8 Jenis Penyimpangan Seksual, Bedakah dengan Kelainan Seksual?

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 1 Februari 2021 . Waktu baca 8 menit
Bagikan sekarang

Penyimpangan seksual, atau dikenal secara medis dengan istilah parafilia, adalah kondisi ketertarikan seksual secara berlebihan atau ekstrem pada hal-hal yang dianggap tidak biasa atau tabu dalam lingkungan sosial. Salah satu yang paling umum diketahui adalah pedofilia (ketertarikan seksual pada anak-anak).

Selain itu, ketertarikan seksual pada parafilia bisa berkaitan dengan objek lain, fantasi, atau perilaku seksual seperti memakai baju lawan jenis atau menyakiti pasangan saat berhubungan intim. Apa saja kelainan seksual yang Anda harus tahu? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

Macam-macam penyimpangan seksual

Parafilia sendiri merupakan istilah yang disepakati para ahli dalam kitab diagnosis gangguan psikologis Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM). Namun, istilah parafilia sebenarnya menggambarkan kondisi penyimpangan tertentu, bukan gangguan atau kelainan seksual.

Pasalnya, tidak semua kasus penyimpangan seksual sampai menyebabkan perilaku ekstrem yang mengganggu atau membahayakan diri sendiri ataupun orang lain.

Penyimpangan seksual akan dikategorikan sebagai kelainan seksual atau paraphillic disorder ketika parafilia menimbulkan gangguan pada individu yang mengalaminya dan berisiko membahayakan orang lain, terutama untuk perilaku seksual menyimpang yang nonkonsensual (tanpa persetujuan seksual).

Sebenarnya terdapat berbagai jenis parafilia, tapi dalam panduan DSM 5 terdapat 8 jenis penyimpangan seksual yang paling umum dialami yaitu:

1. Eksibisionisme

Eksibisionisme adalah penyimpangan yang ditandai oleh dorongan seksual untuk memperlihatkan alat kelamin di depan umum, terutama pada orang yang tidak dikenal.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual dari reaksi orang lain. Memperlihatkan organ intim menunjukkan keinginannya untuk mendapatkan perhatian dari orang lain atas perilaku seksual yang menyimpang.

Kebanyakan penyimpangan seksual ini dialami oleh pria. Eksibisionis pria mungkin juga melakukan masturbasi saat mengekspos atau berfantasi memperlihatkan organ intimnya pada orang lain.

Namun, eksibisionis umumnya tidak menginginkan kontak seksual dengan korbannya, sehingga jarang melakukan serangan fisik.

Beberapa faktor bisa memicu penyimpangan seksual ini seperti ketidakmampuan beradaptasi di lingkungan sosial, disfungsi seksual seperti impotensi, atau gangguan kepribadian (antisosial atau narsistik).

Secara umum, tidak banyak kasus eksibisionis yang masuk ke dalam kriteria klinis kelainan seksual.

2. Fetisisme

Sepatu fetis penyimpangan seksual

Fetisisme menggambarkan obsesi seksual terhadap bagian tubuh atau benda tertentu. Ketertarikan seksual terhadap objek seksual ini atau yang dinamakan dengan fetis biasanya melebihi ketertarikan pada orang lain.

Fetis bisa meliputi bagian tubuh seperti kaki, jari, dan rambut. Sementara untuk benda, fetis bisa berupa sepatu (pria atau wanita), pakaian dalam wanita, celana dalam, atau bra.

Benda-benda fetis umumnya juga terbuat dari material tertentu atau memiliki karakteristik spesifik, seperti sepatu yang terbuat dari kulit.

Obsesi seksual yang berkaitan dengan objek tersebut bisa berwujud hasrat, fantasi, atau perilaku seksual menyimpang untuk mendapatkan kepuasan seksual.

Orang yang memiliki fetis bisa kesulitan mencapai orgasme jika melakukan aktivitas seksual yang tidak melibatkan objek yang menjadi ketertarikan seksualnya.

Faktor yang bisa memengaruhi seseorang untuk memiliki penyimpangan seksual seperti fetis belum bisa diketahui secara pasti.

Namun, fetisisme yang menjadi kelainan seksual umumnya berasal dari lingkungan sosial yang melarang atau menekan ekspresi atau keinginan seksual individunya.

