home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

Tergantung Kepribadian, Ini 5 Fantasi Seks Berbeda pada Setiap Orang

Tergantung Kepribadian, Ini 5 Fantasi Seks Berbeda pada Setiap Orang

Fantasi sex atau imajinasi seks adalah hal yang lumrah dalam kehidupan ranjang. Setiap orang bisa memiliki fantasi seks dalam bentuk yang berbeda-beda. Karakter yang tampak dari luar diri seseorang tidak secara langsung menentukan seluas apa fantasi yang dimilikinya. Kira-kira, seperti apa fantasi seks yang dimiliki manusia berdasarkan kepribadiannya?

Kepribadian Big Five dan kaitannya dengan fantasi seks seseorang

berapa kali berhubungan intim agar bisa hamil

Setiap orang dilahirkan dengan kepribadian dan karakter yang unik serta berbeda-beda.

Nah, ini yang menjadi alasan mengapa fantasi seks (sex) masing-masing individu bisa bervariasi dan sulit ditebak.

Sekalipun pasangan Anda adalah seseorang yang tampak tenang dan tidak banyak bicara, belum tentu fantasi seksualnya juga demikian.

Ada banyak teori dan hasil penelitian yang mencoba membagi-bagi karakter manusia. Salah satunya adalah Gordon Allport dan Henry Odbert yang mencetuskan teori kepribadian Big Five.

Kepribadian Big Five menggambarkan karakter setiap orang berdasarkan lima aspek, yakni:

  • extraversion (ekstraversi),
  • agreeableness (kesesuaian),
  • openness (keterbukaan),
  • conscientiousness (kesadaran), dan
  • neuroticism (neurotisisme).

Kelima aspek ini dapat digunakan sebagai dasar pembentuk kepribadian seseorang.

Agar dapat memahami kepribadian Anda berdasarkan teori ini, Anda memerlukan skor untuk setiap aspek yang dilihat.

Misalnya, skor rendah pada aspek extraversion menandakan bahwa Anda adalah orang yang lebih senang menyendiri, sedangkan skor tinggi menandakan sebaliknya.

Lalu, apa hubungan antara aspek-aspek kepribadian ini dengan fantasi seksual?

Seorang psikolog sosial bernama Justin Lehmiller melakukan survei mengenai kaitan teori ini dengan fantasi seks (sex) dalam bukunya, Tell Me What You Want.

Survei tersebut dilakukan terhadap 4.000 orang untuk mencari tahu tipe kepribadian dan imajinasi seks yang paling sering mereka bayangkan.

Hasilnya, kelima aspek dalam teori kepribadian Big Five ternyata berhubungan dengan jenis imajinasi atau fantasi seks yang berbeda.

Jenis fantasi seks dilihat dari kepribadian Big Five

Anda bisa mencoba tes sederhana yang banyak terdapat di internet untuk mengetahui tipe kepribadian Anda berdasarkan teori Big Five.

Selanjutnya, berikut adalah jenis imajinasi seks yang menjadi ciri khas masing-masing kepribadian:

1. Extraversion (ekstraversi)

Skor tinggi pada aspek ini menandakan seseorang yang senang bersosialisasi, suka berbicara, serta ekspresif.

Tidak heran, mereka juga cenderung memiliki kehidupan seksual yang aktif.

Biasanya, fantasi seks orang dengan skor extraversion (ekstrovert) yang tinggi tidak jauh-jauh dari kegiatan threesome atau hubungan intim dengan lebih dari satu pasangan.

Sementara itu, mereka yang memiliki skor rendah adalah para introvert yang memerlukan lebih banyak waktu untuk menentukan jenis hubungan intim yang diharapkannya.

Jadi, imajinasi seks mereka biasanya lebih luas, bahkan menyentuh hal-hal yang berbau tabu.

Hal ini kemungkinan karena introvert lebih sulit menentukan apa jenis hubungan seksual yang mereka sukai, sehingga kecenderungan untuk mengeksplor seks yang tidak lazim akan lebih tinggi.

2. Agreeableness (kesesuaian)

Orang-orang yang memiliki skor tinggi pada aspek ini sangat peduli terhadap pasangannya.

Tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam kehidupan intim.

Oleh karena itu, fantasi seks mereka biasanya berkutat pada bagaimana cara memberikan kepuasan sebesar-besarnya kepada pasangan dengan cara yang aman.

