home

Adakah saran agar artikel ini lebih baik?

close
chevron
Artikel ini tidak akurat
chevron

Mohon sampaikan saran Anda

wanring-icon
Anda tidak perlu mengisi secara detail bila tidak berkenan. Klik 'Kirim Opini Saya' di bawah ini untuk lanjut membaca.
chevron
Artikel ini tidak memberi cukup informasi
chevron

Tolong beri tahu kami bila ada yang salah

wanring-icon
Anda tidak wajib mengisi kolom ini. Klik "Kirim" untuk lanjut membaca.
chevron
Saya punya pertanyaan
chevron

Kami tidak memberi pelayanan kesehatan berupa diagnosis atau perawatan, tapi kami terbuka terhadap saran Anda. Silakan ketik di kotak berikut ini.

wanring-icon
Bila Anda memiliki kondisi medis tertentu, silakan menghubungi layanan kesehatan terdekat di sekitar rumah atau datangi IGD terdekat.

8 Kesalahan yang Tanpa Disadari Bisa Bikin Kondom Sobek

8 Kesalahan yang Tanpa Disadari Bisa Bikin Kondom Sobek

Bagi pasangan yang sedang menunda kehamilan, kondom bisa menjadi salah satu solusi paling ampuh dan cerdas untuk berhubungan seks dengan aman. Kondom juga mampu mencegah penularan penyakit kelamin seperti gonore dan klamidia hingga virus mematikan yaitu HIV dan hepatitis. Akan tetapi, jika tidak digunakan dengan tepat, kondom bisa saja rusak karena sobek. Kondom sobek berisiko menyebabkan kehamilan dan penularan berbagai penyakit menular seksual.

Maka, Anda perlu berhati-hati. Jangan-jangan selama ini Anda dan pasangan masih melakukan kesalahan-kesalahan saat menggunakan kondom. Untuk mengetahui apa saja yang bisa membuat kondom sobek, baca terus informasi berikut ini.

Kondom terbuat dari apa?

Kondom laki-laki adalah lapisan sangat tipis yang berfungsi untuk mencegah kontak antara air mani pria yang mengandung sperma dengan vagina. Saat ini, banyak variasi jenis kondom yang tersedia di pasaran.

Ada kondom yang terbuat dari bahan dasar lateks (getah karet), poliuretan (campuran antara karet dan plastik), dan polyisoprene (karet sintetis). Jika digunakan secara tepat dan hati-hati, keampuhan kondom dalam mencegah kehamilan dan penularan penyakit mencapai 98%.

Oleh karena efektif dan bisa digunakan kapan saja, kondom laki-laki menjadi salah satu alat kontrasepsi yang paling sering dipilih para pasangan.

Bagaimana bisa kondom sobek saat berhubungan seks?

Hati-hati saat Anda dan pasangan berhubungan seks dengan kondom. Pasalnya, meskipun pada kemasannya tercantum informasi bahwa bahan dasarnya sangat kuat, kondom tetap bisa sobek. Berbagai penelitian menunjukkan hasil yang berbeda-beda terkait kemungkinan sobeknya alat kontrasepsi ini ketika berhubungan seks. Kemungkinannya berada pada kisaran 4 hingga 32.8%.

Jangan khawatir dulu, kondom seharusnya tidak sobek jika digunakan dengan benar. Langsung saja simak berbagai alasan kondom sobek saat berhubungan seks berikut ini.

1. Kondom disimpan terlalu lama

Banyak orang tidak menyadari bahwa kondom juga ada tanggal kedaluwarsanya. Semakin tua umur kondom, kualitas karet atau plastiknya akan menurun. Maka, selalu periksa kembali kemasan kondom Anda dan pastikan umurnya masih cukup baru sebelum berhubungan seks.

2. Kondom disimpan di tempat yang panas

Menyimpan kondom di tempat-tempat yang suhunya panas juga bisa merusak ketahanan kondom. Hindari menaruh kondom di laci mobil, di dalam dompet, atau di tempat yang terkena paparan sinar matahari langsung.

Sebaiknya simpan alat kontrasepsi Anda di tempat yang cukup sejuk, misalnya di dekat lemari penyimpanan obat. Saat bepergian, masukkan kondom ke dalam kotak timah dan simpan di dalam tas, jangan dimasukkan ke dalam saku celana. Ketika Anda duduk atau beraktivitas, suhu tubuh akan meningkat dan bisa merusak kualitas kondom.

3. Kurang pelumas

Jika Anda dan pasangan berhubungan seks dalam keadaan vagina tidak cukup basah, kondom akan bergesekan cukup keras dengan vagina. Gesekan tersebut berisiko menyebabkan kondom sobek.

Untuk mengurangi gesekan ketika vagina tak cukup basah, Anda dan pasangan bisa menambah waktu pemanasan (foreplay) agar wanita makin bergairah dan memproduksi lebih banyak cairan pelumas alami. Kalau Anda hanya punya sedikit waktu, gunakan pelumas vagina buatan pabrik agar penetrasi jadi lebih aman.

4. Salah memilih pelumas

Menggunakan pelumas memang bisa mencegah kondom sobek, tetapi jangan sampai Anda salah pilih. Perhatikan bahan dasar kondom yang Anda gunakan.

Kondom lateks akan lebih mudah rusak kalau Anda juga menggunakan pelumas vagina yang berbahan dasar minyak. Pilihlah pelumas yang bahan dasarnya gel.

5. Ukuran kondom kekecilan

Pastikan kondom tidak terasa terlalu sempit atau sesak. Untuk menghindari kasus ini, sebaiknya pakailah kondom ketika penis sudah ereksi. Pasalnya, penis yang ereksi biasanya akan jadi lebih besar atau panjang.

6. Tidak menyisakan ruang untuk air mani di ujung kondom

Ketika menggunakan kondom, sisakan sedikit ruang di ujung penis. Dengan demikian, ketika penis berejakulasi, air mani yang mengandung sperma akan tertampung di ujung kondom. Jika Anda tidak menyisakan ruang, kondom tentu akan jadi penuh dan bisa sobek.

7. Vagina terlalu rapat

Jika vagina terlalu rapat, penetrasi pun jadi lebih sulit. Gesekan yang terjadi terlalu keras sehingga kondom bisa sobek. Dalam kasus ini, selalu gunakan kondom dengan ketahanan ekstra dan jangan lupa gunakan pelumas yang berbahan dasar gel.

8. Tidak berhati-hati ketika membuka kondom dari kemasan

Meski jarang terjadi, kondom juga bisa rusak ketika Anda menyobek, menggunting, atau membuka kemasannya. Maka, berhati-hatilah saat membuka kondom dari kemasannya.

Setelah itu, perhatikan lagi apakah ada kerusakan dari pabrik sebelum alat kontrasepsi tersebut dipakai untuk berhubungan seks.

Hello Health Group tidak menyediakan saran medis, diagnosis, atau perawatan.

Sumber

What Causes Male Condoms to Break? http://www.medicinenet.com/condoms/page3.htm Diakses pada 3 Januari 2017.

Condom use 101: Basic errors are so common, study finds. http://www.nbcnews.com/health/health-news/condom-use-101-basic-errors-are-so-common-study-finds-f207925 Diakses pada 3 Januari 2017.

Safety First: 14 Common Condom Use Errors. http://www.livescience.com/18661-14-common-condom-errors.html Diakses pada 3 Januari 2017.

Foto Penulis
Ditulis oleh Irene Anindyaputri
Tanggal diperbarui 01/03/2021
x