3. Pedofilia

Pedofilia merupakan penyimpangan seksual yang ditandai dengan orientasi seksual pada anak-anak atau remaja, biasanya di bawah umur 13 tahun.

Seseorang dikatakan sebagai pedofil (sebutan orang dengan pedofilia) apabila dia memiliki hasrat seksual pada anak-anak yang terpaut usia lebih dari 5-16 tahun.

Penyimpangan seksual ini lebih banyak dialami oleh laki-laki yang tertarik dengan anak laki-laki, perempuan, ataupun keduanya. 

Kini pedofilia sering mengarah pada pelecehan seksual pada anak di bawah umur. Perilaku pedofilia yang menyebabkan pemaksaan atau manipulasi tindakan seksual pada anak-anak juga termasuk ke dalam kelainan seksual, sehingga membutuhkan penanganan medis

Namun, ada yang perlu diketahui, kalau tidak semua pedofil melakukan pelecehan pada anak, dan tentunya tidak semua orang yang melakukan kekerasan seksual pada anak-anak merupakan pedofil.

Apakah Saya Seorang Pedofil?

4. Voyeurisme

Voyeurisme

Penyimpangan seksual ini merupakan salah satu kondisi ketika seseorang mendapatkan kepuasan seksual dengan cara mengintip, menguntit, memandang tubuh orang lain dalam keadaan telanjang secara diam-diam atau ketika melakukan aktivitas seksual. 

Keinginan untuk melihat tubuh telanjang atau aktivitas seksual yang dilakukan orang lain sebenarnya hal yang normal. 

Namun pada voyeurisme, mengamati tubuh seseorang dapat membangkitkan hasrat seksual yang kuat bahkan bisa mencapai orgasme, meskipun tidak melakukan kontak seksual apapun.

Voyeurisme bisa menjadi kelainan seksual ketika seseorang terus-menerus mencari kesempatan untuk mengintip orang lain sampai meninggalkan kepentingan pribadinya.

5. Sadisme

Penyimpangan seksual menggambarkan ketertarikan pada aktivitas seksual yang melibatkan kekerasan atau perilaku lain yang menyebabkan orang lain menderita, sering kali dilakukan dengan paksaan.

Contoh penyimpangan seksual tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk hasrat, fantasi, dan perilaku erotis yang melibatkan diri sendiri atau orang lain yang menjadi objek ketertarikan seksualnya.

Sama halnya dengan penyimpangan seksual lain, sadisme belum tentu merupakan kelainan atau gangguan seksual. Namun, sadisme yang mengarah pada kelainan seksual dapat ditandai dengan:

  • Memaksa pasangan atau orang lain menjadi objek perilaku sadisme sehingga pelakunya mengalami gangguan psikologis atau disfungsi sosial.
  • Memiliki hasrat dan fantasi seksual yang kuat atau melakukan aktivitas seksual yang membuat orang lain menderita secara terus-menerus selama 6 bulan.

6. Masokisme

masokis

Masokisme menyebabkan seseorang mendapatkan hasrat seksual karena menerima kekerasan atau perilaku yang membuatnya menderita, baik secara mental maupun fisik.

Seorang masokis umumnya memperoleh kepuasan seksual dari aktivitas seksual yang membuatnya sakit atau kesulitan bernapas seperti saat dicekik, diikat, atau dipecut.

Masokisme dapat menjadi kelainan seksual ketika telah menyebabkan gangguan psikologis dan disfungsi sosial pada orang yang mengalaminya.

Dugaan sementara penyimpangan seksual ini bisa disebabkan oleh masalah trauma fisik dan mental seseorang dan pengaruh lingkungan.

7. Froteurisme

Orang dengan perilaku seksual menyimpang ini mendapatkan kepuasan seksual dari menyentuh, meraba, atau menggesekan bagian tubuh tertentu ke bagian tubuh orang lain. Perilaku seksual ini biasanya dilakukan secara diam-diam, saat orang yang menjadi target tidak memperhatikan.

Penyimpangan seksual ini umumnya dialami oleh pria dan bisa menjadi kelainan seksual karena karena kerap menyebabkan pelecehan seksual di tempat umum.

Salah satu contoh pelecehan yang paling sering terjadi dari penyimpangan seksual ini adalah menggesekkan organ intim pria pada tubuh wanita saat berdesakkan di transportasi umum.

