Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya
ask-doctor-icon

Tanya Dokter Gratis

Kirimkan pertanyaan atau pendapatmu di sini!

Kegunaan dan Manfaat Nebulizer untuk Batuk-Pilek

Kegunaan dan Manfaat Nebulizer untuk Batuk-Pilek

Nebulizer adalah sejenis alat yang berfungsi seperti inhaler, yakni untuk mengubah obat cair menjadi uap sehingga lebih mudah masuk ke saluran pernapasan. Tidak hanya untuk asma, perangkat nebulizer juga bermanfaat untuk batuk dan pilek yang menjadi tanda gangguan pernapasan pada anak dan orang dewasa.

Manfaat nebulizer untuk mengatasi batuk dan pilek

nebulizer hidung tersumbat

Nebulizer memang lebih sering digunakan oleh pengidap penyakit pernapasan kronis, seperti asma pada anak-anak dan orang dewasa. Akan tetapi, alat ini juga bisa digunakan untuk membantu meredakan masalah batuk dan pilek.

Sebuah studi dalam Annals of Pharmacotherapy (2013) mengatakan penggunaan alat nebulizer cukup aman untuk meredakan batuk, terlebih bila jenis pengobatan lain sudah tidak efektif.

Pengobatan dengan semprotan atau uap yang dihirup dapat bermanfaat bagi pengidap gangguan pernapasan. Alat ini membantu membersihkan saluran napas dan meredakan gejala yang dialami.

Batuk dan pilek berhubungan dengan dahak yang menumpuk pada rongga pernapasan. Nebulizer membantu mengontrol penumpukan dahak sehingga gejala batuk dan pilek bisa berkurang.

Faktor lain yang membuat alat ini efektif untuk batuk dan pilek ialah obat yang digunakannya. Berikut beberapa jenis obat nebulizer untuk batuk dan pilek pada anak dan dewasa.

  • Bronkodilator: membantu membuka atau memperlebar saluran pernapasan.
  • Larutan saline hipertonik (larutan garam steril): mengurangi kekentalan dahak (lendir) pada saluran pernapasan dan membuatnya lebih mudah dikeluarkan.
  • Antibiotik: mengobati dan mencegah infeksi pada saluran pernapasan.

Cara kerja dan pemakaian nebulizer

cara memakai nebulizer

Berbeda dengan inhaler asma yang dihirup melalui mulut, nebulizer tersedia dalam berbagai bentuk, seperti masker dengan oksigen, tekanan udara, atau mesin ultrasonik.

Nebulizer dengan mesin ultrasonik tergolong mahal dan biasanya hanya digunakan di rumah sakit.

Alat ini juga sering digunakan oleh orang yang tidak bisa menggunakan inhaler dengan dosis tertentu, misalnya bayi, anak kecil, dan pengidap asma parah.

Sebagai tambahan, menurut Nationwide Children’s Hospital, nebulizer dengan masker biasanya digunakan untuk anak usia di bawah 6 tahun.

Sementara itu, mouthpiece atau alat yang dimasukan dalam mulut bisa digunakan untuk anak usia 6 tahun hingga orang dewasa.

Penggunaan nebulizer untuk batuk dan pilek pada orang dewasa cukup mudah. Masukkan obat ke dalam perangkat sesuai dosis, kemudian nyalakan alat hingga keluar uap.

Gunakan masker atau mouthpiece, kemudian Anda cukup bernapas selama 10–20 menit atau sampai mesin berhenti menghasilkan uap tersebut.

Meskipun sederhana, Anda perlu memperhatikan penggunaan nebulizer untuk batuk pilek pada anak.

Anak yang sedang menggunakan alat ini harus dalam posisi duduk tegak untuk mempermudahnya saat menghirup dan menghela napas.

Pastikan si kecil berada dalam posisi ini selama kurang lebih 15 menit agar ia bisa mendapatkan manfaat dari obat yang digunakan melalui alat bantu pernapasan ini.

Apabila Anda kesulitan mengajak anak untuk mendapatkan pengobatan dengan nebulizer, berikut beberapa tips yang bisa dilakukan.

  • Jadikan penggunaan nebulizer sebagai rutinitas supaya anak terbiasa dan tahu kapan waktu untuk melakukannya.
  • Lakukan sambil menonton film kesukaannya.
  • Biarkan si kecil mendekorasi nebulizer dengan stiker dari karakter yang ia suka.
  • Untuk bayi, coba gunakan alat ini ketika ia tertidur.
  • Puji si kecil ketika selesai melakukan pengobatan menggunakan nebulizer.

Peringatan dan perhatian sebelum pakai nebulizer

Sebelum menggunakan nebulizer untuk batuk dan pilek, sebaiknya konsultasi dengan dokter Anda terlebih dahulu guna mencari informasi mengenai penggunaan alat ini.

Nebulizer seringkali diperuntukan untuk anak maupun orang dewasa yang kesulitan untuk menggunakan inhaler dengan teknik atau cara tertentu.

Alat ini mempermudah pengobatan gangguan pernapasan anak karena obat di dalamnya dapat disemprotkan secara otomatis sekaligus terkontrol.

Manfaat dari nebulizer untuk berbagai kondisi pada saluran napas, termasuk asma hingga batuk dan pilek, bisa menjadi salah satu pilihan pengobatan yang cukup ampuh.

Akan tetapi, selalu pertimbangkan risiko, dampak, dan juga kemampuan Anda dalam menggunakan alat medis ini untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.


Lawan COVID-19 bersama!

Ikuti informasi terbaru dan cerita para pejuang COVID-19 di sekitar kita. Ayo gabung komunitas sekarang!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What is a nebuliser?. The British Lung Foundation. (2021). Retrieved 29 June 2022, from https://www.blf.org.uk/support-for-you/nebulisers/what-is-it

Who can benefit from a nebuliser?. The British Lung Foundation. (2021). Retrieved 29 June 2022, from https://www.blf.org.uk/support-for-you/nebulisers/who-can-benefit

Nebulizer treatments. Children’s Wisconsin Hospital and Health System. (2022). Retrieved 29 June 2022, from https://childrenswi.org/medical-care/asthma/asthma-medicine-devices/nebulizer-treatments

How to Use a Nebulizer. Nationwide Children’s Hospital. (2021). Retrieved 29 June 2022, from https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/health-wellness-and-safety-resources/resources-for-parents-and-kids/how-to-use-an-epipen/epinephrine-myths-and-facts/how-to-use-a-nebulizer

How Can I Help My Child Use a Nebulizer?. Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 29 June 2022, from https://kidshealth.org/en/parents/cooperate-nebulizer.html

Slaton, R. M., Thomas, R. H., & Mbathi, J. W. (2013). Evidence for therapeutic uses of nebulized lidocaine in the treatment of intractable cough and asthma. The Annals of pharmacotherapy, 47(4), 578–585. https://doi.org/10.1345/aph.1R573

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Roby Rizki Diperbarui Jul 22
Ditinjau secara medis oleh dr. Mikhael Yosia, BMedSci, PGCert, DTM&H.
Next article: