Yang Harus Dilakukan Jika Mengalami Pelecehan Seksual

Ditinjau oleh: | Ditulis oleh:

Terakhir diperbarui: 7 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit
Bagikan sekarang

Pelecehan seksual sering membuat korban merasa tidak berdaya. Kasus ini banyak terjadi di tempat publik, khususnya di tempat kerja. Banyak korban yang bahkan mengatakan bahwa tidak ada yang bisa ia lakukan dengan pelecehan tersebut. Jadi, mereka biasanya hanya mencoba menenangkan diri dan mentolerir peristiwa tersebut. Pada kenyataannya, banyak aksi yang dapat dilakukan korban untuk menghentikan masalah tersebut, termasuk tindakan tidak resmi di tempat kerja dan langkah-langkah formal, seperti mengajukan gugatan terhadap pihak-pihak yang bertanggungjawab.

Apa saja yang harus dilakukan jika mengalami pelecehan seksual?

1. Berbicara secara terus terang

Dalam banyak kasus pelecehan seksual, terutama yang melibatkan lingkungan kerja, pelaku pelecehan seksual biasanya tidak menyadari bahwa perilaku mereka adalah ofensif. Jika Anda adalah korban pelecehan, langkah pertama  yang harus dilakukan adalah dengan membiarkan pihak yang bersalah tahu bahwa Anda menemukan perilaku mereka sebagai perilaku ofensif. Dalam banyak kasus ini dapat menyelesaikan masalah. Jika hal ini tidak menyelesaikan masalah, setidaknya pelaku tahu bahwa Anda merasa perilakunya sangat menganggu.

2. Memberi tahu pelaku untuk berhenti

Anda dapat mencoba untuk memberitahu pelaku untuk berhenti, meskipun hal ini mungkin sulit bagi Anda, Katakan dengan jelas bahwa Anda ingin pelaku berhenti melakukan pelecehan seksual kepada Anda. Ini juga langkah yang sangat penting jika Anda kemudian memutuskan untuk mengambil tindakan yang lebih formal kepada peleceh.

Jika pelaku mnegabaikan permintaan lisan Anda untuk berhenti, atau jika Anda merasa tidak nyaman untuk bertatap muka dengan pelaku, tulislah surat singkat yang menyatakan bahwa perilaku mereka menyinggung Anda. Jika Anda khawatir akan keselamatan pribadi atau takut bahwa pelaku akan berperilaku tambah parah, maka laporkan ke atasan Anda segera.

3. Mencari kebijakan

Periksa buku pedoman karyawan, kebijakan tertulis, dan sebagainya yang mencantumkan kebijakan pelecehan seksual. Kemudian ikuti langkah-langkah yang tertera dalam kebijakan. Selanjutnya, laporkan kepada orang yang ditunjuk sebagai atasan Anda untuk menerima pengaduan pelecehan seksual. Jika mereka tidak memperbaikinya, atau jika orang yang ditunjuk adalah pelaku pelecehan, maka pergilah ke orang berikutnya yang ditunjuk.

4. Menuliskannya

Bahkan jika kebijakan mengatakan untuk menelepon atau bertemu dengan seseorang, selalu tempatkan keluhan Anda secara tertulis. Deskripsikan secara detil mengenai komentar seksual, tindakan seksual, pornografi, lelucon atau email tidak pantas, dan apapun yang dialami atau disaksikan oleh Anda, yang memperlihatkan adanya perbedaan perlakuan dari laki-laki terhadap perempuan atau sebaliknya. Banyak pegawai yang melaporkan lingkungan yang tidak bersahabat, intimidasi atau pelecehan tanpa mengatakan bahwa hal itu didasari oleh gender. Dengan cara pelaporan seperti itu, Anda tidak akan terlindungi dari pembalasan dendam. Jadi, cara yang terbaik adalah menuliskannya dengan detil.

5. Mendokumentasikan perilaku pelecehan

Sangat penting untuk mendokumentasikan apa yang terjadi pada Anda, dan apa yang Anda lakukan untuk mencoba menghentikannya. Anda harus memiliki bukti yang cukup untuk dapat melaporkannya ke penyidik perusahaan, instansi pemerintah, atau pengadilan. Mulailah dengan mengumpulkan bukti sedetail mungkin mengenai pelecehan. Pastikan untuk menyimpan surat, foto, kartu, atau pesan melecehkan yang Anda terima.