Contohnya, orang dengan skor agreeableness yang tinggi mungkin akan mengutamakan foreplay lebih lama dan berfokus membuat pasangannya merasa puas.

Sebaliknya, pemilik skor rendah sedikit berbeda.

Mereka bisa jadi tidak menutup kemungkinan untuk menemukan petualangan-petualangan baru dalam berhubungan intim, termasuk melakukan hal-hal yang cukup tabu.

3. Openness (keterbukaan)

Skor tinggi pada aspek ini menandakan sikap keterbukaan terhadap sesuatu yang baru, rasa penasaran, dan imajinasi yang tinggi.

Jadi, tidak heran bila orang-orang dengan skor openness tinggi adalah mereka yang senang berfantasi mengenai hal-hal baru dalam berhubungan intim.

Dalam hal ini contohnya mulai dari mencoba berhubungan seks di tempat umum hingga menjajal posisi seks yang tidak biasa.

Sebaliknya, orang-orang dengan skor openness yang rendah biasanya memiliki fantasi seks yang lebih konservatif.

Beberapa hal mungkin terlalu tabu untuk dibayangkan, tetapi ini tidak serta-merta mengartikan bahwa imajinasi seksual mereka tidaklah menarik.

4. Conscientiousness (kesadaran)

Pemilik skor tinggi pada aspek ini adalah mereka yang memperhatikan detail, melakukan hubungan intim sesuai jadwal, dan menyukai hubungan seksual yang wajar.

Itu sebabnya, fantasi seks mereka mungkin berputar pada norma yang ada dan tidak jauh dari seks normal yang nyaman.

Orang-orang yang memiliki skor conscientiousness rendah umumnya tidak menyukai kegiatan seksual yang itu-itu saja.

Jadi, mereka akan cenderung berfantasi mengenai hubungan intim yang bersifat menyimpang dan cenderung tabu, seperto BDSM.

5. Neuroticism (neurotisisme)

Skor tinggi pada aspek ini menunjukkan tingkat stres yang tinggi dalam kehidupan pemiliknya.

Untuk menyeimbangkan hal tersebut, mereka membutuhkan hubungan intim yang tenang dan melibatkan ikatan emosi yang kuat.

Jadi, tipe pasangan seperti ini mungkin tidak sering membayangkan fantasi atau imajinasi seks yang liar.

Di sisi lain, skor neurotisisme yang rendah dapat menjadi tanda dari kepribadian yang lebih santai.

Oleh karena itu, pemiliknya lebih menyukai hal-hal baru dalam kehidupan seksualnya. Tak jarang, mereka juga berfantasi mengenai kegiatan seksual yang melibatkan pihak ketiga atau threesome.

Fantasi seks yang dilakukan dengan pertimbangan kedua belah pihak dapat memberikan manfaat bagi kehidupan intim Anda.

Misalnya, membantu Anda dan pasangan untuk mengeksplorasi hal-hal baru dalam berhubungan intim yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan.

Jadi, tidak perlu malu untuk saling mengungkapkan fantasi seksual satu sama lain. Siapa yang tahu, kebiasaan ini bisa semakin menambah warna baru dalam kehidupan seksual Anda.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

Lehmiller, J. (2018). What Our Sexual Fantasies Reveal About Us – Psychology Today. Retrieved February 17, 2021, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-myths-sex/201809/what-our-sexual-fantasies-reveal-about-us 

Whitbourne, SK. (2013). An Inside Look at Sexual Fantasies – Psychology Today. Retrieved February 17, 2021, from https://www.psychologytoday.com/us/blog/fulfillment-any-age/201301/inside-look-sexual-fantasies 

Lim, AG. (2020). The Big Five Personality Traits – Simply Psychology. Retrieved February 17, 2021, from https://www.simplypsychology.org/big-five-personality.html 

Ziegler, A., & Conley, T. (2016). The Importance and Meaning of Sexual Fantasies in Intimate Relationships. The Psychology Of Love And Hate In Intimate Relationships, 29-45. https://doi.org/10.1007/978-3-319-39277-6_3

Lehmiller, J. (2018). Tell Me What You Want: The Science of Sexual Desire and How It Can Help You Improve Your Sex Life.

Foto Penulis
Ditinjau oleh dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh Diah Ayu Lestari
Tanggal diperbarui 02/03/2021
x