Ingin berbagi cerita soal anak? Ikut komunitas Parenting sekarang!

home

Apa keluhan Anda?

close
Tidak akurat
Susah dipahami
Yang lainnya

Pubertas Dini pada Anak, Seperti Apa Tandanya?

Pubertas Dini pada Anak, Seperti Apa Tandanya?

Anak-anak perlu melalui fase pubertas untuk berpindah dari masa kanak-kanak ke remaja. Namun, pada beberapa kasus, anak bisa mengalami pubertas dini atau prekoks. Masa puber terlalu awal bisa menjadi suatu pertanda dari masalah kesehatan yang anak alami dan dapat berdampak pada kesehatan anak. Berikut penjelasan lengkap seputar pubertas dini pada anak perempuan dan laki-laki.

Apa itu pubertas dini?

mengajarkan anak pakai miniset

Rentang usia anak mengalami pubertas sangat bervariasi.

Mengutip dari situs resmi Ikatan Dokter Anak Indonesia, sebagian besar anak perempuan umumnya mengalami pubertas pada usia 8-13 tahun.

Sementara itu, pubertas pada anak laki-laki umumnya mulai usia 9-14 tahun.

Seorang anak dikatakan mengalami masa puber yang tidak normal ketika pubertas datang lebih awal atau terlalu lambat.

Nah, anak mengalami pubertas dini atau prekoks apabila ia mengalami ciri-ciri masa pubertas lebih awal sebelum memasuki usianya.

Pubertas prekoks adalah fase ketika anak mengalami perkembangan dan ciri-ciri sekunder sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan dan sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki.

Hal ini merupakan pertumbuhan abnormal yang dapat mempengaruhi pertumbuhan fisik dan mental anak pada masa mendatang.

Masa puber yang lebih awal memiliki dua jenis perkembangan yang berbeda, berikut penjelasannya.

Pubertas dini (prekoks) sentral

Jenis pubertas prekoks ini umum terjadi dengan tanda sekresi hormon gonadotropin oleh kelenjar pituitari di otak yang terlalu cepat.

Kondisi ini memicu aktivitas testis dan ovarium untuk memproduksi hormon seks dan menyebabkan masa puber terjadi lebih awal.

Pubertas dini (prekoks) perifer

Sementara itu, jenis pubertas prekoks perifer sangat jarang terjadi.

Tanda dari masa puber prekoks yang satu ini adalah produksi hormon seks oleh organ reproduksi tanpa aktivitas kelenjar otak.

Hal ini merupakan pertanda adanya masalah pada organ reproduksi, kelenjar adrenal, atau kelenjar tiroid yang tidak aktif.

Tanda-tanda anak mengalami pubertas dini

pubertas terlambat

Mengutip dari Kids Health, tanda pubertas prekoks terlihat dari beberapa aspek seksual, berikut penjelasannya.

Tanda-tanda pubertas dini anak perempuan adalah berikut.

Tanda-tanda pubertas prekoks pada anak laki-laki adalah berikut.

  • Tumbuh rambut pada kemaluan dan ketiak.
  • Penis dan testis membesar.
  • Adanya rambut tipis pada wajah.
  • Mengalami ereksi secara spontan (mimpi basah).
  • Mulai memproduksi sperma.
  • Wajah berjerawat.
  • Suara lebih berat.

Semua tanda masa puber prekoks pada anak laki-laki terjadi saat ia berusia kurang dari 9 tahun.

Penyebab pubertas dini

skincare remaja

Untuk memahami penyebab masa puber lebih awal pada beberapa anak, orangtua perlu mengetahui hal yang menyebabkan kondisi ini.

Proses pubertas terbagi menjadi empat tahap. Pertama, bagian otak membuat hormon bernama gonadotropin-releasing hormone (Gn-RH).

Kedua, Gn-RH menyebabkan kelenjar piituitari (kelenjar berbentuk kacang kecil di dasar otak) untuk melepaskan hormon lagi.

Hormon-hormon tersebut bernama luteinizing hormone (LH) dan follicle-stimulating hormone (FSH).