6. Memproses ke pengadilan

Jika lembaga pemerintah mengeluarkan surat hak untuk menuntut, Anda dapat membawa gugatan perdata atas cedera yang Anda derita akibat pelecehan seksual. Anda tidak perlu menunjukkan luka fisik. Cedera yang paling umum dalam kasus pelecehan seksual adalah luka secara emosional yang diderita oleh korban.

Jika kasus pelecehan Anda berhasil ditangani oleh pengadilan, mungkin pemulihan yang akan Anda miliki termasuk:

  • Penempatan kembali, jika Anda kehilangan pekerjaan.
  • Pengembalian uang, jika Anda kehilangan uang atau tidak diberi kenaikan gaji.
  • Persyaratan perusahaan untuk melakukan kebijakan atau pelatihan untuk menghentikan pelecehan.

Namun, selain itu Anda juga akan mendapatkan beberapa kerugian, seperti:

  • Kehilangan tunjangan.
  • Kerugian atas tekanan emosional.
  • Banyaknya biaya yang harus dikeluarkan, seperti biaya pengacara dan pengadilan.

BACA JUGA:

Kalkulator Masa Subur

Ingin Cepat Hamil? Cari tahu waktu terbaik untuk bercinta dengan suami lewat kalkulator berikut.

Kapan Ya?
general

Hello Health Group dan Hello Sehat tidak menyediakan saran medis, diagnosis, maupun pengobatan. Silakan cek laman kebijakan editorial kami untuk informasi lebih detail.

Was this article helpful for you ?
Sumber

Yang juga perlu Anda baca

Cara Menahan Rasa Lapar Saat Melakukan Diet

Sering kali diet Anda gagal karena Anda tak bisa menahan lapar dan akhirnya menyerah dan kembali makan dengan porsi besar. Begini cara mengatasinya.

Ditinjau oleh: dr. Tania Savitri - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novi Sulistia Wati
Tips Berat Badan Turun, Nutrisi 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Impotensi (Disfungsi Ereksi)

Impotensi atau impoten adalah kondisi ketika penis tidak bisa ereksi optimal saat berhubungan seks. Berikut gejala, penyebab, dan cara mengatasi impotensi.

Ditinjau oleh: dr. Damar Upahita - Dokter Umum
Ditulis oleh: Atifa Adlina
Kesehatan Pria, Impotensi 20 Januari 2021 . Waktu baca 9 menit

Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Atasi Tipes

Gejala tipes umumnya dapat diobati di rumah. Selain minum obat dari dokter, apa saja cara mengobati tipes lainnya di rumah?

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Fajarina Nurin
Penyakit Infeksi, Demam Tifoid (Tifus) 20 Januari 2021 . Waktu baca 8 menit

4 Penyebab Buah Zakar Anda Gatal dan Ingin Terus Digaruk

Menggaruk alat kelamin terkadang sudah menjadi kebiasaan, tapi bisa juga karena memang terasa gatal. Apa saja penyebab buah zakar gatal? Apakah berbahaya?

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Novita Joseph
Kesehatan Pria, Penyakit pada Pria 20 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit

Direkomendasikan untuk Anda

polip hidung

Penyebab dan Cara Ampuh Mengatasi Hidung Tersumbat Alias Mampet

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Ajeng Quamila
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 7 menit
kelopak mata bengkak, apa penyebabnya

Penyebab Kelopak Mata Bengkak dan Cara Tepat Mengatasinya

Ditinjau oleh: dr Mikhael Yosia
Ditulis oleh: Nimas Mita Etika M
Dipublikasikan tanggal: 22 Januari 2021 . Waktu baca 6 menit
Mengurangi Bau Badan

Deodoran Tidak Mempan Kurangi Bau Badan? Atasi Dengan Bahan Alami Berikut Ini

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: dr. Marsha Desica Arsanta
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 3 menit
tips lari untuk penderita rematik

6 Kesalahan Saat Olahraga Lari yang Wajib Dihindari

Ditinjau oleh: dr. Yusra Firdaus - Dokter Umum
Ditulis oleh: Lika Aprilia Samiadi
Dipublikasikan tanggal: 21 Januari 2021 . Waktu baca 4 menit