahan suhu, paparan zat kimia tertentu, parfum, asap rokok, kelembapan udara, makanan pedas, bahkan stres.

3. Rhinitis atrofi

Rhinitis atrofi terjadi ketika selaput di dalam hidung (turbin) menjadi lebih tipis dan keras, hingga menyebabkan saluran hidung melebar dan menjadi lebih kering. Kondisi ini juga membuat bakteri lebih mudah tumbuh dan meningkatkan kemungkinan Anda menjalani operasi hidung atau infeksi.

Rhinitis atrofi paling sering terjadi pada orang yang telah menjalani beberapa kali operasi hidung. Kondisi ini juga bisa menjadi komplikasi dari operasi tunggal.

4. Rhinitis medicamentosa

Rhinitis medicamentosa disebabkan oleh penggunaan obat-obatan. Penggunaan dekongestan hidung, beta blocker, aspirin, atau kokain secara berlebihan dalam menyebabkan kondisi ini.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk mengalami kondisi ini?

Ada banyak faktor risiko untuk rhinitis vasomotor, yaitu:

  • Paparan terhadap iritan, seperti kabut, asap knalpot, atau asap rokok.
  • Berusia di atas 20 tahun: tidak seperti rhinitis alergi, rhinitis non-alergi umumnya menyerang orang di atas 20 tahun.
  • Penggunaan obat semprot hidung dekongestan berkepanjangan: pemakaian obat tersebut selama lebih dari beberapa hari dapat menyebabkan penyumbatan apabila kadar dekongestan di tubuh telah hilang, yang sering disebut dengan rebound congestion.
  • Jenis kelamin wanita: akibat perubahan hormon, penyumbatan hidung sering kali memburuk selama menstruasi dan kehamilan.
  • Memiliki masalah kesehatan tertentu: berbagai kondisi medis tertentu dapat menyebabkan atau memperburuk rhinitis non-alergi, seperti hipotiroidisme dan sindrom kelelahan kronis.
  • Stres emosional atau fisik dapat memicu rhinitis vasomotor pada beberapa orang.

Komplikasi

Apa saja bahaya atau komplikasi dari rhinitis vasomotor?

Umumnya, kondisi ini tidak akan menimbulkan masalah kesehatan yang fatal. Namun, ada kemungkinan rhinitis vasomotor dapat mengakibatkan beberapa komplikasi, seperti:

  • Polip hidung: polip hidung adalah pertumbuhan jaringan jinak di dinding hidung atau sinus. Jaringan tersebut berpotensi menyumbat hidung dan mengganggu pernapasan Anda.
  • Sinusitis: kondisi hidung tersumbat akibat rhinitis berkepanjangan meningkatkan risiko Anda terkena sinusitis, yaitu infeksi pada dinding sinus Anda.
  • Infeksi telinga tengah (otitis media): penumpukan lendir atau ingus di hidung juga bisa memengaruhi telinga tengah, sehingga berpotensi mengakibatkan infeksi.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Bagaimana kondisi ini didiagnosis?

Jika Anda memiliki gejala rhinitis vasomotor, dokter akan melakukan berbagai tes untuk melihat apakah rhinitis disebabkan oleh alergi atau penyebab lainnya.

Setelah mengeliminasi kemungkinan penyebab lainnya, dokter dapat mendiagnosis rhinitis vasomotor jika Anda mengalami gejala-gejala seperti hidung tersumbat, hidung meler, adanya postnasal drip, dan tes untuk kondisi lain yang tidak menunjukkan penyebab seperti alergi atau masalah sinus.

Untuk mendeteksi masalah alergi, dokter dapat melakukan tes alergi (tes tusuk kulit dan tes darah). Karena gejala-gejalanya yang mirip, tes alergi sering kali disarankan untuk membedakan kondisi ini dengan rhinitis alergi.

Pada beberapa kasus, CT scan pada area hidung dan wajah juga perlu dilakukan untuk membedakan kondisi ini dengan sinusitis atau polip hidung. Penting untuk memiliki diagnosis yang akurat agar dokter dapat mengatasi kondisi dengan tepat.

Bagaimana rhinitis vasomotor ditangani?

Jika gejala-gejala yang Anda alami cukup parah, dokter dapat memberikan obat-obatan untuk membantu mengendalikan gejala. Obat-obatan dengan resep yang dapat digunakan untuk mengatasi rhinitis vasomotor meliputi:

  • Semprotan hidung dengan air saline
  • Semprotan hidung kortikosteroid, seperti fluticasone atau triamcinolone
  • Semprotan hidung antihistamin, seperti azelastine dan olopatadine hydrochloride
  • Semprotan hidung anti-drip antikolinergik, seperti ipratropium
  • Pengobatan dekongestan oral (minum), seperti pseudoephedrine.

Pada beberapa kasus, operasi untuk mengangkat polip hidung atau memperbaiki tulang rawan hidung yang bengkok dapat membantu mengatasi kondisi ini. Namun, operasi hanya dipertimbangkan apabila obat-obatan di atas sama sekali tidak berhasil meringankan gejala.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi rhinitis vasomotor?

Menurut Mayo Clinic, berikut adalah cara-cara yang dapat membantu Anda mengatasi rhinitis vasomotor serta mencegahnya kambuh lagi di lain waktu:

  • Hindari pemicu rhinitis Anda. Apabila Anda mengenali apa saja yang menjadi pemicu kondisi Anda, sebaiknya hindari sebisa mungkin. Misalnya, jika Anda sensitif terhadap asap jalanan, pakailah masker.
  • Hindari pemakaian obat semprot hidung dekongestan terlalu sering.
  • Lakukan pengobatan yang direkomendasikan dokter dengan benar. Selain itu, perhatikan apakah kondisi Anda membaik atau tidak ada perubahan sama sekali.

Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Nonallergic rhinopathy – MedlinePlus Medical Encyclopedia. (2020). Retrieved 12 March 2020, from https://medlineplus.gov/ency/article/001648.htm

Nonallergic rhinitis – Mayo Clinic. (2019). Retrieved November 10, 2020, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/nonallergic-rhinitis/symptoms-causes/syc-20351229 

Non-allergic rhinitis – NHS. (2019). Retrieved November 10, 2020, from https://www.nhs.uk/conditions/non-allergic-rhinitis/ 

Nonallergic Rhinitis (Vasomotor Rhinitis) Definition – American Academy of Allergy, Asthma & Immunology. (n.d.). Retrieved November 10, 2020, from https://www.aaaai.org/conditions-and-treatments/conditions-dictionary/nonallergic-rhinitis-vasomotor 

Denise, KC., Sur, MD., Monica, LP. (2018). Chronic Nonallergic Rhinitis – American Family Physician. Retrieved November 10, 2020, from https://www.aafp.org/afp/2018/0801/p171.html 

Nonallergic Rhinitis – Cleveland Clinic. (2019). Retrieved November 10, 2020, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17950-nonallergic-rhinitis 

Tran, N. P., Vickery, J., & Blaiss, M. S. (2011). Management of rhinitis: allergic and non-allergic. Allergy, asthma & immunology research, 3(3), 148–156. https://doi.org/10.4168/aair.2011.3.3.148 

Bhargava, D., Bhargava, K., Al-Abri, A., Al-Bassam, W., & Al-Abri, R. (2011). Non allergic rhinitis: prevalence, clinical profile and knowledge gaps in literature. Oman medical journal, 26(6), 416–420. https://doi.org/10.5001/omj.2011.106

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Fajarina Nurin Diperbarui 04/01/2021
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
x