Ketiga, LH dan FSH membuat ovarium memproduksi hormon yang terlibat dalam pertumbuhan dan perkembangan karakteristik seksual perempuan (estrogen).

Pada anak laki-laki, LH dan FSH berperan dalam perkembangan testis untuk memproduksi hormon karakteristik seksual laku-laki (testosteron).

Keempat, produksi estrogen dan testosteron menyebabkan perubahan fisik selama peralihan dari anak-anak ke remaja.

Penyebab anak mengalami proses masa puber tersebut lebih awal, tergantung pada kondisi mereka memiliki pubertas prekoks sentral atau perifer.

Mengutip dari Mayo Clinic, berikut penyebab pubertas prekoks dari dua faktor, sentral dan perifer.

Pubertas prekoks sentral

Pubertas dini (prekoks) sentral melibatkan peran otak sebagai pemicu organ reproduksi untuk menghasilkan hormon seksual.

Hal ini dapat terjadi karena berbagai gangguan pada sistem saraf pusat dan menjadi pemicu terjadinya masa puber terlalu awal atau prekoks.

Berikut ini beberapa gangguan pada sistem saraf yang menjadi penyebab terjadinya pubertas dini sentral.

  • Tumor pada otak atau saraf tulang belakang.
  • Cacat pada otak kongenital seperti kondisi hydrocephalus atau tumor non-kanker.
  • Efek paparan radiasi pada otak atau tulang belakang.
  • Luka pada pada otak atau tulang belakang.
  • Sindrom McCune-Albright – suatu kelainan genetik yang mempengaruhi warna tulang dan kulit serta memicu gangguan hormon.
  • Congenital adrenal hyperplasia – kelainan genetik yang menyebabkan gangguan produksi hormon dari kelenjar adrenal.
  • Gangguan hipotiroid – kondisi kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon yang cukup.

Pubertas prekoks perifer

Pada pubertas dini (prekoks) perifer yang tidak melibatkan sistem saraf pusat, gangguan hormonal dan organ reproduksi merupakan penyebab utamanya.

Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan pubertas prekoks perifer.

  • Tumor pada kelenjar adrenal.
  • Sindroma McCune-Albright.
  • Paparan hormon estrogen atau testosterone dari obat-obatan
  • Kista dan tumor pada ovarium anak perempuan
  • Adanya tumor pada sel dari organ penghasil sperma atau hormon testosterone pada laki-laki.
  • Mutasi genetik pada kelenjar gonad bayi laki-laki sehingga menyebabkan produksi testosterone mulai pada usia 1-4 tahun.

Faktor yang meningkatkan risiko anak mengalami pubertas prekoks

haid saat sekolah

Terdapat beberapa faktor risiko yang menyebabkan anak mengalami pubertas lebih awal, yaitu:

  • anak perempuan,
  • mengalami obesitas,
  • mengonsumsi obat-obatan yang mengandung hormon seks,
  • komplikasi dari gangguan hormon adrenal dan tiroid karena faktor genetik,
  • kerusakan atau infeksi karena operasi atau terapi dengan radiasi (radioterapi).

Orangtua perlu waspada bila anak-anak memiliki salah satu atau beberapa dari faktor risiko tersebut.

Cara mendiagnosis pubertas prekoks pada remaja

pola asuh permisif

Segera konsultasi ke dokter anak bila si kecil menunjukkan tanda-tanda pubertas sebelum usia 7-8 tahun pada perempuan dan kurang dari 9 tahun pada laki-laki.

Setelah konsultasi, kemungkinan dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, seperti pengambilan sampel darah.

Pemeriksaan darah ini bertujuan untuk melihat atau mencari kadar hormon seks yang tinggi.

Dokter juga bisa melakukan pemindaian dengan x-rays pada pergelangan tangan untuk melihat kematangan tulang terlalu awal atau tidak.

Komplikasi akibat pubertas lebih awal

pubertas dini

Meski terkesan sepele, masa puber terlalu awal bisa menimbulkan komplikasi pada sebagian anak.

Ada dua komplikasi dari kondisi pubertas prekoks, berikut penjelasannya.