Penyebab utama dari penyimpangan seksual ini belum diketahui secara pasti, tapi faktor seperti perilaku antisosial, hiperseksualitas (memiliki hasrat tinggi untuk melakukan hubungan seksual secara terus-menerus ) dapat memengaruhi.

8. Transvestic

Transvestic kelainan seksual

Transvestic merupakan penyimpangan seksual turunan dari fetisisme. Kondisi ini terjadi ketika seseorang memperoleh gairah seksual ketika mengenakan pakaian yang biasa dikenakan oleh lawan jenis (cross-dressing).

Orang yang memiliki ketertarikan seksual ini dikenal juga dengan cross-dresser. Jika laki-laki, ia akan mendapatkan kepuasan seksual dengan mengenakan pakaian wanita yang feminin, begitu pun sebaliknya.

Ketertarikan memakai pakaian lawan jenis bisa diwujudkan dalam bentuk fantasi, keinginan, dan perilaku seksual menyimpang.

Meskipun bisa menimbulkan gangguan psikologis dan disfungsi sosial, sebagian besar kasus transvestic  tidak berbahaya atau mengarah pada kelainan seksual.

Selain itu, terdapat beberapa jenis penyimpangan seks lainnya seperti:

  • Nekrofilia: memiliki ketertarikan atau hasrat seksual untuk berhubungan intim dengan mayat.
  • Zoofilia: penyimpangan seks yang menjadikan hewan sebagai objek kepuasan seksual.
  • Klismafilia: mendapatkan kesenangan seksual dengan memasukan cairan ke dalam kolon melalui anus.
  • Koprofilia: ketertarikan seksual pada kotoran manusia.
  • Telephonicophilia: memperoleh kepuasan seksual dengan menelepon orang-orang asing yang tidak dikenal.
  • Urofilia: ketertarikan seksual pada urine.

Penyimpangan seksual ditandai dengan ketertarikan seksual pada hal-hal yang dianggap tidak normal dalam budaya sosial secara umum.

Namun, tidak berarti setiap orang yang memiliki obsesi pada hal-hal menyimpang berarti mengalami kelainan seksual yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

5 Khasiat Minyak Daun Basil untuk Kesehatan Tubuh

Selain digunakan sebagai bumbu masak rica-rica, daun basil juga bisa diekstrak menjadi minyak yang baik untuk kesehatan tubuh Anda.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Herbal A-Z 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Tips Membedakan Sakit Perut Karena Gas dan Karena Penyakit Lain

Sakit perut merupakan gejala dari masalah pencernaan yang sering muncul. Namun, apa bedanya sakit perut karena gas dan karena penyakit lain?

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Monika Nanda
Kesehatan Pencernaan, Radang Usus Buntu 2 Maret 2021 . Waktu baca 5 menit

Begini Cara Memilih Multivitamin yang Aman dan Sesuai untuk Anda

Banyak jenis multivitamin yang ada di pasaran. Tapi yang manakah yang sesuai dengan Anda? Berikut cara memilih multivitamin yang tepat.

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Fakta Gizi, Nutrisi 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit

Sering Tidak Disadari, Bulu Mata Juga Bisa Kutuan! Apa Gejalanya?

Hati-hati, mata yang gatal bisa jadi disebabkan oleh kutu bulu mata. Wah, bagaimana bisa terjadi dan seperti apa cara mengobatinya? Berikut ulasannya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Elita Mulyadi
Penyakit Mata 1 Maret 2021 . Waktu baca 3 menit

Direkomendasikan untuk Anda

tanaman untuk kamar

Selain Mempercantik Kamar, 7 Tanaman Ini Juga Bisa Bantu Tidur Nyenyak

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 4 menit
mulut bayi berjamur

Ciri-ciri Infeksi Jamur (Oral Thrush) di Mulut Anda

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 9 menit
Bekas luka

Cara Menghilangkan Bekas Luka dengan Langkah yang Tepat

Ditinjau oleh: dr Patricia Lukas Goentoro
Ditulis oleh: Novita Joseph
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit
cara menghilangkan nyeri haid

9 Cara Jitu Mengatasi Nyeri Haid Tanpa Obat

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Widya Citra Andini
Dipublikasikan tanggal: 2 Maret 2021 . Waktu baca 6 menit