1. Tubuh pendek

Anak-anak yang mengalami masa puber prekoks dapat tumbuh dengan cepat pada awalnya dan akan menjadi lebih tinggi ketimbang teman-teman mereka.

Namun, karena tulang matang lebih cepat dari biasanya, pertumbuhan mereka nantinya bisa berhenti.

Hal ini menyebabkan mereka menjadi lebih pendek dari rata-rata orang dewasa.

2. Masalah sosial dan emosional

Anak perempuan dan anak laki-laki yang mulai masa puber jauh sebelum teman-temannya sangat sadar diri tentang perubahan yang terjadi dalam tubuhnya.

Hal ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan meningkatkan risiko depresi pada anak.

Memiliki tubuh orang dewasa lebih awal daripada teman-temannya dapat memberi banyak tekanan pada anak.

Anak perempuan atau laki-laki pasti mengalami kesulitan saat menjalani perubahan akibat masa puber datang lebih awal.

Hal yang bisa orangtua lakukan

yang bisa orang tua lakukan saat anak pubertas dini

Mengingat datangnya masa puber terlalu awal bisa memicu rasa minder pada anak, orangtua perlu hadir untuk mendengarkan dan memberi pemahaman.

Anak mungkin merasa berbeda dari teman-temannya sehingga orangtua perlu menjelaskan apa yang terjadi.

Hindari berbohong pada anak, sebaiknya jelaskan secara jelas dan jujur tentang kondisinya.

Cobalah untuk tidak fokus pada penampilan anak, tetapi lebih kepada kemampuan dan prestasinya.

Ibu dan ayah perlu waspada bila anak pubertas prekoks mengalami hal ini:

  • tidak bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari,
  • mengalami masalah saat sekolah,
  • stres, bahkan
  • depresi.

Ayah dan ibu bisa berkonsultasi dengan dokter atau psikolog untuk mengatasi masalah tersebut.

health-tool-icon

Kalkulator BMI (IMT)

Gunakan kalkulator ini untuk memeriksa Indeks Massa Tubuh (IMT) dan mengecek apakah berat badan Anda ideal atau tidak. Anda juga dapat menggunakannya untuk memeriksa indeks massa tubuh anak.

Laki-laki

Wanita

Pusing setelah jadi orang tua?

Ayo gabung di komunitas parenting Hello Sehat dan temukan berbagai cerita dari orang tua lainnya. Anda tidak sendiri!


Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

IDAI | Masalah Pubertas pada Anak dan Remaja. (2021). Retrieved 27 October 2021, from http://idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/masalah-pubertas-pada-anak-dan-remaja

 

Puberty | CS Mott Children’s Hospital | Michigan Medicine. (2021). Retrieved 27 October 2021, from https://www.mottchildren.org/posts/your-child/puberty

Precocious puberty – Symptoms and causes. (2021). Retrieved 27 October 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/precocious-puberty/symptoms-causes/syc-20351811

Symptoms and causes – Mayo Clinic. (2021). Retrieved 27 October 2021, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/precocious-puberty/symptoms-causes/syc-20351811?p=1

Early or delayed puberty . (2018). Retrieved 27 October 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/early-or-delayed-puberty/

Precocious Puberty (for Parents) – Nemours KidsHealth. (2021). Retrieved 27 October 2021, from https://kidshealth.org/en/parents/precocious.html?view=ptr&WT.ac=p-ptr

Precocious (Early) Puberty Symptoms & Causes | Boston Children’s Hospital. (2021). Retrieved 27 October 2021, from https://www.childrenshospital.org/conditions-and-treatments/conditions/p/precocious-early-puberty/symptoms-and-causes

default – Stanford Children’s Health. (2021). Retrieved 27 October 2021, from https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=precocious-puberty-early-puberty-90-P01973

Diagnosis dan Tata Laksana Pubertas Prekoks Sentral. (2021). Retrieved 27 October 2021, from https://spesialis1.ika.fk.unair.ac.id/wp-content/uploads/2018/03/PPK-Pubertas-Prekoks-Sentral.pdf

Foto Penulisbadge
Ditulis oleh Riska Herliafifah Diperbarui 4 minggu lalu
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita